Kerupuk Tempe 88 Surabaya di Duta Kranji Bekasi

Thursday, September 24, 2009

Kerupuk Tempe Renyah Pertama di Bekasi khas Jawa Timur


Bekasi, Duta Kranji - kelanakuliner.com
Melintasi jalan pintas dari Kotabaru, Bekasi Barat melewati kolong jembatan rel kereta api Kranji menuju arah Kranji via Perumahan Duta Kranji, maka Anda akan melihat sebuah banner unik di Jl. Bougenville Blok C. 504 Perumahan Duta Kranji - Bekasi Barat.

Di sana tertulis sebuah sajian makanan kering unik yang pastinya sudah akrab di lidah kita. Di Bekasi mungkin kita bisa jumpai makanan kering keripik atau kripik tempe. Tapi pernah terbayang oleh Anda ada kerupuk tempe yang rasanya lebih renyah, empuk dan ukurannya relatif lebih besar dari kripik tempe biasanya. Rasanya saja sudah beda, jelas pak Rudi sang pedagang yang menggunakan rumahnya sebagai warung menjajakan dagangannya yang terbilang langka ini.

"Di lain tempat mungkin Anda bisa temui produk kripik tempe, tapi di sini yang ada adalah kerupuk tempe dan tentunya beda sekali dalam hal bentuk serta tekstur. Rasanya yang sangat renyah sudah bikin sensasi tersendiri," ujarnya berpromosi. Saya sendiri merasakan kerenyahan kerupuk yang memang terbuat dari tempe ini. Asli beda abis sama keripik tempe yang sering saya jumpai di pasaran Jakarta.

Kalau bisa saya bisa bandingkan, mungkin seperti merasakan kerupuk legendar namun dengan rasa kedele tempe yang begitu kuat, Malah saya pikir terlalu renyah dan empuk dibandingkan dengan sebuah kripik tempe. Saya dan keluarga saya menyebutnya "Nggak bisa lebih empuk dan renyah lagi kripik tempe lainnya dibandingkan krupuk tempe ini.

Krupuk Tempe Istimewa bermerk "Cap 88" dengan berat per bungkusnya 250 gr berkode izin P.IRT. No. 21535.740.1150 sejatinya adalah kerupuk yang dibuat dengan bahan dasar terigu, kedelai, bawang putih dan garam.Nggak ada yang aneh tapi begitu istimewa dalam hal rasa dan kerenyahannya. Sebungkus Krupuk Tempe dibandrol oleh Rudi dengan harga Rp.10.000,- dalam keadaan siap digoreng. Bila sudah digoreng matang dan dibungkus plastik maka harganya meningkat jadi Rp. 4.000,- s/d 5.000,- Dalam hitungan dagang buat Anda yang ingin menjual kembali bila membeli pada Rudi, setiap bungkusnya 250gr bisa jadi 4 bungkus plastik dalam keadaan matang setelah digoreng.

Sayangnya Rudi sekarang ini hanya menerima pemesanan retail, tak lebih dari 20 bungkus saja. Itupun ia terkadang menitipkan di resto atau rumah makan di dekat rumahnya, Untuk radius di bawah 10 km di sekitar Duta Kranji, Rudi menegaskan bisa memesan dan barang diantarkan gratis ke tempat. Namun bila di luar Bekasi atau di luar itu dia masih belum bisa, terkecuali pelanggan memesan dalam skala besar yang terbatas saja. Dan bila Anda tertarik mau mencicipi Krupuk Tempe nan renyah ini hubungi Rudi di (021) 885.7109

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Mie Jogja LESTARI RAHAYU di Kemang Pratama Bekasi nan Ruarrrr Biassah

Saturday, September 19, 2009

Ciri Khasnya Sayur dan Ayamnya yang Menggantung di Gerobak Masak


Bekasi, kelanakuliner.com
Wilayah perumahan Kemang Pratama memang hanya jejeran rukonya saja yang umumnya jadi tempat usaha pertokoan ataupun tempat makan. Namun di sebuah pojokan rumah di daerah Kemang Pratama kira-kira hanya 10 meter dari bunderan pertama setelah pintu gerbang Kemang Pratama, maka di sebelah kanan kita Bakmi Jogja, Pastel Bunda, Siomay, Jus Buah dan jajanan minuman dingin.

Khusus untuk Bakmie Jogja, Anda akan mendapatkan sajian khusus yang lain daripada biasanya masakan bakmie. Bakmie Jogja yang dimasak secara khusus untuk setiap pemesan. Walaupun sajian dibuat khusus untuk setiap pelanggan, namun karena sudah lama dan sangat berpengalaman, Mas Joko, sang juru masak bakmie Jogja, akan menyajikan bakmie sesuai selera Anda baik itu bakmie goreng ataupun bakmie godhog. Bakmie Godhog sendiri sebenarnya adalah bakmie rebus atau bakmie kuah biasa, namun dengan ciri khas ala Jogja dimana setiap masakan disajikan dan diolah dengan takaran bumbu yang sangat terlatih, sehingga saat kita melihat proses pembuatannya seolah sang juru masak seperti menggunakan insting atau kira-kira. Eit tapi jangan salah, justru rasa yang dihasilkan oleh masakan sang koki tradisional Jogja ini akan sama dan serupa (ya iya lah!) dari satu porsi ke porsi lainnya. Ini menunjukkan keahlian dan pengalaman yang cukup lama si juru masak paruh baya ini.

Mas Joko sendiri sebenarnya adalah karyawan yang diambil oleh sang bos langsung dari Jogja dan didapuk untuk bekerja di Kemang Pratama Bekasi. Pengalamannya sebagai pedagang bakmie di Jogja itulah yang membuat seorang pelanggannya tertarik untuk mengajaknya kerjasama buka warung bakmi khas Jogja di daerah lain.

Warung Bakmie Jogja bilangan Kemang Pratama Bekasi ini terbilang cukup asri dan sederhana. Sekitar 5 meja dan masing-masing 4 kursi, maka setidaknya warung yang menempati rumah pribadi keluarga sang pemilik usaha ini mampu menampung 20-an orang pelanggan. Tak heran bila nyaris setiap malam-malam minggu dan liburan tertentu, Bakmi Khas Jogja Kemang Pratama ini ramai dikunjungi pelanggannya. Buat para pelanggannya yang sudah merasakan nikmat dan lezatnya olahan mie khas Jogja ini, sepertinya tak akan lari ke lain hati. Di samping ciri khas lezatnya yang langsung bisa dinikmati panas-panas di tempat itu, namun banyak juga pelanggan yang memesan untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga mereka. Ternyata masakan bakmie Jogja ini walaupun dibungkus untuk dibawa pulang, namun tidak mempengaruhi rasa, bahkan ada pelanggan yang mengatakan, justru bila dinikmati di rumah dalam keadaan tidak terlalu panas, jauh lebih terasa nikmatnya. Hueleh! Memang begitu adanya.

Saya sendiri mencoba menikmati seporsi bakmie godhognya. Dan setelah nyaris menunggu 10 menit, karena banyaknya antrian pengunjung saat itu (maklum lah pas setelah buka puasa), akhirnya saya bisa menyeruput kuah bakmie godhog khas Jogja ini. Kuah bakmie ini yang gurih dan manis memang sangat nikmat bila disruput saat panas, di samping segar dan pedasnya bikin saya jadi keringatan (maklum tipikal melayu, hehehe). Rasanya Bro and Sis, jangan tanya dah.... Ruarrrrr biasssah! (dan gue nggak bilang lo bakalan nyesel kalo nggak ngerasain masakan bakmie ini, tapi gue cuma bilang, kalo lu-lu pade bukan seorang bakmie mania sebelum merasakan masakan khas Jogja ini).

Kalau mau saya kasih skor dari 1 s/d 10, maka Bakmie Khas Jogja Kemang Pratama Bekasi ini mendapat penilaian masakan istimewa yang harus dicoba! Tertarik untuk memesan tempat dan merasakan nikmatnya bakmi khas Jogja ini? Telepon saja ke 081386.912969 untuk reservasi tempat. Atau bila Anda ingin juga sekadar berbincang-bincang dengan sang pengelola sekaligus pemilik usaha Bakmi Jogja Lestari Rahayu, bisa bertemu dengan Pak Joni. Lelaki yang selalu ramah tersenyum ini selalu menyediaka waktu untuk diajak sekadar kongkow-kongkow, bukan hanya membahas masalah bakmi Jogja yang begitu fasihnya dia ceritakan. Tanyakan hal lain, pastinya dia akan memberikan masukan layaknya seorang teman. Setidaknya itulah yang saya rasakan saat bertemu dan berbincang-bincang dengan pak Joni. Untuk reservasi bisa menghubungi di nomor 0819.3577.392 atau 0856.92772.961. Bagi Anda yang mau menikmati malam bersama mitra Anda dan kebetulan tinggal di daerah Kemang serta ingin sekali merasakan nuansa khas Jogja, silakan datang ke Bakmi Jogja Lestari rahayu Kemang Pratama.

Dik Rizal - dobeldobel.com

Ayam Bakar dan Ayam Cabe Ijo SAUNG SAE

Thursday, September 17, 2009

Temukan Menu Makanan Andalan Favorit Pelanggan
Setelah Empat Tahun Buka Usaha Rumah Makan

Bekasi, dobeldobel.com/kelanakuliner.com
Bila anda sedang melewati Kalimalang Bekasi mulai dari ujung Cawang (Halim Perdanakusuma) hingga ke ujung Bekasi Selatan (Bekasi Cyber Park) maka akan ada banyak sekali kelana kuliner yang anda dapati sepanjang perjalanan. Mulai dari makanan cepat saji hingga beragam yang menyajikan kekhasan tradisional nusantara.

Untuk makanan khas Sunda, maka inilah yang paling banyak diserbu oleh para penikmat kuliner. Ambillah tempat jajanan makanan khas Sunda yang bisa anda temui lewat Terminal angkot Bekasi Sumber Arta, Kalimalang kemudian setelah menempuh 300 meter dan belasan meter sebelum LPG Depo maka anda akan temui Rumah Makan Khas Sunda SAUNG SAE.

SAUNG SAE, sendiri artinya adalah rumah yang bagus. menurut Opi, ibu anak berusia 4 tahun ini, baru sekitar satu tahun terakhir ini saja ia dan ibundanya menemukan menu andalan yang sangat disukai oleh para pelanggannya. Untuk kalangan remaja dan pelajar, maka pilihan Ayam Bakar SAUNG SAE yang menempati peringkat teratas. Hal ini sesuai dengan kemampuan kocek mereka, menu Nasi Ayam Bakar Saung Sae yang hanya Rp. 7.500,- sudah bisa mereka nikmati.

Sedangkan untuk menu Ayam Cabe Ijo SAUNG SAE (juga dikenal dengan nama Ayam Cabe Hijau), adalah merupakan menu favorit para pelanggan yang kebanyakan adalah dari kalangan pekerja kantoran dan eksekutif. Itulah sebabnya RM Saung Sae mulai memenuhi permintaaan deliveri (pengiriman) untuk pemesanan Nasi Kotak (Nasi Box) dan Catering Kantoran dan Nasi Tumpeng dengan menu makanan sesuai selera permintaan pemesan. Untuk wilayah Bekasi radius 5 km minimal order pemesanan adalah Rp. 200.000,-


Untuk menu utama yang bisa anda pesan adalah menu paket Nasi Ayam Cabe Ijo dengan harga Rp.10.000,- per paket, Nasi Timbel Ayam harga per paketnya Rp. 16.000,-, Nasi Tutug Oncom seharga Rp.16.000,-/paket atau Nasi Sate Maranggi yang berharga Rp. 15.000,-/paket.

Untuk Dine In (makan di resto Saung Sae) saja, ungkap Syahrir sang suami, RM Saung Saeyang beromzet berkisar puluhan juta per bulan ini kini lebih memfokuskan pada menu favorit pelanggan, yakni Ayam Cabe Ijo dan Ayam Bakar Saung Sae. Memang di samping menu utama mereka, Rumah Makan yang bertata desain interior rumah bambu tradisional Sunda ini menyediakan pula beberapa menu paket seperti Paket Nasi Timbel, atau paket pilihan terpisah seperti Sayur Asem, Tempe Penyet, Ayam Penyet dan Menu Ikan Gurame serta menu makanan Sunda lainnya yang tak kalah nikmat untuk anda kunjungi dan nikmati.

Pasangan suami istri, Syahrir dan Opi (Sofiyah), sebenarnya sudah lebih dari empat tahun membuka usaha rumah makan Khas Sunda SAUNG SAE ini. Bahkan dulu sempat membuka resto yang menyajikan menu makanan utama ala barat, Steak. Usaha Resto Steak yang dibuka di wilayah Tebet itu tidak berjalan baik, karena harga dan biaya produksi yang tak sesuai dengan permintaan pasar dan daya beli pengunjung yang memang sudah ditargetkan. Belajar dari kepahitan kegagalan mengelola resto makanan ala barat ini lah, melahirkan ide untuk menciptakan rumah makan sederhana yang bukan saja akrab di lidah kebanyakan orang-orang di Jabodetabek, tapi juga terjangkau.

Maka konsep tradisional Sundalah yang jadi pilihan pasangan suami istri ini. Hasil musyawarah dengan sang ibu dari Opi, didapat saat Syahrir dan Opi melakukan kelana kuliner ke setiap resto khas Sunda dan mencoba menemukan rahasia bumbu dengan mendiskusikannya kepada Ibunda mertuanya, maka terciptalah menu-menu khas ala Rumah Makan Saung Sae yang kini menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai makanan tradisional khas Sunda. Bukan saja sehat (karena pada dasarnya bahan makanan utama adalah sayur-sayuran), tapi sangat mengundang selera dan membuat siapa saja yang pernah menikmatinya akan kembali.

KelanaKuliner.Com sendiri menikmati dua masakan menu utamanya, yakni Nasi Ayam Cabe Ijo dan Sate Maranggi lalu segelas Susu hangat. Untuk harga yang relatif tidak mahal di kantong umum hanya Rp. 10.000,- per paket, Nasi Ayam Cabe Ijo, bisa kita nikmati langsung. Di samping rasanya akan membuat lidah anda menari, rasa pedasnya yang beraromakan daun jeruk nipis ini dan empuknya daging ayam yang disajikan di atas potongan daun pisang dan beralaskan piring anyaman bambu akan langsung membawa anda terbang seolah sedang berada di tanah Sunda. Suasana begitu mendukung apalagi interior desain rumah makan sederhana ini yang sangat country style. Mungkin anda juga bisa meminta diperdengarkan musik degung khas bumi parahyangan bila anda mau demi memperkuat suasana tradisional Sundanya.

Sedangkan menu paket Nasi Sate Maranggi (Rp. 15.000,-/paket) dilengkapi dengan Tahu dan Tempe Goreng serta daun selada potongan tomat segar dan acar, pastinya membuat saya lebih cepat merasakan suasana khas parahyangan. Empuknya daging sapi yang dipotong sedemikian rupa dan disajikan pada tusukan sate dan bakarannya yang tidak terlalu garing dan tidak terlalu mentah membuat saya langsung menjadikannya sebagai daftar makanan favorit yang paling dicari. Kelezatan daging sapi yang biasanya hanya bisa saya nikmati dalam makanan berbentuk Bakso atau Steak ini, ternyata begitu berbeda penyajiannya. Rasa Sate Maranggi ala Saung Sae ini seperti kita makan daging Steak. Saya pun menduga (kalau nggak mau dibilang mencurigai), mungkin karena pasangan suami istri Syahrir & Opi ini pernah mengelola resto Steak, maka rasa dan hasil bakaran Sate Marangginya begitu sempurna bak memakan Steak ukuran mini dalam tusukan bambu. Anda pasti akan setuju dengan saya bila telah merasakan sate Maranggi khas Sunda Saung Sae ini.

Lalu bagaimana anda bisa berkunjung ke Rumah Makan Khas Sunda SAUNG SAE ini untuk menikmati menu utama Nasi Ayam Cabe Ijo atau Nasi Ayam Bakarnya? Bila anda ada di Kalimalang, maka cukup anda pergi menuju Terminal Angkot Sumber Arta, Kalimalang, kemudian masuk ke jalan yang menuju Bintara dan menuju Depo LPG. Sebelum anda mencapai Depo tersebut, di sebelah kiri anda akan anda lihat Rumah Makan Khas Sunda Saung Sae. Dan untuk pemesanan menu makanan catering atau delivery service, anda cukup menghubungi no. telp.: (021)7024.1973.

Jadi kalau anda mau menikmati menu makanan khas Sunda Nasi Ayam Cabe Ijo atau Nasi Ayam Bakar, maka berunjunglah ke RM Saung Sae, Bintara, Bekasi. Anda bisa reservasi terlebih dahulu untuk memesan tempat pada saat hari-hari libur karena kemungkinannya ramai dan anda tak mendapatkan tempat. RM Saung Sae sendiri memilik kapasitas parkir untuk 4 mobil dan 20 motor. Mengenai hal ini, sang pemilik, Syahrir memang merencanakan pengembangan usaha untuk membuka cabang yang tentunya lebih luas dan ada di wilayah keramaian lalu lintas.
Ayam Cabe Hijau, Ayam Cabe Ijo atau Ayam Cabe Hijo adalah Ayam Cabe Ijo Saung Sae. Setiap Ayam Cabe Ijo yang ada di Kalimalang adalah Ayam Cabe Ijo Saung Sae. Nasi Ayam Cabe Ijo Saung Sae adalah Nasi Ayam Cabe Hijo, atau biasa disebut dengan Ayam Cabe Hijau Saung Sae dan bisa juga Nasi Ayam Cabe Hijau Saung Sae. Sidik Kelana Rizal

Pecel Pincuk GARENG : Makanan Ponorogo Kampung Dua Bekasi

Wednesday, September 16, 2009

Rasa Nikmat, Harga Merakyat
Pecel Pincuk, Sate Ayam Ponorogo Khas Gareng, Nasi Pindang Gareng, Nasi Daging Bumbu Lapis, Es Dawet Khas Gareng, Nasi Lodeh Tiwul


Bekasi, kelanakuliner.com
Lokasi strategis di persimpangan akses ke dan dari banyak jalan utama (propinsi atau tol) memang menjadi andalan dari sebuah usaha apapun bentuknya. Kini tinggal bagaimana menciptakan LOKASI strategis (PLACE) dan mudah diakses dari segala penjuru itu menjadi sebuah PASAR dengan mengkombinasikan bauran pasar lainnya seperti Promosi, Produk, Price (harga) .

Demikian usaha resto dan cafe Pecel Pincuk GARENG yang sudah memiliki dan melengkapi kesemuanya dalam memulai usaha baru bidang kuliner. Yang jadi pertanyaan buat kebanyakan orang termasuk diri saya adalah, mengapa usaha resto & cafe ini dibangun dengan branding tokoh atau maskot seorang ponokawan (tokoh badut putra keluarga Semar dalam dunia pewayangan Jawa) dengan bernama Gareng?

Saya mencoba mencari tahu langsung dari sang pemilik Yulinarwita. Saat ditanya wanita kelahiran Ponorogo, 19 Juni 1971 ini mengatakan bahwa untuk masalah pengelolaan resto kafe ini hanya suaminyalah yang menjalaninya.

Bahkan mulai dari desain interior, pembuatan logo gambar Gareng hingga penataan ruangan, sound system hingga main musik organ tunggal sendiri serta persiapan keseluruhan dilakukan oleh sang suami, Karyanto dan adik lelaki kandung suaminya yang akrab dipanggil dengan nama kesayangan "Gareng", atau bernama asli Haryanto Suparto.

Dan dari lelaki kelahiran Jakarta 27 Juli 1972 inilah nama resto kafe ini diambil, yakni "Gareng". Menurut Yanto sang kakak, bahwa adiknya, Gareng ini, termasuk orang yang easy going dan mudah bergaul, demikian penjelasannya tentang adiknya yang karyawan swasta sebuah perusahaan transportasi (kargo).

Nama Gareng sendiri nama sosok tokoh tradisional yang cukup populer tanah Jawa sebagai tokoh yang "slank" (slenge'an) atau konyol namun masih bisa diterima oleh kalangan muda modern. Konsep kombinasi modern dan tradisional inilah yang menjadi dasar didirikannya resto cafe Pecel Pincuk Gareng.

Kecermatan mengamati kondisi pasar oleh Yanto, sang pensiunan dini dari Departemen Keuangan bagian manajemen sistem informasi Inspeksi Pajak ini, membulatkan tekadnya bersama istri dan adik kandungnya untuk membuat rumah makan bergaya resto kafe modern dengan menu makanan tradisional, bahkan kalau perlu mengangkat penuh makanan kampung yang ada di pelosok kampung yang belum populer sama sekali. Bayangkan saja, bagaimana dia mengangkat Pecel Pincuk (lebih dikenal dengan nama Pecel Madiun) sebagai makanan primadona Resto Kafe ini dan jangan heran bila harganya seporsi pecel pincuk cuma dibandrol Rp. 9.000,- (apa nggak gila tuh.... harga murah namun suasana cozy and modern banget, frens!)

So yang mau dijual oleh Yanto sebenarnya bukan sekadar menu makanan tradisional tapi lebih kepada taste, dan kebanggaan kepada budaya kuliner tradisional. Kurangnya keseriusan orang-orang mengangkat makanan tradisional daerah ke level lebih elite seperti halnya waralaba makanan barat seperti McDonald dan lainnya, jelas Yanto lelaki kelahiran Ponorogo, 20 Mei 1970 ini kepada kelanakuliner.com

Di samping itu kecenderungan orang modern yang mulai memilih makanan sehat berupa sayur-sayuran khususnya yang tradisional semakin hari semakin meningkat, jadi alasannya memilih Pecel Pincuk sebagai primadona dan strategi image branding (pencitraan merk).

Karena kandungan makanannya yang murni (alami) sayuran seperti halnya makanan tradisional dari daerah lain seperti gado-gado, karedok atau urap. Tapi perbedaan utamanya adalah bumbu sausnya yang khas Ponorogo dan kombinasi dengan Madiun berupa bumbu kacang yang disangrai dan bukannya digoreng, sehingga jauh lebih sehat dan lebih rendah koresterol.

Suami dari Yuli ini menambahkan bahwa di Jawa Timur sendiri ada banyak jenis pecel di setia daerahnya, mulai dari Pecel Madiun, Pecel Ponorogo, sampe Pecel Surabaya. Bahkan di satu daerah asalnya saja seperti Ponorogo, setiap bumbu pecel dari masing-masing warung memiliki rasa yang berbeda. Karena itulah dia memberi nama pecelnya bukan nama daerah, justru Pecel Pincuk (pincuk artinya lipatan daun pisang dengan lidi sebagai alas wadah makan) Khas Gareng.

Bila makanannya sudah unik dan asli dari pedalaman (busyet masak istilahnya segitu amat... mungkin maksudnya adalah pelosok kampungnya) di Ponorogo sana, maka minumannya pun Yanto berusaha membawa asli kampung kelahirannya sana, seperti Es Kelapa Muda Frambozen. Atau Es Dawet khas Ponorogo atau dikombinasi dengan daerah Madiun. Wah kalau Anda merasakan apa yang saya rasakan dari kedua menu masakan yang disajikan mereka untuk saya, pasti ngiler deh. Menu sehat Nasi Pecel Pincuk dikombinasi Es Kelapa Muda Frambozen.

Padahal sebelumnya saya sudah merasakan kesegaran Es Dawet khas Gareng, dan saya anggap sebagai appetizer alias pembuka selera hehehehehe....!
Asal Anda tahu saja, Es Kelapa Muda Frambozennya ini, khusus sirupnya didatangkan langsung dari desa kelahiran pengusaha muda ini dan tidak mudah didapatkan di daerah lain seperti Bekasi atau Jakarta.

Menu utama primadona, Nasi Pecel Pincuk pada awal tampilannya saya kira rasanya mungkin nggak beda jauh dengan pecel pada umumnya. Namun rasa bumbu kacangnya ditambah kering tempe dan daun kemangi serta pedasnya yang pas di lidah saya memang "Benar-benar enak!" (ngikutin kata favoritnya Bara Pattirajawani).

Ada peyek kacang yang sangat akrab dengan gigi lunak saya, hmmmm renyah dan gurih. Sayur-sayurannya yang hijau mengundang hasrat diri mengunyah habis makanan sehat ini hingga bumbu terakhir. Sayang bumbu kacangnya kurang begitu banyaknya yang ada di piring beralaskan daun pisang itu. Tapi saya yakin, bila Anda mau minta tambah bumbu kacang khas Ponorogo yang disangrai itu, tinggal minta pada sang waiter berseragam batik.

Ada menu utama lainnya, misalnya Nasi Daging Bumbu Lapis dan Nasi Pindang Gareng. Menu ini biasanya disajikan di daerah Ponorogo sebagai makanan khas untuk upacara syukuran tertentu. Karenanya ia ingin menu ini diangkat sebagai salah satu menu andalan, dimana di daerahnya sendiri hanya bisa dijumpai pada masa-masa tertentu saja saat ada hajatan atau perhelatan khusus di perkampungan ponorogo.

Bila Nasi Daging Bumbu Lapis biasanya bisa dijumpai di perkotaan Ponorogo, maka Nasi Pindangnya it lebih sering dijumpai di pedesaan pelosok Ponorogo. Bahan pokok Pindangnya sendiri adalah daging sapi dan sandunglamur, atau cincangan daging sapi yang banyak mengandung lemak (mirip sirloin kali yah?)

Kemudian Nasi Lodeh Thiwul, kombinasi sayur lodeh ditambah singkong gaplek kukus yang diparut, pastinya rasanya akan memberikan sensasi tersendiri buat lidah orang Bekasi. Yanto mengungkapkan bahwa sat ini masyarakat kita sudah melupakan makanan tradisional thiwul, yang dibuat dari gaplek singkong ini, maka keinginannya yang kuatlah memilihnya untuk menjadikan Nasi Lodeh Thiwul sebagai sajian utama andalan.

Dan tak ketinggalan Pia-pia Pecel (kalau di Surabaya namanya Ote-ote). Makanan khas Jawa Timuran yang seripa dengan bakwan di daerah lain ini, memang khas daerahnya dan biasanya dimakan dengan bumbu pecel sehingga jauh lebih nikmat disantapnya.

Resto Cafe yang baru dibuka tgl 15 Agustus dan rencananya ada acara grand launchingnya dalam waktu dekat ini, menawarkan segala makanan tradisional kelas kampung yang disajikan dengan taste atau selera internasional, demikian ujar Yanto dan diamini oleh adiknya, Gareng. Keluarga kakak beradik Yanto ini memang merencanakan akan mengundang anak yatim untuk acara grand launchingnya saat di bulan puasa. Termasuk mengkhususkan jam operasi hingga lebih malam buat mereka yang hendak bersahur di samping menu ta'jilan untuk berbuka di sore harinya.

Resto Cafe yang mempunyai fasilitas Mushola, Karaoke dan Musik live Organ Tunggal ini mempunyai kapasitas sekitar 100 orang duduk dan 20 orang berdiri bila hendak digunakan acara pesta khusus (special party), karena konsep kafe yang ditawarkan memang pas buat Anda yang mau mengadakan kegiatan dengan suasana rumahan tradisional khas Jawa Timuran.

Apalagi dengan lahan parkir yang luas dan mampu menampung sedikitnya 20 kendaraan roda empat. Bila ada acara event khusus sesuai permintaan pelanggan, maka tanah lapang di samping kafe ini pun bisa dijadikan parkir dengan kapasitas lebih dari 50 mobil.

(Sidik Rizal - dobeldobel.com)

Menu Utama
*.- Nasi Pecel Pincuk Gareng, Rp. 9.000,-
*.- Pia-pia Pecel, Rp. 8.000,-
*.- Sate Ayam Ponorogo Khas Gareng, (+Nasi/Lontong) Rp. 15.000,-
*.- Nasi Daging Bumbu Lapis, Rp. 15.000,-
*.- Nasi Pindang Gareng, Rp. 15.000,-
*.- Nasi Lodeh Thiwul, Rp. 8.000,-

Appetizer/Dessert
*.- Tape Goreng Keju Khas Gareng, Rp. 6.000,-
*.- Pisang Goreng Coklat, Rp. 6.000,-
*.- Puding Almond, Rp. 7.000,-

Minuman/Drinks
*.- Es Dawet Madiun khas Gareng, Rp. 6.000,-
*.- Es Kelapa Muda Frambozen
*.- Bandrek
*.- Kopi Hitam (Black Coffee)
*.- Capuccino Coffee



Pecel Pincuk GARENG
Jl. Patriot No. 31 (Omega) Kampung Dua,
Kalimalang arah Kranji, Bekasi
Reservasi: Telp. (021) 7085.3250
Komentar untuk Menu Utama
Nasi Pecel Pincuk =
3,5 bintang untuk rasa makanan
1,5 bintang untuk tampilan makanan
3 bintang untuk tekstur bahan makanan
TOTAL: 8 bintang, RATA-RATA 3,6 untuk skala 1-5




Pecel Lele Lela: Bersama Kami ... Pecel Lele Indonesia Mendunia

Tuesday, September 15, 2009

Ganti nama Anda jadi Lela: Gratis Makan di Pecel Lele Lela

Bekasi, Kalimalang - dobeldobel.com
Sebenarnya sudah lama gue mau mampir ke tempat yang super nyaman ini. Setiap kali lewati Kalimalng dari Cawang menuju Bekasi, sudah pasti kilasan bundar hijau yang begitu akrab di ingatan memancing gue sedikitnya untuk menengok ke tempat ini. Semua orang tahu apa itu StarBuck Coffee, pasti juga bakalan tahu khususnya di kota Jabodetabek dengan Pecel Lele Lela. Sebelum gue ngelantur lebih jauh lagi, mending gue sekali aja mampir ke tempat ini. kali aja nanti bisa ketemu dengan sang pemilik dan gue bisa wawancara secara ekslusif.

Begitu masuk parkirannya yang lumayan luas, gue lihat di situ ada juga merk menu makanan lele lain, tapi kebetulan gue lagi mau sekalian nyuci motor butut kesayangan. Ya udah, so yang paling deket dengan pencucian motor, ya cuma Pecel Lele Lela, bukan yang lain (ini asli promo, tapi gue nggak dibayar... lha wong promo tempat pencucuian motor di deket Pecel Lele Lela kok!). Begitu gue masuk langsung disambut oleh para waiter yang rata-rata berusia 18-19an tahun, hehehehehe....jadi inget masa remaja lagi begitu masuk tempat ini. Sebelum gue ngejajalin makan di tempat yang nampaknya cozy dan nyaman ini, gue mastiin dulu kalo tempat ini belum pernah disatroni oleh satu wartawan media internet (baca: blogger). Karena gue mau gue yang pertama. Dan ternyata... wuiiihhh udah ada lebih dari 7 stasiun televisi dan beberapa media cetak yang udah pernah meliput tempat makan lele gaul ini. Sumpeh deh, gue telat.... By the way anyway busway, kayaknya belum ada website yang bedah secara khusus, tentang Pecel Lele Lela, kecuali situs FBnya sendiri atau websitenya sendiri. Pas deh!

Sehabis gue kasih kartu nama gue dan sticker dobeldobel.com yang gue selipin di satu media tabloid komunitas, gue pesen makanan utamanya. Menu yang gue pilih Pecel Lele bumbu Padang. Hmmmm, baru nyebut namanya aja gue udah ngiler. Ternyata gue hanya perlu ngerogoh 16 ribu perak. Busyet dah...lelenya segede lengan anak gue... gwued dhe' buanget.. Pasti ini lele dumbo lagi hamil dan kesengat tawon kali yah?
Baru ngelihat gue udah MAU kenyang, hahahaha! Apalagi minumnya Teh Botol gue cuma perlu bayar seribu perak (?) Huik? nggak salah harga neh? Tapi emang gitu kenyataannya....

So right now, I must finish this job well done.... I gegares tuh ikan lele bumbu padang ampe bersih... (ampe lupa segalanya bos.... nggak tahu deh, gue lagi laper... doyan apa KALAP? Ampe segitu napsunya gue makan lele).

Petualangan nikmat menghabiskan seekor lele dumbo goreng raksasa di Pecel Lele Lela hari pertama gue ke sana, ternyata bakalan berlanjut di kemudian hari dengan bertemu sang pemilik sekaligus penemu dan CEO dari merk Pecel Lele Lela, yakni Mr. Rangga Umara. Hmmm nanti gue ceritain lebih lanjut hasil wawancara ekslusif gue sama lelaki muda yang kayaknya sering bernampilan tradisional batik trendi ini.

Oh ya perlu gue kasih tahu neh... di Pecel lele Lela kalimalang, fasilitas ruangan untuk acara reunian, atau tongkrongan komunitas, arisan dan lainnya kayaknya pas banget. Lahan parkir yang lumejen luas, kapasitas kursi yang juga lumayan mampu menampung setidaknya 50 orang lebih. Belum lagi di sana ada banyak pilihan so... kalu mau reservasi tempat bisa menghubungi (021) 326.91.625 atau bisa langsung dengan sang pendiri (founder) Rangga Umara di (021) 70.463.463 atau kamu-kamu bisa kunjungi langsung ke Jl. Raya Kalimalng, Blok A No. 5-7 Lampiri Jakarta Timur.

Sidik Rizal - kelanakuliner.com

RM DAPUR BETAWI Jatiasih: Nasi Uduk Tanpa Santan

Monday, September 14, 2009


RM DAPUR BETAWI DIKONTRAKKAN

15 TAHUN US$ 500,000

Gratis Nasi Uduk selama 3 Pekan Promo Ramadhan di RM DAPUR BETAWI Jatiasih



Bekasi, kelanakuliner.com
Hari kemerdekaan bangsa kita 17 Agustus tahun 2009 ini nyaris berdekatan dengan bulan Ramadhan 1430. Jadi sama persis dengan 64 tahun yang lalu dimana pada tanggal yang sama di bulan itu seingat saya adalah juga bulan puasa. Sayangnya tanggal pertama bulan puasa tahun 2009 ini jatuh tanggal 22 Agustus 2009.

Karena tema kemerdekaan dan bulan puasa inilah, maka saya mencoba mengangkat tema kuliner lokal dan nasional dan erat kaitannya dengan makanan khas bulan puasa. Salah satunya adalah makanan khas daerah Betawi, yakni nasi uduk. Hampir semua orang mengenali setidaknya pernah mencicipi nasi uduk. Makanan ini sudah menjadi tradisi bagi orang Betawi untuk sarapan pagi. NASI UDUK yang berbahan dasar beras putih diolah menjadi makanan lezat dan menjadi makanan favorit di pagi hari.

Biasanya orang (yah umumnya seh para ibu-ibu) hampir semua bisa membuat nasi uduk. Tapi kali ini ada yang berbeda dengan kebiasaan orang membuat nasi uduk, ada keunikan dari menu sajian nasi uduk DAPUR BETAWI, yang selalu menjaga kwalitas serta citra rasa penuh sensional (hualah bombastis buanget... tapi emang gettu sih kenyataannya). Umumnya nasi uduk selalu dibuat dengan dibantu bumbu dasar tidak lebih dari 6 – 7 jenis bumbu rempah, tapi DAPUR BETAWI bereksperimen secara luar biasa dengan menciptakan resep NASI UDUK Bumbu Dasar 12 jenis.

Wah!!! Penasaran bukan !? Uniknya adalah proses pembuatannya dengan beras yang sudah direndam hampir 3 – 4 jam ini kemudian diterapi (gue nggak ngerti tepat nggak yah istilahnya... apa lebih tepatnya diungkeb atau diurapi atau di"pendem"? Halah pokoknya ya gettu deh!)

Sistem terapi (atau apalah sebutannya) ini adalah di mana bumbu yang diracik hanya diambil uapnya saja hingga masuk kedalam pori-pori beras, bisa dibayangkan bagaimana rasanya? Nasi Uduk Bumbu 12 ini terasa lebih gurih dibandingkan dengan nasi uduk lainnya. Selain karena pembuatan Nasi Uduk Bumbu 12 ini berbeda dari pembuatan nasi uduk dari biasanya, nasi uduk ini juga tidak menggunakan bahan penyedap.

Nah, bisa kebayangkan bagaimana rasanya? Rasa gurih yang ada bukan karena penyedap melainkan karena racikan dari 12 bumbu yang dipakai dan diuapkan ke beras yang sedang dimasaknya (mirip metode aroma terapi kan?). Selanjutnya sang beras yang berubah jadi nasi uduk istimewa ini akan disajikan dan dikasih beragam pelengkap nasi udauk umumnya, seperti bawang goreng, potongan telur dadar, suwiran ayam goreng dan kerupuk. Pastinya rasa dan aroma yang didapat lain daripada yang biasanya Anda nikmati.

Nggak percaya? Anda mau coba? Supaya nggak penasaran anda bisa datang langsung Ke DAPUR BETAWI yang terletak di Jl. Jati Asih 375 Bekasi. Telp. 021.8221085 untuk pemesanan tempat.

Nasi uduk ini akan lebih terasa dahsyat (busyet kayak film eksyen aja yah!?) jika dihidangkan dengan Ayam Goreng, Babat/Paru Goreng, Pete Bakar, Ati Rempela. Dan bila Anda suka bisa ditambah dengan Semur Jengkolnya biar nggak meninggalkan ciri khas Betawi. Ehmm.... bayangkan bagaimana lezatnya Nasi Uduk Bumbu 12 ini dengan segala macam pendampingnya itu....



SANG PELOPOR
Nasi Uduk Bumbu 12

Nasi Uduk Bumbu 12 ini berawal ketika Ranu Vishuda selaku manajer operasional restoran Dapur Betawi ini mencoba suatu eksperimen nasi uduk yang lain dari pada yang lain. Secara background Ranu, sapaan akrabnya, bukanlah seorang koki atau ahli pada bidang memasak melainkan ia adalah seorang pekerja entertaintment yang mencoba mengembangkan hobinya memasak.

“Awalnya saya hanya mencoba bagaimana membuat nasi uduk yang berbeda dari yang lainya, saya membuat eksperimen dan ternyata nasi uduk bumbu 12 ini jadi dan enak. Hal itu juga sudah saya test food oleh beberapa orang hingga akhirnya saya mau mempublikasikannya ke orang-orang” ujarnya membuka rahasia.

Syukur alhamdullilah sudah lebih dari 1.000 pengunjung mencicipi Nasi Uduk Bumbu 12, ujar Ranu yang juga sering mengadakan class cooking kepada ibu-ibu arisan di lingkungannya. Nasi Uduk Bumbu 12 ini dipersembahkan Ranu sebagai salah satu pengembangan usaha yang ia kelola saat ini. Restoran yang bertemakan budaya Betawi yang ia kelola saat ini mendorongnya untuk menghasilkan taste baru di dunia masakan.

Sebagai perkenalan RM DAPUR BETAWI untuk NASI UDUK BUMBU 12, ungkap Ranu berpromosi, "Kami memberikan secara Gratis selama Promo 3 bulan ke depan, makanya segera datang untuk mencicipi bersama keluarga dan rekan-rekan lainnya. Sambil menikmati suasana DAPUR BETAWI dengan fasilitas unggulannya memiliki sebuah LESEHAN.

RM Dapur Betawi sebenarnya mempunyai luas lahan lebih dari 1000 meter persegi. Namun karena jiwa sosial sang pemilik tanah, Heri, lelaki beranak satu ini memberikan sebagian lahannya untuk para pedagang kaki lima berusaha di sana dekat RM Dapur Betawi.

Di samping rumah makan yang cukup asri dan mewah interiornya ini ada galeri beberapa ATM seperti BCA, Mandiri dan lainnya. Bahkan beberapa pelanggan yang bertransaksi di ATM tersebut sempat berujar bahwa tak disangka di samping galeri ATM yang sering ia kunjungi ini ada rumah makan yang cukup asyik buat dikunjungi dan dinikmati makannya.

Sayang karena ramainya para pedagang kaki lima di lahan parkir RM Dapur Betawi, maka pintu masuk resto keluarga ini sepertinya HILANG dan plang billboard (neon box) RM Dapur Betawi yang besar berwarna biru hitam itu tak banyak membantu menarik perhatian aorang-orang yang lalu lalang di sepanjang jalan raya Jatiasih. Padahal tepat 200 m di depan RM Dapur Betawi ada resto & Cafe Obong Steak & Ribs, dan tak jauh dari sana ada Giant Hyper Mall dan beberapa pabrik serta perkantoran.

Intinya adalah tempat ini enak buat bertemu (meeting point) ataupun rendezvous, ataupun sekadar mengajak keluarga makan menu masakan khas Betawi. Sekalipun menu Betawi yang dijadikan merk dagangnya, RM Dapur Betawi juga menyajikan bakmie, mie ayam dan bakso. Masalah rasa, sepertinya nggak kalah dengan tempat lain. Silahkan Anda datang dan dapatkan menu promo Nasi Uduk Bumbu 12 gratis selama pekan promosi, tapi yang gratis itu nasi uduknya. Sedangkan lauknya berupa ayam goreng, atau lauk lainnya tetap dikenakan harga normal. So nggak ada ruginya kok... Cepet kunjungi keburu kehabisan loh selepas Maghrib menjelang sholat tarawih. Oh ya jangan lupa menu ta'jilan berbuka puasa di RM khas Betawi ini... pasti seru deh, en Anda bisa berbuka dengan yang manis-manis di sini.

sidik Rizal - dobeldobel.com

Paket Menu Prasmanan Ala Betawi
Paket Nasi Box

Sate Kambing Keluarga Jatmiko

Friday, September 11, 2009

Bahan:
1 kg daging kambing, potong dadu (di Jerman, daging kambing sudah cukup lunak, tidak perlu pelunak daging atau daun pepaya)
7 siung bawang putih
1 sdm ketumbar sangrai
1/2 sdt merica
sedikit jinten jika suka
1 sdt garam
75 – 100 ml kecap manis
50 gram butter, lelehkan

Cara Membuat:
1. Haluskan bawang putih, ketumbar, merica, dan (jinten). Campur dengan sisa bahan lain. Taruh dalam wadah.
2. Masukkan daging. Aduk rata. Tutup wadah, dan simpan dalam kulkas paling tidak 3 jam agar bumbu meresap.
3. Tusuk-tusuk daging lalu bakar di atas bara api.
4. Angkat, susun, dan perciki dengan air jeruk nipis.
5. Hidangkan dengan nasi hangat atau lontong, sambal kecap atau bumbu kacang, dan acar timun.

Sumber: BankResep.com

Sate Kambing Pamekasan

Thursday, September 10, 2009

Eits jangan asal pilih daging kambing ya kalau ingin membuat sate ini. Pilihlah daging kambing bagian has dalam, karena dagingnya halus dan empuk sehingga cocok untuk sate.
Resep Bahan Sate Kambing Pamekasan :
  • daging kambing 500 gram
  • kecap manis 150 ml
  • jeruk limau 2 buah
  • tusuk sate 20 buah
Resep Bumbu Kacang Sate Pamekasan :
  • kacang tanah 250 gram, goreng
  • bawang putih 4 siung
  • bawang merah 5 butir
  • cabe merah 2 buah
  • air 500 ml
  • garam secukupnya
  • kecap manis 100 ml
Resep Pelengkap Sate Kambing Pamekasan :
  • lontong
Cara Membuat Sate Kambing Pamekasan :
  1. Potong daging kambing bentuk dadu, lalu tusuk dengan tusuk sate dan lakukan hingga habis, sisihkan.
  2. Haluskan semua bahan bumbu kacang kecuali kecap, daun jeruk, dan air hingga lembut, lalu campur dengan kecap dan air, masak hingga berminyak dan matang, angkat.
  3. Lumuri sate kambing dengan kecap yang telah ditambahkan sedikit bumbu kacang hingga permukaannya rata.
  4. Bakar sate hingga matang sambil dibolak-balik dan dilumuri sisa bumbu kecap, angkat.
  5. Sajikan sate kambing dengan bumbu kacang, jeruk limau, dan lontong.
Untuk 20 tusuk
Selamat mencoba
Sumber: InfoResep.com

Sate Kambing Bumbu Kecap

Wednesday, September 9, 2009

Bahan:
750 gr paha kambing, potong dadu 2 cm
15 bh tusuk sate yang sudah direndam dalam air

Bumbu:
5 lbr daun jeruk, iris halus
10 btr bawang merah, iris halus
1 sdm merica bubuk
100 ml kecap manis
2 sdm air jeruk nipis


Pelengkap:
50 gr kol, iris halus
4 bh tomat, iris tipis
6 sdm bawang goreng untuk taburan
15 bh cabe rawit, iris halus
10 btr bawang merah, iris halus
5 sdm kecap manis
1 sdt merica bubuk
2 sdm air jeruk limau

Cara membuatnya:
Tusuk setiap tusukan sate dengan 4 - 5 potong daging. Campur semua bahan untuk bumbu. Campur bumbu dengan sate dan bakar sate dibara api sambil sekali-kali diolesi sisa bumbu. Sajikan sate bersama pelengkapnya.

Sumber : dapur-mbakyu.com

Kedai Daun Pisang: Nasi Uduk Kebon Nanas yang Legendaris ada di Galaxi Bekasi

Tuesday, September 1, 2009

Menu Tradisional Klasik Manjakan Pelanggan dengan Harga Ekonomis
Nasi Uduk Ayam Bakar, Nasi Ulam Betawi, Tahu Gejrot Cirebon, Sayur Asem, Empal Daging, Es Soda Gembira

Bekasi, dobeldobel.com
Capek keliling berkendaraan seharian dari sibuknya bekerja lewat tol di bilangan Galaksi, pasti kita bisa temui Kedai Daun Pisang yang mempunyai Nasi Uduk favorit pelanggan yang memang kebanyakan orang kantoran itu. Walau tempatnya yang tidak terlalu luas hanya 9 meja dan mampu menampung 50an orang pengunjung, namun memiliki tempat parkir yang cukup untuk beberapo kendaraan roda empat. Kebetulan usaha yang dikelola oleh istri dari Yohanes, sang pemilik bengkel mobil di persimpangan jalan menuju pintu tol Galaksi.

Menurut pengakuan Yohanes yang sudah 4 tahun terakhir berdagang Nasi Uduk di Kedai Daun Pisang ini, bahwa tanggapan masyarakat di sekitar lumayan bagus. Itulah sebabnya ia membiarkan istrinya yang kebetulan masih bekerja sebagai salah satu sekretaris Direksi di media Suara Pembaruan, membuka usaha ini ke tingkat yang lebih serius. Apalagi setelah dicoba beberapa bulan animo dan permintaan pelanggan meningkat dari waktu ke waktu.

Itulah sebabnya ia juga mendukung istrinya untuk semakin menambah jenis makanan yang disajikan buat pelanggannya. Karena banyaknya dan seringnya permintaan agar masakan dan menunya ditambah dari daerah lain, maka dia pun mencoba beberapa menu tradisional yang memang sudah akrab di lidah orang Bekasi.

Yohanes, ayah dari dua orang anak yang telah kuliah dan satu lagi masih SMA ini, memang sangat menyukai usaha kuliner. Pada awalnya ia hanya membuka bengkel, kemudian setelah diminta istrinya untuk membuka usaha pendukung, maka pilihan Nasi Uduk dengan sajian di atas daun pisang lah yang menjadi pilihan utamanya. Selain menggunakan rempah-rempah bumbu sedikitnya 8 jenis, ia berusaha membuat sajian makanannya dari bahan yang berkualitas. Itulah sebabnya harganya menjadi tidak murah. Sesuai dengan prinsipnya, bila pelanggannya puas dengan sajian yang dibuatnya, masalah harga menjadi nomor sekian.

Untuk pilihan minuman, saya mencoba Es Soda gembira. Dan nikmatnya tahu gejrot Cirebon yang lumayan pedas dan manis asam itu ditambah es Soda Gembira membuat gigi saya ngilu, yah biasa deh neh gigi lagi nggak mau diajak enak. Terpaksa deh, Nasi Uduk Ayam Bakarnya harus saya bungkus dan mungkin bisa saya makan bersama anak saya di rumah.... (ternyata nggak juga, hehehehehe)

Masalah kualitas makanan di Kedai Daun Pisang yang hanya satu tempat ini (ada satu tempat lainnya di bandung, tapi bukan milik Yohanes, namanya RM Daun Pisang), Yohanes menomorsatukan. Untuk itulah Yohanes selalu menjaga mutu makanannya, mulai dari yang sederhana seperti Tahu Gejrot Cirebon hingga sayur Asem atau Daging Empal dan Nasi Uduknya. Jangan heran bila yang datang ke Kedai daun Pisang memang rata-rata adalah karyawan atau keluarga.
Sepertinya, Kedai Daun Pisang bermenu utama Nasi Uduk akan jadi pilihan mereka yang meilih mutu di atas segalanya.

Sidik Rizal
- dobeldobel.com

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger