Daftar Harga Produk & Jasa

Sunday, October 31, 2010

Harga terbaru Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban
Produk yang dipasarkan oleh Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban adalah kambing & sapi beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi kotak.

Kami siap mengantarkan semua pesanan kambing aqiqah hidup, mentah, masak, dan juga kambing dan sapi qurban ke Jabodetabek. Biaya kirim gratis.


Harga baru berlaku 20 Oktober 2010

Harga Kambing Aqiqah & Biaya Masak

Setiap 1 ekor kambing pesanan masak mendapatkan 2 menu yang terdiri dari:
Menu 1: (pilih satu) sate, kambing guling, semur, kebuli, tongseng, rendang.
Menu 2: (pilih satu) sop, gule, kare.

KelasHarga Kambing
Mentah/Hidup
Biaya Masak/ekor
(dapat 2 menu)
Harga Kambing
Masak*
Ket. Jml.
Tusuk Sate
Ket. Jml.
Porsi
ARp 600.000Rp 200.000Rp 800.00020060
BRp 800.000Rp 200.000Rp 1000.00030080
CRp 1.000.000Rp 250.000Rp 1.250.000400100
DRp 1.200.000Rp 250.000Rp 1.450.000500120
ERp 1.400.000Rp 300.000Rp 1.700.000600140
IstimewaRp 1.600.000Rp 300.000Rp 1.900.000700160
* sudah termasuk biaya masak dan mendapat 2 menu masakan.

Harga Kambing Qurban 2010/1431 H


Kambing Qurban
KelasHarga**Perkiraan
Berat
ARp 1000.000+/- 22 kg
BRp 1.100.000+/- 26 kg
CRp 1.200.000+/- 30 kg
DRp 1.300.000+/-35 kg
ERp.1500.000+/- 40 kg
SuperRp 1.750.000+/- 45 kg

Harga Sapi Qurban 2010/1431 H


Sapi Qurban
KelasHarga**Perkiraan
Berat
ARp 9.000.000+/- 275 kg
BRp 10.000.000+/- 325 kg
CRp 12.000.000+/- 375 kg
SuperRp 13.500.000+/- 400 kg
** harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Paket Nasi Kotak

Paket Daftar Menu Harga/Kotak Keterangan
Hemat
(A)
  • Nasi Putih
  • Cah Buncis, Sambel Goreng Kentang (pilihan)
  • Kerupuk Udang
  • Acar
  • Buah
Rp 8.000
  • Kotak Kardus 16x16 cm
  • Sendok
  • Tissue
Standar
(B)
  • Nasi Putih
  • Telur Pindang
  • Cah Buncis, Sambel Goreng Kentang (pilihan)
  • Kerupuk Udang
  • Acar
  • Buah
Rp 10.000
  • Kotak kardus 20x20 cm
  • Sendok
  • Tissue
Extra
(C)
  • Nasi Putih
  • AnekaAyam
  • Cah Buncis, Sambel Goreng Kentang, Capcay (pilihan)
  • Emping
  • Acar
  • Buah
Rp 15.000
  • Kotak kardus 20x20 cm
  • Sendok
  • Tissue

Kelebihan dan Kemudahan

  1. Hewan sehat & berkualitas. Memiliki surat dari Dinas Peternakan dan Pertanian.
  2. Hewan memenuhi syarat dan syariat.
  3. Pemotongan, pengolahan mentah dan pengantaran Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) gratis.
  4. Bonus buku aqiqah ekslusif, dokumentasi foto pemotongan kambing aqiqah (hanya untuk pemesanan kambing aqiqah masak dan jika diminta)
  5. Siap menyalurkan kepada yang berhak (bekerja sama dengan panti asuhan dan lembaga sosial).
  6. Menerima pesanan baik dari luar daerah maupun luar negeri dan siap disalurkan.
  7. Pembayaran dapat dilakukan cash setelah pesanan sampai di tempat atau transfer via bank.

Puncak Transaksi Hewan Kurban Diperkirakan Pekan Depan

Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban  - Bandung (PRLM)
Hingga sekitar dua pekan menjelang Iduladha, transaksi di sejumlah pusat penjualan hewan kurban masih relatif sepi. Puncak transaksi diperkirakan akan terjadi pekan depan, atau satu pekan sebelum Idul Adha.

Salah seorang pengelola tempat penjualan hewan kurban di kawasan Citeureup Kota Cimahi, Lili (30) menuturkan, selama berjualan, baru lima ekor kambing yang terjual. "Di sini buka sekitar dua minggu lalu, biasanya memang selama satu bulan sebelum hari H, yang dipesan baru lima kambing," ujar Lili.


Dikatakannya, tahun ini dia menyediakan sekitar 250 ekor kambing untuk dijual. Angka tersebut disesuaikan dengan angka penjualan di tempat yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Kendati transaksi masih sepi, dia optimistis hewan kurban akan habis terjual. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, biasanya transaksi mulai ramai sekitar satu pekan sebelum hari kurban. "Sekarang memang masih sepi, nanti baru mulai h-7. Biasanya kita pas h-3 sudah habis dipesan," kata Lili.

Mengenai harga, kambing dengan bobot terendah, kelas D, sekitar 11 hingga 12 kilogram dijual sekitar Rp 850.000,00, sedangkan kelas istimewa harganya bisa mencapai di atas Rp 2 juta. Sementara untuk sapi, kelas terendah sekitar 110 hingga 120 kilogram dijual seharga Rp 7.500.000,00, sedangkan kelas istimewa bisa mencapai lebih dari Rp 20 juta.
Harga tersebut berlaku relatif sama di sejumlah sentra penjualan hewan kurban, termasuk di kawasan Batujajar Kabupaten Bandung Barat. Kendati dijual mulai dari harga di bawah Rp 1 juta, pembeli cenderung memilih kambing dengan harga sekitar Rp 1.200.000,00 hingga Rp 1.500,000,00. Sementara untuk sapi, kelas yang diminati biasanya sapi seharga sekitar Rp 9 juta dengan bobot sekitar 130 kilogram.

"Tahun lalu, kambing dijual mulai sekitar harga Rp 750.000, tahun ini naik RP 100.000,00 untuk mengikuti harga pasar. Kalau untuk sapi, harga masih tetap sama dengan tahun lalu," kata Ajat, pengelola tempat penjualan hewan kurban di kawasan Cijawura Kota Bandung.

Dia menjelaskan, selama ini pasokan hewan kurban rata-rata berasal dari kawasan Kabupaten Garut serta Tasikmalaya. Kecenderungannya, pasokan hewan masih lebih kecil dibandingkan dengan permintaan pasar. Dikatakannya, tiap tahun hewan kurban selalu habis. Bahkan tidak jarang, terdapat pembeli yang tidak mendapatkan hewan untuk kurban karena kehabisan. "Kadang baru habisnya pas hari h+1, tapi selalu habis," katanya. (A-179/A-147)***
sumber : Pikiran Rakyat Online

Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah akan Berbeda Peringati Idul Adha

Saturday, October 30, 2010

Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI) Ahmad Izzuddin memperkirakan, penentuan hari raya Idul Adha 1431 hijriyah antara Nahdlatul Ulama (NU) dengan Muhammadiyah akan berbeda.  "Peluang perbedaannya sangat besar," kata Izzuddin kepada Tempo, Ahad (31/10).


Dia memprediksi, NU akan merayakan hari raya Idul Adha pada 17 November 2010 sedangkan Muhammadiyah 16 November 2010. Menurut anggota tim Badan Hisab Rukyat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini perbedaan itu terjadi karena adanya perbedaan kaidah atau prinsip dalam penentuan tanggal.

NU menggunakan prinsip adanya inkanur rukyat dua derajat. Diprediski, sepuluh hari sebelum tanggal 17 Novemer ketinggian hilal pada dua derajat. Sedangkan Muhamadiyah, kata Izzuddin, menggunakan prinsip atau kaidah hisab wujudul hilal diatas ufuk 0 derajat.  Ketinggian hilal sangat menentukan karena hilal merupakan bulan sabit pertama setelah bulan baru.

Meski diprediksi ada perbedaan pendapat, tapi Tim Badan Hisab Rukyat Masjid Agung Jawa Tengah bersama dengan pemerintah akan menggelar pertemuan guna melihat posisi bulan. Rapat digelar pada 7 November untuk penentuan ketinggain hilal. Pada 7 November itulah akan diputuskan kapan tanggal 1 Dzulhijjah dimulai.

Sekretaris Program Khusus Ilmu Falak Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang ini menyatakan meski pada Hari Raya Idul Fitri 10 September lalu tidak ada perbedaan, tapi untuk pelaksanaan Idu Adha sangat besar kemungkinan ada perbedaan. "Belum tentu kalau Idul Fitri sama Idul Adha akan bisa sama," ujar Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah itu. 

Selama ini, setidaknya ada dua metode untuk menentukan awal bulan, yakni hisab dan rukyat. Hisab adalah melakukan perhitungan untuk mengetahui posisi bulan secara matematis dan astronomis dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender hijriah. Hisab merupakan alat bantu untuk mengetahui kapan dan di mana hilal (bulan sabit pertama setelah bulan baru) dapat terlihat.

Sedangkan rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak atau bulan baru. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam karena hilal hanya tampak setelah matahari terbenam atau waktu maghrib.

Sumber : TEMPO Interaktif, Semarang: 
penulis : Rofiuddin

Disnak Madina harus perketat pengawasan

Friday, October 29, 2010

Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

PANYABUNGAN
Dinas Peternakan Kabupaten Mandailing Natal perlu memperketat pengawasan lalu lintas ternak sapi  untuk mengantisipasi adanya pasokan sapi sakit dari luar daerah menjelang Hari Raya Idul Adha 1431 Hijriah/2010 Masehi yang jatuh pada 16 November mendatang.


“Pengawasan perlu diperketat guna  mengantisipasi masuknya sapi yang tidak layak konsumsi dan mengandung virus yang berbahaya bagi kesehatan manusia,” kata Wakil Sekretaris DPC PPP Madina, Lokot Husda Lubis, pagi ini.

Dikatakan, salah satu penyakit ternak besar  yang perlu diwaspadai adalah antraks, karena apabila ternak yang terjangkit virus antraks dikonsumsi, cacing pita, sapi gila dan penyakit berbahaya lainnya, karena virus dapat menulari manusia.

Berkaitan dengan hal itu, lanjutnya, Dinas Peternakan Madina  bersama dengan instansi terkait harus terus memantau di lokasi yang menjadi lalu-lalang atau pintu masuk ternak sapi.

Selain itu,Lokot mengatakan, Dinas Peternakan Madina juga perlu juga menurunkan petugas kesehatan hewan  disebar ke beberapa titik penjualan hewan kurban.

”Meski selama ini berdasarkan pemeriksaan dan pengamatan petugas di lapangan memang belum ditemukan ternak  yang mengandung penyakit menular, namun pada Hari Raya Idul Adha 1431 H / 2010 M ini pengawasan  harus lebih  ditingkatkan  lagi agar hewan qurban yang akan disembelih masyarakat memenuhi syarat ,aman, sehat, utuh dan halal atau tidak,” ungkapnya.
sumber: WaspadaOnline
Editor: SATRIADI TANJUNG (dat04/wsp)

Wednesday, October 27, 2010

Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban - Balikpapan-Micom

Pemerintah Kota Balikpapan akan memperketat pemeriksaan heman kurban yang masuk ke Balikpapan terkait meningkatnya permintaan kebutuhan daging menjelang perayaan Idul Adha mendatang. Hewan kurban tersebut akan diperiksa oleh tim yang terdiri dari, dokter hewan, dan petugas kehatan lainnya dari pemkot.

"Setiap hewan yang turun dari kapal langsung diperiksa untuk memastikan tidak terinfeksi penyakit. Apalagi jauhnya perjalanan, hewan tersebut berisiko terkena mabuk dan tidak mau makan sehingga menjadi lemah," kata Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Peternakan Chaidar Chairulsyah, Kamis (28/10).


Dia mengatakan hewan yang sudah diperiksa dan dinyatakan bebas dari penyakit atau sehat akan diberikan stiker yang akan dipasang pada hewan tersebut. Sehingga masyarakat dapat mengentahui hewan tersebut dapat di sembelih.

"Masyarakat harus memberli hewan yang sudah berstiker, karena hewan itu sudah dipastikan sehat dan bias disembelih," ungkapnya.

Pada tahun lalu jumlah hewan yang disembeli di Balikpapan sebanyak 3.050 ekor yang terdiri dari sapi 2.000 ekor dan kamping 1.050 ekor. Tahun ini diperkirakan akan mengalami kenaikan sekitar 5% hingga 10%. Sebagain besar hewan kurban tersebut berasal dari Sulawesi dan Nusa Tenggara. (OL-3)

Penulis : Syahrul Karim
Sumber: Media Indonesia

Penjual Hewan Kurban Bermunculan

Tuesday, October 26, 2010

Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

LAHAT - Menjelang Idul Adha tahun 2010 ini bermunculan penjual hewan kurban di Kota Lahat. Hewan yang banyak dijual adalah kambing. Para pedagang sudah menyimpan stok dalam jumlah banyak untuk mengantisipasi pembelian hewan kurban.

Supang (35), seorang penjual hewan kurban mengaku menyiapkan hewan kurban dengan jenis dan harga yang bervariasi setiap tahunnya. Biasanya, masyarakat akan memburu hewan-hewan qurban satu hingga beberapa hari menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha.


“Tahun ini saya mempersiapkan stok hewan qurban lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, saya kehabisan stok,” katanya. Harga jual bervariasi tergantung jenis serta besar hewannya. Harga yang di tawarkan mulai Rp 750 ribu, Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor.

Ia mengaku membeli sebagian hewan-hewan itu dari daerah Lampung. Namun ada juga sebagian yang merupakan hewan peliharaannya yang memang dipersiapkan untuk dijual saat Lebaran Idul Adha. (mg3)

Sumber: Sriwijaya Post

2 Minggu Sebelum Idul Adha, Distan akan Cek Hewan Kurban

Monday, October 25, 2010

Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban Bandung 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kota Bandung akan membentuk 6 tim untuk mengecek kesehatan dan fisik hewan qurban. Pengecekan tersebut dilakukan dua minggu menjelang Idul Adha 2010.

Menurut Sekretaris Distan Kota Bandung, Elly Wasliah, 6 tim yang masing-masing tim berjumlah 5 orang itu akan disebar ke 6 wilayah dan kecamatan.

"Tim itu nantinya akan memeriksa kondisi kesehatan dan fisik hewan kurban seperti kambing dan sapi yang dijual. Contohnya kita akan memeriksa gigi, dan kondisi fisik lainnya apakah hewan itu buta, atau mengalami kelainan," ujar Elly saat dihubungi detikbandung via ponsel, Selasa (26/10/2010).


Menurut Elly, pemeriksaan gigi sesuai dengan syarat agama. Kata Elly, hewan yang disahkan secara agama yakni usia kambing di atas satu tahun dan usia sapi di atas satu setengah tahun hingga dua tahun.

"Kalau giginya sudah tanggal satu, menandakan kambing sudah satu tahun dan bisa untuk sebagai syarat disembelih untuk Idul Adha. Selain itu kita juga tidak boleh memilih hewan yang sudah buta atau cacat," jelasnya.

Seteleah hewan dipastikan sehat, hewan kurban tersebut akan diberi kalung sehat.

Sementara itu, selain pengecekan sebelum Idul Adha, saat hari H pun Distan akan melakukan pengecekan ke tempat penyembelihan hewan kurban yang jumlahnya banyak. Hal itu dilakukan untuk mengecek kondisi daging.

"Untuk mengecek kondisi daging layak dikonsumsi atau tidak. Petugas akan berkonsentrasi ke daging yang terkena penyakit, seperti cacing hati. Sebab kalau terkena penyakit itu, tidak layak makan," terangnya.

Meski tidak akan mematikan jika memakan daging yang berpenyakit cacing hati, namun kata Elly pihaknya tetap akan mengecek kondisi daging untuk benar-benar memastikan daging tersebut layak makan.

"Selain itu ada juga yang di dalam dagingnya borok. Secara kasat mata mungkin tidak terlihat," katanya.

Sumber: DetikBandung.com
Penulis: Baban Ganda Purnama (avi/ern)

Nasi Uduk Pecel Lele Pool 22 Jl. Palad Rawakuning

Friday, October 15, 2010

Bukan Cuma Terjangkau
Tapi Tetap Setia Menunggu Anda Hingga Kapanpun 


 Rawakuning - kulinerkuliner.com
Malam hari saat jam menunjukkan pukul 23.00 WIB di layar HP saya. Dan sudah jadi kebiasaan saya bila seharian penuh tidak mencari berita liputan berarti saya hanya online untuk menaikkan beberapa tulisan sekaligus. Dan keluarga kebetulan ingin sekali menikmati makan malam dengan jajanan yang bisa didapatkan di sepanjang jalur di sekitar rumah. Pilihan saya kali ini adalah Nasi Uduk Pecel Lele dekat Pool Angkot 22 jurusan Cakung - Pulogadung.

Apa istimewanya dari sajian kaki lima warung pecel lele milik H. Musalim ini? Kayaknya saya cuma bisa bilang bahwa mungkin karena cinta dan pengabdian penuh pasangan suami istri H. Musalim dan Hj. Rohmah yang membuat setiap sajian jadi terasa nikmat. Mulai dari ayam goreng hingga pecel lele goreng yang dibumbui sambel khas ala buatan Hj. Rohmah.

Sambel super pedas dan lezat ini memang jadi rahasia larisnya pecel lele dan ayam goreng warungan kaki lima. Menurut pengakuan Fauziah, anak dari pasangan H. Musalim dan Hj. Rohmah "Justru sambel ini yang paling sering diserbu para pelanggan."

Sambil tetap merapihkan semua barang yang sudah mau ditutup pada jam 12.00 malam, gadis berjilbab ini menambahkan "Terkadang, satu wadah plastik (ukuran satu galon) penuh sambel tomat buatan Ibu bisa habis lebih dahulu daripada lauk dan nasinya." Itulah sebabnya dari pengalaman itu, mereka menyediakan sambel khas nya lebih banyak dari jatah buat dagangan mereka. Pelanggan sepertinya memang sudah jatuh cinta dengan sambal tomat khas warungan kaki lima ala Lamongan ini.

Tapi dari semua sajian yang memang jadi favorit keluarga saya, pecel lelenya yang paling istimewa. Betapa tidak! Semua bagian lele digoreng hingga renyahnya tulang sampai ke kepala lele pun enak dikunyah. Kriuk rasanya. Saya dan anak saya Rizal cuma bisa ber hmmm-hmmmm an terlalu asyik menikmati setiap bagian dari lele goreng sehingga tak bisa berkomentar tentangnya.

Jadi bila Anda ingin menikmati lezatnya pecel lele khas ala Jawa Tengah yang ada di kawasan Rawa Kuning atau kebetulan tinggal di kawasan perumahan Harapan Baru Regency atau Pulogebang Permai, bisa langsung berkunjung malam-malam ke tempat pool angkot 22 ini. Sayangnya hanya bisa dilayani hingga jam 23.00 wib malam.

Atau Anda ingin pesan langsung melalui telepon? Hubungi (021) 9346.1965 - 0858.1049.3137.

Sidik Rizal - webrizal.com

Menu Inovatif di Sate Domba Alex's

Wednesday, October 13, 2010

Untung saja Alex's tidak bilang kalau menu baru inovasi di Sate Domba Alex's ini adalah wangsit dari eyang gurunya, melainkan karena seorang pelanggan yang berkebangsaan Arab memberikan resep rahasia ala bangsa Arab dalam menikmati sajian sate domba. (Wah kayaknya bisa dapetin berkahnya bubu Arab neh?)

Kalau kita mau lebih mempelajari tentang pola kebiasaan makan orang Arab, pastinya kita tidak akan bertanya-tanya mengapa justru mereka yang sering makan daging domba (qibas) jarang terkena penyakit stroke atau tekanan darah tinggi alias hipertensi!?

Padahal angka penderita penyakit itu justru kebanyakan adalah orang dari indonesia khususnya dari tanah Minang Sumatera Barat. Dan ternyata jawabannya adalah di bumbu rempahnya. Khasiat rempah yang mampu mentralisir semua kandungan kolesterol jahat menjadi sajian nikmat dan menyehatkan karena kolesterol baik jadi lebih optimal.

Di samping bumbu rempah yang diramu dalam campuran rahasia saus sate domba Alex's, maka cara menyayat dan memotong daging domba juga menjadi rahasia lainnya yang membuat daging domba terasa lebih lembut teksturnya. Hmmm... kayaknya kurang afdhol kalau Anda tidak mencobanya sendiri. Sebaiknya Anda mulai dengan Sate Kambing Premium. (Meski penyebutan sate kambing, tapi sebenarnya pembuatannya dari bahan daging domba).

Untuk menu sajian dengan cara memanggang ala Arab, Anda bisa memesan seporsi sate Arab. Hmmm bukan sekadar juicy tapi juga empuk dan berkhasiat untuk meningkatkan stamina dan gairah hidup Anda sebagai seorang pencinta.

Baik pelanggan pria maupun wanita, sangat disarankan mengkonsumsi sate domba Arab yang tidak berbau amis sama sekali ini. Dijamin khasiatnya setelah mengkonsumsi sedikitnya 20 tusuk (2 porsi) sate Arab kualitas hubungan cinta pasangan suami istri jadi semakin muantaaaabbbs... Masya Allah, pantas saja sajian sate Arab ini disebut sebagai aphrozidiac nya orang Arab... hehehehe maknyuss pisan!

Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak menyukai daging domba atau kambing? Sepertinya Sate Domba Alex's tak mau kehilangan mereka. Salah satu pilihan masakan sate yang ada di tempat yang cozy ini adalah Sate Ayam ala Sate Domba Alex's.

Masalah rasa, sepertinya tak kalah dengan sate domba dan kambingnya yang asli. Kelembutan daging ayam dan tekstur yang kuat membuat sate ini kebanyakna menjadi pilihan anak-anak dan kaum wanita yang memang jarang sekali suka dengan daging kambing (domba).

Kisah di balik Kesuksesan

Tuesday, October 12, 2010

Pondok Kelapa - kulinerkuliner.com

Warung Sate Alex's dulunya dikenal dengan nama MAYASARI yang dibangun pada tahun 1986 oleh Bapak Ugan (ayah dari Alex).

Alex's yang lahir pada tahun 1977 di daerah Cipanas, Puncak, sejak usia 10 tahun sudah menunjukkan minatnya terhadap usaha warung sate kambing dengan cara membantu ayahnya berjualan setiap ia pulang sekolah.


Mengingat pengalaman hal itu, jadi teringat dengan kata bijak yang perlu kita dalami. "Langkah awal untuk meraih sukses adalah menyukai pekerjaan itu sendiri".

Tahun 1990, ayah Alex' mengembangkan usahanya ke Jakarta, tepatnya di daerah Kalibata. Bertahan 4 tahun sampai akhirnya karena faktor usia, usaha di Jakarta ditutup dan saat itu Alex's melanjutkan usaha warung sate ini dengan mengganti nama menjadi Warung Sate Alex's yang berlokasi di daerah Cipanas, Puncak samapi saat ini.

Berkeinginan untuk tumbuh dan kembang adalah sifat mendasar manusia dalam tujuan hidupnya agar dapat memberikan kehidupan bagi orang lain. Karena sadar bahwa pelanggannya kebanyakan adalah orang-orang Jakarta, maka sejak bulan Juni 2010, Alex's memutuskan sudah waktunya untuk berkembang menjadi lebih besar dengan membuka cabang di daerah Jakarta Timur.

Menentukan Slogan "Kami Berbeda Karena Anda"
Alex's berani membuka cabang di Jakarta dengan segala persaingan usaha sejenis yang telah menjamur tumbuhnya. Karena Alex's mempunyai perbedaan.

Berharap bisa melakukan sesuatu yang berbeda tanpa perlu mendapat pengakuan dari siapapun terutama sekali Alex's memang menginginkannya. Sepertinya Alex's memang pantas menyatakan dirinya "We are Different because of you". Terutama sekali kelebihan sajian sate daging domba yang dibuatnya memiliki keistimewaan di bumbu spesialnya. 

Keunikan lainnya yang memang membuat Sate Domba Alex's adalah empuknya daging kambing (domba lebih tepatnya) yang disajikan dengan ukuran yang cukup besar, mungkin lebih besar dari sate kambing pada umumnya.

Tidak bau kambing pada daging yang disajikan juga mempunyai nilai tambah tersendiri sehingga banyak pengunjung dan pelanggan wanita yang menjadi suka dengan sajian Sate Domba Alex's.

Sajian sate domba Alex's yang biasanya segar dlam kualitas dan cepat dalam penyajian. Mulai dari saji sambel, acar dan terutama bumbu kecap serta bumbu kacang yang rasanya mampu membuat lidah bergoyang nikmat.

Merasakan sate domba Alex's kita jadi percaya dengan satu istilah bijak, bahwa jika kita yakin dan percaya serta menggunakan segala kemampuan yang kita miliki maka kita akan memberikan yang terbaik bagi sesama. Sate Domba Alex's memberikan hal itu kepada para pelanggannya.

PENGALAMAN TERBAIK
Pengalaman sejak tahun 1986 sampai saat ini membuat Alex's mengertiakan satu hal, yaitu:
"Tahu Bagaimana Memberikan Kenikmatan Terbaik bagi penggemar Sate Kambing".

Kenikmatan terbaik menurut pengalaman Alex's adalah meliputi teknik memotong (diantaranya yang terpenting adalah menyayat daging) yang menghasilkan potongan daging yang begitu lembut, meraciknya dengan bumbu buatan sendiri berdasarkan masukan saran dari seorang pelanggannya yang asli orang Arab.

Hingga menyajikannya secara segar kepada setiap pelanggannya dengan sajian penuh sensasi rasa yang berbeda, sehingga banyak orang Jakarta pun rela datang ke puncak untuk menikmatinya.


MELAKUKAN INOVASI
Memberikan yang terbaik bagi pelanggannya adalah satu keberanian Sate Domba Alex's dengan melakukan inovasi dalam penyajian dan penambahan menu baru, di antaranya adalah Sate Arab, Buntut Bakar dan tentunya Iga Bakar yang terbuat dari iga domba.

Sepertinya Sate Domba Alex's sering berfikir bahwa segala sesuatu adalah hal baru. Dan hal tersebut membuatnya untuk selalu belajar rendah hati.

Hingga saat ini "Sate Arab" ala Sate Domba Alex's menjadi menu yang paling digemari dan satu-satunya di Indonesa yang hanya dapat Anda nikmati di Warung Sate Domba Alex's. Anda tertarik untuk mencicipi? Silakan berkunjung ke Pondok Kelapa atau bisa menghubungi di nomor telepon (021) 9346.1965.

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Aqiqah

Saturday, October 9, 2010

Hukum Aqiqah
Kelahiran seorang anak bagi sebuah keluarga akan menambah kebahagiaan dan kerukunan rumah tangga. Mengikut sunnah Rasulullah SAW mengadakan aqiqah dan memberikan dagingnya sebagai sedekah kepada tetangga akan menambah keberkahan dan lebih mempererat tali silaturahim. Mengadakan aqiqah juga merupakan cerminan rasa suka cita dan bahagia atas kelahiran seorang anak. Sabda Nabi SAW: 
Barangsiapa yang dikaruniai seorang anak, lalu ia menyukai hendak membaktikannya (mengaqiqahinya), maka hendaklah ia melakukannya.


Membekali anak dengan dasar syariat sejak dini merupakan wujud tanggung jawab orang tua kepada si anak dalam mengarungi kehidupannya yang jauh lebih berat dari yang dihadapi orang tuanya pada saat sekarang khususnya dalam menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi ini.

Pengertian Aqiqah

Aqiqah berasal dari kata aqqa yang artinya memotong atau membelah. Ada yang mengungkapkan bahwa aqiqah artinya rambut yang tumbuh di atas kepala bayi sejak lahir. Ada lagi mengartikan bahwa aqiqah ialah nama kambing yang disembelih untuk kepentingan bayi.

Adapun dalil yang menyatakan, bahwa kambing yang disembelih itu dinamakan aqiqah antara lain adalah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bazzar dari Atha', dari Ibnu Abbas secara marfu:
Bagi seorang anak laki-laki dua ekor aqiqah dan seorang anak perempuan seekor.
Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan aqiqah diindonesiakan menjadi aqiqah adalah serangkaian ajaran Nabi SAW untuk anak yang baru lahir yang terdiri atas mencukur rambut bayi, memberi nama, dan menyembelih hewan.

Dalil Tentang Aqiqah

Hadits-hadits yang menjadi dasar disyariatkannya aqiqah cukup banyak, antara lain:

1. Hadits riwayat Imam Ahmad:
Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.
2. Hadits riwayat Aisyah r.a.:
Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami supaya menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor dan untuk wanita seekor.

3. Hadits riwayat Aisyah r.a. yang lain:
Rasulullah SAW pernah membuat aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ketujuhnya. (HR Ibnu Hibban, Hakim, dan Baihaqi)
4. Hadits yang diriwayatkan dari Salman bin Amar Adh-Dhahabi:
Sesungguhnya bersama anak itu ada hak diaqiqahi, maka tumpahkanlah darah baginya (dengan menyembelih hewan) dan buanglah penyakit darinya (dengan mencukur rambutnya). (HR Bukhari)
5. Hadits riwayat Abu Buraidah r.a.:
Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya. (HR Baihaqi dan Thabrani).
Keterangan dari hadits-hadits di atas:
  1. Menurut Imam Ahmad (juga Al-Khatabi dan Ibnu Al-Qayyim) maksud dari kata-kata Anak-anak itu tergadai dengan aqiqahnya ialah bahwa pertumbuhan anak itu, baik badan maupun kecerdasan otaknya, atau pembelaannya terhadap ibu bapaknya pada hari kiamat akan tertahan jika ibu bapaknya tidak melaksanakan aqiqah baginya.
  2. Ibnu Al-Qayyim menegaskan, bahwa aqiqah itu berfungsi untuk melepaskan bayi yang bersangkutan dari godaan setan.
  3. Jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor, sedangkan untuk anak perempuan seekor.
  4. Tentang kapan sebaiknya aqiqah dilakukan ialah saat bayi berumur 7 hari. Namun jika hal itu tidak mampu dilaksanakan, maka boleh menundanya hingga bayi berumur 14 hari. Jika masih belum mampu juga, boleh dilakukan saat bayi sudah berumur 21 hari.

Hukum Aqiqah

Hukum aqiqah adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi'i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli fiqih (fuqaha).

Hewan untuk Aqiqah

Sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a., menyatakan:
Rasulullah SAW telah mengaqiqahkan buat Hasan dan Husain masing-masing satu ekor kibasy. (HR Abu Dawud).
Dari hadits di atas bisa kita dapatkan petunjuk, bahwa jenis hewan untuk aqiqah sesuai dengan yang pernah dilakukan Rasulullah SAW adalah kibasy. Hewan sejenis yang bisa dipakai adalah kambing dan biri-biri.

Syarat-syarat hewan yang bisa (sah) untuk dijadikan aqiqah itu sama dengan syarat-syarat hewan untuk kurban, yaitu:
  • Tidak cacat.
  • Tidak berpenyakit.
  • Cukup umur, yaitu kira-kira berumur satu tahun.
  • Warna bulu sebaiknya memilih yang berwarna putih.
Persyaratan tersebut sesungguhnya untuk melatih kita agar senantiasa memakan sesuatu yang terbaik, sesuai dengan firman Allah SWT:
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS Al-Baqarah: 267).

Rangkaian Kegiatan Aqiqah

Menamai anak
Nama merupakan sarana yang mudah dan umum digunakan untuk mengenali seseorang dan memperlancar hubungan sosial. Namun demikian janganlah kita terjebak dengan suatu nama. Sebab, baik buruknya seseorang memang tidak terletak pada namanya semata, melainkan pada akhlak dan amal shalehnya.

Dalam pandangan agama, nama juga berfungsi sebagai doa. Orang tua yang memberi anaknya dengan nama Muhammad atau Ahmad misalnya, itu merupakan doa semoga anaknya menjadi orang yang terpuji. Atau mudah-mudahan anak itu tersugesti untuk bersikap dan bertindak dengan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Tentang pentingnya pemberian nama yang baik Nabi SAW bersabda:
Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak-bapak kalian, maka baguskanlah nama-namamu. (HR Muslim).
Mencukur rambut
Mencukur rambut bayi sebaiknya dilakukan di hadapan sanak keluarga agar mereka mengetahui dan menjadi saksi. Boleh dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Atau jika tidak mampu, bisa diwakilkan kepada ahlinya.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam mencukur rambut bayi, yaitu:
  1. Diawali dengan membaca basmallah.
  2. Arah mencukur rambut dari sebelah kanan ke kiri.
  3. Dicukur secara keseluruhan (gundul) sehingga tidak ada kotoran yang tersisa.
  4. Rambut hasil cukuran ditimbang dan jumlah timbangan dinilai dengan nilai emas atau perak kemudian disedekahkan kepada fakir miskin.
Ada beberapa dalil yang menjadi dasar sedekah cukuran rambut yang dinilai dengan emas atau perak, di antaranya:
Imam Malik meriwayatkan hadits dari Ja'far bin Muhammad dari ayahnya, ia berkata, Fatimah r.a. menimbang rambut Hasan, Husain dan Zainab, dan Ummu Kultsum, lalu berat timbangan rambut tersebut diganti dengan perak dan disedekahkan.
Ibnu Ishaq meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abu Bakar, dari Muhammad bin Ali bin Husain r.a., ia berkata, Rasulullah melaksanakan aqiqah berupa seekor kambing untuk Hasan. Beliau bersabda, Fatimah, cukurlah rambutnya. Fatimah kemudian menimbangnya dan timbangannya mencapai ukuran perak seharga satu dirham atau setengah dirham.

Yahya bin Bakr meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk mencukur rambut Hasan pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Lalu rambutnya dicukur dan beliau mensedekahkan perak seberat rambut tadi.

Hikmah Aqiqah

Di antara hikmah di balik pensyariatan aqiqah adalah sebagai berikut:
  1. Aqiqah merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah di masa awal ia menghirup udara kehidupan.
  2. Aqiqah merupakan tebusan bagi anak dari berbagai musibah, sebagaimana Allah telah menebus Ismail a.s. dengan sembelihan yang besar.
  3. Sebagai pembayaran hutang anak agar kelak di hari kiamat ia bisa memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya.
  4. Merupakan media untuk menunjukkan rasa syukur atas keberhasilan melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya generasi mukmin.
  5. Mempererat tali persaudaraan di antara sesama anggota masyarakat. Dalam hal ini aqiqah bisa menjadi semacam wahana bagi berlangsungnya komunikasi dan interaksi sosial yang sehat.
Sumber: mail-archive.com

Sate Alex's Berubah Nama Jadi Sate Domba Alex

Wednesday, October 6, 2010

Berbekal pengalaman warung sate yang melegenda dari tahun 1986 dengan nama merk lumayan terkenal di kawasan Puncak Lembang, yakni Sate Alex's maka kini hadir wilayah Jakarta, Sate Domba Arab Pondok Kelapa.


Warung Sate milik Ririn Magdalena ini memang memiliki koki andalan yang didapuk langsung dari rumah makan sate berbumbu khas Arab, Sate Alex's Puncak.

Anda tertarik untuk menik mati kelezatan dag9ng domba asli dengan bumbu khas rempah Arab yang menyehatkan? Tidak membuat Anda mengalami hipertensi atau kolesterol Anda menjadi tinggi. Nikmati gaya hidup sehat ala semenanjung Arab. Banyak sudah bukti literatur bahwa orang-orang Arab bisa menikmati daging domba tapi jarang sekali mereka mendapatkan penyakit tekanan darah tinggi ataupun penyakit yang disebabkan kolesterol jahat. Bagaimana bisa hal itu terjadi?

Ternyata semua kembali kepada gaya hidup sehat. Bila makan daging domba dengan cara yang benar maka semua ancaman penyakit yang dikuatirkan oleh sebagian orang ini akan menjadi cerita kosong belaka. Bahkan kandungan gizi dan nutrisi di dalam daging domba justru menyehatkan sebagian besar manusia. Hanyalah orang-orang tertentu yang memiliki kelainan anatomi dan gangguan hormonal yang mungkin akan mendapatkan masalah bila mengkonsumsi daging domba.

Bila Anda berkunjung ke sebuah warung makan sate daging dombadi kawasan Pondok Kelapa ini maka akan mendapatkan informasi yang sangat komprehensif tentang semua aneka makanan berbahan baku daging domba.

Makna Qurban

Friday, October 1, 2010

Agus Winanto, Caleg PPP No.2 Dapil Kota Bekasi 3 - Jatiasih dan Bekasi Selatan
Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

Pengertian Qurban
Soal:
Sebentar lagi Idul Adh-ha akan tiba. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa hukum qurban adalah wajib, apakah memang demikian? Jenis hewan apa aja yang boleh dijadikan qurban, serta bagaimana teknis penyembelihannya dan, waktu dan tempat qurban?


Jawab:
Kata kurban atau korban, berasal dari bahasa Arab 'qurban', diambil dari kata: qaruba (fi’il madhi) - yaqrabu (fi’il mudhari’) – qurban wa qurbaanan (mashdar). Artinya, mendekati atau menghampiri (Matdawam, 1984).
Menurut istilah, qurban adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah baik berupa hewan sembelihan maupun yang lainnya (Ibrahim Anis et.al, 1972).

Dalam bahasa Arab, hewan kurban disebut juga dengan istilah udh-hiyah atau adh-dhahiyah, dengan bentuk jamaknya al adhaahi. Kata ini diambil dari kata dhuha, yaitu waktu matahari mulai tegak yang disyariatkan untuk melakukan penyembelihan kurban, yakni kira-kira pukul 07.00 – 10.00 (Ash-Shan’ani, Subulus Salam IV/89). 

Udh-hiyah adalah hewan kurban (unta, sapi, dan kambing) yang disembelih pada hari raya Qurban dan hari-hari tasyriq sebagai taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah (Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/155; Al-Jabari, 1994).

Sumber: Portal Pro Syariah

Hukum Qurban

Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

Hukum Qurban

Qurban hukumnya sunnah, tidak wajib. Imam Malik, Asy-Syafi’i, Abu Yusuf, Ishak bin Rahawaih, Ibnul Mundzir, Ibnu Hazm dan lainnya berkata,”Qurban itu hukumnya sunnah bagi orang yang mampu (kaya), bukan wajib, baik orang itu berada di kampung halamannya (muqim), dalam perjalanan (musafir), maupun dalam mengerjakan haji.” (Matdawam, 1984)


Sebagian mujtahidin –seperti Abu Hanifah, Al-Laits, Al-Auza’i, dan sebagian pengikut Imam Malik— mengatakan qurban hukumnya wajib. Tapi pendapat ini dhaif (lemah) (Matdawam, 1984).

Ukuran “mampu” berqurban, hakikatnya sama dengan ukuran kemampuan shadaqah, yaitu mempunyai kelebihan harta (uang) setelah terpenuhinya kebutuhan pokok (al hajat al asasiyah) –yaitu sandang, pangan, dan papan-- dan kebutuhan penyempurna (al hajat al kamaliyah) yang lazim bagi seseorang. Jika seseorang masih membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka dia terbebas dari menjalankan sunnah qurban (Al-Jabari, 1994)

Dasar kesunnahan qurban antara lain, firman Allah SWT:
“Maka dirikan (kerjakan) shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.” (Qs. Al-Kautsar [108]: 2).
“Aku diperintahkan (diwajibkan) untuk menyembelih qurban, sedang qurban itu bagi kamu adalah sunnah.” [HR. At-Tirmidzi]
“Telah diwajibkan atasku (Nabi SAW) qurban dan ia tidak wajib atas kalian.” [HR. Ad-Daruquthni].
Dua hadits di atas merupakan qarinah (indikasi/petunjuk) bahwa qurban adalah sunnah. Firman Allah SWT yang berbunyi “wanhar” (dan berqurbanlah kamu) dalam surat Al Kautas ayat 2 adalah tuntutan untuk melakukan qurban (thalabul fi’li). Sedang hadits At Tirmidzi, “umirtu bi an nahri wa huwa sunnatun lakum” (aku diperintahkan untuk menyembelih qurban, sedang qurban itu bagi kamu adalah sunnah), juga hadits Ad Daruquthni “kutiba ‘alayya an nahru wa laysa biwaajibin ‘alaykum” (telah diwajibkan atasku qurban dan ia tidak wajib atas kalian); merupakan qarinah bahwa thalabul fi’li yang ada tidak bersifat jazim (keharusan), tetapi bersifat ghairu jazim (bukan keharusan). 

Jadi, qurban itu sunnah, tidak wajib. Namun benar, qurban adalah wajib atas Nabi SAW, dan itu adalah salah satu khususiyat beliau (lihat Rifa’i et.al., Terjemah Khulashah Kifayatul Akhyar, hal. 422).
Orang yang mampu berqurban tapi tidak berqurban, hukumnya makruh. Sabda Nabi SAW:
“Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami.” [HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, dari Abu Hurairah RA. Menurut Imam Al-Hakim, hadits ini shahih. Lihat Subulus Salam IV/91].
Perkataan Nabi “fa laa yaqrabanna musholaanaa” (janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami) adalah suatu celaan (dzamm), yaitu tidak layaknya seseorang –yang tak berqurban padahal mampu-- untuk mendekati tempat sholat Idul Adh-ha. Namun ini bukan celaan yang sangat/berat (dzamm syanii’) seperti halnya predikat fahisyah (keji), atau min ‘amalisy syaithan (termasuk perbuatan syetan), atau miitatan jaahiliyatan (mati jahiliyah) dan sebagainya. Lagi pula meninggalkan sholat Idul Adh-ha tidaklah berdosa, sebab hukumnya sunnah, tidak wajib. Maka, celaan tersebut mengandung hukum makruh, bukan haram (lihat ‘Atha` ibn Khalil, Taysir Al Wushul Ila Al Ushul, hal. 24; Al Jabari, 1994). 

Namun hukum qurban dapat menjadi wajib, jika menjadi nadzar seseorang, sebab memenuhi nadzar adalah wajib sesuai hadits Nabi SAW:
“Barangsiapa yang bernadzar untuk ketaatan (bukan maksiat) kepada Allah, maka hendaklah ia melaksanakannya.” (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/157).
Qurban juga menjadi wajib, jika seseorang (ketika membeli kambing, misalnya) berkata, “Ini milik Allah” atau “Ini binatang qurban.” (Sayyid Sabiq, 1987; Al Jabari, 1994).

sumber: Portal Pro Syariah

Keutamaan Qurban

Agus Winanto, Caleg PPP No.2 Dapil Kota Bekasi 3 - Jatiasih dan Bekasi Selatan
Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

Keutamaan Qurban

Berqurban merupakan amal yang paling dicintai Allah SWT pada saat Idul Adh-ha. Sabda Nabi SAW:
“Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban.” [HR. At-Tirmidzi] (Abdurrahman, 1990).
Berdasarkan hadits itu Imam Ahmad bin Hambal, Abuz Zanad, dan Ibnu Taimiyah berpendapat, “Menyembelih hewan pada hari raya Qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama.” (Al-Jabari, 1994).



Tetesan darah hewan qurban akan memintakan ampun bagi setiap dosa orang yang berqurban. Sabda Nabi SAW:
“Hai Fathimah, bangunlah dan saksikanlah qurbanmu. Karena setiap tetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kaulakukan...” (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/165).

sumber : Portal Pro Syariah

Waktu dan Tempat Qurban

Agus Winanto, Caleg PPP No.2 Dapil Kota Bekasi 3 - Jatiasih dan Bekasi Selatan
Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

Waktu dan Tempat Qurban

a. Waktu
Qurban dilaksanakan setelah sholat Idul Adh-ha tanggal 10 Zulhijjah, hingga akhir hari Tasyriq (sebelum maghrib), yaitu tanggal 13 Zulhijjah. Qurban tidak sah bila disembelih sebelum sholat Idul Adh-ha. Sabda Nabi SAW:
“Barangsiapa menyembelih qurban sebelum sholat Idul Adh-ha (10 Zulhijjah) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih qurban sesudah sholat Idul Adh-ha dan dua khutbahnya, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya (berqurban) dan telah sesuai dengan sunnah (ketentuan) Islam.” [HR. Bukhari].

Sabda Nabi SAW:
“Semua hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah) adalah waktu untuk menyembelih qurban.” [HR. Ahmad dan Ibnu Hibban].
Menyembelih qurban sebaiknya pada siang hari, bukan malam hari pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan itu. Menyembelih pada malam hari hukumnya sah, tetapi makruh. Demikianlah pendapat para imam seperti Imam Abu Hanifah, Asy-Syafi’i, Ahmad, Abu Tsaur, dan jumhur ulama (Matdawam, 1984). 

Perlu dipahami, bahwa penentuan tanggal 10 Zulhijjah adalah berdasarkan ru`yat yang dilakukan oleh Amir (penguasa) Makkah, sesuai hadits Nabi SAW dari sahabat Husain bin Harits Al-Jadali RA (HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud hadits no.1991). Jadi, penetapan 10 Zulhijjah tidak menurut hisab yang bersifat lokal (Indonesia saja misalnya), tetapi mengikuti ketentuan dari Makkah. Patokannya, adalah waktu para jamaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah (9 Zulhijjah), maka keesokan harinya berarti 10 Zulhijjah bagi kaum muslimin di seluruh dunia.

b. Tempat
Diutamakan, tempat penyembelihan qurban adalah di dekat tempat sholat Idul Adh-ha dimana kita sholat (misalnya lapangan atau masjid), sebab Rasulullah SAW berbuat demikian (HR. Bukhari). Tetapi itu tidak wajib, karena Rasulullah juga mengizinkan penyembelihan di rumah sendiri (HR. Muslim). Sahabat Abdullah bin Umar RA menyembelih qurban di manhar, yaitu pejagalan atau rumah pemotongan hewan (Abdurrahman, 1990).

Sumber: Portal Pro Syariah

Hewan Qurban

Agus Winanto, Caleg PPP No.2 Dapil Kota Bekasi 3 - Jatiasih dan Bekasi Selatan
Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

Hewan Qurban

a. Jenis
Hewan yang boleh dijadikan qurban adalah: unta, sapi, dan kambing (atau domba). Selain tiga hewan tersebut, misalnya ayam, itik, dan ikan, tidak boleh dijadikan qurban (Sayyid Sabiq, 1987; Al-Jabari, 1994). Allah SWT berfirman:
“...supaya mereka menyebut nama Allah terhadap hewan ternak (bahimatul an’am) yang telah direzekikan Allah kepada mereka.” (Qs. Al-Hajj [22]: 34).
Dalam bahasa Arab, kata bahimatul an’aam (binatang ternak) hanya mencakup unta, sapi, dan kambing, bukan yang lain (Al-Jabari, 1994).


Prof. Mahmud Yunus dalam kitabnya Al Fiqh Al Wadhih III/3 membolehkan berkurban dengan kerbau (jamus), sebab disamakan dengan sapi.

b. Jenis Kelamin
Dalam berqurban boleh menyembelih hewan jantan atau betina, tidak ada perbedaan, sesuai hadits-hadits Nabi SAW yang bersifat umum mencakup kebolehan berqurban dengan jenis jantan dan betina, dan tidak melarang salah satu jenis kelamin (Sayyid Sabiq, 1987; Abdurrahman, 1990)

c. Umur
Sesuai hadits-hadits Nabi SAW, dianggap mencukupi, berqurban dengan kambing/domba berumur satu tahun masuk tahun kedua, sapi (atau kerbau) berumur dua tahun masuk tahun ketiga, dan unta berumur lima tahun (Sayyid Sabiq, 1987; Mahmud Yunus, 1936).

d. Kondisi
Hewan yang dikurbankan haruslah mulus, sehat, dan bagus. Tidak boleh ada cacat atau cedera pada tubuhnya. Sudah dimaklumi, qurban adalah taqarrub kepada Allah. Maka usahakan hewannya berkualitas prima dan top, bukan kualitas sembarangan (Rifa’i et.al, 1978) 

Berdasarkan hadits-hadits Nabi SAW, tidak dibenarkan berkurban dengan hewan:
  1. yang nyata-nyata buta sebelah,
  2. yang nyata-nyata menderita penyakit (dalam keadaan sakit),
  3. yang nyata-nyata pincang jalannya,
  4. yang nyata-nyata lemah kakinya serta kurus,
  5. yang tidak ada sebagian tanduknya,
  6. yang tidak ada sebagian kupingnya,
  7. yang terpotong hidungnya,
  8. yang pendek ekornya (karena terpotong/putus),
  9. yang rabun matanya. (Abdurrahman, 1990; Al-Jabari, 1994; Sayyid Sabiq, 1987).
Hewan yang dikebiri boleh dijadikan qurban. Sebab Rasulullah pernah berkurban dengan dua ekor kibasy yang gemuk, bertanduk, dan telah dikebiri (al maujuu’ain) [HR. Ahmad dan At-Tirmidzi] (Abdurrahman, 1990)

Qurban Sendiri dan Patungan

Agus Winanto, Caleg PPP No.2 Dapil Kota Bekasi 3 - Jatiasih dan Bekasi Selatan
Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

Qurban Sendiri dan Patungan

Seekor kambing berlaku untuk satu orang. Tak ada qurban patungan (berserikat) untuk satu ekor kambing. Sedangkan seekor unta atau sapi, boleh patungan untuk tujuh orang (HR. Muslim). Lebih utama, satu orang berqurban satu ekor unta atau sapi.


Jika murid-murid sebuah sekolah, atau para anggota sebuah jamaah pengajian iuran uang lalu dibelikan kambing, dapatkah dianggap telah berqurban? Menurut pemahaman kami, belum dapat dikategorikan qurban, tapi hanya latihan qurban. Sembelihannya sah, jika memenuhi syarat-syarat penyembelihan, namun tidak mendapat pahala qurban. Wallahu a’lam. Lebih baik, pihak sekolah atau pimpinan pengajian mencari siapa yang kaya dan mampu berqurban, lalu dari merekalah hewan qurban berasal, bukan berasal dari iuran semua murid tanpa memandang kaya dan miskin. Islam sangat adil, sebab orang yang tidak mampu memang tidak dipaksa untuk berqurban.


Perlu ditambahkan, bahwa dalam satu keluarga (rumah), bagaimana pun besarnya keluarga itu, dianjurkan ada seorang yang berkurban dengan seekor kambing. Itu sudah memadai dan syiar Islam telah ditegakkan, meskipun yang mendapat pahala hanya satu orang, yaitu yang berkurban itu sendiri. Hadits Nabi SAW:
“Dianjurkan bagi setiap keluarga menyembelih qurban.” [HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa`i, dan Ibnu Majah].
Sumber : Portal Pro Syariah

Teknis Penyembelihan

Agus Winanto, Caleg PPP No.2 Dapil Kota Bekasi 3 - Jatiasih dan Bekasi Selatan
Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

Teknis Penyembelihan

Teknis penyembelihan adalah sebagai berikut:
Hewan yang akan dikurbankan dibaringkan ke sebelah rusuknya yang kiri dengan posisi mukanya menghadap ke arah kiblat, diiringi dengan membaca doa
“Robbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim.” (Artinya: Ya Tuhan kami, terimalah kiranya qurban kami ini, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.)
Penyembelih meletakkan kakinya yang sebelah di atas leher hewan, agar hewan itu tidak menggerak-gerakkan kepalanya atau meronta.

Penyembelih melakukan penyembelihan, sambil membaca : “Bismillaahi Allaahu akbar.” (Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar). (Dapat pula ditambah bacaan shalawat atas Nabi SAW. Para penonton pun dapat turut memeriahkan dengan gema takbir “Allahu akbar!”) 

Kemudian penyembelih membaca doa kabul (doa supaya qurban diterima Allah) yaitu: “Allahumma minka wa ilayka. Allahumma taqabbal min ...” (sebut nama orang yang berkurban). (Artinya : Ya Allah, ini adalah dari-Mu dan akan kembali kepada-Mu. Ya Allah, terimalah dari....) (Ad-Dimasyqi, 1993; Matdawam, 1984; Rifa’i et.al., 1978; Rasjid, 1990). 

Penyembelihan, yang afdhol dilakukan oleh yang berqurban itu sendiri, sekali pun dia seorang perempuan. Namun boleh diwakilkan kepada orang lain, dan sunnah yang berqurban menyaksikan penyembelihan itu (Matdawam, 1984; Al-Jabari, 1994).

Dalam penyembelihan, wajib terdapat 4 (empat) rukun penyembelihan, yaitu :
Adz Dzaabih (penyembelih), yaitu setiap muslim, meskipun anak-anak, tapi harus yang mumayyiz (sekitar 7 tahun). Boleh memakan sembelihan Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani), menurut mazhab Syafi’i. Menurut mazhab Hanafi, makruh, dan menurut mazhab Maliki, tidak sempurna, tapi dagingnya halal. Jadi, sebaiknya penyembelihnya muslim. (Al-Jabari, 1994). 

Adz Dzabiih, yaitu hewan yang disembelih.Telah diterangkan sebelumnya.
Al Aalah, yaitu setiap alat yang dengan ketajamannya dapat digunakan menyembelih hewan, seperti pisau besi, tembaga, dan lainnya. Tidak boleh menyembelih dengan gigi, kuku, dan tulang hewan [HR. Bukhari dan Muslim]. 

Adz Dzabh, yaitu penyembelihannya itu sendiri. Penyembelihan wajib memutuskan hulqum (saluran nafas) dan mari` (saluran makanan). (Mahmud Yunus, 1936)

Pemanfaat Daging Qurban

Ihsani Aqiqah & Bursa Qurban

Pemanfaatan Daging Qurban

Sesudah hewan disembelih, sebaiknya penanganan hewan qurban (pengulitan dan pemotongan) baru dilakukan setelah hewan diyakini telah mati. Hukumnya makruh menguliti hewan sebelum nafasnya habis dan aliran darahnya berhenti (Al-Jabari, 1994). Dari segi fakta, hewan yang sudah disembelih tapi belum mati, otot-ototnya sedang berkontraksi karena stress. Jika dalam kondisi demikian dilakukan pengulitan dan pemotongan, dagingnya akan alot alias tidak empuk. Sedang hewan yang sudah mati otot-ototnya akan mengalami relaksasi sehingga dagingnya akan empuk. 


Setelah penanganan hewan qurban selesai, bagaimana pemanfaatan daging hewan qurban tersebut? Ketentuannya, disunnahkan bagi orang yang berqurban, untuk memakan daging qurban, dan menyedekahkannya kepada orang-orang fakir, dan menghadiahkan kepada karib kerabat. Nabi SAW bersabda:
“Makanlah daging qurban itu, dan berikanlah kepada fakir-miskin, dan simpanlah.”[HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, hadits shahih].
Berdasarkan hadits itu, pemanfaatan daging qurban dilakukan menjadi tiga bagian/cara, yaitu: makanlah, berikanlah kepada fakir miskin, dan simpanlah. Namun pembagian ini sifatnya tidak wajib, tapi mubah (lihat Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid I/352; Al-Jabari, 1994; Sayyid Sabiq, 1987).

Orang yang berqurban, disunnahkan turut memakan daging qurbannya sesuai hadits di atas. Boleh pula mengambil seluruhnya untuk dirinya sendiri. Jika diberikan semua kepada fakir-miskin, menurut Imam Al Ghazali, lebih baik. Dianjurkan pula untuk menyimpan untuk diri sendiri, atau untuk keluarga, tetangga, dan teman karib (Al-Jabari, 1994; Rifa’i et.al, 1978).

Akan tetapi jika daging qurban sebagai nadzar, maka wajib diberikan semua kepada fakir-miskin dan yang berqurban diharamkan memakannya, atau menjualnya (Ad-Dimasyqi, 1993; Matdawam, 1984) .

Pembagian daging qurban kepada fakir dan miskin, boleh dilakukan hingga di luar desa/tempat dari tempat penyembelihan (Al Jabari, 1994).

Bolehkah memberikan daging qurban kepada non-muslim? Ibnu Qudamah (mazhab Hambali) dan yang lainnya (Al-Hasan dan Abu Tsaur, dan segolongan ulama Hanafiyah) mengatakan boleh. Namun menurut Imam Malik dan Al Laits, lebih utama diberikan kepada muslim (Al-Jabari, 1994).

Penyembelih (jagal), tidak boleh diberi upah dari qurban. Kalau mau memberi upah, hendaklah berasal dari orang yang berqurban dan bukan dari qurban (Abdurrahman, 1990). Hal itu sesuai hadits Nabi SAW dari sahabat Ali bin Abi Thalib RA:
“...(Rasulullah memerintahkan kepadaku) untuk tidak memberikan kepada penyembelih sesuatu daripadanya (hewan qurban).” [HR. Bukhari dan Muslim] (Al-Jabari, 1994).
Tapi jika jagal termasuk orang fakir atau miskin, dia berhak diberi daging qurban. Namun pemberian ini bukan upah karena dia jagal, melainkan sedekah karena dia miskin atau fakir (Al-Jabari, 19984).

Menjual kulit hewan adalah haram, demikianlah pendapat jumhur ulama (Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid I/352). Dalilnya sabda Nabi SAW:
“Dan janganlah kalian menjual daging hadyu (qurban orang haji) dan daging qurban. Makanlah dan sedekahkanlah dagingnya itu, ambillah manfaat kulitnya, dan jangan kamu menjualnya...” [HR. Ahmad)] (Matdawam, 1984).
Sebagian ulama seperti segolongan penganut mazhab Hanafi, Al-Hasan, dan Al-Auza’i membolehkannya. Tapi pendapat yang lebih kuat, dan berhati-hati (ihtiyath), adalah janganlah orang yang berqurban menjual kulit hewan qurban. Imam Ahmad bin Hambal sampai berkata, “Subhanallah! Bagaimana harus menjual kulit hewan qurban, padahal ia telah dijadikan sebagai milik Allah?” (Al-Jabari, 1994).

Kulit hewan dapat dihibahkan atau disedekahkan kepada orang fakir dan miskin. Jika kemudian orang fakir dan miskin itu menjualnya, hukumnya boleh. Sebab –menurut pemahaman kami-- larangan menjual kulit hewan qurban tertuju kepada orang yang berqurban saja, tidak mencakup orang fakir atau miskin yang diberi sedekah kulit hewan oleh orang yang berqurban. Dapat juga kulit hewan itu dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama, misalnya dibuat alas duduk dan sajadah di masjid, kaligrafi Islami, dan sebagainya.

Penutup


Kami ingin menutup risalah sederhana ini, dengan sebuah amanah penting: hendaklah orang yang berqurban melaksanakan qurban karena Allah semata. Jadi niatnya haruslah ikhlas lillahi ta’ala, yang lahir dari ketaqwaan yang mendalam dalam dada kita. Bukan berqurban karena riya` agar dipuji-puji sebagai orang kaya, orang dermawan, atau politisi yang peduli rakyat, dan sebagainya. Sesungguhnya yang sampai kepada Allah SWT adalah taqwa kita, bukan daging dan darah qurban kita. Allah SWT berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan daripada kamulah yang mencapainya.” (Qs. Al-Hajj [22]: 37). [ M. Shiddiq al-Jawi ]

DAFTAR PUSTAKA

  • Abdurrahman. 1990. Hukum Qurban, ‘Aqiqah, dan Sembelihan. Cetakan Pertama. Bandung : Sinar Baru. 52 hal.
  • Ad-Dimasyqi, Muhammad bin Abdurrahman Asy-Syafi’i. 1993. Rohmatul Ummah (Rahmatul Ummah Fi Ikhtilafil A`immah). Terjemahan oleh Sarmin Syukur dan Luluk Rodliyah. Cetakan Pertama. Surabaya : Al Ikhlas. 554 hal.
  • Al-Jabari, Abdul Muta’al. 1994. Cara Berkurban (Al Udh-hiyah Ahkamuha wa Falsafatuha At Tarbawiyah). Terjemahan oleh Ainul Haris. Cetakan Pertama. Jakarta: Gema Insani Press. 83 hal.
  • Anis, Ibrahim et.al. 1972. Al Mu’jam Al Wasith. Kairo: Tanpa Penerbit. 547 hal.
  • Ash Shan’ani. Tanpa Tahun. Subulus Salam. Juz IV. Bandung: Maktabah Dahlan.
  • Ibnu Khalil, ‘Atha`. 2000. Taysir Al Wushul Ila Al Ushul. Cetakan Ketiga. Beirut: Darul Ummah. 310 hal.
  • Ibnu Rusyd. 1995. Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid. Beirut: Daarul Fikr. 404 hal.
  • Matdawam, M. Noor. 1984. Pelaksanaan Qurban dalam Hukum Islam. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Yayasan Bina Karier. 41 hal.
  • Rasjid, H.Sulaiman. 1990. Fiqh Islam. Cetakan Keduapuluhtiga. Bandung: Sinar Baru. 468 hal.
  • Rifa’i, Moh. et.al. 1978. Terjemah Khulashah Kifayatul Akhyar. Semarang: Toha Putra 468 hal.
  • Sabiq, Sayyid. 1987. Fikih Sunnah (Fiqhus Sunnah). Jilid 13. Cetakan Kedelapan. Terjemahan oleh Kamaluddin A. Marzuki. Bandung: Al Ma’arif. 229 hal
  • Yunus, Mahmud. 1936. Al Fiqh Al Wadhih. Juz III. Jakarta: Maktabah Sa’adiyah Putera. 48 hal.

Kriminalitas Penusukan

Sunday, September 12, 2010

Dua Penikam Pengurus HKBP Bekasi Ditangkap

JAKARTA --MI: Dua dari delapan penikam jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ciketing, Bekasi, ditangkap tim Kepolisian Resor Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu(12/9). Enam lainnya masih buron.

Tapi, polisi belum mau membeberkan identitas kedua pelaku. "Masih dalam pemeriksaan," kata Kepala Satuan Reserse kriminal Polres Metro Bekasi Komisaris Polisi Ade Ary S.

Ade menambahkan, enam pelaku lainnya kini masih diburu. Mereka diperkirakan masih di Bekasi. Sementara korban penusukan, Hasean Sihombing masih dirawat intensif. Ia ditusuk saat menuju lokasi ibadah di Kampung Ciketing Asem, Bekasi.

Sebelumnya, dua jemaat Gereja HKBP Pondok Timur Indah (PTI) bersimbah darah ditikam dan dipukul orang tak dikenal. Pada Minggu (12/9), sekitar pukul 08.45 WIB, jemaat HKBP PTI mengalami kendala saat berjalan beriringan menuju lokasi peribadatan di sebuah lahan kosong di Jalan Ciketing Asem, Kelurahan/Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Alhasil satu dari dua korban luka terpaksa dilarikan ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur lantaran mendapat luka tikam benda tajam di bagian perut sebelah kanan. Adalah Asia Lumbantoruan Sihombing, 50, jemaat yang kini dalam keadaan kritis di ruang UGD. Akibat pendarahan hebat, korban harus menjalani operasi dan membutuhkan tambahan darah.

Korban luka lainnya yakni Pendeta Luspida Simanjuntak menderita luka di pelipis kiri setelah dihantam benda tumpul. Tidak hanya itu, korban juga mengalami luka memar di kepala bagian belakang.

Menurut Luspida, sebelum kejadian puluhan jemaat berjalan menuju lahan kosong guna menjalankan ibadah. Dari arah berlawanan atau sekitar 200 meter dari tempat ibadah, delapan orang yang mengendarai empat motor melaju lambat kemudian menyenggol iring-iringan jemaat. Akhirnya salah satu pelaku menikam korban (Asia).

Korban mengerang kesakitan seraya menahan luka di perut. "Saya membantu Pak Asia yang terjatuh namun kepala saya juga dipukul pelaku lain dan pelaku itu melarikan diri," kata Luspida.

Para pelaku mengenakan pakaian serba putih atau serupa dengan massa yang tempo hari demonstrasi di lokasi. "Saya mengenali wajah pelaku. Mereka yang pernah ikut berdemo," ujarnya. (GG/X-12).

H. Awing Asmawi Anggota DPRD I Prov Jawa Barat

Thursday, September 9, 2010

Sebulan kita telah berjuang mengendalikan diri
maka kemenangan sejati dalam kebersihan hati.
Taqobalallah minna wa minkum
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1431H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Bunda Ratu

Wednesday, September 8, 2010

Kembali Fitrah adalah Puncak Buah Hasil Dari Keikhlasan

Semoga tarbiyah di bulan Ramadhan
mengembalikan kita jadi fitrah kembali
dan semoga Allah Subhana wa Ta'ala memberikan
kesempatan baik buat kita di masa mendatang


Hj. Ratu Tatu Sukarsih S.Sos.I dan Keluarga H. Sutrisno
Mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 
1 Syawal 1431 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

H. Azhar Laena Ketua DPRD Kota Bekasi

Saling Memaafkan Lahirkan Hati yang Fitri
Taqabalallahu minna wa minkum
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1431H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Testimoni

Thursday, September 2, 2010

[Pertama] [SebelumnyaHal [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] dari Semua [ 3 ] [Berikutnya] [Terakhir]

Pelayanan Memuaskan

Assalamualaikum wr. wb.
Kami sekeluarga sangat puas dan berterima kasih dengan pelayanan yang diberikan Ihsani Aqiqah pada saat mengadakan aqiqah putra dan putri kami. Makanan yang diantarkan sesuai pesanan, tepat waktu dan kerabat memuji rasanya yang enak. Semoga Allah SWT memberikan rahmat kepada Kita semua...Amin.

(Ari Nursasongko - Durenjaya Bekasi)

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger