Sate asli Babakan Mustikasari

Friday, November 20, 2009

Menariknya, dalam pengolahan nya, bu Ida menggunakan arang yang dibuat sendiri. Dari 6 karung batok kelapa, hanya dihasilkan 1 karung arang kelapa saja. Mungkin rahasia pengolahan sate Bu Ida, salah satunya ada pada arang yang digunakan. Sate yang dihasilkan juga memeiliki tingkat kematanagn yang pas, tidak terlalu matang, tidak pula terlalu mentah. Disamping itu, kita juga dapat meminta bumbu kecap maupun kacang, tinggal pilih mana suka untuk dihidangkan. Hmmm, hayo, siapa mau mencoba?
Menemukan sate di berbagai tempat, tapi pernahkah anda merasakan sate asli daerah tersebut. Di kawasan babakan Mustikasari, anda seyogyanya tidak melewatkan kesempatan menikmati lezatnya bakar sate ayam maupun kambing, asli bikinan orang setempat ini. Bu Ida, sudah hampir enam tahun menjajakan sate di pertigaan menuju bojongmenteng ini.

Rumah Makan Rasa Jogja nan Kental

Wednesday, November 18, 2009

Menemukan makanan ala Jawa Tengah, di Bekasi, rasanya sangat cocok bila menjajal tempat yang satu ini. Letaknya agak masuk sedikit dari Jalan Raya Rawapanjang menuju Bantargebang. Setelah menemukan Kantor Cabang BRI Caringin, maka anda akan menemukan sebuah gang yang cukup lebar berlapis beton. Masuk saja 10 meter, dan anda akan disambut dengan ucapan selamat dating di Rumah Makan ini.


Namanya sih rumah makan Mak Nyuss, cocok dan sangat mewakili sajian yang ada, setelah menjajal rasa masakan nya di lidah. Menu yang sempat dijajal penulis adalah pecel. Walaupun sangat biasa, namun menemukan pecel dengan citarasa yang mewakili daerah asal pecel ini, juga cukup sulit di seputaran Bekasi. Apalagi, ini adalah pecel Jogja, yang cenderung sedikit sentuhan rasa manis. Kekentalan sambelnya juga terasa membuat kacang panjang (yang sudah dipotong-potong pendek), dengan kecambah nya terasa menyatu di lidah dalam satu rasa, pecel Jogja! Belum lagi ditambah kenikmatan bacemnya. Nasinya yang pulen, membuat paduan rasa kenikmatan ini semakin lengkap.

Bunga-bunga rasa ini juga masih dikejutkan dengan bandrol yang tidak terlalu mencekik dompet. Singkatnya, coba saja dulu, baru komentar.

Teh Botol Sosro, Raja Teh SMDK

Monday, November 9, 2009


Teh merupakan minuman yang sudah dikenal sangat luas di Indonesia dan di dunia. Minuman berwarna cokelat ini umum menjadi minuman penjamu tamu. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat teh banyak dikonsumsi. Selain kelebihan tadi, ada banyak zat yang memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh.


Zat-zat bermanfaat yang terkandung dalam teh antara lain polifenol, yaitu senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh juga ampuh mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Lalu vitamin E berfungsi menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit menjadi halus; vitamin C berfungsi sebagai imunitas atau daya tahan bagi tubuh manusia; serta vitamin A.

Ada banyak jenis teh. Pengelompokan dan penamaannya dilakukan berdasarkan cara pemrosesannya sebelum dan setelah daun teh dipetik dari pohon. Nama-nama itu antara lain, Teh Hitam (black tea), yakni teh yang dalam pengolahannya melalui proses fermentasi penuh. Sering juga dikenal dengan nama teh merah. Kemudian, Teh Oolong (oolong tea). Teh ini dalam pengolahannya melalui setengah proses fermentasi, dan merupakan minuman favorit di China dan India.

Lalu, Teh Hijau (green tea), yaitu dalam pengolahannya tidak melalui proses fermentasi. Setelah daun teh dipetik langsung diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hijau mampu menurunkan risiko terkena kanker. Dan berikutnya Teh Putih. Teh ini dalam pengolahannya tidak melalui proses oksidasi. Saat di pohon, daun teh juga terlindung dari sinar matahari agar tidak menghasilkan klorofil atau zat hijau daun.

Lantaran kaya manfaat bagi kesehatan tubuh, teh oleh para pelaku usaha yang jeli membaca peluang pasar akhirnya dipasarkan dalam bentuk kemasan yang siap minum. Teh dalam bentuk kemasan tersebut pertama kali diproduksi di Slawi, Jawa Tengah pada tahun 1940-an. Dan sekarang sudah banyak merek teh siap minum dalam kemasan (SMDK) yang beredar di pasaran. Cuma, dari sejumlah merek teh tersebut mana sesungguhnya yang mendapat respons positif dari konsumen?

Kalau mengacu pada hasil survei pasar yang dilakukan MARS Indonesia di 7 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar) maka merek teh siap minum dalam kemasan yang paling tinggi dikonsumsi adalah Teh Botol Sosro. Market share yang diraih sangat besar, yaitu 81,5% pada 2006 dan 79,2% pada 2007. Meski terjadi penurunan sedikit tapi marginnya masih sangat lebar dengan peringkat kedua (runner up) yaitu Frestea, yang hanya meraih market share 5,3% (2006) dan 6,2% (2007). Lalu peringkat ketiga tetap diraih Fruit Tea, dengan market share 5,3% (2006) dan 3,9% (2007).
Sementara untuk peringkat keempat dan seterusnya terjadi pergeseran. Jika pada 2006 posisi tersebut diduduki Tekita maka pada 2007 direbut oleh Teh Kotak, sedang Tekita melorot ke posisi kelima. Selanjutnya, Arinda yang pada 2006 menduduki posisi kelima kini terjun ke posisi ketujuh. Mount Tea juga terjun bebas, dari posisi ketujuh ke posisi kesepuluh pada 2007.

Sukses besar diraih S-Tee, dari sebelumnya peringkat kedelapan pada 2006 kini naik ke posisi keenam. Begitu pula Nu Green Tea, berhasil loncat tinggi, dari sebelumnya berada di bawah peringkat 12 besar kini bercokol di peringkat delapan besar, menggantikan posisi S-Tee. Juga Zestea naik satu tingkat, dari posisi kesepuluh ke posisi kesembilan.
tabel-sosro
Keberhasilan Teh Botol Sosro merajai pasar teh siap minum di Indonesia sebetulnya sangat wajar, mengingat dialah pelopor minuman teh siap minum dalam kemasan pertama di Indonesia dan terbesar di dunia.
Memang, tak banyak merek-merek lokal di luar merek-merek rokok yang dapat berkibar dan melegenda seperti Teh Botol Sosro yang dirintis Sosrodjojo sejak 1940-an di Slawi Jateng itu. Kuncinya, ternyata ada pada penerapan prinsip-prinsip branding. Prinsip utama adalah nama merek mudah diucapkan dan diingat, juga dari sisi grafisnya mudah dikenali serta diingat.

Selanjutnya, dalam upaya menerobos pasar nasional keluarga Sosro masuk pasar Jakarta pada 1974. Alasannya potensi pasarnya yang besar, sebagai sentra perdagangan yang memudahkan pemasaran di daerah lain, serta posisi Jakarta sebagai trend setter bagi masyarakat daerah lain. Menguasai Jakarta akan memudahkan ekspansi ke daerah lain. Dan itu terbukti, sehingga kini Teh Botol Sosro terus menjadi market leader. ***

Possibly related posts: (automatically generated)

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger