Sate dan Sop Kambing Tusias - Pertigaan Pengasinan Rawalumbu Narogong

Sunday, October 25, 2009

Usaha Kuliner Sate Kolaborasi Usaha Bengkel Motor Tusias

Bekasi, kelanakuliner.com
Pertigaan Pengasinan Pondok Hijau dan Narogong serta Rawalumbu dulu adalah daerah sepi kini menjadi daerah macet lahan usaha para tukang parkir dadakan. Keadaan jalan yang dalam proses perbaikan dan dikerjakan oleh kontraktor dengan biaya dari pemerintah daerah Kota Bekasi ini memang masih sering macet, namun rupanya menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang di are tersebut. Sebutlah seorang pengusaha bengkel Tusias Motor yang cerdik mengamati lokasi strategis dan membawa hoki ini untuk menjadikannya sebagai tempat usaha kuliner di samping usaha bengkelnya itu. Usaha Sate dan Sop Kambing Tusias yang diserahkan ke anaknya tersebut ternyata kini memiliki banyak pelanggan dan salah satu penyebabnya adalah lokasi yang benar-benar sangat menguntungkan di pertigaan Pengasinan Pondok Hijau Rawalumbu.

Sang putri pengelola bengkel yang bernama Lusi bersuamikan Julianto ini kebetulan sekali suka pekerjaan masak memasak. Sop Kambing Tusias olahnnya memang begitu harum tercium saat saya menemuinya di gerai Sate dan Sop Kambing Tusias. Sebelum saya sadar dan tahu siapa dia, saya sempat berbincang-bincang dengan orangtuanya yang tidak saja mengelola usaha bengkel, tapi juga usaha multilevel marketing yang sedang dirintisnya baru. Setelah sedikit ngobrol dengan orangtuanya, saya agak terganggu dengan bau harum dari sop kambing Tusias.

Sambil mengamati Lusi, ibu dari Kevin usia 3 tahun ini membantu anak buahnya melayani pelanggan, saya pun berfikir mungkin inilah sebenarnya karakter wirausaha Lusi yang mau turun langsung menangani pelanggan. Kesibukannya mengipasi daging sate sepertinya menghilangkan perhatiannya sehingga tak sadar saya sudah nyaris 30 menit menunggunya untuk wawancara.

Setelah selesai melayani pelangganya, akhirnya dia baru bisa menerima saya, dan beberapa menit saya jelaskan niat saya untuk mempromosikan usahanya di blogs kelanakuliner.com. Tak berapa lama setelah wawancara, suaminya, Julianto datang bersama sang putra kecilnya, Kevin dan semakin yakin saya kalau saya pernah bertemu dengan keduanya di bengkel motor, karena motor tua Honda CB 125 saya direparasi di bengkelnya. Satu kebetulan yang menyenangkan, setidaknya saya bisa mendapatkan diskon untuk servis dan reparasi motornya sambil tukeran dengan iklan usaha kuliner mereka.
Kembali ke laptop.... Sate Kambing Tusias yang saya kenal betul wanginya memang agak berbeda dari sajian sate kambing lainnya. Wangi satenya begitu kuat dan sop kambingnya begitu harum, sehingga pertigaan yang sering macet itu setidaknya pastilah mencium wangi harum sop kambing Tusias (untung saja bau harum dan wangi tidak dikenakan pajak atau pungutan biaya... hehehehe!). Sepertinya pertigaan Pengasinan itu benar-benar dibikin jadi tempat macet yang menyenangkan. Setujukah Anda?

Lusi, wanita kelahiran Jakarta 1981 ini menjelaskan usaha kulinernya ini sebenarnya karena orangtuanya yang membuka usaha serupa di Cibubur, dan tampaknya dia ingin belajar dari kesuksesan mereka. Sedangkan suaminya, Julianto, lelaki kelahiran Jakarta tahun 1980 mengelola usaha bengkel mereka.Kalau di siang harinya Julianto lebih sering di bengkel, maka sang istri Lusi kerap di warung sate dan sop kambingnya pada malam hari dan tak jarang mereka makan malam bersama di sana. (Wah enak juga ya, kalau makan malam bersama keluarga nggak perlu belanja atau jajan di lain tempat, cukup berkunjung ke warung sendiri, malah dapat duit setoran lagi... Inilah untungnya orang berwirausaha).

Bila ya dan Anda tertarik ingin mencicipi gurihnya serta lunaknya sate kambing Tusias dan harumnya sop kambing Tusias langsung saja meluncur ke lokasi macetnya pertigaaan Pengasinan, Rawalumbu, Pondok Hijau atau bisa juga telpon dengan Lusi untuk reservasi di nomor esianya (021) 9194.1802 .
Sidik Rizal@kelanakuliner.blogspot.com

Angkringan Studio Musik Genada: Tempat Nongkrongnya Para Musisi

Saturday, October 24, 2009

HIDUPKAN STUDIO MUSIK & KECINTAAN MUSIK MELALUI ANGKRINGAN



Bekasi - kelanakuliner.com
Mencari tempat tongkrongan yang asyik sambil menikmati live music baik dengan organ tunggal maupun akustik di Bekasi khususnya di wilayah perumahan kayaknya baru ada di Jembatan Nol Perumahan Rawalumbu tepatnya di Studio Musik Genada. Baru saja bertandang ke angkringan khas Solo, saya nggak perlu lagi kuatir untuk bisa jajan, walau di kantong cuma sekadar limaribu perak. Coba saja Anda bayangkan, bila di kantong hanya ada sedikit uang, dan kita mau nongkrong di satu tempat untuk menghibur diri tapi tidak menghilangkan gaya, maka macam mana pilihannya? Apakah kafe atau warung kaki lima? Ya jelas mending Anda pilih Angkringan Solo dengan live music di Studio Genada.

Sesaat saya mampir ke tempat itu, saya sendiri disambut oleh sang istri pemilik, dimana kebetulan pak Hendro, pemilik Studio Musik Genada sedang asyik memainkan organ demi menghibur pelanggannya itu. Walau baru buka perdana, namun Hendro sang pensiunan Manager HRD di sebuah perusahaan swasta ini sangat antusias akan Warung Angkringan Studio Genadanya ini akan meledak dan diserbu oleh banyak pelanggannya. Setidaknya itulah harapan lelaki beranak 3 orang putra ini.

Bila sang istri mempunyai usaha di bidang rekaman video, maka sang suami, yang bernama lengkap Hendro Suranto Esha ini lebih suka bergelut di usaha yang menjadi hobinya dari kecil, yakni musik. Setelah bekerja beberapa tahun di bidang sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, lelaki lulusan Sarjana Hukum ini ingin menjalankan usaha yang berhubungan dengan kecintaannya pada dunia musik. Dia buka studio musik Genada pada tahun 2002 lalu di wilayah Rawalumbu tepatnya jalan Dasadharma no. 12A Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu Bekasi.

Untuk mempermudah promosi dan sosialisasi studio musiknya yang mempekerjakan seorang teknisi (sound engineer) lokal jebolan pendidikan luar negeri dan beberapa karyawan profesional lainnya, Hendro mulai mempunyai ide untuk membuka angringan nasi kucing. Bila Studi Musiknya bisa jadi tempat tongkrongan anak muda dan para musisi belia di wilayah Kota Bekasi, maka mau tak mau dia harus membuat satu lingkungan yang asyik dan nyaman buat para pelanggannya.

Dengan membangun komunitas pencinta musik dan pengguna studi musiknya, dia berharap akan mengembangkan pasar dan jangkauan studionya yang terbilang lengkap dalam hal layanan ini. Mulai dari rekaman, mastering, sound editing dan banyak lagi lainnya yang berkaitan, seperti jasa studio video editing yang dikelola istrinya.

Terlepas dari usahanya itu, kelanakuliner.com ingin mencoba hal unik yang disajikan oleh warung angkringan studio musik Genada. Saya ditawari minuman khas angkringan nasi kucing, yakni Wedang Jahe. Namun kali ini saya disuguhi Wedang jahe Coklat. Hmmm kedengaran asyik tuh!?

Wedang jahe Coklat ala Angkringan Studio Genada ternyata awalnya agak pahit, rupanya sang karyawan yang menyajikan terlupa memberikan takaran gula yang kurang, karena hanya 3 sendok teh gula pasir saja sementara menurut Hendro, ukuran yang sebenarnya adalah 5 sendok teh atau 2 sendok makan gula pasir ke dalam segelas besar wedang jahe panas dan ditambahi sesendok bubuk coklat. Hmmmm, nikmat banget bos!

Hangat dan panas yang menjelajahi dada saya, membuat aliran aneh tidak seperti bila saya minum air suplemen pasaran.

Wedang Jahe Coklat Angkringan Studio Genada tampaknya memang bisa dijadikan alternatif tongkrongan anak muda di Kota Bekasi, di samping tempat parkir motor dan mobil yang lumayan lebar, Studio Musik ini memberikan fasilitas audio system dan tempat yang pas buat para musisi yang ingin memulai kariernya.

Mau coba? Kamu-kamu orang bisa menghubungi no. telp sang pemiliknya langsung di (021)824.26.540 atau 0811.874.714 dengan sang musisi yang tampil santai dan enak diajak ngobrol.
Sidik Rizal

Brownies Kukus Hans 26

Friday, October 23, 2009

Penyimpan Misteri Angka 26
Bekasi. narogong. Kelanakuliner.com. Makanan enak, rupa-rupanya juga senang bersembunyi dan misterius pula. Hipotesa ini tak sengaja ditemukan kelanakuliner di jalan Raya Narogong. Ada sebuah kedai kecil nan asri, dengan nama yang sekilas mengantar kita pada kenangan akan negera seberang samudra. Tapi kalau mendengar makanannya, maka asumsi kita pasti tidak akan lepas dari kota Bandung. Ya, brownies!! Tempat makanan ini bersemayam, ternyata sangat jauh dari keramaian. Rupa-rupanya, suasana ini merupakan sebuah dukungan bagi tehnik memasak brownies yang konon, cuma ada satu-satunya di Bekasi.

“Saya ingin melayani secara optimal” terang bu Ida, pemilik sekaligus penjaga gawang rasa brownies Hans 26 ini. Maka tak heran, jikalau beliau pernah menolak pesanan, karena jumlah yang sedemikian banyak, dan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kekuatan rasa brownies produk rumahan ini. “Padahal 200 kotak lho mas!” kenang Bu ida. Maka tak heran, jikalau komitmen ini juga membawanya kepada fanatisme pelanggannya. Bu Ida menuturkan, bahwasanya Brownies Hans 26, lebih dikenal baik di lingkungan karyawan instansi pemerintahan bekasi pada khususnya, mulai dari Departemen Pendidikan, PU, Kantor Walikota.

Bu Ida yang masih mengawasi sendiri proses pembuatan brownies mengenang saat pertama kali membuat browniesnya, lebih kurang 3 tahun yang lalu. Kala itu, Suami ibu Ida, pak Hans-lah, yang bertugas mengujicobakan tester brownies kukus buatannya ke kolega dan kenalan. Walhasil, semuanya pada mau, dan langsung saja, ketika pukul 7 malam pak hans pulang ke rumah dan menyampaikan jumlah pesanan brownies untuk keesokan harinya, kontan semenjak jam 8 sampai jam 3 pagi, bu Ida harus begadang menyelesaikan pesanan. Waktu itu, bu Ida baru memiliki kukusan biasa, yang hanya mampu memuat satu kotak brownies setiap sesi nya (lebih kurang ½ jam lama memasaknya). Namun kini, masa “berat” itu sudah berlalu. Produksi hariannya, berada pada kisaran 20-25 kotak, dengan pengecualian pada hari Jum’at dan awal bulan yang bisa mencapai 60 kotak. Bu Ida sekarang, mampu mematangkan 8-10 kotak brownies, langsung setiap sesi masaknya. “Makanya, selepas shubuh, saya sudah start memasak” terang bu Ida.

Rasa usil kelanakulinerpun juga menyeruak di pilihan nama Brand Brownies kukus besutan bu Ida ini. Hasilnya, Hans diambil dari nama suami bu Ida. Padahal di awal produksinya, Bu Ida masih memanfaatkan kotak brownies dengan bandrol milik temannya. Namun banyak penikmat brownies bu Ida yang notabene rekanan Pak Hans seringkali menyebut Brownies Pak Hans, maka ditetapkanlah nama dagang Hans 26 ini. Kalau untuk angka 26-nya, bu Ida hanya tersenyum. “Biarlah itu menjadi rahasia kami” kata bu Ida. Wah, misterius nih. Bahkan Bu ida pun menolak memberikan nomor telephon yang bisa dihubungi untuk pemesanan, karena menurutnya, ini merupakan etika marketing yang dipegang Hans 26. Memang, marketing untuk Brownies ini, masih dipegang secara penuh oleh Pak Hans, yang notabene fungsionaris di PWI Bekasi. Disamping itu, lokasi toko mungilnya masih dalam status kontrak, sehingga masih kemungkinan besar untuk berpindah.

Tapi bicara fanatisme pelanggan Brownies kukus Hans 26, kiranya cukup menarik. “Mas coba deh, tanya di ke kantor walikota, atau ke depperindag”, saran bu Ida. Para pelanggan setianya bercerita, jika Brownies hasil olahan bu Ida memang berbeda dari kebanyakan. “Teksturnya lebih lembut, sedikit basah dan tahan sampai tiga hari, tanpa jamur yang tumbuh diatasnya”, tutur bu Ida menirukan pendapat pelanggannya. Bahkan pernah seorang pelanggannya dari jatibening, rela berputar-putar di malam hari, guna menemukan toko mungil miliknya ini, untuk mendapat Brownies kesayangannya untuk dibawa sebagai oleh-oleh. “Yah, orang bandung di Bekasi yang mau pulang ya bawa brownies saya”, gelak bu Ida. Psst, brownies hans 26 ini, juga sudah teruji lho, pernah dibawa pelanggannya sampai ke medan, dan bahkan sampai ke Vietnam, dengan sukses tanpa adanya perubahan rasa, warna maupun bau.

Ternyata, meskipun tersembunyi, beberapa media ibukota bahkan sudah pernah menyambangi Brownies kukus hans 26, sehingga, cukup banyak khalayak yang tahu akan adanya Brownies Hans 26 ini. Sementara itu, pak hans juga tak segan membawa brownies nya ke tempat kerja, guna melayani pesanan. Tapi ada satu tips dari Pak Hans yang dibocorkan bu Ida kepada kelanakuliner. “Bikin pelanggan kangen sama brownies kita” kata bu Ida. Makanya, tidak setiap hari, brownies Hans 26 terantar di tempat yang sama. Padahal, kalau mau masuk ke tiap ruangan kantor pemda, pasti tidak ada yang menolak. Setiap kotak Brownies kukus Hans 26, dibandrol Rp. 25 ribu saja. Namun jikalau ada topping-nya, harganya bertambah menjadi Rp. 30.000,-. Awal November ini, rencananya Brownies kukus hans 26 akan menaikkan harga resminya. “Yah, maklum lah mas, harga bahan baku pada naik semuanya” terang bu Ida. Wah, jangan-jangan jadi Rp. 26 ribu nih bu? Serba 26? Ada apa sih dengan angka 26?


Dari perbincangan Dian Purnama Putra dengan bu Ida, Jum’at 23 November 2009, di halaman rumah beliau yang asri.

Berburu Pecel Madiun di Tol Timur

Wednesday, October 21, 2009

Ada Kulit Jeruk di Pecel Madiun

Bekasi, Tol Timur Bekasi, kelanakuliner.com. Eksplorasi pedas kelanakuliner kali ini mencoba menjamah sisi tradisional negeri seribu pulau ini. Beberapa tulisan tentang menu sarapan pilihan sebagian besar warga Jawa Timur, pecel, akan coba diulas dalam melalui blog ini. Penjelajahan dimulai dari satu tempat yang yang dikenal sebagai asal muasalnya makanan ini, walaupun dalam prakteknya, sudah banyak "penyimpangan" yang terjadi (makanya baca sampai tuntas dulu agar tahu). Pecel, rasanya tidak akan mudah dilepaskan dari kata madiun. Maka penjelajahan kali ini menuju langsung ke orang madiun yang tinggal di Bekasi untuk mencari jawaban pasti atas keberadaan pecel madiun ini.

Pecel madiun, menurut Budi Prasetyo, memiliki ciri khas penggunaan turi, kecambah pendek, dan sambel pecel. Selain itu, ciri khas visual yang bisa ditemukan adalah pada cara penyajian yang selalu menggunakan daun pisang, dan cara menuangkan sambel pada racikan nasi dan kulupan. Nasi pecel madiun, mengutamakan kulupan, dan hanya mensyaratkan nasi. "Jadi, pecel madiun akan mudah dikenali dari penyajiannya yang menggunakan daun pisang secara berlebih, nasi yang hanya secukupnya, kulupan lebih banyak, serundeng, kering tempe, cacahan mentimun, sambel pecel, dengan lauk peyek, krupuk puli (cap walet), tempe dan tahu. Adapun kulupannya juga menyisakan hal yang khas, yakni dengan kehadiran daun kemangi. Sementara untuk materi kulupannya, menggunakan kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, yang diolah dengan teknik tertentu. Daun singkong dan pepaya direbus secara bersamaan sampai matang, ditiriskan sebentar, kemudian langsung disiram dengan air es, agar warnanya menjadi hijau segar. Untuk menjaga kualitasnya, pak Budi bahkan sampai rela membuat kecambah sendiri, dan juga menyediakan ladang pisang, untuk mengoptimalkan pasokan daun untuk pecelnya.

Sementara pengolahan sambel BP juga menarik untuk disimak. Rupanya dari pemilihan bahan, pak Budi mengutamakan kwalitas. Sehingga tak mengherankan jika kacang harus didatangkan dari Tuban, asem jawa dan daun jeruk dikirim dari madiun, sementara gula merah nya dibeli langsung ke tasikmalaya. Kacang diolah dengan metode sangrai, setelah sebelumnya dipilih kualitas yag terbaiknya. Selanjutnya setelah matang, kacang diuyek agar kulit terpisah dari biji kacang dan terbelah, lantas ditapeni, agar kulit tidak bercampur dengan biji. Selanjutnya, biji kecil yang ada di dalam kacang, dibuang. "Ini bisa membuat rasa sambel menjadi sedikit pait" terang pak budi sambil menunjukkan bagian kacang tersebut kepada kelanakuliner. Kacang selanjutnya ditumbuk, dicampur dengan bumbu2, dan ditambah dengan kulit jeruk yang ditumbuk. Yang disebut terakhir inilah yang menjadi ciri khas pembeda sambel pecel madiun dari sambel pecel di daerah lain. Pengusaha pecel tiga generasi ini, mengaku jikalau pasokan kacang tubannya mandheg, dia memilih untuk menghentikan dagangan untuk sementara, sampai pasokan kacang pulih kembali. "Kacang Tuban itu, kecil, tapi menthes mas" jelas pak Budi. Tanpa kacang tuban, hasil sambelnya pasti terasa lain. Berkat kontrol kualitas yang ketat, sambel pecel besutan pak Budi telah merambah benua kangguru, dan beberapa negara di Asia.

Menariknya lagi, untuk menyediakan lauk peyek kacang yang benar-benar khas madiun, didatangkanlah langsung dari madiun, pembuat asli peyek kacang madiun. Kacang yang dipakai masih tetap kacang tuban, namun bedanya, tidak ada perlakuan khas, dimana kacang cukup dibelah menjadi dua, dan dicampurkan ke adonan tepung dan tak lupa, rajangan daun jeruk. Peyek hasil gorengan pun juga tak lepas dari qualiti kontrol. "Dua blek besar peyek pernah saya suruh bagi-bagikan saja, karena rasanya yang tidak pas menurut saya" kenang pak Budi.

Penyaji pecel madiun ternyata tidak selamanya adalah orang madiun. "Orang jogja bisa saja jual pecel" Mana ada pecel jogja, adanya ya pecel madiun. Tapi gestuur dan cara penyajian, sudah membuat kita bisa membedakan ini pecel madiun asli, dan yang itu pecel madiun made ini semarang. Sambel pecel semarang memiliki citarasa kencur yang cukup kuat. Sementara Sambel pecel Jawa Timur, cenderung menguatkan daun jeruk nipis. Disinilah "penyimpangan" itu terjadi, ketika tagline yang diusung adalah pecel madiun, tapi karena yang menjualnya bukanlah orang madiun, maka terjadilah. Pecel madiun disajikan dengan daun pisang yang berlimpah, sementara nasinya hanya nyempil di pojok, dengan kulupan yang lebih banyak, kemudian disiram dengan sambel kacang secara nyepret.

Disarikan dari hasil perbincangan dengan Pak Budi Purwanto, pemilik Pecel Madiun "BP"
021-70329768. Ditulis oleh Dian Purnama Putra, untuk kelanakuliner.co.cc

Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66 Alun-Alun Kota Bekasi

Tuesday, October 20, 2009

LEBIH NIKMAT DARIPADA YANG DI BANDUNG dan ASLI DI TANGAN AHLI


Bekasi, Alun-Alun Kota Bekasi, kelanakuliner.com
Di dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah. Nggak usah ditanya, semua orang yang ada di Kota Bekasi kebanyakan tahu dimana letaknya Bakso Malang Asli Cak Tio dekat Polres Metro Kota Bekasi ini.

Uniknya lagi adalah keberaniannya berpromosi dengan tagline yang unik dan berani, yakni "LEBIH NIKMAT DARIPADA YANG DI BANDUNG" di samping tagline utama ASLI di Tangan AHLI. Hal ini memang bisa dibuktikannya dengan sajiannya yang istimewa, terutama di bumbu saosnya yang memang asli didatangkan dari Malang dan tak bisa digantikan dengan saos dari tempat lain. Sebegitu kuatkah pengaruh saos bumbu aslinya....?




Ternyata tidak hanya itu, menurut Cak Tio yang bernama asli Setiono ini, pangalaman selama bertahun-tahun ikut dengan mantan bosnya yang juga berdagang sejenis, Bakso Malang Cacak, dirinya mengakui mendapatkan banyak pelajaran berharga mulai dari kualitas sajian, pelayanan dan manajemen usaha bakso malang itu sendiri. kalau dulu dia tak digaji selama tiga bulan pertama bekerja di tempat bosnya yang begitu dia hormati, Cak Tio lelaki kelahiran 11 April 1968 ini mengungkapkan, "Saya memang menawarkan diri untuk bisa bekerja tak minta gaji asal makanannya terjamin setiap harinya", jelasnya bernostalgia. Hingga bulan ke empat dia diberi bayaran Rp. 60.000,- sementara upah minimal karyawan yang ada di warung Bakso Malang Cacak itu setidaknya Rp. 75.000,-, namun Cak Tio tak mengeluh, karena tekadnya sudah bulat untuk belajar dan berdagang di kemudian hari.


Setelah melewati proses belajar membuat, melayani dan terkadang secxara langsung diajari cara membuat bakso dan lainnya oleh Cacak yang bergaya manajemen seperti militer ini. Walaupun dengan gaji kini hanya Rp. 60.000,- Cak Tio mengaku bisa mendapatkan uang lebih dari sekadar makan dan gaji kotornya itu, yakni uang tips dari pelanggan. Tak heran hanya dengan bermodalkan pelayanan yang ramah dan keinginan agar pelanggan puas, apapun dia lakukan, mulai dari mengelap meja yang hendak diduduki dengan kain yang selalu tersampir di saku celananya, memberikan salam dan senyuman yang siap membantu serta mendatangi pelanggan dengan keramahtamahan ala Jawa nya, sehingga Cak Tio muda ini selalu mendapatkan uang tips yang lumayan besar.



Pengalamannya sebagai pelayan, bagian produksi dan terakhir ketika bagian pembelanjaan terutama saat sopir sang bos berhenti kerja, tanpa banyak fikir lagi dia menawarkan dirinya untuk mengisi posisi sebagai sopir, apalagi dengan gaji Rp.175.000,- per bulan adalah gaji yang terbesar dari seluruh karyawan yang ada. Sang bos pun merasa kebetulan sekali dan tak mau rugi, Cak Tio mendapatkan pekerjaan sebagai sopir asal beban pekerjaannya bisa ditambah di luar tugas utamanya sebagai sopir. Mulai dari menjemput anak istrinya bepergian, sampai mengaudit penjualan minuman botol di setiap cabang warung yang berjumlah 11 cabang itu.

Ternyata beratnya pekerjaan sebagai sopir tak sebanding dengan perolehan, apalagi setelah dia meminta izin bos untuk menikah dan memboyong istrinya ke tempat tinggal sang bos serta mengajak istrinya juga bekerja di tempat yang sama. Baru bekerja 2 bulan sang istri sudah hamil, akhirnya dia berhenti bekerja dan kembali Cak Tio harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi persiapan kelahiran anaknya.


Beban semakin besar penghasilan tidak lebih besar, kalau dulu sewaktu jadi pelayan dia bisa mengandalkan uang tips, kini jadi sopir dan juru belanja, tak bisa lagi mendapatkan kelebihan tambahan di luar gaji kotornya. Dia pun akhirnya memberanikan diri untuk buka usaha sendiri, tentunya setelah dia merasa yakin bisa buka usaha sendiri dan menjalankannya sendiri. Keputusan sudah bulat, akhirnya sebagai langkah awal dia membuka usaha di sekitar daerah usaha bosnya. Sayang tak berapa lama, akhirnya sang bos tahu, bahkan dia didatangi dan disarankan tidak membuka usaha di dekatnya.


Karena penghormatannya kepada sang bos, dan dia merasa bersyukur telah mendapatkan banyak pelajaran dari sang bos, Cak Tio pindah ke Kota Bekasi dan memulai usaha baru di awal tahun 1991 dengan membuka gerai warung Bakso Malang Asli merk Cak Tio. Singkat cerita, perjalanan usaha dagangnya lumayan berkembang hingga lebih dari 3 cabang dia mulai buka dan kelola sendiri beserta keluarganya dari kampung.. Tapi tak berlalu lama, seperti nama usahanya,  "Malang tak dapat ditolak, Untung tak dapat diraih", saat kejadian kerusuhan di tahun 1998, beberapa warungnya jadi korban penjarahan. Jatuh bangun berulang kali ini semakin menempa dirinya dan Cak Tio kembali hendak bangkit membangun usahanya yang porak poranda karena situasi politik itu.



Walau tak dimulai dari awal, namun bermodalkan tempat dan lahan saja tak cukup, dia membutuhkan modal tambahan untuk pengembangan usaha. Baginya hal yang terpenting saat itu adalah kualitas rasa. Semakin hari dia semakin perketat produksi, mulai dari pembelanjaaan bahan pokok daging sapi hingga proses produksi bakso dan lainnya, sehingga terkadang dia dianggap terlalu keras terhadap anak buahnya. Cak Tio tetap maju dengan menanamkan semangat kerja yang lebih tinggi mencontoh dari perjalanan hidupnya yang keras. Kini dia tinggal menikmati hasilnya. Satu per satu cabang usaha warungnya meningkat hasilnya seiring dengan bertambahnya pelanggan yang mulai mengakui betapa nikmat dan lezatnya bakso malang asli olahan tangannya itu.


Untuk memperkuat merk, Cak Tio mulai mendekorasi dan melakukan pemasaran produk bersama beberapa koleganya. Memasang merk Bakso Malang Asli "Cak Tio" Veteran 66 untuk cabang utamanya, Cak Tio mendapat semangat baru. Kata-kata Lebih baik daripada yang di Bandung sebagai semangat baru usahanya.

Gak percaya dengan kata-katanya? Padahal banyak lho dari pelanggannya yang pernah menikmati bakso malang yang ada di mall-mall dan terkenal dari Bandung, ternyata dibandingkan dengan bakso malang olehannya jauh habis masalah rasa. Kalau Bakso Malang Asli Cak Tio, Mahal harga, gak ada cerita!

Masalah kesejahteraan karyawan bagi Cak Tio adalah hal yang utama. Lelaki beranak dua ini menambahkan bahwa kesejahteraan karyawan adalah hal terpenting untuk meningkatkan keberkahan usaha. Dirinya mengakui terkadang di luar gaji yang mereka dapatkan dia menambahkan uang di luar amplop yang pastinya akan menambah semangat dan motivasi bekerja. Terutama buat mereka yang berprestasi, sehingga secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas pelayanan mereka terhadap pelanggan. Semakin pelanggan terpuaskan maka semakin baik lah citra Bakso Malang Asli Cak Tio di mata pelanggan. "Yang seperti ini saya dapatkan ketika saya masih bekerja dulu, dimana saat saya memberikan pelayanan lebih dan khusus, pelanggan tidak jarang yang memberi saya uang tips karena puas dengan servis yang saya berikan," akunya mengenang masa kerjanya dulu.


Tertarik mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar makan bakso Malang asli? Kunjungi dan hubungi Bakso Malang Asli Veteran 66 Cak Tio atau mau order pesanan dan reservasi tempat ditelpon saja pada no 0812.9181.453 - (021) 9599.5354

Buruan datang ke sana.... memang rasanya JAUH LEBIH DARIPADA YANG DI BANDUNG.... hehehehe!
Sidik Rizal - kelanakuliner.com

Martabak Bangka FAVORIT Durenjaya Pak UDIN - Asli Gumalar

Monday, October 19, 2009

Jatuh Bangun Demi Menyekolahkan Anak Jadi Sarjana Kini Berbuah Manis

Bekasi, Durenjaya - kelanakuliner.com
Menjaga kualitas dan memperhatikan permintaan pelanggan adalah satu dari sekian kiat wajib yang diterapkan oleh pedagang martabak yang telah lebih dari 13 tahun berdagang dan mempunyai banyak anak didik yang akhirnya menjadi pengusaha serupa yang lumayan sukses. Tak peduli dengan pendapat orang, bahwa usahanya bisa lebih besar lagi bila mau bekerjasama dan membuka waralaba, pak Udin dan istrinya tetap hanya mau membuka satu gerai utamanya di dekat bilangan perumahan Durenjaya. Karena kegigihannya itulah gerai Martabak Favorit Bangkanya terkenal dan punya pelanggan setia sekalipun harga martabaknya terbilang paling mahal di wilayah Bekasi, bahkan Jakarta.

Mulai dari harga Rp.6.000,- hingga kini yang termahal Rp. 60.000,- per buahnya untuk jenis martabak telor berukuran 10 telor bebek itu. Perjalanan hidupnya yang keras dan penuh naik turunnya itulah yang membentuknya untuk tidak menjadi pengusaha yang lemah serta angin-anginan, demikian ungkap pedangan asli Tegal ini kepada kelanakuliner.com Perjuangannya yang keras terlihat dari hasilnya yang semanis dan semantap martabaknya. Dari pertemuan dan menunggunya melayani pelanggan saja, saya sudah tahu bahwa tak ada waktu luang tersisa buat dirinya kecuali melayani pelanggan. Di tempatnya itu, saya hanya bisa berbincang-bincang tak lebih dari 15 menit, selalu saja ada pelanggan yang datang dan memesan 1 atau lebih martabak olahan tangannya. Mungkin inilah yang dimaksud dengan rezeki yang barokah dari Allah tak henti-hentinya buat orang sederhana ini.



Namun bila Anda memang tak peduli dengan harga demi mementingkan kualitas dan rasa, maka pilihannya adalah Martabak Favorit Bangka. Mulai dari yang biasa martabak manis yang ditaburi, kacang, mesis dan keju ataupun kacang hingga martabak telor yang dibuat sedikitnya 2 telor ini, akan bukan saja membayar sebuah rasa istimewa dari martabak bangka tapi juga sehatnya kandungan martabak Favorit Bangka yang hanya dibuat dengan bahan-bahan pilihan ini. tertarik? Kunjungi gerai Martabak Favorit Bangka di pintu Barat Perumahan Durenjaya, dengan gerainya yang dominan berwarna kuning itu.


Harga paling murah martabak manisnya adalah Rp. 13.000,- sedangkan harga martabak telornya yang paling murah adalah Rp. 15.000,- Bahkan ketika saya datang yang kedua kalinya untuk mengambil fotonya, pak Udin yang berputra dua ini sangat senang menyambut saya, dan dengan senangnya ia menawarkan martabak manisnya yang menggunakan menu adonan tepung paling istimewa dari sebelumnya. "Kalau kemarin, mas Dik merasakan enaknya martabak saya yang setelah didiamkan beberapa jam, semakin terasa enak, maka kini saya akan sajikan khusus buat mas Dik martabak dengan adonan yang lebih mantap, dan belum saya keluarkan sebelumnya", ujarnya berpromosi semanis martabaknya. Bagi saya, pak Udin adalah orang Banyumasan (kelahiran Tegal 45 tahun lalu) adalah orang yang polos dan selalu siap membantu siapa saja.


Coba saja Anda bayangkan, pengusaha macam mana yang mau mengajarkan sedikit rahasia ilmunya kepada anak buahnya yang dapat dipastikan dia akan mengikuti jejaknya. Bagi lelaki berperawakan tegap ini, mengajarkan sebagian ilmu sebenarnya tidaklah gampang. "kadang sudah kita beritahu takaran dan cara memasaknya, namun karena yang saya ajarkan daya tangkapnya berbeda-beda, maka hasil akhirnya tidaklah sebaik yang diinginkan" ungkapnya meyakinkan. Bahkan pernah ada seorang keturunan Cina yang belajar ikut membantu membuat martabak dengan saya dan ia rela membayar saya satu juta setengah. Mungkin karena dia cepat tanggap dan pintar, maka kurang dari 3 bulan dia kini sudah mahir dan malah membuka usaha martabak Bangka di Amerika Serikat, tutur mas Udin bangga dengan muridnya yang kiat sukses di luar negeri itu.


Banyak sudah binaanya yang dulu menjadi anak buahnya sekaligus muridnya, dan mereka kini menjadi pedagang martabak yang cukup sukses. Ada yang teristimewa dari seorang binaannya, sewaktu dia telah bisa membuat martabak sendiri, ada sponsor dari tepung terigu, PT Bogasari yang memberikan hadiah sepeda motor, karena mantan anak buahnya itu menang mengolah martabak dengan sajian unik dan khas. Akhirnya sang anak buah itu banyak mendapatkan uang dari sponsor dan kini kian besar. Udinpun mengatakan bahwa dirinya turut bangga dan merasa senang dengan keberhasilan anak didiknya itu, paparnya merendah.

Salah satu putra pak Udin yang bernama Abdul Aziz, kini mempunyai profesi sebagai ahli pengobatan alternatif setelah menamatkan studi kesarjanaannya di bidang manajemen. Ini semua berkat hasil kerja keras dirinya membesarkan sang anak. Demi anaknya, mas Udin rela tidak bermewah-mewah dengan membeli mobil atau membangun rumah besar di kampungnya, bagi lelaki sederhana ini pendidikan dan masa depan anak jauh lebih penting. Dan kini ia pun memetik hasilnya.


Kembali ke masalah martabak olahan mas Udin yang memang dikenal sangat lezat, nikmat bahkan ketika sudah dingin dan disimpa dalam lemari pendingin. Untuk martabak telornya juga terkenal dengan komposisi bahan seperti daging cincang dan telor bebek serta rempah-rempak yang sangat pas dan enak di lidah siapapun. Wajar saja orang rela membayar berapapun harganya.

Biar nggak penasaran berapa sih harga martabaknya. berikut harganaya di samping.
Sidik Rizal

BAKSO MAS KARYO MEDAN JOHOR hadir perdana di Bekasi Timur

Wednesday, October 14, 2009

Bakso Daging Sapi Tanpa Lemak dan tanpa Vetsin

Bekasi Timur, kelanakuliner.com
Setelah sukses di Sumatera Utara, gerai bakso Mas Karyo mulai memperluas pasar di wilayah Jabodetabek, dan dimulai dengan wilayah pendukung ibukota, yakni Bekasi Timur. Demi mengetahui lebih jauh gerai terwaralaba Bakso Asli Mas Karyo ini, saya berkunjung langsung ke bilangan Bekasi Timur dekat perumahan Taman Juanda dari jalan raya menuju Perumnas III, saya mengunjungi sebuah ruko berukuran sedang berlantai dua, dimana Bakso Mas Karyo ada, dan saya berhasil menemui dengan sang penanggung jawab untuk wilayah Bekasi dan sekitarnya, mas Judi, yang bernama lengkap Sujudi ini..


Lelaki kelahiran 17 Agustus, 1984 ini memang masih muda, tapi pengalamannya di bidang kuliner. Sebelum bergabung dengan Bakso Mas Karyo, dia lebih dahulu bekerja dengan Bakso Kepala Sapi. Belajar dari pengalaman selama bekerja dan juga dirinya belajar banyak dari kesuksesan usaha Bakso Kepala Sapi, akhirnya dia bergabung dengan Bakso Mas Karyo dari Medan Johor. Mungkin sudah jodoh, akhirnya manajemen Bakso Mas Karyo yang berlokasi di Medan ini, mempercayakan dirinya untuk mengelola cabang-cabang yang ada di wilayah Bekasi.


Mas Judi pun mau tak mau harus memulai dari nol usaha gerai bakso Mas Karyo di wilayah yang jauh dari manajemen, dan karena itu pulalah terkadang dia harus terbang pulang pergi ke Medan untuk memberikan laporan mutakhir dengan manajemen. Bakso Mas karyo sendiri di Medan sudah begitu terkenal, namun yang jadi masalah, apakah Bakso Mas Karyo akan sebegitu diterimanya seperti para pelanggan di Medan Johor sana?

Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini memang sudah bersikukuh untuk memajukan dan mengembangkan usaha Bakso Mas Karyo ini, karena itulah dia sangat memperhatikan kualitas dan pelayanan. Sementara sambil berjalan, Judi pun sedang membuka terobosan agar bisa mendapatkan investor baru, dengan memfokuskan diri mengembangkan cabang utama yang ada di Bekasi Timur ini agar bisa jadi percontohan bagi investor bila ingin membuka waralaba cabang Bakso Mas Karyo di lain tempat.


Ciri khas dari Basko Mas Karyo adalah baksonya berbahan daging sapi murni, dimana lemak-lemaknya dibuang terlebih dahulu kemudian baru diolah menjadi bulatan bakso yang tentunya rasanya akan lebih nikmat dan tidak meninggalkan bekas lemak di lidah. Bila dibandingkan dengan olahan lainnya, maka bakso Mas Karyo memang lebih terasa daging sapinya dan sedikit sekali terasa lemaknya. Apalagi saat disajikan, tak pernah Bakso Mas Karyo menyajikannya dengan vetsin (mecin = bumbu penyedap rasa), cukup dengan kaldu dari sapi dan bumbu kaldu ayam. Olahan baksonya sendiri tidak dibuat dengan bahan-bahan kimiawi dan pengawet sama sekali, karena setiap proses olahan produksi, maka akan di simpan dalam lemari pendingin. Bila sudah di letakkan dekat gerobak saji, maka dapat dipastikan harus habis, dan jarang sekali bakso-bakso siap saji ini terpajang tidak laku.

Kekenyalan daging yang didapat dari urat sengkel (sendi kaki sapi) membuat bakso lebih kenyal, sehingga kadang untuk memotongnya saja bila tanpa hati-hati, bakso bisa loncat. Nah, bila Anda tak mau kehilangan nikmatnya bakso daging asli Mas Karyo, harap menikmatinya dengan perlahan dan santai. Tak perlu terburu-buru, karena masih banyak waktu tersedia dan persediaan buat Anda untuk menikmati bakso daging sapi asli ini. Tertarik? Kunjungi saja Bakso Sapi Asli Mas Karyo, yang selalu buka dari jam 10.00 pagi hingga 11 malam ini di Bekasi Timur, jalan menuju Perumnas III bila dari Bulak Kapal. Dijamin Anda tidak akan merasa rugi setelah mencicipi bakso berkonsep makanan sehat ini. Anda bisa pula menghubungi di nomor telepon (021) 3705.2627 atau langsung dengan mas Judi 0813.7666.3036

Sidik Rizal - dobeldobel.com

PONDOK SERABI HIJAU KHAS BEKASI berdiri sejak 2001

Tuesday, October 13, 2009

Banyak Yang Ajaib dengan Serabi Hijaunya


Bekasi, kelanakuliner.com
Perjalanan kali ini menemui seorang pengusaha kelahiran Bekasi asli, yang bernama Toto Subiakto karena kecintaannya di bidang kuliner dan pencariannya terhadap jenis usaha apa yang cocok dengan dirinya dan keluarganya yang suka dengan makanan serabi, maka bersama sang istri, Melani dan keluarganya tentukan pilihan jatuh kepada serabi, yang kebetulan pada awal tahun 2000-an di Bekasi belum ada yang berdagang penganan ringan ini secara khusus dan besar.



Lelaki kelahiran Bekasi 22 Mei 1967 yang akrab dipanggil pak Toto ini akhirnya membulatkan tekat untuk penuh berdagang serabi, khususnya serabi hijau yang dibuat dengan daun suji dan pandan. Belajar dari proses mencoba-coba mengolah serabi dengan alat masak anglo tanah dan berbahan bakar kayu demi menjaga kualitas rasa yang lebih baik bila dibandingkan bila dimasak dengan kompor minyak atau gas. Justru dengan alat masak tungku tanah dan wajan tanah ukuran mini pas untuk serabi ciptaannya, yang lebih berongga dan lebih lembut di lidah.

Serabi Hijau Kinca Nangka
Perlu Anda ketahui, bahan dasar serabinya Toto perbandingan antara tepung beras dan terigu nyaris sama, sehingga tekstur serabinya lebih kenyal dan lembut serta berongga seperti kue bika ambon. Karena menggunakan pembakaran dengan tungku tanah bahan bakar kayu, maka hasilnya tidaklah terlalu gosong dan jauh lebih nikmat. Silakan Anda periksa sendiri di Pondok Serabi Hijau yang tepat di pinggir jalan raya Baru Perjuangan, Teluk Buyung, Bekasi ini.

Sang pengusaha lulusan S1 Manajemen Unkris tahun 1992 ini juga tak mempunyai resep khusus dalam manajemen usahanya sehari-hari. Namun ia sangat antusias dengan keajaiban yang sering dia dapatkan selama berdagang serabi hijau. Pernah satu ketika ada seorang suami yang mencari serabinya, ujarnya mengenang, "Tolong saya Pak, istri saya ngidam minta dibelikan serabi hijau. Saya sudah berkeliling kemana-mana, hanya di sini tempatnya yang menjual serabi hijau." cerita Toto, padahal saat itu sudah menunjukkan pukul 10 malam menjelang tutup warung serabinya. Demi pelanggannya itu ia terpaksa membuatkan dengan kalem dia berkomentar, "Anggap saja ini permintaan khusus dari pelanggan khusus juga...!"
Serabi Hijau Strawberry

Pengalaman lainnya yang ,menarik, adalah saat satu keluarga berkendaraan mobil memesan serabi hijaunya atas pesanan nenek mereka yang sedang sakit. Itupun datangnya menjelang tutup warung serabi kami, ujarnya tersenyum menyikapi keanehan dan keajaiban yang sering terjadi. Semenjak dia memenuhi permintaan pelanggannya pada saat-saat tak tepat, ia pun mendapatkan balasan setimpal yang juga aneh. Sering sekali terjadi dimana saat dia kehabisan bahan kayu bakar, ada saja yang menawarkan kayu bakar tepat di saat persediaan nyaris habis.
Serabi Hijau Kinca Duren


Melihat bisnis sederhana ini, jangan salah bila ternyata pasar pelanggannya lumayan banyak terutama saat pagi hari dan sore hari saat jam pulang kantor, maka wajarlah bila omzet per hari saat ramai bisa seratus kotak (isi 5 tangkup = 10 potong). Sedikitnya 1000 potong serabi laku terjual dan itu membutuhkan 3 karung lebih tepung terigu dan tepung beras.
Serabi Hijau Coklat


Dengan konsep "back to nature" Toto berkeinginan agar serabi hijaunya ini mempunyai tekstur unik dibandingkan serabi pada umumnya. Proses pembakarannya pun hanya 1 menit saja, namun anehnya serabi olahan pak Toto ini seperti punya jiwa, dimana saat ditunggu proses pembuatannya, sepertinya matangnya jauh lebih lama. "Giliran gak gitunggu, kayaknya cepet aja bikinnnya," ungkap Toto dengan logat Bekasi yang begitu kental.


Anda tertarik mau mencoba?
Silakan berkunjung ke Pondok Serabi Hijau di Jl. Baru Perjuangan, Teluk Buyung, Bekasi Telepon  HP. 0812.872.4087, 0813.1103.1033 esia (021) 9357.0059 - (021) 9800.3101

Serabi Hijau Keju

Sajian utama Pondok Serabi Hijau
- Paket kinca (5 tangkup - 10 potong)
- dan Serabi Hijau Variasi dengan Topping (5 tangkup - 10 potong)


Serabi Hijau Kinca Pandan
Untuk kincanya (kuah manis) adalah:
- Kinca Gula Pandan
- Kinca Gula Durian
- Kinca Gula Nangka

Sedangkan variasi topping di atas serabinya adalah:
- Serabi Coklat
- Serabi Pisang
- Serabi Nanas
- Serabi Keju
- Serabi Nangka
- Serabi Pisang Keju
- Serabi Pisang Coklat
- Serabi Strawberry


Pada saat bulan puasa lalu, banyak sekali orang yang membeli serabinya untuk dibawa pulang sebagai penganan berbuka puasa. Itulah sebabnya Toto menuturkan bahwa pada saat bulan puasa lalu, dia mendapatkan untung yang lumayan dibandingkan hari-hari biasanya.

Saat mewawancarai Toto, saya melihat seorang pelanggan dengan motor besar yang membeli sedikitnya 3 kotak serabi hijau. Saya pun mengejarnya sebelum dia pergi meninggalkan Pondok Serabi Hijau, dan menanyakan sudah berapa lama ia menjadi pelanggan. Lelaki yang berperawakan tinggi besar bernama Chandra itu menjawab, "Kira-kira saya sudah satu tahun berlangganan serabi hijau di sini," katanya sambil merapihkan oleh-oleh yang dibelinya untuk keluarganya di rumah.

"Ya seminggu 2 kali saya beli buat ibu dan bapak saya dan biasanya saat saya pulang dari kerja saja." tutupnya. Rupanya karyawan itu sudah cocok selera dengan serabi hijaunya pak Toto, terutama keluarganya yang akan kecewa bila ia tidak membawa oleh-oleh penganan lembut dan manis ini. Bagaimana dengan Anda? Mau mencari oleh-oleh buat keluarga yang sehat dan murah?
SidikRizal - dobeldobel.com

RM Khas Jawa Tengah: Tongseng Kambing Kurma

Monday, October 12, 2009

Mulai dari Tongseng Kambing Kurma, Tengkleng Kambing, Gudeg Jogja hingga Nasi Liwet, semuanya Memang Beda

Bekasi, kelanakuliner.com
Inovasi rasa dan bumbu dalam dunia kuliner tak selamanya baru sama sekali. Salah satu kelana kuliner yang pernah temukan adalah masakan olahan dari daging kambing. Di samping masjid raya Al-Barokah Alun-Alun Kota Bekasi, ada Rumah Makan yang menyajikan menu makanan yang sedikit berbeda dengan sekitarnya, tapi mungkin tidaklah unik buat budaya orang Timur Tengah. Menu unik tersebut adalah Tongseng Kambing Kurma.

Bagaimana rasanya masakan sarat kolesterol ini ditambahi kurma dalam bentuk sirup itu? Menurut sang pemilik rumah makan, Hj. Yusuf yang bernama asli Hj. Ummi Salamah, buah kurma sejatinya dikonsumsi biasanya oleh orang Arab (Timur Tengah) saat bersamaan mereka makan kambing. Berdasarkan pengalaman dan budaya orang timur tengah, mereka termasuk penggemar makanan kaya kolesterol seperti Kambing Panggang, Sop Kambing dan segala olahan masakan dari kambing, namun jarang sekali mereka terkena penyakit tekanan darah tinggi.
Setelah diteliti ternyata kebiasaan mereka adalah menkonsumsi kurma dan madu secara bersamaan, termasuk herbal-herbal lain.

Karena itulah, atas saran seorang teman, saya mencoba untuk membuat Tongseng Kambing Kurma, dengan sesendok sari kurma di setiap porsi tongseng yang saya sajikan buat pelanggan akan menetralisir segala racun dan sumber penyakit yang datangnya ada pada daging kambing. Jadi kini orang-orang yang takut makan kambing, tak perlu kuatir lagi. Mereka kini bisa bebas makan serta menikmati tongseng kambing kami dan silakan periksa sendiri efeknya pada kesehatan tubuh.

Hj. Yusuf, wanita kelahiran Solo, 27 Oktober 1946 yang memiliki tanah lebih dari 1800 meter per segi ini, memang sudah diajarkan dunia usaha semenjak dirinya masih kecil oleh ibundanya. Perempuan yang bersuamikan H. Yusuf Zubaidi ini, membuka warung makan khas Jawa Tengah ini setelah ia menyewakan halaman depan rumahnya untuk warung serupa. Setelah selesai masa kontraknya, maka dia berinisiatif untuk membuka usaha sendiri, di samping mengisi kesibukan di masa pensiunnya semenjak suaminya meninggal, di samping itu sangat menikmati usaha kuliner dimana saat mengawasi karyawannya langsung memasak sajian khususnya itu.

Bila pelanggannya yang menggemari masakan Gudegnya, dapat dipastikan mereka kebanyakan adalah pelanggan yang jauh-jauh datang dari wilayah perumahan di Bekasi Utara, Harapan Indah, Bekasi Selatan, ungkap Hj. Yusuf berpromosi. Ibunda dari 3 orang putra putri Ir. Ahmad Syaifuddin, Dra. Atik Solihati, SH. dan Andi Syahrul Adi ini memfokuskan diri pada makanan khas Jawa Tengah, seperti Solo, Jogja atau daerah lainnya.

Untuk Tengkleng sajian khas RM Jawa Tengah, memang mempunyai rasa agak beda lain dari biasanya. Kalau Anda ingin merasakan Tengkleng khas Solo yang dicampur Kurma atau Madu, bisa Anda pesan. Namun biasanya yang disajikan adalah Tongseng, karena Tongseng lebih berasa manis.

Tertarik mencoba Tongseng Kambing Kurmanya RM Jawa Tengah milik ibu Hj. Yusuf? Anda bisa menghubungi pesanan di no. 081389.510.263 atau 0897.1441.49 atau bisa langsung berkunjung ke Alun-Alun setelah Masjid Raya Al Barkah Kota Bekasi, bila Anda datang dari arah kantor Polres Metro kota Bekasi atau RSUD.

Menu yang disajikan adalah:
1. Soto Kwali Daging Ayam... Rp.7.000,-
2. Soto Campur Daging Ayam... Rp. 7.000,-
3. Tengkleng Kambing... Rp. 13.000,-
4. Tongseng Kambing Kurma... Rp. 17.000,-
5. Tongseng Kambing Solo... Rp. 15.000,-
6. Nasi Gudeg Komplit... Rp. 15.000,-
7. Paket Nasi Veteran A (Nasi Liwet, Ayam selembaran) Rp. 10.000,-
8. Paket Nasi Veteran B (Nasi Liwet, Paha/Dada Ayam) Rp. 12.000,-

- Nasi putih..... Rp. 2.000,-
- Tahu Bacem..... Rp. 1.000,-
- Tempe....... Rp. 1.000,-

Minuman yang disajikan adalah aneka softdrink, es jeruk, es teh manis, jeruk hangat dll.

Sidik Rizal

Mia Ayam Pangsit Bakso Pak Ogah - Setiawan Bosky

Friday, October 9, 2009

Cicipi Mie Ayam Bakso Pangsit Saus Tiram Yang Tak Ada Duanya

Bekasi, kelanakuliner.com
Sepanjang jalan raya kecamatan Pengasinan dari jalan Pramuka Rawalumbu menuju ke RS Mitra Keluarga dan tembus langsung ke prapatan depan gedung DPRD Kota Bekasi, kita akan bisa menemukan Mie Ayam Baksonya Pak Ogah (Setiawan Bosky). Biar gak nyasar, Anda bisa telp dan hubungi dia di no. (021) 9415.2956 atau 081897.8186 untuk mencoba mie ayam spesial olahan tangannya sendiri yang luar biasa enak dan tak ada yang bisa menyamai kecuali mie ayam yang ada di Kota (Jakarta Kota Tua) atau Bakmi Gang Kelinci di Pasar Baru.

Rasa saus tiram yang manis dan pedasnya sambal dengan sajian unik ceker bisa anda nikmati dengan harga cuma Rp. 6.000,- yang lebih hebat lagi adalah rasanya yang luar biasa gurih dan bercampur manis. Bau khas mie ayam bakso yang ada di Bakmi Gajah Mada begitu melekat ketika saya cium wanginya. Kalo dibilang apa yang bisa menyamai atau mengalahkan mie ayamnya Pak Ogah... ya pasti saya bisa bilang cuma Bakmi Gajah mada. bedanya cuma satu, Mie Ayam Pangsit baksonya Pak Ogah ini HALAL. Titik, itu saja!

Apa saja sih yang dijajakan di Mie Ayam Pangsit Bakso Pak Ogah (Setiawan Bosky) ini? Mulai dari Mie Ayam Yamin, dengan harga nggak nyampe Rp.10.000,- Dan yang teristimewanya lagi adalah Mie Ayam Bakso Ceker. Asal kamu tahu aja, Bumbu minyak ayam cincangnya itu dibuat sendiri oleh Pak Ogah yang kini telah berusia 54 tahun ini, begitu penuturan anaknya kepada kelanakuliner.com yang bernama Indra.


Sekilas penampilan sang anak Indra sangat mirip dengan ayahnya pak Ogah yang bernama asli Setiawan Bosky. Kalau mau dihitung ternyata pak Ogah sudah lebih dari tujuh tahun membuka usaha kuliner mie ayam bakso ini. Tadinya sempat buka beberapa cabang dan dikelola oleh anggota keluarganya, namun karena lokasi yang tidak mendapat dukungan dari pemerintah Kota Bekasi, akhirnya cabang-cabang itu tutup. Pak Ogah sendiri menurut cerita anaknya masih belum mau membuka kerjasama dengan orang lain untuk pengembangan usaha.

Pak Ogah ketika saya hubungi via telepon seluler sebenarnya sangat terbuka dengan siapa saja untuk bertemu. Apabila menawarekan kerjasama, memang banyak pertimbangan yang harus diambil, karena bukan masalah lokasi, namun biasanya kerjasama dengan orang lain memang agak sulit untuk dilakukan apabila tanpa unsur keseriusan dalam mengelola usaha kuliner, yang sangat disukainya ini selain kegiatan ssampingannya menjadi Event Organizer acara ultah anak-anak dimana Pak Ogah sebagai MC dan turut menyajikan acara hiburan sulap.


Bagi sang artis pengisi suara (dubber) tokoh pemalas Pak Ogah (terkenal dengan kata-katanya "Cepek dulu!") dalam film boneka terkenal Si Unyil ditahun 80-an ini, eksistensi sebagai artis memang lebih kepada popularitas semata. Buktinya beberapa sinetron dimana ia bermain tidak menjadi sumber pendapatan utama, karena dia lebih sering berinteraksi dengan anak-anak kecil pada masanya yang sangat disukai oleh anak-naka bahkan hingga sekarang ini. Walau begitu, memang order kerja sebagai MC dan pertunjukan sulap dalam acara ulang tahun anak-anak ini tidak seramai saat terkenal dulu.

Biar begitu yang saya hargai dari diri sang artis berkepala plontos ini adalah keteguhannya berdagang dan memasang merk foto dirinya sebagai branding usaha Mie Ayam Pangsit Baksonya. Mie Ayam Pangsit bakso pak Ogah yang terletak jalan Pengasinan Bekasi ini dikelola oleh anaknya Indra, memang terbilang kecil. Tapi jangan salah, pelanggan masih ada yang datang dan begitu mencintai mie ayam buatan dirinya yang terkadang dipersiapkan sendiri untuk sajian selama 2-3 hari ke depan.

Kembali ke masalah rasa yang menurut saya sangat istimewa dan hanya bisa ditandingi oleh Bakmi GM, dan saya tidaklah mengada-ada. Silahkan Anda buktikan sendiri, kenikmatan rasa, wanginya mie ayam dan gurih manisnya kuah yang disajikan secara terpisah (Yamin). Saya berani berani bertaruh Anda mungkin rela membayar dua kali lipat untuk harga semangkok porsi yang disajikan, karena memang pantas untuk itu. Tapi Pak Ogah tahu siapa dan bagaimana segmen pasar pelanggannya yang tinggal di wilayah Bekasi. Karena keluguan dan kesederhanaan Pak Ogah, menurut penilaian saya, harga yang dibandrol sebenarnya terlalu murah untuk rasa mie ayam sekualitas bikinan dirinya.

Apakah Pak Ogah akan bisa bertahan membuat sajian mie ayam pangsit bakso yang seenak itu hingga beberapa tahun ke depan dan diwariskan kepada anaknya? Kita lihat dan kunjungi saja warungnya di jalan raya Pengasinan Bekasi. Dan menurut saya hanya satu kekurangan dari tempat Mie Ayam Pangsit bakso pak Ogah ini, yaitu: tempatnya masih terlalu kecil untuk sajian istimewanya itu. So, apakah Anda tertarik menjalin kerjasama dengan Pak Ogah untuk membuka Gerai Waralaba Mie Ayam Pak Ogah?
Sidik Rizal

WARUNG MAKAN ENJANG SONTEN DURENJAYA BEKASI

Thursday, October 8, 2009

ADA GUDEG ENJOS, AYAM BAKAR ENJOS, BIR JAWA, REMPEYEK BRANTAK MEMANG ENJOS GANDOS RENYAHNYA

Bekasi, kelanakuliner.com
Jalan utama Durenjaya 10 meter dari pintu gerbang timur Perumahan Durenjaya kini hadir warung makan yang berkonsep lesehan dan saung sekaligus bagi keluarga yang tinggal di daerah sekitar Bekasi Timur. Namun menurut Herlan justru pasar anak muda lah yang sering mengadakan acara kumpul-kumpul seperti buka puasa bersama, reuni sekolah dan halal bil halal di warung makan sederhana yang mampu memuat 40 orang pengunjung ini dalam satu tempat.

Pada saat bulan puasa kemarin saja sering sekali tempatnya ini Warung Makan Enjang Sonten dipakai untuk acara berbuka puasa bersama oleh siswa-siswa sekolah yang ada di wilayah Durenjaya. Mereka umumnya memilih karena pilihan makanan yang cukup beragam dan minuman uniknya Bir Jawa, namun harganya begitu terjangkau dengan uang saku mereka. Secara tidak sadar, Herlan Perisa, merasakan bahwa warungn ya kini semakin menjadi tujuan anak-anak sekolah untuk tempat berkumpul, jelasnya sambil tersenyum dan menawarkan saya untuk menikmati sajian utama khas Warung Makan Enjang Sonten berupa minuman Teh Poci dengan Gula Batu. Hmmmm.... dingin-dingin minum teh hangat manis dari poci memang nyeruput banget alias ENJOS buanget!

Suasana yang terbentuk dari desain bangunan bergaya saung semi modern ini memang cukup asyik buat nongkrong, terutama anak muda yang memang mempertimbangkan lokasi tak jauh dari sekolah mereka tentunya. Sepertinya target pasar anak sekolah sudah terbentuk di warung makan Enjang Sonten, dan sang pemilik pak Heri dan ibu Lani semakin bersemangat melanjutkan usaha warung ini setelah belasan tahun bergelut di bidang usaha catering.

Pak Heri sendiri, ayah dari Herlan, termasuk orang yang gemar berwisata kuliner. Bahkan sempat karena hobinya mencicipi makanan enak, dirinya terkena penyakit stroke. Ajaibnya dia masih punya kesempatan sembuh setelah mencoba berobat kepada Prof Hembing dan juga dokter kepresidenan ahli syaraf.

Pengalaman penderitaan sakitnya itu tidak membuatnya surut dan putus asa terhadap dunia kuliner, bahkan ia mendorong istri dan anaknya untuk tetap membuka usaha warung makan sederhana Enjang Sonten, yang dalam bahasa Jawa artinya Pagi Sore. Warung Makan Enjang Sonten memang direncanakan buka mulai pagi hari hingga sore hari. Namun semenjak setelah lebaran, keluarga pak heri ini kekurangan bantuan tenaga kerja, karena sang karyawan belum juga kembali semenjak lebaran. Satu masalah klasik bila menggunakan tenaga kerja dari kampung dan masih ada hubungan saudara.

Terlepas dari itu semua, penilaian saya terhadap kualitas produk agak sedikit beda dari biasanya. Karena kali ini makanan yang saya mau cicipi saya bawa pulang dan nikmati bersama istri dan anak saya, kemudian saya meminta komentar mereka. Istri saya bilang bahwa gudegnya termasuk gudeg yang biasa dia jumpai saat di Jogja. Tidak seperti kebanyakan gudeg di luar Jogja, yang umumnya manisnya lebih dominan, untuk Gudeg dari Warung Enjang Sonten memang sedikit agak gurih di samping manisnya yang terasa.


Saya pun memaklumi itu, karena sebelumnya sang koki, ibu Lani memaparkan bahwa gudeg buatannya itu direbus dengan kaldu ayam dari ayam bakar yang dibuatnya sebagai lauk gudeg. Bagi sebagian orang awam Gudeg Enjos demikian nama yang diberikan oleh pak Heri sang pemilik, kepada usaha istri dan anaknya ini, sangat istimewa. Baru mencium baunya saja Gudeg Enjos dan Ayam Bakar Enjos memang luar biasa wangi dan harum. Karena itulah penamaan Enjos sengaja diberikan buat merk dagang jualan mereka, di samping Enjos sendiri bisa berarti singkatan dari nama Enjang Sonten.


Ada satu lagi lauk tambahan namun sangat istimewa, yaitu peyek khas Jogja ala Warung Makan Enjang Sonten. Jangan heran kalau Peyek buatan ibu Lani pernah dipesan secara khusus oleh Gubernur Sumatera Utara hingga 6 toples plastik ukuran besar senilai 500 ribu rupiah. Huwaduh....! Kalau makanan khas Jawa sampai begitu digemari oleh orang Sumatera Utara apalagi melayu, berarti peyek buatan ibu Lani ini memang perlu dipertimbangkan. Apalagi melihat namanya yang unik Peyek atau Rempeyek Brantak. Pasti Anda dibikin ketagihan dengan kerenyahannya, membuat lidah Anda terasa brantakan (hehehehe! Saking enaknya loh).

Ada lagi minuman istimewa yang ternyata sangat digemari oleh kalangan muda khususnya remaja pelajar SMP dan SMA di wilayah Durenjaya, yakni Bir Jawa. Apakah Bir Jawa bisa jadi minuman favorit remaja di luar Bekasi di kemudian hari. Sedangkan Bir Jawa sendiri adalah minuman khas istana kraton Jogja. Minuman favorit Sultan ini sebenarnya adalah minuman yang diramu dari rempah-rempah khusus yang menghangatkan badan dan terasa manis serta pedas yang cukup nikmat apalagi bila diminum malam dingin. Anda tertarik? Tak usah kuatir walaupun namanya Bir Jawa, tapi minuman ini halal, karena sejatinya ia adalah jamu rempah khas Keraton Jogja.

Tertarik menikmati gudeg dan ayam bakar istimewa ala Warung Makan Enjang Sonten ditambah peyek renyah Jogjanya Rempeyek Brantak atau dengan minuman Bir Jawa dan Teh Poci Gula Batu? Kunjungi saja warungnya di jalan utama Perum Durenjaya, dan reservasi telepon di no. (021) 9565.4868 atau di (021) 9346.1965.
Sidik Rizal

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger