SAMPAN HISMANTO, SH. Caleg Partai HANURA, No.1 DPRD Kota Bekasi, dapil Bekasi Barat & Medan Satria

Sunday, March 15, 2009

MENJAWAB TUDUHAN MONEY POLITIC

Bekasi, dobeldobel dot com
Terkait dengan pemberitaan di beberapa media, kami mencoba menelusuri dan mengupasnya secara langsung dari berbagai nara sumber. Terutama Sampan Hismanto sendiri. Saya telah mencoba mendatangi rumahnya di Kotabaru, dimana di sana rumah berdekatan dengan caleg wanita Partai Hanura untuk DPRD Kota Bekasi lainnya dari dapil yang sama, Nurjanah.

Cantik Seksi dan Berani Naik Moge saat Sosialisai

Thursday, March 12, 2009

LIA AMANDA, Caleg PKPI no.3
DPRD Kota Bekasi, dapil Bekasi Barat & Medan Satria


SAATNYA PEREMPUAN MENGAMBIL KEPUTUSAN,
BERSATU BERGERAK MAJU MENUJU PERUBAHAN BERSAMA PUTERI BUNG HATTA


Bekasi, webrizal.com
Mungkin dari sekian banyak caleg, hanya Lia Amanda lah yang saya nilai termasuk kategori caleg terseksi. Benar dan anda pasti setuju bila Lia disebut sebagai caleg cantik terseksi sekaligus caleg muda terseksi... hehehe (kalo seandainya semua caleg seperti ini, pasti saya semangat mengejar mereka untuk diwawancarai... deeeeeeh!!!!)

Dengan penampilannya yang berbeda, banyak orang di lingkungannya mengenal dia sebagai caleg bule sekaligus cantik. Caleg muda yang ayahnya juga seorang caleg di DPRD Provinsi DKI Jakarta, dapil Jakarta Utara ini belajar banyak dari ayahnya.


Caleg yang lumayan gaul ini juga mempunyai hobi unik dibandingkan gadis sebayanya. Bayangkan saja dengan motor gede dia biasa pergi bersosialisasi ke para konstituennya. Seperti beberapa waktu yang lalu saat mancing bersama dengan warga, dia berangkat ke sana dengan sahabatnya yang juga caleg partai yang sama, Wulandari Putri Wibowo, mereka berdua berkendaraan motor sport gede Minerva merah.

Lucunya saat mereka mengendarai motor, saat berpapasan sering sekali orang menyapa mereka dan memberikan yel-yel "Hidup!" nama partai lain yang juga berwarna merah. Mereka sempat geli dan tertawa menanggapinya. Dan biasanya mereka menjelaskan kepada orang yang bertemu dengan mereka bahwa mereka adalah kader PKPI yang juga mempunyai warna partai merah. Justru dengan kejadian itu ada hikmahnya buat mereka untuk bisa berkomunikasi dengan warga secara langsung dan akrab.

Saat acara memancing bersama dengan warga di daerah pemancingan Bekasi Barat, Lia menyempatkan diri membantu senior di PKPI yang kebetulan juga jadi caleg DPR RI untuk dapil Kota Bekasi dan Depok, H. Supratman, Dia dan adiknya serta para kader partai yang kebanyakan dari kalangan muda ini mencoba membuat sebuah kegiatan yang keluar dari rutinitas sehari-hari. Caleg berambut pirang ini sehingga kerap dipanggil caleg bule di wilayahnya mempunyai keinginan mulia bila ia nanti duduk di kursi dewan. Mulai dari kepeduliannya pada tingkat kematian ibu melahirkan dan bayi. Dia akan memperjuangkan agar bisa mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan bayi.

Pandangannya pun tentang penghijauan cukup besar, sehingga dia sangat bersemangat untuk membuat peraturan daerah tentang penghijauan di Kota Bekasi demi mengurangi polusi udara dan meningkatkan keindahan Kota Bekasi. Lia, caleg yang kerap berpenampilan seksi dan sensual ini, mengungkapkan akan mengawasi pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha kecil Karena ia cukup miris melihat kinerja pemda yang sekarang yang lebih cenderung tidak berpihak kepada pedagang kecil terutama PKL (Pedagang Kaki Lima).

Lia, gadis sulung yang mempunyai dua adik laki-laki (Ari dan Eri, panggilan akrab buat adik-adiknya) ini juga agak kecewa dengan seringnya terjadi kemacetan di pintu-pintu masuk tol dan jalan utama propinsi di Kota Bekasi, khususnya di wilayahnya Bekasi Barat. Karena simpang siurnya pengelolaan lalu lintas bukan saja di tingkat aparatur kepolisian tapi juga dinas perhubungan sehingga hampir setiap hari terjadi kemacetan lalu lintas di jalan-jalan provinsi terutama di daerah titik-titik persimpangan jalan, keramaian dan pusat perbelanjaan, dalam hal ini di wilayahnya Bekasi Barat.

Caleg pengagum tokoh Bung Hatta ini dan selalu ingin mendukung putri Bung Hatta, Meutia Hatta dalam setiap kegiatan kampanye. Itulah alasan utama kenapa ia mencalegkan diri. Di samping keterwakilan perempuan di dewan, dia juga merasa bahwa tokoh pemuda masih sangat kurang sekali. Terutama karena tingkat pengangguran di kalangan pemuda yang cukup tinggi di Bekasi, Lia Amanda bertekad akan memberdayakan Sumber Daya Manusia yang tinggal di wilayah Bekasi.


Kalo kamu-kamu mau tahu lebih bnayk kegiatan Lia di partai link aja ke blogsnya ini http://pemudapkpindonesia.blogspot.com/

BIODATA


Nama : LIA AMANDA

TTL: Jakarta, 21 Mei 1987

Jl. Duku No. 20 Harapan Baru, Bekasi Barat 17133

Riwayat Pendidikan:
1. SDN Pulogebang 04 pagi Jaktim
2. SLTP 172 Cakung, Jaktim
3. SMK Adhy Wisata
4. Perguruan Tinggi

Telp: 021.93245100 - 0819.3211.6187
--------------------------------------------------
Saat saya mencoba link ke google untuk mengetahui apa seh isi pikirannya. Maka baris inilah yang saya temui:

Lia Amanda lahir di Jakarta 21 Mei 1987, biasa dipanggil Lia.
Di organisasi ini gw menjabat sebagai Bendahara Umum dan baru aja dilantik pada 25 Oktober 2008 di Hotel Horison Bekasi oleh Sekum PPKPI dan dihadiri oleh Prof.DR.Meutia Hatta yang nggak lain adalah Puteri dari Bung Hatta dan Ketua Umum PKP Indonesia ( PKPI ) sekaligus menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan.

Gw bergabung di organisasi ini karena banyak hal positif yang bisa diambil dari kegiatan - kegiatan yang ada lagipula, gw juga mau menunjukkan kalo pemuda/i itu punya kepedulian yang besar kepada seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia karna pemuda/i merupakan generasi penerus bangsa. Bukan yang cuma bisanya tawuran dijalan dan selalu menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah, kalo pemuda/i Indonesia bobrok mau jadi apa bangsa kita ini?????
Pemuda PKP Indonesia is The Best!!!

Resep Indonesia Sejahtera ala Ratna Ariani

Thursday, March 5, 2009

Ratna Ariani, Resep Indonesia Sejahtera 
Selasa, 20-01-2009 14:02:52

Berikut adalah visi dan program yang saya perjuangkan dan persembahkan bagi bangsa Indonesia. Bangsa yang besar dimulai dari keluarga inti yang sejahtera, sehat jasmani dan rohani, ada mimpi dan cita-cita yang diperjuangkan disertai kasih yang dipelihara dan ditumbuhkan senantiasa.

Resep peningkatan kesejahteraan keluarga Indonesia khususnya di Semarang, Salatiga dan Kendal
1. Pemimpin mengutamakan kesejahteraan rakyat
a. Tak ada toleransi untuk korupsi
b. Awasi penggunaan anggaran dan pos-pos yang tidak perlu
c. Konsep GCG Good Corporate Governance menjadi mutlak
d. Kesetaraan dan keadilan antar daerah dan golongan


2. Jumlah keluarga prasejahtera meningkat menjadi keluarga sejahtera
a. Program Corporate Social Responibility (CSR) dari perusahaan swasta mengurangi pajak
b. Fasilitas bagi Usaha Kecil Menengah (UKM)
c. Kebijakan usaha pro rakyat
d. Memberikan proteksi kepada usaha yang memberi nilai tambah dan memberikan kesempatan kerja
e. Melatih jiwa kewirausahawan

3. Perkawinan dipersiapkan dan direncanakan dengan baik
a. Mempersiapkan orang muda bertanggungjawab atas masa depannya
b. Hindari pernikahan dini dan poligami
c. Lapangan kerja tidak terpusat di kota

4. Kaum bapak tenang bekerja dan berusaha
a. Prasarana/sarana pertanian dan perikanan/kelautan cukup
b. Harga pupuk dan BBM terjangkau
c. Ekstensifikasi pemanfaatan lahan
d. Aktualisasi potensi usaha perikanan dan pertanian bernilai tambah
e. Menjamin stabilitas harga jual bahan pangan

5. Kaum ibu cakap mengurus rumah tangga
a. Menurunkan angka buta huruf dan menggantinya menjadi melek keuangan rumah tangga
b. Menjaga kesehatan ibu, khususnya saat hamil dan menyusui.
c. Memiliki ketrampilan untuk menambah uang saku sebagai wirausaha
d. Berbagi dan menggerakkan komunitas yang sehat dan mandiri

6. Anak-anak, remaja serta orang muda terjamin pendidikan dan kesehatannya
a. Menyelenggarakan pendidikan wajib 9 tahun yang terjangkau bahkan gratis bagi yang kurang mampu
b. Memperhatikan kualitas kehidupan para guru di daerah
c. Menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai di tingkat kelurahan
d. Memberikan kesempatan bea siswa bagi anak/remaja berprestasi ke tingkat lanjut
e. Memberi peluang bagi orang muda untuk menjadi atlit dan seniman mengharumkan bangsa
f. Narkoba dan HIV/AIDs sebagai pembunuh generasi muda perlu diperangi tapi korbannya direhabilitasi agar kembali bisa berprestrasi

7. Manusia hidup berdamai dengan alam
a. Memiliki UU yang mengatur kelestarian dan perlindungan alam
b. Memastikan bahwa setiap daerah rawan bencana memiliki sistem pengenalan dini akan bahaya
c. Setiap warganegaranya peduli untuk memelihara, melindungi dan tidak mencemari alam sekitarnya

*Ratna Ariani , caleg DPR RI, dari Partai Hanura, no urut 3 di dapil Jateng 1
website: http://ratnaariani.com

Sekadar Ingin Memenuhi Quota Keterwakilan Wanita

Wednesday, March 4, 2009

Hj. Dewi Syarifah Sukmaningsih, SH. MH.
Caleg Partai Demokrat DPRD Prov. Jabar, Dapil Jabar VI, Kota & Kab Bekasi


Bekasi, webrizal.com
Saat menjumpainya di rumah satu keluarga dekatnya (rumah pamannya menurut narasumber) di Bekasi, saya jadi tersenyum miris. Sepertinya alasan keterwakilan perempuan untuk wilayah provinsi Jawa Barat dari wilayah Bekasi (baik kota maupun kabupaten) memang belum banyak, khususnya untuk partai baru sekaliber partai Demokrat. 


Memang betul popularitas SBY, selaku satu dewan pembina partai berlambang bintang merah putih sudut tiga ini amat membantu. Namun di lain sisi ternyata caleg-caleg di tingkat daerah di luar perkotaan tentunya mungkin menghadapi kesulitannya sendiri.


Sebagai contoh, mungkin sosok Dewi sajalah yang bisa dijumpai dari partai Demokrat untuk caleg DPRD provinsi Jabar. Melihat usianya yang terbilang masih muda (35 tahun) gadis lajang ini memang srikandi tunggal dari semua caleg provisnsi Jabar partainya yang harus berjuang untuk menarik suara massa, apalagi di wilayah yang bukan domisili tempat tinggalnya.



"Saya sebenarnya juga mewakili kota dan Kabupaten Bekasi karena permintaan dari keputusan musyawarah Partai demokrat DPD Jawa Barat", demikian penjelasannya ketika ditanya mengapa ia mau mewakili daerah yang bukan tempat kelahirannya.

Walaupun dobeldobel dot com menangkap arti bahwa seolah ia tidak begitu berambisi untuk menjadi anggota dewan atau bisa memperoleh kursi dewan, tapi kesibukannya (saya bisa menyebutnya perjuangan yang lebih berat daripada caleg lain) dalam melakukan sosialisasi mungkin bisa memakan waktu 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Ia pun menguatkan pernyataannya kepada saya, bahwa hampir bisa dipastikan dalam waktu beberapa minggu terakhir ini Dewi sangatlah sibuk mengatur jadwal untuk bertemu dengan semua calon konstituennya baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Bekasi.

Sang caleg gadis bernomor paling belakang 5 ini bukan saja telah berhasil meraih gelar master namun juga sempat pergi haji. Tak banyak yang sempat saya tanyakan kepada caleg berparas ayu ini, tentunya tentang bidang usahanya sebagai Supplier Crepes. Namun saya bisa mengambil kesimpulan dari riwayat hidupnya bahwa ia sudah mencoba mengangkat anak-anak jalanan untuk diposisikan sebagai SPG/SPB (Sales Promotion Girl/Boy). Wanita yang juga berwirausaha bidang jual beli rumah ini, tampaknya masih punya energi berlebih untuk melakukan sosialisasi ke konstituennya ke satu daerah. Keluarganya pun menyediakan rumahnya demi Dewi sebagai posko yang bisa dibilang buka 24 jam sehari.

Fenomena keberhasilan Suyoto, sang Bupati Bojonegoro terpilih Januari 2008 lalu mengalahkan incumbent Bupati Santoso, rupanya memang menjadi inspirasi banyak orang untuk bersemangat terus melakukan konsolidasi dan sosialisasi secara langsung ke tengah masyarakat. Kemenangan Suyoto memang sangat fenomenal, bagaimana tidak, ia termasuk kandidat bupati yang tidak mempunyai modal finansial banyak dibandingkan kandidat lain terutama incumbent, namun ia berhasil dan kini ia pun masih bisa menjalankan roda pemerintahan.

Dan hal ini sempat saya ceritakan kepada salah satu keluarga sekaligus tim sukses Dewi, iapun (red.:paman Dewi) menimpali bahwa terkadang keburukan (red.:kekurangan/kelemahan) seseorang adalah kelebihan dia untuk bisa bermain dunia politik, yang akhirnya bisa memenangkan apa yang dikejarnya.

Melihat filosofi dan pemikiran yang ada di lingkungannya Dewi, saya bisa menilai bahwa Dewi memang didukung penuh oleh keluarga dan tim sukses. Namun apakah nanti anak mantan Bupati Tasikmalaya ini bisa dan berhasil memperoleh kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat, tentunya sangat berat walaupun tidak mustahil. Dewi sendiri pun memperkirakan bahwa target 1 kursi saja sudah cukup buat partai Demokrat di DPRD provinsi dari 2 kursi yang diperebutkan untuk dapil Jabar VI, yakni Kota dan Kabupaten Bekasi.


---------------------- Biodata ----------------------

Nama Lengkap:
Hj. Dewi Syarifah Sukmaningsih, SH. MH.

TTL: Sumedang, 14 Desember 1974

Anak ke : 2 dari 3 bersaudara

Agama: Islam

Status: Belum Menikah

Alamat:
Jl. Rajawali No. 2
Perumnas I Kota Bekasi
Jl. Kalasan Raya Blok O No.1 Komplek Parmindo Cimahi

Telp.: 022.6017539 - 0813.21887381 - 081395223979

Pekerjaan:
Wiraswasta:
1. Jual Beli Rumah
2. Supplier Crepes dengan berdayakan anak-anak jalanan untuk diposisikan sebagai SPG/SPB

Pendidikan:
Magister Hukum, Universitas Pasundan Bandung

Organisasi :
1. Parpol di Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat (Biro Humas)
2. PDRI Prov Jawa Barat (Biro Hukum)
3. GM FKPPI Prov Jawa Barat (Biro Kader Keanggotaan)

Riwayat Singkat keluarga:
Orangtua:
-- Nama ayah : H. Suljana Wirahadi Subrata
--TTL: Sumedang, 30 Desember 1943
-- Agama : Islam
-- Alamat: Jln. Kalasan Raya Blok O No.1 Komplek Parmindo
-- Pekerjaan:
--- 1. Purnawirawan ABRI TNI AD (Kolonel),
--- 2. Bupati Tasikmalaya (1995-2001)

-- Nama Ibu: Hj. Iriyana Adeleyda Katili
-- TTL: Makassar, 26 Januari 1951
-- Agama: Islam
-- Alamat: Jln. Kalasan Raya Blok O No.1 Komplek Parmindo
-- Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga

-- Nama Kakak: Chandra Wirahadi Subrata
-- TTL: Gorontalo, 14 Juni 1972
-- Agama : Islam
-- Alamat: Rembrant Legenda Wisata Cibubur
-- Pekerjaan: Kapten Pilot maskapai penerbangan WING AIR
-- Nama istri: Erlina Bockings
-- Agama: Islam
-- Pekerjaan: Pramugari maskapai penerbangan GARUDA
-- anak: 2 orang putri:
--- 1. Rahmahnisa Awaliyah
--- 2. Dwina










-- Nama Adik: Yusuf Zakaria Wirahadi Subrata
-- TTL: Tegal, 28 Juli 1979
-- Agama: Islam
-- Pekerjaan:
--- 1. Wiraswasta
--- 2. Musisi: - Pencipta Lagu, Arranger Music, Operator Studio Music
-- Alamat: Jl. Salak No. B/39 Komplek Hankam Cibubur, Jakarta Timur
-- Nama istri: Fitri Purnamasari Tauhid
-- TTL: Jakarta, 29 Agustus 1979
-- Agama: islam
-- Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
-- Anak: 1 orang putra, 2 orang putri
--- 1. Firza Nurkanza WH
--- 2. Fahira Azzahra WH
--- 3. Frysha Salsabila WH

Dra. Luh Putu Rumyawati, caleg DPRD Propinsi Bali PDIP dapil Bali I: Denpasar, No. 2

Tuesday, March 3, 2009

PENDATANG BARU POLITISI PEREMPUAN PDIP MENINGKAT 70%

Dra. Luh Putu Rumyawati Sang Politisi Pendatang Baru
 

Sudah berapa banyak figur pengajar yang memberanikan diri terjun ke dunia politik bermodalkan kekuatan jaringan dengan dukungan dari anak murid dan orang tua murid yang mengenal dan mau mendukungnya. Salah satunya adalah, Dra. Luh Putu Rumyawati, caleg PDIP untuk Propinsi Bali dapil Kota Denpasar ini, dengan pengalaman dari dalam keluarga yang sudah sejak lama secara turun temurun bermain politik. Mulai dari orang tua, kakak dan lingkungan tempat tinggalnya ia hanya mengenal satu partai yakni PDIP. Dan ia memang tidak ada keinginan untuk berpindah ke lain hati, jelasnya dengan tertawa, "Saya tidak akan pernah beralih dari satu partai ke partai lain".


Luh Putu Rumyawati, wanita yang bergelut di bidang pendidikan kepariwisataan sebagai tenaga pengajar ini beranggapan bahwa peran wanita di Bali cukup lumayan. Hal ini bisa dilihat dari keterwakilan mereka di partai politik dan pencalegan pada Pemilu 2009 ini. Luh Putu Rumyawati yang mendapatkan no urut 2 untuk dapil Bali 1, Kota Denpasar menegaskan bahwa partainya di Propinsi Bali memang memberikan porsi tersendiri untuk kader wanitanya. Dengan nomor urut 2 baik itu di dapil Bali 1 dan Bali 2 ini saja sudah menunjukkan bahwa partai telah berusaha untuk serius memberikan porsi yang cukup dalam keterwakilan caleg wanita. Namun begitu setelah keputusan MK keluar beberapa waktyu lalu, ia menimpali nantinya porsi yang diberikan kepada wakil caleg perempuan akan sangat dipengaruhi oleh banyak sedikitnya dukungan suara dan itu tentunya akan kembali ke kebijakn partainya masing-masing.

Dengan adanya kuota yang diwajibkan bagi setiap partai jauh sebelum keputusan MK keluar saja, itu sudah cukup memberikan kesempatan bagi para wanita untuk bisa berkiprah di dunia yang memang dulunya sangat dikenal didominasi oleh kaum pria ini. Tentunya tanpa melupakan kualitas dan kodratnya sebagai wanita, imbuh Luh Putu Rumyawati kepada dobeldobel dot com via telepon selularnya.

==================Biodata======================

Nama Lengkap:
Dra. Luh Putu Rumyawati

TTL: Denpasar, 6 April 1963

Alamat:
Jl. Sedap Malam No. 29 Denpasar
Telp: 08123984309

Pendidikan:
S1. STKIP 1986 Bali

Riwayat Organisasi:
1985 - Struktur Pengurus Wakabid Kesra PDIP DPD Propinsi Bali
1984 - Pelatihan pengkaderan PDIP tingkat Nasional (CGK=Calon Guru Kader)
1982 - Departemen Perempuan DPC PDIP Denpasar, Bali
1981 - Kader PDIP DPC Denpasar, Bali

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger