Adu Karakter Superhero... Fiksi vs Biografi

Sunday, April 26, 2009

Dilema Seorang Penulis
Antara Fakta Sejarah dan Fiksi Ilmiah

Bekasi, dobeldobel.com
Sebagai seorang pemimpi, pendidikan agama dari guru ngaji saya pak Ustadz (demikian sering panggilannya sampe-sampe saya lupa nama sebenarnya, itupun dulu sewaktu saya masih SD dan kini ia telah almarhum), sehingga saya tahu persis apa artinya menulis sebuah karya yang baik. 

Pastel Daeng, Jajanan Khas di Pinggiran Bekasi

Saturday, April 25, 2009


Tahu Fantasi
dan Jalangkote
ala Bekasi


Bekasi, dobeldobel.com
Siapa yang tak kenal dengan pastel ala Makassar yang biasa disebut Jalangkote (biasanya hanya orang yang pernah ke Sulawesi Selatan saja atau tinggal dan asli dari sana tahu makanan ringan-berat ini). Kini kita bisa dapati di Bekasi, tepatnya perbatasan antara Jakarta Timur dan Bekasi Barat, di sebuah perumahan menengah atas, ada sebuah rumah yang menjual Pastel Daeng dan Tahu Fantasi.

Sebenarnya di tempat ini juga akan dijual makanan-makanan khas Makassar, dan itupun bermula dari sat bulan puasa tahun 2008 lalu, dimana bila menjelang maghrib, maka banyak orang di lingkungan yang "ngabuburit" mencari penganan untuk berbuka puasa. Usaha di depan pekarangan halaman rumah ini ternyata banyak juga peminatnya. Maka pasangan suami istri penghuni rumah yang dekat dengan rumah kediaman beberapa caleg DPRD Kota Bekasi ini mulai serius untuk memproduksi makanan dan masakan khas Makassar. Namun karena tinggal di daerah pinggiran Kota Bekasi, untuk memberi sentuhan khas Bekasi, ia memberi nama PASTEL DAENG dan TAHU FANTASI.

Masalah rasa jangan diragukan lagi, dobeldobel dot com saat mencicipi 6 potong, (masing-masing 3 karena kami berdua saat interviunya), memang rasanya di lidah tak hilang hingga 2 jam setelah pergi pulang. Mungki inilah ciri khas masakan tersebut. Pastel Daeng yg komposisinya terdiri dari Kentang,Wortel , daging ayam, telur ayam dan Ubi dimakan dengan perpaduan sambel khusus manis, pedas, asam, ditambah harumnya wangi bawang putih menambah nikmat rasanya.

Rasa gurih dan garing khasnya pastel memang beda dari pastel yang pernah saya rasakan sebelumnya. Karena proses pembuatannya setelah jadi adonan yang sudah berbentuk dan berisi, kemudian dimasak setengah matang. Baru kemudian ditiriskan dan dimasukkan ke dalam freezer. Apabila hendak dijual dan dikonsumsi barulah ia digoreng dengan minyak panas dan disajikan setelah beberapa menit dengan saus asam manis gurih (seperti kuah pempek Palembang). Dan apa yang membuat kita puas menikmati adalah karena ukurannya yang relatif lebih besar dari pastel kebanyakan dan GARINGnya... (wah kalo mau diiklanin pasti iklannya garing banget, sama garingnya dengan mood gue waktu nulis liputan kuliner sekarang ini... hehehehe!)

Demikian pula dengan Tahu Fantasi, yang diolah dengan mencampur beberapa bumbu rahasia dan cincangan daging ayam serta telur, kemudian adonan tahu diblender dan dikukus lalu didinginkan dan siap untuk digoreng dengan minyak panas. Penganan setengah ringan dan berat ini sangat nikmat bila dimakan panas-panas. Namun seandainya anda suka untuk didinginkan dulu, jangan lupa menyelipkan cabe rawit atau kuah saus yang sama untuk Pastel Daengnya.

Harganya pun relatif murah, sepotong TAHU FANTASI atau PASTEL DAENG@ Rp.2.000,- untuk pemesanan minimal 10 potong anda hanya merogoh Rp. 20.000,- baik untuk Tahu Fantasi atau Pastel Daeng untuk wilayah Bekasi Barat.

Sedangkan untuk pemesanan dan dikirimkan atau diantar ke tempat di sekitar Jabotabek buat pesta dan acara apa saja, maka minimal pemesanan 100 potong, dengan biaya pengiriman bisa dinegosiasikan via telepon sesuai dengandari jumlah pemesanan.

Bila anda penyuka jajanan khas Makassar dengan sentuhan daerah Kota Bekasi, maka anda bisa pesan melalui telp. berikut ini: 0815.9037.546 atau 021.480.2147 atau 021.3275.2286 maka pesanan akan diantarkan ke tempat.

Dengan harganya yang relatif murah, maka gak akan nyesel menikmati makanan khas Sulawesi ini langsung di tempat anda hangat-hangat.

Sidik Rizal & Dian PP
-------------------------------------------------------------------
Sumber terkait: Jajanan Pasar Khas Makassar

PASTEL DAENG adalah Kudapan khas berasal dari Ujung Pandang (Makasar) yang merupakan salah satu kudapan yang ada di BEKASI BARAT, khususnya kami berada di Perumahan Harapan Baru Regency Blok D1 no:11 , Kota Baru, Bekasi- Barat.
Apa bila anda ingin mencoba nya, silahkan anda bisa hubungi kami di Hp. 0815.9037.546 atau Flexi: 327.522.86 .
Kami juga melayani pemesanan untuk Arisan, pesta, Ulang Tahun, Meeting dll.
Atau Anda dapat mengunjungi di Outlet kami langsung , di depan mini market Indomaret Pulo Gebang Permai 1 Jakarta Timur, atau di depan RUKO mini Market Saroja di perumahan Taman Modern Jakarta Timur.
Berminat Jajanan Khas Makasar (Jalangkote), atau Tahu Fantasi ?
----------------------------------------------------------------------------
Sumber Terkait: Pastel Daeng

Kami juga menyajikan TAHU FANTASI adalah Makanan lezat terbuat dari bahan dasar TAHU pilihan dan diolah khusus dengan campuran daging ayam, wortel serta bahan pelezat lainnya yang terpenting kami jamin halal 100%.

Anda bisa pandang pada gambarnya yang cukup menggiurkan...apa lagi dimakan dengan cabe rawit, dan dapat juga dimakan dengan saos khusus yang kami buat , saos khusus tersebut rasanya manis, asam, pedas dan wangi akan garlic (bawang putih) sebagai penyedapnya.
Anda jadi terasa lapar kan..? Silahkan Anda mencobanya....

PASTEL DAENG adalah Kudapan khas berasal dari Ujung Pandang (Makasar) yang merupakan salah satu kudapan yang ada di BEKASI BARAT, khususnya kami berada di Perumahan Harapan Baru Regency Blok D1 no:11 , Kota Baru, Bekasi- Barat.

Apa bila anda ingin mencobanya, silahkan anda bisa hubungi kami di Hp. 0815.9037.546 atau Flexi: 327.522.86 .

Juga melayani pemesanan untuk Arisan, pesta, Ulang Tahun, Meeting dll.

Atau Anda dapat mengunjungi di Outlet kami langsung , di depan mini market Indomaret Pulo Gebang Permai 1 Jakarta Timur, atau di depan RUKO mini Market Saroja, di perumahan Taman Modern Jakarta-Timur.

NIC's Cafe Tempat Hang Out di Kota Bekasi lama

Cafe,
Cozy Place,
Meeting Point
di Jalur
Mati Suri
Kota Bekasi


Bekasi, dobeldobel.com
Kalau mau tahu dimana tempat enak buat bikin rendezvous (dating or cozy place to hang out) maka NIC's Cafe bisa jadi pilihan. Walau berada di jalur satu arah Kota Bekasi lama (terkenal dengan sebutan Pasar Proyek Bekasi) maka kita bisa meluncur ke jalan Ir. H. Juanda dan menemukannya di sebelah jalur kanan di depan toko buku Multimedia. Hati-hati, biasanya setelah jam 10.00 hingga jam 05.00 pagi dini hari jalur biasanya dibuka 2 lajur. So, kalo mau berkunjung dimana ekspatriat dari Cikarang mau nongkrong di Kota Bekasi dan beberapa pejabat daerah, ya kunjungi saja tempat ini.

Parkir mobil yang sedikitnya 10 mobil dan parkir motor di delakang memang terasa kurang luas, tapi memang umumnya mereka yang nongkrong dan menikmati makan malam di tempat ini biasanya mencari kenyamanan dan ketenangan. So, it's your choice if you want to get a cozy place with serenity and calmly evening in old city of Bekasi...!

Saat senja hari itu, Juam'at tanggal 24 April 2009 kami berdua, (Sidik Rizal dan Dian PP) sengaja menemui manajer operasional, Deddy Effendi, SH. yang kebetulan tugasnya biasa mulai dari jam 15.00 hingga 23.00 wib. Sang manajer muda menyambut kami tersenyum ramah. Kemudian mengajak kami ke lantai atas, melewati desain futuristik interior desain yang menurut Deddy adalah desain bangsa kita sendiri namun nampak seolah kita ada di mini cafe luar negeri. Melewati lantai yang dihiasi kaca dan lampu neon sehingga belum apa-apa kami sudah merasakan nyaman.

Kami pun duduk di meja luar dekat bar, yang terbuka dan bisa melihat ke sepanjang jalan Ir. H. Juanda bila menepi ke pinggirannya. (Alam terbuka di petang hari, memang bikin kita kayak di mana gettu....! dan bagusnya nggak hujan aja!).

Tak berapa lama setelah, bincang-bincang sejenak, sang waiter menawarkan kami minuman. Saya pun memesan minuman Ice Cappucino, sedang mas Dian memesan Hot Cappucino. Mas Deddy sendiri hanya minta agar kopi panasnya yang ada di lantai bawah untuk di bawa ke atas. (wah pertimbangannya apa neh? Apa kopinya terlalu enak untuk dibuang, atau "penghematan" ala manajer F&B pada umumnya... hahahahaha... becanda mas "D")

Kami pun mulai ngobrol ngalor ngidul tentang Amerika Serikat lah (The Library of Congress of US), tentang peluncuran bukunya Kambing Jantan, Raditya sang Kambing, tentang buku baru "Santri Badung" lah, tentang Tinjauan Tata Kota Kota Bekasi, Tentang Jalan Ir. H. Juanda, Tentang wajah saya yang nggak terlalu ganteng lah, tentang caleg "good looking" yang punya peluang lebih besar untuk menang lah... tentang pencalegan mas Deddy di tahun 2014 nanti lah, tentang Mochtar Mohamad lah, tentang Ronny Hermawan, sang caleg yang baru saja bakalan jadi anggota dewan, tentang PKS yang sering ke NIC's cafe lah... sampai tentang Bebek Kesurupan yang ada di seberang NIC's Cafe dan juga tentang sticker dobeldobel.com yang ada wajah saya yang "lumayan ganteng" (inget masih dalam tanda kutip jadi terjemahan sesuai dengan bahasa dan persepsi masing-masing... hehehehe). Inti dari keseluruhan tulisan di atas adalah, kalau mau ngobrol ngalor ngidul dan enak serta merasa nyaman kayak di rumah sendiri.... ya di sinilah tempatnya NIC's cafe, the cozy place to hang out.

But what we are getting from this place, is not only the food and meals that looks yummy but also you can enjoy the lounge and life music. It's nice to spend your time here. After daily routine, and getting relax is a must and you work at Lippo Cikarang Industrial Zone, it is not far from there to get into the old town of Bekasi. Although there are some optional places, such as Bekasi Cyber Park, some of Fast Food Restaurants in Giant Superstore or Metropolitan Mall and Kalimalang Niaga Centre and Bekasi Square or Bekasi Trade Centre, but only the NIC's cafe is the most cozy place to spend the evening.

And sometimes, when the football (soccer) fever takes place, the NIC's provides Watching Soccer League together. And also the company's gathering or annualy party for groups and other occasions.

Pokoknya kalo lo-lo pada mau nonton bola bareng (yang jelas bukan lagi musim duren atau musim Demam Berdarah... tapi musim liga pertandingan sepakbola dunia yaaaah...?) maka nggak usah jauh-jauh ke Jakarta... cukup di bilangan jalan Ir. H. Juanda udah cukup men...! Tempat lumayan luas, suasana sangat mendukung dan yang paling penting... Bekasi masih lumayan sepi dan nyaman buat kita-kita hang out men... Swear ane zuzur... hihihi!!!)

Masalah makanannya jangan ditanya lah... standarnya kafe internasional... (sayang gue belum sempet tahu menu utama dan andalan nih kafe... kita liat aja nanti apa seh yang mau ditawarin sama sang manajer F&Bnya buat kami berdua... hehehehe... ya iya lah... kan kita wartawan kuliner bukan wartawan usaha resto... masak nggak nyicip-nyicip secuil pun... hu'uh?)

Akhirnya kami pun pulang dan menitipkan beberapa stiker dobeldobel.com untuk dipasang di setiap meja NIC's cafe.... kalo anda datang ke sana dan tidak menemui stiker kami dipasang... berarti ada apa-apanya neh sama sang bos... hehehehe!
PS.: Kalo mau dapetin ABG bispak, cewe SMA bispak atau mahasiswi bispak bisa dijumpai di sini. Tapi jangan harap bisa gampang kelihatan. Paling nggak lo harus rajin-rajin ke kafe ini dan nongkrong di sana. Setelah 2 atau 3 x lebih kunjungan pasti lo bisa dapetin apa yang gue maksud!
Dik Rizal

Resto Khas Garut Sambal Cibiuk di Kota Bekasi

Friday, April 24, 2009


OUTLET RESTO SAMBAL CIBIUK KOTA BEKASI
TERBESAR KE-2 SETELAH GARUT





Bekasi, dobeldobel.com
Kalau kita menyusuri Jl. Ir. H. Juanda dan sebelum kantor eks Pemdakot lama (kini jadi kantor KPUD Kota Bekasi) maka kita akan menjumpai jl. Kartini. Dan setelah 2 menit atau sekitar 200 meter di sebelah kiri Anda akan temui satu-satunya resto Sambal Cibiuk yang terkenal itu ada di sana. Biasanya jejeran mobil-mobil parkir di halaman resto bernuansa country ala Jawa Barat (bener-bener Sundaneese deh).




Kalau kita sudah masuk ke dalamnya setelah memarkirkan kendaraan di halamannya, maka kita akan disambut aroma sambal yang tepat tersajikan di depan pintu masuk Resto Masakan Khas Sunda ini. Aroma sambal yang menggugah selera itu memang sengaja dipajang di sana untuk memancing selera. Dan uniknya sambal Cibiuk beserta cs-annya (macam-macam jenis sambal lainnya) GRATIS dan bisa kita nikmati sepuas-puasnya (kalo memang bisa dan mau, silakan aja sampai perut kita merocot... hehehehe lu aja kale.. gua mah kagak!) Belum lagi kita akan disambut pegawai-pegawai yang manis-manis dan berjilbab. Karena memang resto ini konon dimiliki oleh seorang tokoh ulama Garut yang sangat konsen dengan ibadah dan bekerja. Bagi sang pemilik, wirausaha dan ibadah adalah hal yang harus dijalani secara bersamaan. (Nah yang kayak gene neh... udah makannya tenang... adem deh di ati...)


Setelah menerima senyum ramah dari para pelayan yang umumnya berusia muda ini, maka kita akan dipersilakan untuk mengambil tempat dimana kita suka. Bila di ruang terdepan lebih bernuansa kantoran (agak ngeresto-style gitu deh), maka bila masuk lebih dalam akan kita jumpai suasana natural yang eksotik. Memang desain interior yang "gimana" yah ngegambarinnya.. seolah kita melayang ke daerah pesawahan di pedesaan yang masih asri... bedanya kita seolah berada dalam miniatur pesawahan... so atmosphere is amazingly cool! I swear! (Untung gak ada Bondan Winarno... karena bisa aja dia langsung komentar... hmmm suasananya mak nyossss!)


Saat itu (Jum'at jam 09.30 24 April 2009) saya ditemui oleh Juffry, salah satu ex manajer yang diserahi tanggung jawab pengelolaan Outlet Cabang Kota Bekasi Resto Masakan Khas Sunda Sambal Cibiuk yang kini telah meiliki 45 outlet tersebar di seluruh Indonesia ini. Uniknya resto yang dimiliki oleh tokoh Garut dan cukup dikenal kedalaman pemahaman agama Islam ini, banyak didatangi oleh beragam etnis. Bahkan dobeldobel.com sempat ada satu keluarga Cina yang sedang menikmati semeja makan bersama tentunya dengan menu utama Sambal Cibiuk.

Okupansi (tingkat kedatangan tamu/pengunjung) yang lumayan setiap harinya dengan TO (turn Over) perputaran meja makan 3-5 dalam 2 jam dan sangat ramai yang biasanya di hari Sabtu Minggu. Khususnya hari Minggu, maka akan mencapai puncaknya para pengunjung yang umumnya secara berkelompok dan keluarga.


Saat-saat kampanye pileg lalu pun, banyak partai yang menggunakan resto ini sebagai tempat untuk melakukan kegiatan pertemuan dan lobby antar sesama pengurus struktur partai atau caleg-caleg, tambah Juffry. Namun untuk hari-hari biasa, justru pengunjung kebanyakan adalah pegawai kantoran yang biasanya rombongan dan datangnya biasanya dari Kantor Pemda atau Perbankan serta lainnya yang ada di sekitar Jl. Ir. Juanda maupun Jl. Kartini. Wajar saja bila imej yang terbentuk bahwa resto tradisional ini untuk kalangan menengah ke atas.



Namun, sang manajer menampik hal tersebut. "Bila dalam pelayanan dan fasilitas yang kami berikan memang bisa kelihatan untuk kalangan tertentu saja, yakni menengah ke atas...!" katanya sambil tersenyum ia menambahkan, tapi sesungguhnya resto ini menerima pelanggan dari mana saja, bahkan makanan yang disajikan pun bisa dijangkau oleh semua kalangan. Tidak ada makanan yang disajikan dengan harga mahal. Memang suasana yang lain saja yang kami usahakan agar para pengunjung bisa menikmati lebih nyaman. Seperti kami putarkan suara musik degung Sunda secara perlahan, seolah mereka berada di suasana sawah pedesaan. (Wah kalau begini atmosfirnya, bisa-bisa gue juga NAMBAH dua bakul kalo makan di sene... hehehehe.. gembul... gembul deh! Sorry aja nggak nahan sama tempatnya itu loh)


Saya kebetulan memang pernah merasakan sambal Cibiuk ini saat dulu saya ke Bandung, dan itu saya diantar oleh salah satu teman saya yang kuliah di sana, beberapa bulan yang lalu saat mencari tempat pembuatan kaos untuk partai. So daerahnya kalo nggak salah seh di sebelah timurnya jalan Suci. Dan saya merasakan bahwa sambal yang bahannya dari cabai hijau ini pedas tapi tidak terasa panas di perut. (Wajar saja kalo dulu ini adalah makanan para pejabat dan pemuka agama dari daerah asalnya Garut... Wah gue jadi serasa orang Garut neh, hehehe) Resto Tradisional Masakan Khas Sunda Sambal Cibiuk ini menyajikan beberapa menu utama. Untuk pemesanan tempat Anda bisa menghubungi cabang Cibiuk sebagai berikut:


Bekasi - Contact person : Manajer - IWAN SETIAWAN (0813.9922.3531)
- Jl. R.A. Kartini No.11B, Bekasi Timur
Telp. (021) 883.45.134, fax.: (021)883.45.431

Jakarta -
- Jl. Raya Kalimalang, Blok A-20 No. 1 CD
Telp. (021) 864.8824, 864.5983
- Gandaria Tengah III/3, Kebayoran Baru Jaksel
Telp. (021) 722.6635
- Jl. Lapangan Ros Raya No. 15 Tebet - Jaksel
Telp. (021) 830.9240 / 830.9241
- Jl. Otista Raya, No.21 A, Kampung Melayu - Jaktim
Telp. (021) 851.4484 / 851.4046
- Jl. Kebun Jeruk Pos Pengumben Jakbar
Telp (021) 536.0076
- Jl. Agung Tengah 4 Blok E5, Sunter Jakarta Utara
Telp. (021) 6471.4300
- Jl. Sunter Agung Tengah IV Blok E2 No. 16 Jakarta Utara
(021) 6471.4300

Sidik Rizal

Hati-hati...! BEBEK KESURUPAN Bumbu CABE SETAN yang Bisa Bikin Orang Ketagihan!!!

Thursday, April 23, 2009


BUKAN MAKANAN JEPANG, BUKAN MAKANAN AMERIKA
Rumah Makan Betawi Masakan Khas Bekasi
SPESIAL BEBEK KESURUPAN

Jl. Ir. H. Juanda No.109, Bekasi
Pesan Antar :
- 021.9346.1965 -
- 021.9318.7374 -
- 021.9822.7422 -
- 021.9619.7371 -


Bekasi, dobeldobel.com
Saat saya baru saja ada acara untuk mewawancarai salah satu pejabat di lingkungan Pemda Kota Bekasi, saya sempat bertanya-tanya dengan beberapa pegawai pemda untuk tahu dimana saya bisa makan siang yang khas makanan Bekasi.
Pada mulanya mereka hanya tertawa, "Mana ada makanan khas Bekasi?" tapi entah bagaimana saat saya ambil keputusan untuk langsung saja keluar gedung pemdakot Bekasi untuk menyusuri jalan Ir. H. Juanda menuju terminal Kota Bekasi, eh seorang ibu sedang membicarakan ada restoran baru yang dibuka di bilangan jalan yang akan saya lalui. Mereka menyebut-nyebut nama unik, bebek kesurupan. Pada awalnya yang saya dengar adalah bahwa mereka dengan bercanda-canda bilang, bahwa banyak orang kesurupan setelah makan bebek (panggang atau goreng?) di restoran tersebut. Insting saya sebagai wartawan tentunya bekerja cepat, wah aroma berita neh! (hahaha... dasar mata beritaan!)

--------------------------------------------

Saya pun bergegas mencari restoran tersebut. Karena lokasinya yang startegis (karena terletak di antara beberapa perkantoran, yang umumnya bank-bank pemerintah serta BUMN) dan gampang dicari (gimana enggak, pas persis di depan kantor KPUD Kota Bekasi atau kantor Telkom Kota Bekasi). Sesampai di sana maka yang saya perhatikan pertama kali adalah banner yang dipampang di depan restoran sederhana tersebut. Unik memang ternyata... karena tulisan yang paling besar dari Rumah Makan Sederhana Betawi, Masakan Khas bekasi adalah "Bebek Kesurupan". (Busyet deh, kreatif dan memorable buanget).

Saya jadi ingat tulisan di belakang satu mobil yang sedang berjalan di depan saya sebelum saya ke rumah makan ini, "When Brands Talk, Customers Act!" (Saat merk "ngomong" atau "berbunyi", maka pelanggan "bertindak"). Pemeo yang tepat.

Sang pemilik, Andri Muslimin, tak susah untuk dihubungi. Kurang dari belasan menit, pengusaha muda yang berwawasan merk ini ternyata belajar banyak dari pelanggan dan kliennya. Padahal ia adalah karyawan satu BUMN besar di Bekasi. Bagi Andri, sang penggemar bebek panggang ini, merk bebek panggang sangat umum di Bekasi. Jadi bukan karena dia penggemar bebek lalu dia suka "membebek" dalam hal membuat merk. Baginya merk Bebek Panggang Rica-Rica sudah sangat umum. Maka dia harus mencari satu merk yang gampang diingat dan harus jadi ciri khas masakannya. Untuk itu diapun melakukan proses pencarian nama dan merk.

Saat dia sering sekali menikmati makanan bebek Rica-rica di daerah Pekayon saat pulang kerja dari kantor atau jalan-jalan dengan keluarga, dia kerap pula mampir di restoran Bebek Pedas Ela di wilayah Pekayon. Bila Bebek Rica-Rica yang terkenal karena khas Sulawesi dengan pedas dan manisnya, maka Andri pun ingin menciptakan masakan Bebek panggang/goreng baru yang juga sama pedas namun khas gayanya untuk Bekasi.

Saat pertama kali dibuka, ia diajak salah seoprang temannya yang jadi caleg dari partai Golkar (tapi menurutnya ini bukanlah rumah makan yang berafiliasi atau mendukung partai manapun... hanya kebetulan saja ia kenal dengan Sugeng Wijaya, dan ia ingin promosi masakannya berbarengan dengan kampanye sang caleg... hahahaha siapa yang enak neh? Sang Caleg? atau Tim Sukse? atau Calon Pendukungnya Sugeng Wijaya atau malah Pemilik Resto sendiri... Yah mutualisme tentunya!)
Dari pelanggan pertama itulah dia mencoba menaikkan merk BEBEK KESURUPAN (Kenapa bukan bebek panggang KESURUPAN atau bebek goreng KESURUPAN. Alah namanya juga bebek kesurupan, mana tahu dan peduli dipanggang atau digoreng? Namanya kesurupan -- pastinya mana peduli digoreng atau dipanggang.... hohoho)

Asal muasal nama KESURUPAN itu sendiri justru datang dari para pelanggannya. Bagaimana tidak, jika anda menikmati Bebek Panggang racikan bumbu Andri Muslimin ini, jangan kaget bila anda akan terengah-engah bagai terbakar api seluruh rongga mulut anda... dan anda akan "haaaaahh...haaahhh...haaahh..!! kepedasan. Salah satu bumbu rahasianya adalah setengah kilogram cabe "setan" (sebutan orang Bekasi untuk cabe rawit yang terkenal karena pedasnya yang luar biasa -- gila aja.... setengah kilo men? Apa nggak berkobar tuh mulut ama perut ente?) yang kemudian dimasak bersama "sang" bebek (entog besar) yang jadi korban penderitanya. Pasti tuh bebek bener-bener gak sadar kalo dagingnya jadi begitu LUAR BIASA PEDAS.... terbakar bak dalam neraka... bebek yang malang!)

Jadi waspada saja buat anda yang bukan penggemar masakan pedas. Namun buat mereka yang menyukai tantangan "beradrenalin" tinggi (huwalah... saking menakutkannya apa?), maka anda harus mencoba masakan unik ini. Dijamin anda akan menggelepar kepedasan seperti orang kesurupan!!!!! (Sayangnya Andri belum memasang promosi... "Tidak Kesurupan, Uang Kembali...!!!" -- hehehehe, pasti seru tuh resto dikunjungi para penggemar tantangan wisata kuliner)

Rupanya Andri, sang karyawan yang masih bekerja di Jasa Marga ini memang ingin membangun citra masakan khas Bekasi, jadi saat orang berkunjung ke Bekasi, maka BEBEK KESURUPAN lah yang jadi pilihan. (Huwaduh kalo saja si pengusahan muda ini mau menambahkan Hotspot -- fasilitas browsing internet gratis dari Telkom -- mungkin akan banyak para turis kuliner yang akan datang dan berselancar di dunia maya sambil mulutnya kepedasan menikmati masakan unik ini).

Masalah harga, jangan heran bila sangat terjangkau kantong, untuk Paket Nasi Rames plus dipatok Rp. 8.000,-, dan Paket Spesial (Nasi Rames plus lauk pauk spesial) pun hanya Rp. 10.000,- per porsi. Barulah bila anda ingin merasakan paket Bebek Kesurupan Istimewa cukup anda merogoh kocek Rp.12.000,- atau Bebek Kesurupan Special, hanya Rp. 15.000,- maka dijamin anda akan melayang bak di dalam neraka (hahahaha segitunya kah... pasti puwedes buanget tuh!?).

Untuk Delivery Order di wilayah Jabotabek 1 paket Bebek Kesurupan Spesial, terdiri dari Nasi, Timun, Krupuk Udang dan Bebek Kesurupan @ Rp. 20.000,-
biaya pengiriman 10% dari pesanan. Minimal Pesanan 5 paket.

Tapi untuk meredakan rasa pedas di lidah anda, bisa dipilih minuman aneka jus seharga Rp. 5.000,- (menurut saya mungkin nantinya nama jusnya adalah jus "Bidadari" karena bentuknya yang cantik dan sangat sejuk serta nyaman di tenggorokan yang terdiri dari campuran beberapa buah-buahan segar selepas menyantap Bebek dari Neraka itu... hihihi!)

Bila anda merasa tertantang untuk menikmati kuliner baru yang aneh dari Kota Bekasi, kunjungi saja di Sepanjang Jl. Ir. H. Juanda Kota Bekasi, yang bisa anda temui saat anda masuk pintu tol Bekasi Barat kemudian menuju Gedung Pemdakot Bekasi Baru (GOR Kota bekasi) kemudian ambil jalan (one way traffic dari jam 06.00 - 21.00 wib) ke terminal Kota Bekasi. Carilah di sebelah kiri jalan setelah Gedung KPUD Kota.

Sidik Rizal

---------------------------------

Rumah Makan Betawi, Masakan Khas Bekasi

Spesial BEBEK KESURUPAN

Bekasi, dobeldobel.com
Kalau anda masuk ke kota Bekasi melalui pintu gerbang Tol Barat kemudian anda menuju terminal Bekasi melewati Gedung Walikota dan Jl. Ir. H. Juanda, mulai dari Proyek jln yang one-way traffic dari jam 6.00 - 21.00 WIB ini maka di sebelah kiri anda sebelum Bank Mandiri dengan mudah anda temui Rumah Makan Betawi Masakan Khas Bekasi, Bebek KESURUPAN.

Jangan tanya kenapa begitu nama yang diberikan oleh pemilik sekaligus pengelola rumah makan sederhana ini, Andry Muslimin. Karyawan salah satu BUMN ini, sebenarnya adalah penggemar masakan Bebek Rica-Rica. Biasanya ia berangkat atau pulang kerja akan mampir di rumah makan Bebek Ela atau Bebek Rica-Rica yang ada di bilangan Pekayon. Karena kegemarannya itulah dia berniat usaha untuk mengelola restoran sendiri yang juga menyajikan Bebek Panggang. Namun jangan kira anda akan menikmati bebek panggang biasa, karena apa yang disajikan oleh Rumah Makan Khas Masakan Bekasi ini adalah Bebek yang super pedas dan dibumbui cabe setan (sebutan cabe rawit bagi orang Bekasi yang dikenal sangat pedas). Jadi saat kita menikmati Bebek Panggang ini dijamin anda akan "terbakar" menggelepar-gelepar terengah-engah, "haaah... haaah... haaah" kepanasan seperti orang "kesurupan".

Nama unik ini sebenarnya datang dari para pelanggannya. Karena konsepnya adalah keinginan Andri untuk menyajikan masakan yang khas mencirikan Bekasi. Bila dia menamakan bebek panggang Rica-Rica tentu tak akan ada bedanya dibandingkan masakan Bebek Panggang lainnya dalam kuliner Nusantara kita. Keunikan brand (merek) yang dikembangkan karyawan Jasa Marga ini juga sangat didukung oleh teman-temannya yang jadi caleg pada Pemilu 2009 lalu. Malah dia memberikan kupon makan gratis bersama sang caleg Golkar, yakni Sugeng Wijaya. Hal ini dia lakukan sebagai langkah promosi awal mencitrakan merek Bebek KESURUPANnya ke tengah masyarakat. Dan ternyata berhasil.

Apalagi wilayah strategis letak rumah makan sederhana Bebek KESURUPAN ini ada di antara beberapa kantor Bank pemerintah dan swasta. Wajar saja pada saat jam


BENARKAH DAVID HARTANTO WIDJAJA DIBUNUH?

Saturday, April 18, 2009

JAKARTA - Tim verifikasi independen mengumpulkan sejumlah kejanggalan dalam kematian David Hartanto Widjaja. Kematian mahasiswa Indonesia di Nangyang Technology University (NTU), Singapura, yang diduga mencoba membunuh dosennya lantas bunuh diri itu terkait motif ekonomi. Untuk memastikan hal itu, tim akan berangkat ke Singapura dan mengumpulkan fakta.

GOR KOTA BEKASI KEMBALI MENGUNING

Sunday, April 5, 2009

Kampanye Terbuka Putaran Terakhir Partai GOLKAR


Bekasi, dobeldobel dot com
GOR kembali menguning saat kampanye terbuka putaran akhir bagi Partai Golkar ini dilaksanakan. Perhelatan besar yang mengundang massa kader partai berlambang phon beringin ini hampir membludak berjumalah tak kurang dari puluhan ribu orang yang hadir.

Single Parent yang Tidak Muluk Bersosialisasi

Saturday, April 4, 2009

LILANI RIANGGERTI, Caleg PPRN No.3
DPRD KOTA BEKASI dapil 2 Bekasi Barat & Medan Satria


Bekasi, dobeldobel.com
Kalau kita mau menjadi caleg, tentunya kita akan melihat keadaan lingkungan kita dan memetakan strategi yang akan kita jalankan tentunya dengan memperhatikan lokasi medan dan calon konstituen yang akan kita juju untuk sosialisasi diri kita sebagai calon anggota legislatif. Hal ini pun dilakukan oleh caleg perempuan yang merasa akan berhadapan dengan caleg senior-seniornya dari partai besar.

Di lingkungannya sendiri saja, Perumahan Harapan Baru Regency, setidaknya dia akan berusaha untuk meraih suara konstituen dari mereka. Bila Lilani tidak mengatakan mereka adalah bukan lawan atau kompetitor langsung, bahkan dia tidak memikirkan mereka ke arah sana. Dia hanya ingin memperkenalkan partai baru ini kepada warga di lingkungannya tempet ia tinggal tentang visi misi partai yang peduli kepada rakyat.


Lilani Rianggerti memang tidak pernah menganggap tetangga-tetangganya sebagai lawan, seperti H. Budhy, caleg PDIP DPRD Kota Bekasi, sebagai seorang politisi yang sudah dua periode pemilu terjuan ke politik, kemudian H. Bambang, caleg PPP yang juga pengurus RW di Harapan Baru Regency yang dilamar oleh PPP untuk menjadi caleg. Ia melihat H. Bambang yang begitu antusias dan getol memperjuangkan PPP dan pencalegan dirinya, sampai-sampai rumahnya dijadikan posko tim sukses kampanyenya bahkan hampir setiap malam. "Every day, setiap malam saya melihat dia membuka pintu rumahnya...", katanya heran karena dia sering pulang malam setiap jam 11 malam sampai jam 1 dini hari, dan melihat rumah mereka penuh tamu yang pastinya para pendukung mereka. Demikian pula Ibu Fauziah (ibu Suheri) caleg Partai Gerindra DPR RI. Belum lagi H. Andy Zabidi, caleg Partai Demokrat DPRD Kota Bekasi, semua itu memperebutkan 2 kursi untuk wilayah Bekasi Barat dan Medan Satria. Lilani tidak pernah menyebut mereka sebagai kompetitor dan dia sendiri tidaklah ngotot untuk menang, sekalipun dia akan berjuang lebih keras lagi dan lebih berat karena mereka semua tinggal se wilayah dengannya di perumahan Harapan Baru Regency. Baginya perjuangannya hanya ingin mensosialisasikan partainya PPRN, dan terpulang ke warga sekitarnya. Kalau mereka percaya ya monggo, silakan. Kalau tidak, ya saya memperkenalkan kepada mereka, bahwa ini ada partai yang perduli kepada mereka. Itu saja tujuan utama saya! demikan ujarnya lepas.

Dan usahanya yang ia lakukan secara door to door ke tangah warga masyarakat dalam sosialisasi PPRN, dia sikapi dengan filosofi nrimo. Apabila nantinya rakyat memilih dia, karena sudah nasibnya dan dipercaya oleh rakyat baik itu warga sekitar, temen-teman atau tetangga, ia akan menjalankan sebaik-baiknya (jadi wakil mereka di parlemen), itu saja, demikian akunya tanpa muluk muluk berjanji atau berambisi.

Sang caleg yang bekerja pada LSM dan Badan Pendiri partai merah hitam putih ini, telah lama beraktivitas di kegiatan sosial. Saat ia bertemu dengan Ibu Mien Sugandhi itulah dia memenuhi permintaanya untuk aktif, terutama menjadi salah satu Sekretaris PPRN membantu Ibu Amelia Ahmad Yani.

Keinginannya untuk membuat PPRN menjadi partai besar memang tidak terlepas dari kepentingan pribadi, tapi prosesntasenya sangatlah kecil, demikian akunya sendiri secara jujur. Kepeduliannya kepada lingkungan dan rakyat dalam cakupan yang lebih luas lebih mendominasi pencalegan dirinya di DPRD Kota Bekasi, apalagi dia mendapat amanah langsung dari DPP PPRN. Baginya ia berprinsip, "Saya merasakan penderitaan rakyat, maka saya peduli dengan rakyat". Dan mottonya itu ia tulis di setiap kartu nama dan atribut kampanyenya.

Caleg kelahiran Jogja yang mempunyai nama sangat njawani ini, Lilani Rianggerti ,mengaku bahwa karena dulu semenjak sekolah ia sering sekali mengikuti kegiatan Mapala UII, Jogjakarta, maka namanya jadi terdengar populer bagi saya yang dulu sering sekali pergi ke Jogja. "Yah saya hanya ngikut saja dengan kegiatan para mahasiswa saat itu, saya sangat tertarik dengan kegiatan sosial apalagi dengan para mahasiswa", kenangnya sambil tertawa.

Calon Anggota Dewan, Lilani, yang mempunyai seorang putra ini menyatakan bahwa ia baru dua tahun terjun ke dunia politik dan secara blak-blakan ia mengatakan bahwa ia memulai dari nol sat menjadi caleg PPRN di wilayahnya Kota Bekasi. Diapun menampik saat ditanya apakah karena Ibu Amelia Ahmad Yani dia menjadi caleg, dia mengaku bahwa secara pribadi ia tidak kenal langsung dengannya, namun atas prakarsa Ibu Mien Sugandhi lah ia ikut pencalegan. Dia menganggap Mien Sugandhi (mantan Menteri Urusan Peranan Wanita) sudah seperti ibu angkatnya sendiri. Dari dirinyalah ia banyak termotivasi dan melihat caranya bicara dan bersikap selaku politisi senior yang jujur dan apa adanya, makanya ia mencontoh tokoh wanita besar tersebut yang juga telah menganggapnya sebagai putrinya sendiri.

Mungkin karena tempat kerjanya di kantor (Dewan Ketua Pembina) yang memprakarsai lahirnya Partai Peduli Rakyat Nasional inilah yang juga jadi satu alasan kenapa ia jadi calon legislator DPRD Kota Bekasi.

Pada saat kampanye terbuka PPRN di Harapan Indah Bekasi, Lilani turut hadir untuk bersosialisasi secara langsung kepada masyarakat lebih luas. Karena selama ini ia melakukan kunjungan langsung dan menemui para tetangga di lingkungannya dari kalangan ke bawah dari pintu ke pintu. Harapannya adalah bila mereka bertemu secara langsung dengan Lilani, maka mereka bisa tahu bahwa partai baru dan caleg yang begitu peduli dengan rakyatnya. Dan itulah sesungguhnya target utama kampanye yang dilakukan selama 2 tahun terakhir ini, yang pada puncaknya di akhir Maret dan April 2009 ini.

Berikut kutipan tulisan berita dari satu media lokal, Tabloid Kota harapan Indah.com.
HARAPAN INDAH (THI) – Partai Peduli Rakyat Nasional hari ini menggelar kampanye terbuka di Bekasi. Bertempat di tanah kosong milik PT HDP depan kantor kecamatan Medan Satria. Sebanyak kurang lebih 500 orang simpatisan berkumpul memadati panggung.
Menurut pantauan THI, Selasa (17/3) kampanye PPRN dimulai pukul 14.00 s/d 16.00 WIB. Sebanyak 23 caleg DPRD Kota dan Kab. Bekasi akan bertarung untuk pileg nanti. Serta 6 caleg untuk DPR RI daerah pemilihan Jawa Barat.
Kampanye kali ini menghadirkan jurkam para caleg PPRN dapil Kota dan Kab. Bekasi. Diantaranya Ir.Bernard Siregar, H.Alip Wigoena, Efendy Pandiangan.,SE, KMS Herman.,SH, dan Caleg perempuan Lilani Rianggerti. Semuanya tampil bergiliran berorasi dihadapan seluruh pendukungnya yang hadir.
“Kami tidak akan mengecewakan rakyat, karena kita peduli dengan pendidikan, kesehatan, dan masalah hukum.” Ujar Ir. Bernard Siregar
Himbauan untuk contreng No.4 datang berulang-ulang dari para jurkam. Serta ajakan untuk tidak golput pada pemilu 9 April nanti. Dijadwalkan setiap hari sampai tanggal 5 April akan ada kampanye dari parpol lainnya di lapangan ini.
----------------------------------------------------------------------------------
BIODATA

Nama Lengkap: Lilani Rianggerti
TTL: Jogjakarta, 28 Juni 1967

Status: Single Parent

Orangtua:
Ayah: R.B. Mashudi (alm.)
Ibu: Suharti
Anak ke 8 dari 9 bersaudara (7 orang perempuan 2 orang lelaki)

Modal KELEMBUTAN & KEKUATAN WANITA

Friday, April 3, 2009

Juanita L. Suling, LUTCF, Caleg PKPI No.1 DPR RI 
dapil Jakarta Selatan, Pusat dan Luar Negeri
BERANIKAN DIRI TERJUN KE DUNIA POLITIK YANG PENUH INTRIK

Jakarta, dobeldobel dot com
Mengejar seorang eksekutif sebuah perusahaan memang mempunyai tantangan tersendiri. Karena kita pasti akan berhadapan dengan "kesibukan" dan "rutinitas" seorang pimpinan dan bagaimana kita bisa menyelip di sela-sela waktu luangnya tentu bukanlah hal sederhana dan seketika (simple and instant).


Demikian halnya saat saya membuat janji dengan Juanita Suling, District Manager PT Sun Life Indonesia, seorang wanita paruh baya yang "masih" saja kelihatan cantik, dan saya mengakui dia smart (dan nggak pake enough lho!!! smart aja- hehehe). Juanita Suling mengaku sudah mempunyai cucu (lalu saya bandingkan dengan ibu saya, ternyata dia hanya 3-4 tahun lebih muda dari ibu saya).



Luar biasa! Kalau saya biasa berdiskusi (bahkan cenderung beradu argumentasi dengan ibu saya), maka saya bisa menimba pengalaman dari caleg perempuan yang bernomor 1 ini. Dan awalnya mungkin ini kali pertama saya bertemu dengan caleg wanita yang bernomor urut 1. Juanita menjelaskan bahwa di PKPI, banyak sekali caleg wanita yang mendapatkan no urut 1, dan itu ada di pulau Jawa serta Sumatera.

Mendengarkan Juanita Suling bercerita, saya jadi teringat dengan kata-kata guru (dosen) saya, Yon Hotman (seorang konsultan kampanye Mc-Leader, yang pernah menggolkan kampanye capres SBY tahun 2004), bahwa "Politisi Wanita itu cenderung lembut dan jujur, dan tidak akan pernah mau 'membunuh' lawan politiknya. Karena dia mempunyai naluri seorang ibu yang tahu bagaimana sakitnya melahirkan anak manusia. Bila ada politisi wanita yang kejam dan jahat, maka periksalah jenis kelaminnya lagi!!!"

Hal itu pun saya dapatkan dari sosok eksekutif bisnis asuransi perusahaan besar multinasional ini. Caleg yang lembut sekaligus caleg yang tetap cantik namun di dalamnya mengalir darah yang "keras" & "tegas" serta tak tenang hatinya bila nuraninya terganggu saat si lemah terusik. Jelas itu adalah pemikiran dan jiwa seorang ibu.

Caleg yang juga sahabat dekat Meutia Hatta semenjak sekolah dasar dulu ini, mengungkapkan bahwa rata-rata perempuan yang terjun ke dunia politik, maka dia cenderung lebih jujur dan terbuka serta berjiwa keibuan. Lain halnya dengan politisi laki-laki yang cenderung lebih banyak "korup" daripada politisi "jujur". Kalaupun ada perempuan baik itu politisi atau wanita biasa yang melakukan kejahatan, tidaklah sesering dan sebanyak kaum lelaki. Itu biasanya special case, ujarnya berdalih.

Saya juga teringat dengan perkataan ibu saya (setelah beliau ditinggal mati ayah saya, sementara saya masih berusia 6 tahun dan saya punya 4 orang adik), "Seandainya seorang ibu ditinggal mati suaminya, maka sulit sekali baginya untuk menikah kembali. Sementara seorang bapak yang ditinggal mati oleh istrinya, pasti tak akan lama dia akan menikah lagi". Nah inilah yang membuat saya mengakui bahwa memang figur seorang ibu dalam kepemimpinan keluarga menjadi sangat dominan tentunya saat pembinaan generasi berikutnya dalam hal memberikan sifat genetis tentang kelembutan dan kesetiaan.

Dari situ saya analogikan dengan dunia politik. Berdasarkan pengalaman (saya berani memastikan walau memang perlu kajian ilmiah tersendiri untuk itu) bahwa politisi wanita itu cenderung lebih mendahulukan perasaannya sebagai seorang ibu dan itu berarti mendahulukan kepentingan orang kecil (lemah), bila dibandingkan dengan politisi laki-laki yang mempunyai kecenderungan menjatuh dan menghancurkan lawan politiknya.

Juanita Suling yang bersuamikan seorang dokter ini, juga menambahkan bahwa tidak berarti politisi laki-laki tidak ada yang tidak jujur. Hal ini serupa dengan ada juga politisi wanita yang jahat dan kejam (korup). Yang Juanita maksud adalah prosentase politisi jahat dan korup dari kalangan wanita jauh lebih kecil daripada politisi pria. (sekali lagi saya nyatakan memang perlu kajian khusus untuk hal ini secara tersendiri.... dan saya tertarik untuk menjadikan ini sebagai bahan skripsi atau thesis saya nanti tentang kecenderungan korupsi dengan perbandingan gender. Namun selintas terpikir oleh saya, tapi mengapa orang-orang suci -- para nabi, imam, ustadz, kyai, pendeta, pastur, atau ulama besar kok jarang yang wanita yah???)

Terlepas dari itu semua, di bawah ini adalah wawancara ekslusif yang menyenangkan bagi saya, karena bertambahnya wawasan saya tentang budaya dan karakter orang Manado (Kawanua Society) berdasarkan cerita off the recordnya. Berikut petikan wawancaranya:

Sidik Rizal (SR): Apa pendapat anda tentang kecantikan?

Juanita Suling (JS)
: Kalau kecantikan itu sesungguhnya naluri wanita dalam hal leadershipsales, maka dalam berbusana, bisa saja sederhana tapi jangan sampai compang-camping. Asal kelihatan "chic" saja sudah cukup menampakkan kecantikan seorang wanita. Tanpa harus menggenakan sesuatu yang mewah, wanita bisa saja tampil cantik. Seperti halnya berkendaraan, kan tidak harus bermobil mewah untuk tampil menyenangkan, bisa saja dengan mobil yang murah, asal rapih bisa tampil "wah" (cantik penampilan).

SR: (dalam hati saya berandai-andai, seandainya Juanita jadi anggota dewan, pastinya dialah yang mensponsori seluruh caleg untuk "sederhana" namun tetap "chic" atau "enak dipandang" ? hahaha... bener gak seh?) Lalu apa pandangan anda tentang "kecantikan" dengan "kepemimpinan"?

JS: Kecantikan yang saya maksud adalah kecantikan yang berasal dari dalam hati (inner beauty), dan tugas seorang anggota dewan itu kan sebenarnya adalah mengawal (fungsi pengawasan/"controlling") kinerja eksekutif (pemerintah). Dibutuhkan bukan saja kearifan dan kecantikan hati (kejujuran) tapi juga kelembutan seorang ibu, sehingga kepentingan rakyat banyak (dalam hal ini rakyat lemah/kecil) menjadi skala prioritas. Kalau bukan karena mereka lalu untuk siapa lagi kita berjuang di parlemen. Dan tentunya kita sebagai anggota dewan juga akan membuat Undang-Undang (fungsi legislatif) yang berpihak kepada rakyat kecil, demikian ujarnya antusias.

SR: Lalu pendapat anda tentang UU Anti Pornografi dan Pornoaksi?

JS: Yang perlu diingat di sini, adalah Ibu Meutia Hatta sebagai pencetus UU perlindungan Anak dan Wanita sebagai dasar pemikiran dari UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (UU APP). Karena yang dilindungi di sini bukan masalah pornografi dan pornoaksinya. Nah kesalahan yang ditangkap dalam benak sebagian kecil masyarakat adalah bahwa UU APP ini bertentangan bahkan sangat mengganggu hak-hak perempuan. Ini adalah salah kaprah, justru UU APP ini melindungi perempuan dan anak yang terfokus pada media publikasi dan eksploitasi para perempuan dengan tindakan pornografi dan pornoaksi. Jadi kalau kaum feminis sangat menentang UU APP ini, mereka salah mengartikan kata "perlindungan" perempuan. Yang kita cermati dan fokuskan dalam UU APP ini adalah pelarangan segala bentuk eksploitasi dan publikasi tindakan pornografi dan pornoaksi yang sangat merugikan para wanita. Bukannya membuat wanita jadi terkekang tidak bisa begini dan tidak bisa begitu setelah terbitnya UU ini. Justru dengan UU ini maka eksploitasi perempuan di dalam VCD-VCD porno (sebagai contoh kecil saja) bisa dianggap pelanggaran dan dikenakan hukuman berat. Dan bukan berarti perempuan jadi susah bagaimana harus berpakaian yang sebenarnya.

SR: Lalu pendapat anda tentang UU Sertifikasi label Halal buat makanan dan minuman yang beredar di Indonesia?

JS: Saya tidak begitu memperhatikan, tapi setidaknya saya tahu bahwa Undang-Undang itu untuk melindungi orang-orang (umat Islam) yang mempunyai hukum haram dan halal tentang makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Jadi ini tidak membahas ekses dari terbitnya UU itu. Karena ada atau tidak adanya UU itu, kejadian kekerasan terhadap pusat-pusat hiburan dan tempat penjualan makanan minuman kategori haram tidak berkaitan. Saya sendiri kebetulan adalah Advent, jadi ada makanan yang haram buat ajaran agama saya, seperti babi. Ini tentunya terpulang ke orang masing-masing dari rakyat Indonesia menyikapi UU label haram dan halal. Buat saya tak ada masalah.

SR: (dan masih banyak lagi wawancara yang belum saya tulis, maaf sekali lagi karena ada masalah dengan laptop saya... akan saya lanjutkan besok... harap maklum!)
-------------------------------------------------------------------
Motto dan slogan kampanye Juanita Suling (PKPI):
Sang Saka Merah Putih
Siapa berani menurunkan engkau, serentak rakyatmu membela...

Jangan Golput - Masih ada PKP Indonesia
(Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia)

7 Gebrakan Awal PKP Indonesia
(visi & misi Juanita Suling)
1. Gusur Kemiskinan - Bukan Gusur Orang Miskin
2. Jadilah Tuan di Negeri Sendiri - Jangan Jadi Jongos Globalisasi
3. Pertanian dan Kelautan Sumber Kemakmuran - Petani dan Nelayan Pasti Kita Bela
4. Anak-anak Kita Harus Pintar - Naikkan Gaji Guru
5. Majukan Ekonomi Rakyat - Utamakan Produk Dalam Negeri - Selamatkan Pasar Tradisional
6. PNS - TNI - POLRI adalah Abdi Negara - Kita Gelorakan Semangat Juang Mereka
7. Berdayakan Perempuan dan Generasi Muda - Saatnya Perempuan dan Generasi Muda Berada di Parlemen

HIDUP PANCASILA
KIBARKAN SANG MERAH PUTIH DI SELURUH INDONESIA
NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika abadi sepanjang masa...!
-------------------------------------------------------------------------------------------
BIODATA


JUANITA SULING
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
Nomor Urut : 1
Tempat, tanggal lahir : Manado, 16/05/1947

Alamat:
Jl. Pulo Mas Barat XI/8,
Jakarta 13210
Telp. 021-4895866;
Cell. 0812-1091216

Status Pernikahan: Menikah
Nama Suami: dr. Ronny C. Suling
Nama Anak:
1. Luana Saskia, SH (1970)
2. Margie Natasha (1971)
3. Felicia Meutia Kirani (1972)
4. Tirza Lousia, SE (1974)
5. Reynald Breda ST (1976)

Riwayat Pendidikan:
SD Rajawali, Makassar, 1960
SMP St. Ursula Jakarta, 1963
SMA St. Ursula Jakarta, 1966
IKIP Negeri Surabaya, 1968
ASMI Jakarta (Extension), 1971
PPM Jakarta, 1982
LUTC Jakarta, 2005

Riwayat Pekerjaan:
Sekretaris PT Sari Rise, Surabaya, 1966-1967
Sekretaris Pertamina Unit III, Jakarta, 1968-1971
Sekretaris Pertamina Pusat, Jakarta, 1971-1978
Sales Manager/Liasion Officer PT Bakrie & Brother, Jakarta, 1978-1993
District Manager PT Sun Life Financial Indonesia, 1993-sekarang

Riwayat Organisasi:
Humas Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI), 1975-1978
Executive Secretaris HIPPMI DKI Jakarta, 1978
Anggota Bidang Pertandingan PELTI, 1984-1992
Humas PERTINA DKI Jakarta, 1992-1996
Bidang Perlengkapan PB PERTINA, 1996-2000
Persatuan Wanita Kawanua, Sulawesi Utara, 1984-sekarang
PB POR MAESA, 1998-sekarang
Yayasan POR MAESA, 1999-sekarang
Wakil Ketua DPD PKP DKI Jakarta
Ketua Bidang Pengendalian Dana DPN PKPI, 2008-sekarang
Penasehat B.W. PKPI, 2008-sekarang

CALEG TERMUNGIL DAN TERMUDA DI INDONESIA

Wulandari Putri Wibowo, Caleg PKPI, no.6
DPRD Kota Bekasi, dapil 2 Bekasi Barat-Medan Satria


(mau lihat link mutakhirnya si Wulan? klik di sini http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T2JSBAFU22VKK23C4)


Bekasi, dobeldobel dot com
Saat gue ketemu sama neh caleg... ternyata emang bener nyaris nggak kelihatan saking mungilnya... hehehehe becanda non... Jangan marah. Bagi saya, Wulandari Putri Wibowo, gadis mungil dengan tinggi hanya 150cm. Namun begitu dia mempunyai segudang prestasi dan niat serta semangat yang tidaklah kecil.

Caleg sebesar kwaci ini ternyata bukan saja ramah, tapi juga humoris. Bahkan teman-temannya memanggilnya si Unyil. Memang ada ya caleg Unyil? (Waaaah???)


Pasti hanya Wulan saja caleg termuda sekaligus termungil diseluruh Bekasi, dan gue berani taruh, mungkin di seluruh Indonesia kali yah?

Saat saya ingin mengenal lebih jauh dengan caleg gadis mungil yang manis ini, mau gak mau saya harus buka website dan mencari namanya di facebook atau jagad internet. Dan nongol lah tulisan di bawah ini.

..BERSAMA PEMUDA BERSATU BERGERAK MAJU MENUJU PERUBAHAN BERSAMA PKP INDONESIA
Nama saya WULANDAR PUTRI WIBOWO,sekarang saya masih terdaftar di salah satu kampus swasta di Jakarta... Saya mahasisiwi semester akhir di Gunadarma, dan saat ini saya mencalonkan diri menjadi CALEG DPRD KOTA BEKASI dari PARTAI PKP Indonesia partainya PROF. DR. MEUTIA HATTA SWASONO..

Untuk itu saya mohon doa restu dan dukungannya. Ya di sini saya ingin membuktikan kepada seluruh masyarakat bahwa caleg muda dari anak2 muda juga bisa berkarya dan membuat perubahan. Klo yang tua bisa, pazti yg muda juga bisa, jangan mau dilihat sebelah mata anak muda, buktikan klo kita anak muda masih bisa memberikan yg terbaik kok, bukan yang bisanya cuma hura-hura.

Wulandari Putri Wibowo
Caleg DPRD KOTA BEKASI DAPIL II BEKASI BARAT - MEDAN SATRIA
NO URUT 6 JANGAN LUPA DI CONTRENG
UNTUK PARTAI PKP INDONESIA PARTAI NO URUT 7

SEMANGAT PEMUDA PKP INDONESIA

Selain kuLiah saya mempunyai kegiatan yaitu menjadi HUMAS PT.LIVECONNECTOR.COM yang bekerja dibidang chating ya bisa dibilang seperti Friendster.saya menjadi HUMAS juga pada ormas Pemuda Penegak Keadilan dan Persatuan Pemuda PKP Indonesia..dan sampai sekarang saya menjadi HUMAS pada sebuah Community dan EO yang bernama DHC ( Dessential's High Community ) dan terahkir ini saya menjadi dan menjabat sebagai Manager SEBUAH bAND.. disebuah MANAGEMENT BAND..

..ITUlah pRofiL tentang saya..terimaksih

===========================================================

Waduh ternyata dari tulisannya memang benar kalo dia masih caleg ABG. Busyet, jadi pengen malu neh gue (Abis udah setua ini gue baru punya cita-cita jadi Walikota Bekas... inget gak pake huruf i).

Coba saya bayangin sebentar tentang caleg muda ini kalo duduk di Dewan... terus dia ikutan rapat. Apa nanti dia nggak disangka anak sekolah magang? Karena kan banyak tuh kalo di kantor dewan anak sekolah biasanya magang. Apalagi kini dia masih kuliah.

Atau jangan-jangan waktu dia mau ikutan rapat sidang paripurna di dewan, terus staf keamanan dewan menahan dia dan menanyakan pertanyaan seperti ini:

Pengusiran 1: (Sekuriti atau Satpol PP yang sopan)
"Maaf dek, sedang ada rapat anggota dewan. Kalo mau ke bagian magang, coba kamu ke bagian Sekretariat Dewan di ruang ujung sana lantai bawah...."

Pengusiran 2: (Sekuriti atau Satpol PP yang playboy)
"Maaf dek.... lagi ada sidang dewan... kalo kamu mau masuk... lewat belakang aja yah... nanti abang anterin (terus pasang wajah genit)

Pengusiran 3: (Sekuriti atau Satpol PP yang nyebelin)
"Heh... kamu tahu gak... ini ruang sidang dewan... anak kecil dilarang main-main ke sini. Berani-beraninya kamu nggak pake seragam sekolah ke ruang ini... kamu mbolos yah, nggak magang?

Pengusiran 4: (Sekuriti atau Satpol PP yang kebapakan)
"Aduh adek... kok nggak dipake seragamnya? Mang hari ini gak magang?)"

Pengusiran 5: (Sekuriti atau Satpol PP yang intelijen)
"Maaf... anda anggota dewan? (sambil merhatiin dari atas ke bawah)... Boleh saya lihat KTPnya atau kartu anggota dewannya?"

Hehehehe nggak deng... ini sekadar guyonan. Karena saya yakin kalo si Wulan jadi anggota Dewan pasti dia akan jauh lebih dewasa dan matang tentunya menghadapi masalah-masalah sepele kayak getu...
-------------------------------------------------------

Gue seh orangnya selalu berfikir positif aja tentang segala sesuatu yang ada di depan gue. Karena ada rasa sangsi di hati gue. Terus gue coba nanya dia tentang apa pendapatnya tentang pergaulan anak muda (khususnya mahasiswa seusianya) serta gaya hidup mereka. Maka dengan kenesnya caleg manis yang berwajah bundar ini menjawab. Saya akan coba memperjuangkan hak-hak mereka di dewan, karena sebagai wakil mereka di DPRD, berarti saya harus berusaha memahami kebutuhan mereka tanpa mereka harus mengatakan. Misalnya dengan maraknya pergaulan bebas, maka saya akan menekankan kepada pemerintah daerah dan tentunya saya harus meminta dewan untuk membuat peraturan daerah yang melindungi dan menjaga kaum muda agar mereka bisa terbina lebih baik

Yang berkaitan dengan HIV AIDs, pergaulan bebas dan narkoba, saya akan berjuang sekeras mungkin agar DPRD mengeluarkan produk hukum yang lebih memperketat pengawasan pada perilaku anak-anak sekolah agar tidak bisa jatuh ke dunia pergaulan bebas dan narkoba. Dan itu tentu saja bukan berupa slogan maupun sosialisasi pemerintah tentang bahanya narkoba, tapi lebih ke dalam bentuk kegiatan positif yang bisa mengalihkan kesibukan para remaja yang berorientasi mengejar prestasi.

Anak yang hobinya (waduh gue lupa nanya hobinya apa....!!!) ternyata mempunyai langkah dan harapan yang sangat besar. Bergabungnya dia di PKPI adalah satu dari akibat lingkungan keluarganya. Sang Bapak yang juga termasuk satu pengurus IPSI, Wibowo.

BIODATA

TTL: Klaten, 27 Oktober 1987

Agama: Islam

Telepon : 021-95895204

Alamat:
Jl. Apel I Block AA3 No.12 RT01/RW04.
Komplek Perumahan Harpan baru bekasi,,
Bekasi, Indonesia, 17133

MILITANSI ALA KACANG KULIT DARI KEBUN KANGKUNG

Zulkipli, SE. Caleg Partai Demokrat No. 4
DPRD Kota Bekasi, dapil Bekasi Barat & Medan Satria


Anak Cipinang yang dulunya besar di kebun kangkung ini, ternyata sangat menikmati kunjungannya beberapa bulan yang lalu, ke kampung kandang, yang notabene banyak didiami oleh petani kangkung.

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger