Siapa yang Menang?

Monday, April 26, 2010

Kadang tampaknya kalah tapi sebenarnya menang

Seorang kakek tua yang akan menikmati hari tuanya, membeli sebuah rumah di dekat sekolah SMP daerah pinggiran kota. Ia membeli rumah yang mempunyai pekarangan halaman luas di depan rumah peristirahatnya. Dia pun berniat akan menghabiskan masa tuanya dengan uang pensiunnya sambil menikmati suasana hari hingga sore dengan duduk bermalasan hingga tertidur di kursi goyang serambi depan rumahnya.

Namun sayang, setiap sore ia ingin duduk bersantai di kursi goyangnya, selalu saja ada sekumpulan yang terdiri 3 anak SMP pulang sekolah sambil memukul bak tong sampah hingga keluar semua isinya. Permasalahan bukan saja isi tempat sampah yang bertaburan keluar, tapi juga bunyi berisik suara kaleng bekas dari tempat sampah yang selanjutnya dipukul-pukul untuk jadi mainan sepanjang jalan kecil yang melingkari pekarangan sang kakek tua itu, sehingga ia tak bisa beristirahat dengan tenang.

Akhirnya sang kakek pun tak tahan untuk mengambil tindakan mengatasinya. Ia mengambil sebuah terompet tua dari dalam rumahnya dan sebuah drum besar, kemudian ia berkeliling di jalan depan rumahnya saat jam anak-anak SMP itu pulang sekolah. Ketika mereka lewat di depan pekarang rumah sang kakek, anak-anak itu terheran-heran melihat sang kakek dengan semangat memukul-mukul drum dan meniup terompet keras-keras namun tak beraturan bahkan berisik sekali.

Akhirnya anak-anak itu pun mendekati sang kakek, dan sebelum sempat mereka bertanya, sang kakek langsung menjelaskan perbuatannya, bahwa ia sangat suka sekali mendngar bunyi-bunyian yang berisik di masa tua dan pensiunnya tu. Dia akan membayar mahal, siapa saja yang bisa menghiburnya dengan cara menimbulkan suara-suara berisik kegaduhan. Sang anak-anak SMP itu pun ditawarinya uang 10.000 rupiah, asal mereka mau mebuat keributan dengan memukul-mukul kaleng bekas hingga gaduh sepanjang gang di depan pekarangan rumahnya yang lebih 100 meter panjangnya itu. Anak-anak pun setuju, dan mereka menerima uang 10.00 rupiah dari sang kakek. Mereka pun mulai memukul-mukulkan kaleng bekas dari ujung jalan dekat sekolah hingga menjauh dari pekarangan rumah sang kakek.

Keesokan harinya, sang kakek didatangi oleh anak-anak kecil tersebut, dan sang kakek kembali memberi 10.000 rupiah kepada mereka. Mereka pun kembali membuat gaduh dengan memukul-mukulkan kaleng bekas. Dan hal ini berlangsung hingga hari ke empat.

Pada hari ke lima sang kakek memasang wajah sedih saat anak-anak itu meminta uang 10.000 rupiahnya. "Karena jatah uang pensiun kakek agak terlambat, bagaimana kalau sekarang kakek hanya memberi 5.000 rupiah saja?"
Akhirnya anak-anak itupun setuju, dan kembali mereka membuat kegaduhan seperti biasa.

Pada hari ke enamnya, anak-anak SMP itu kembali menagih pada sang kakek, uang 10.000 jatah mereka. Dan kembali sang kakek berwajah memelas sanagt sedih, bahkan kali ini tampak sangat menyesal sekali, sambil berkata: "Aduh anak-anak... berhubung apa-apa sekarang pada mahal, dan uang pensiun kakek semakin nggak mencukupi, bagaimana kalo kalian kakek kasih 500 perak saja, ya?"

Dengan wajah kesal anak-anak itupun menjawab: "Kakek gila apa ya? kalo kemarin cuma 5.000 perak buat mukul-mukul kaleng kita bisa maklum, sekarang buat mukul-mukul kaleng bekas kita cuma dapat 500 perak. Wah sorry aja deh kek, kita bukan orang gila yang mau mukul-mukul kaleng demi 500 perak!!!" mereka pun pergi dengan bersungut-sungut, dan sejak itu sang kakek tersenyum tidak mendengar suara keributan kaleng bekas dipukul-pukul lagi...

Jadi siapa yang cerdik dan siapa yang gila?

basil & co - the PIZZA and PASTA Corner at Taman Kuliner Kalimalang

CARA ASYIK ASLI NIKMATI PIZZA TRADISIONAL ITALI

Kalimalang Durensawit - kelanakuliner.co.cc
SELAMA ini yang kita kenal dengan pizza adalah makanan asli dari Itali. Tapi apa pernah kita sadari bahwa restoran pizza yang sering kita jumpai di Indonesia itu bukanlah asli dari Itali, justru dari negeri Paman Sam. Dimana orisinalnya? Sebenarnya yang biasa kita temui di resto cepat saji dan terwaralaba itu adalah resto pizza ala Amerika.


Lalu yang seperti apa sih makanan asli khas Itali? Kalau mau tahu gimana rasanya Italian home made pizza (terjemahan bebasnya kira-kira= pizza rumahan asli kampung Itali), kayaknya kita harus berkunjung ke tempat yang memang benar-benar menyajikan menu asli ala buatan kampungnya negeri pemenang 4 x piala dunia, Itali. Dimana tuh? Terus enak nggak dan pantas gak direkomendasi buat temen-temen lain?

Kelanakuliner mencoba mengunjungi satu kedai pizza yang mengkhususkan sajian asli khas Itali. Nama tempat asyik buat nongkrong itu adalah Basil & Co, sebuah pizza corner di pujasera Taman Kuliner Kalimalang. Kayaknya nggak ada yang seperti ini di sepanjang jalan Kalimalang kecuali sebuah resto pizza lainnya yang khas ala Amerika Serikat. Tapi jelas beda dan bukan bandingan yang tepat. Karena yang satunya masakan Itali ala Amerika, sedangkan Basil & Co adalah kedai pizza orisinal resep Itali.

Kalau mau tahu apa bedanya pizza de originale dengan pizza ala Amerika, ya lihat adonannya saja. Adonan pizza (biasa disebut dough) khas Itali biasanya lebih tipis dan agak crispy, sedangkan pizza ala Amerika lebih mengembang dan lebih tebal. Untuk topping atau isi di atas doughnya relatif sama. Dan untuk pizza yang bisa kita nikmati di Basil & Co justru sangat identik dengan pizza rumahan ala Itali. Tipis dan agak crispy. Well.... pantaslah kalau pizza buatan anak muda Indonesia ini direkomendasi sebagai makanan khas Itali yang harus dinikmati kaum muda kita.

Lebih jauh lagi kelanakuliner menemui sang pemilik warung pizza Basil & Co, yakni Baskoro, mahasiswa jurusan manajemen fakultas ekonomi UI. Dengan dibantu oleh saudar sepupunya, Dimas Pratama Putra, seorang alumni akademi perhotelan NHI Bandung. Dari tangan dinginnya lah lahir menu asli Pizza dan Pasta negeri para mafioso ala kedai Basil & Co. Biarpun begitu, Dimas juga memberikan sentuhan tersendiri untuk beberapa menu original Italinya seperti Pizza Soure Creme yang terbuat dari yoghurt plus mayonaise sebagai saus khusus pizzanya.

Gimana kebayang gak rasa masam dicampur dengan rasa gurih renyah pastry pizza yang lezat. Lebih asyik lagi loe-loe orang bisa milih sendiri topping sesuai selera. So buat para vegetarian maupun penggemar daging bisa nikmatin pizza sesuai lidahnya. Hmmmm, kebayang banget deh nikmatnya. Apalagi pas setelah ngobrol ngalor ngidul sama sang pemilik Basil & Co, akhirnya keluar juga food tester pizza (istilah gue buat makanan gratisan tapi nggak kentara malu-maluinnya... hehehehe!). Pasti lo penasaran kan? Dari pizza bersaus rasa asam yoghurt dan mayonaise, gue bisa sedikit ngebayangin gimana bedanya pizza ala Itali yang so country banget! Kayaknya Basil & Co tahu banget ngemanjain lidah lokal gue... gue rekomendasi banget pizza ala Basil & Co ini buat loe pada.... Sekalian juga cobain minuman khas resto mini pizza di tangan orang muda Indonesia ini, yakni Lemon Grass Tea, atau es teh dicampur batang sereh (serai) ini, memang mempunyai taste yang sangat segar dan bener-bener BEDA! Mau dicampur gula biar manis maupun enggak, tetap aja segarnya begitu khas. Gue jamin loe bisa ketagihan sama minuman lokal yang bergaya selera bule ini (kalo nggak percaya tanya aja sama toko sebelah! Katanya seh mereka juga mau niru-niru minuman unik kayak gini).

Ada juga minuman asli dari negeri jiran, Malaysia, yakni Teh Tareek. Tapi sayang kita nggak bisa lihat demonstrasi atraktif proses pembuatan teh tarik ini. Tahu kan gimana caranya? Biasanya pedagang teh di Malaysia, memberikan atraksi berupa mencampur teh dan susu yang dituang dari satu gelas ke gelas lainnya seolah sedang ditarik-tarik. Dan dari situlah istilah Teh Tareek diciptakan. Biar begitu, rasa Teh Tareek yang ada di Basil & Co, lumayan gak jauh beda sama aslinya yang dari Malaysia. Yah sebelas duabelas lah!

Saking asyiknya sama makanan dan minuman yang ada di Basil & Co, gue sampe minta dibungkusin pulang... hehehehe! (Sebenarnya porsinya lumayan gede seh! Diameter pizzanya 27 cm untuk porsi dua orang aja lumayan kenyang tuh). Eh karena terburu-buru, gue kelupaan bawa tuh bungkusan pizza asem...! Waktu gue balik lagi, pizza jatah gue udah tinggal satu slice (satu potong terakhir), yah lumayan.. Tanpa malu-malu gue sikat habis tuh potongan pizza yang rupanya udah diangetin lagi sama sang koki, Dimas. Abis enak banget seh! (Suwer! Masa bodo gue dibilang rakus atau laper... itu pizza emang enak sampe potongan terakhirnya... Just lickin' off my finger! Yummy...!) Terus gue cabut dari Taman Kuliner! Hmmm, pengalaman kuliner yang lucu dan nggak bisa gue lupain!

Mau coba reservasi? Buat bikin acara ulang tahun, mumpung Basil & Co lagi masa promosi hingga akhir bulan April (yang ini beneran) dan seminggu awal Mei 2010 (yang ini mudah-mudahan bohong) ada paket promosi, seperti BELI DUA GRATIS SATU. Diskon khusus buat pembelian di atas Rp 60.000,- dan diskon khusus buat PELAJAR dengan menunjukkan Kartu Pelajar (Wah pas banget, gue masih nyimpen kartu pelajar SMP dan SMA gue tahun 80-an. Masih laku kale yah?) Tapi yang paling penting adalah... Kalo loe nggak nyobain yang asli menu buatan ala Itali DI SINI.... berarti loe belom nyobain pizza Itali SAMA SEKALI!

Reservasi hubungi saja Baskoro di nomor (021) 9346.1965 atau 081385.386.583

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

LESTARI JAYA AYAM DAN BEBEK GORENG SENTRA BISNIS HARAPAN INDAH

Thursday, April 22, 2010

AYAM dan BEBEK Goreng TERLARIS
Sentra Bisnis Kota HI

Sentra Bisnis Harapan Indah - kelanakuliner.co.cc
Bila Anda berkunjung ke Sentra Bisnis Kota Harapan Indah dan saat melewati pelatarannya yang luas dan di dalamnya bertebaran puluhan warung kaki lima, jangan lupa untuk berkunjung ke Warung Pecel Lele, Ayam dan Bebek Goreng Lestari Jaya.


Warung Pecel Lele, Pecel Ayam dan Bebek Goreng Lestari Jaya yang dimiliki oleh Bang Jali Suwandi ini, berciri khas masakan Betawi atau Bekasi. Biar begitu, Bang Jali yang asli kelahiran Surabaya tanggal 5 Maret 1953 ini mengatakan semua menunya disesuaikan dengan menu masakan populer tradisional yang berhasil dia dapatkan. Misalnya untuk Ayam Gorengnya dia beri bumbu sambal khas Bekasi. Pecel Lelenya disajikan dengan menu khas Lamongan. Sedangkan menu bebek gorengnya dan termasuk ayam gorengnya biasanya ditemani dengan nasi uduk khas asli Kemayoran. Hmmm, ini baru nuansa Betawinya nampak. Itulah sebabnya nasi uduknya yang selalu hangat tersimpan dalam 2 buah termos besar selalu habis diserbu pengunjung. Belum lagi porsinya yang lebih banyak dibandingkan dengan Nasi Uduk dan Pecel Lele di warung lainnya.

Sebagai gambaran betapa laku (itu kalau nggak mau dibilang yang paling laku di kawasan sentra bisnis Harapan Indah), dalam waktu sehari sedikitnya dia menyediakan beras hingga 20 liter yang bisa menghasilkan 150 porsi Nasi Uduk dengan harga @Rp 3.000,-
Pecel Lelenya saja sehari bisa laku terjual sedikitnya 40 porsi dengan harga @Rp 6.000,- dan Bebek Gorengnya laku terjual sedikitnya 20 porsi dengan harga @Rp 12.000,- sedangkan Ayam Gorengnya bisa laku hingga 100 porsi dengan harga @Rp 7.000,- Sekarang Anda hitung sendiri omzet totalnya per hari.

Dengan dibantu 3 orang karyawan, Warung Nasi Uduk Pecel Lele, Ayam dan Bebek Goreng Lestari Jaya ini pernah mencapai 1000 bungkus pesanan Nasi Uduk dengan beragam lauk pilihan dalam sehari pada saat mendapatkan order pesanan melalui pelanggan setianya. Yang patut untuk Anda ketahui tentang ramainya Nasi Uduk malam hari Lestari Jaya ini adalah di sambalnya yang luar biasa mantap dan lezat. Dan bila Anda ingin mencoba betapa hebat dan mantap sambalnya silakan saja menghubungi Bang Jali di nomor telepon 081380.844.806 dijamin dia akan memberikan pesanan yang anda minta.

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

PONDOK RAWAMANGUN : Bebek - Seafood - Sop Kaki Kambing

Wednesday, April 21, 2010

Jl. Balai Pustaka Raya No. 2
Rawamangun - Jakarta Timur
Telp. (021) 932.74925 - (021) 9346.1965
(021) 4786.7000 Fax. (021) 4786.0451

Jakarta - kelanakuliner.co.cc
Bila Anda ditanya, "Makan apa ya hari ini?" dan kebetulan Anda sedang berada di kawasan Jakarta Timur, mungkin kelanakuliner.co.cc bisa merekomendasikan tempat ini karena kelengkapan menu khas Nusantara-nya, yakni RM Pondok Rawamangun, salah satu resto dari grup usaha kuliner Pagi Sore Group.

Mulai dari Sop Kaki khas Tenabang atau Bebek Cabe Ijo ... semua terserah Anda. Demikian kata-kata yang juga menjadi bagian dari tulisan di brosur rumah makan bergaya etnis tradisional yang berlokasi di bilangan Rawamangun ini.

Ada beragam menu pilihan buat makan  rame-rame, yang semuanya dimasak oleh juru masak pilihan yang berpengalaman. Cobalah dan buktikan kepiawaian mereka mengolah menu tradisional menjadi santapan yang kian populer belakangan hari ini. Menu-menu tersebut memang kian marak dijadiakan sajian unggulan beberapa resto khas tradisional Indonesia, seperti Gurame Bakar Rempah-Rempah, Soto Betawi, Bebek Goreng Kremes atau bisa juga makanan bernuansa oriental seperti Brokoli Cah Seafood.

Untuk menu sajian lainnya yang tak kalah menggoda dan juga menjadi pilihan favorit bagi para pelanggannya adalah Nasi Goreng. Mulai dari Nasi Goreng Ikan Asin, Nasi Goreng Spesial atau Nasi Goreng Bebek.

Ada pula menu olahan masakan ikan Baronang yang populer itu. Menu olahan ikan Baronang disajikan dengan bakaran berbumbu rempah atau bakaran dengan kecap sama lezatnya. Ada Baronang Dabu-Dabu maupun Baronang Bumbu Bali. Termasuk menu Baronang Goreng Saos Pedas atau Baronang Goreng Saos Padang. Hmmm, sudah terbit kan air liur Anda?

Selain ada juga ikan Kerapu, Kuwe ataupun Bawal yang siap disajikan dengan menu masakan Bakar Bumbu Rempah, Bakar Kecap, Goreng Saos Pedas, Goreng Saos Padang, Goreng Saos Asam Manis, Dabu-Dabu atau Bumbu Bali.

Bagi penggemar ikan Gurame juga disajikan dengan menu yang hampir mirip, namun ditambah dengan sajian unik khas Jawa Timuran, yakni Bandeng Goreng Kremes yang wuih gurih dan crispy rasanya!

Untuk penggemar Bandeng tanpa duri, Anda bisa pesan dengan sajian Bandeng Bakar Polos, Bandeng Bakar Rempah, Bandeng Bakar Kecap, Bandung Dabu-Dabu ataupun Bandeng Bumbu Bali.

Bagaimana dengan menu sajian Kepiting? Tentu saja Pondok rawamangun menyajikan juga namun dengan sedikit beda dari yang lainnya, yakni Chili Singapore Crabs (Kepiting Saos Pedas Singapura), Kepiting Lada Hitam, Kepiting Saos Padang, Kepiting Saos Mentega sampai dengan Kepiting Saos Tiram.

Tak usah kuatir dengan menu seafood lainnya yang berdaging lembut dan gurih seperti Udang maupun Cumi-Cumi. Di Pondok Rawamangun juga disajikan Udang Goreng Mayonaise, Udang Goreng Tepung, Udang Saos Mentega, Udang Saos Padang, Udang Bakar Kecap dan Udang Chilli Singapore. Sedangkan Cumi-Cumi dengan sajian serupa.

Untuk menu masakan Ayam dan Bebek unggulan adalah Ayam Goreng Sambal Desa, Ayam Bakar, Ayam Goreng Kremes, Ayam Cabe Ijo, Ayam Rica-Rica, Ayam Goreng Mentega, Ayam Goreng Kering, Ayam Cabe Garam. Sedangkan menu Bebek yang tersaji adalah Bebek Goreng Kremes, Bebek Bakar, Bebek Cabe Ijo, Bebek Balado, Bebek Saos Mentega, Bebek Lada Hitam.

Bagi para pencinta sayuran atau mereka yang ingin menu sehat ala oriental bisa memilih menu semi vegetarian seperti Cah Kangkung Belacan, Toge Ikan Asin, Cah Kailan Bawang Putih (Saos Tiram), Cah brokoli Bawang Putih (Saos Tiram), Kailan Cah Seafood, Brocoli Cah Seafood,  Cap Cay Seafood dan menu favorit Sayur Asem.

Anda tertarik dengan segala menu khas Nusantara ini? Silakan datang atau bisa pesan antar dengan menghubungi nomor delivery di (021) 4786.7000

KelanaRizal  dobeldobel.co.cc

AHA STEAK CEMPAKA PUTIH - KEMAYORAN

Bukan Murah Namanya, Kalau Tak Selezat di AHA Steak

Cempaka Putih - kelanakuliner.co.cc
Kebanyakan orang kita masih beranggapan bahwa makanan import pasti mahal. Sekarang yang kayak gitu sudah nggak berlaku lagi, demikian pendapat seorang rekan. Kata mahal memang identik dengan makanan-makanan ala barat atau Eropa. Contohnya, saat orang  mendengar yang namanya steak pasti akan terbayang harganya yang tidak murah.

Biar lebih jelas, bagaimana seh sebenarnya pasar makanan ala eropa dan amrik ini di tengah masyarakat kelas menengah kota Jakarta, maka kelanakuliner mencoba menemui warung steak yang lumayan ngetop yakni AHA Steak di kawasan Cempaka Putih. Sebenarnya warung ini adalah cabang kedua, setelah warung pertamanya, AHA Steak Kemayoran.  Namun karena janji ketemu dengan sang pemilik sudah dibuat di sini, wawancarapun diatur di tempat yang lumayan ramai dan cozy ini.

"Saat pertama kali kami buka di kawasan Kemayoran tahun 2004, di bekas bandara Kemayoran respon warga sekitar serta calon pelanggan agak berat," papar Freddy sang pemilik yang memulai usahanya setelah tahunan bekerja di beberapa foodcourt dan mall sebagai staf akunting. "Bahkan ada yang tanya, 'Steak itu apaan sih?' dan saya pun terkadang menahan tawa. Apalagi saat ada yang bertanya 'Kalau chicken itu apaan?'," ujar lelaki 36 tahun ini tentang usaha warung steaknya di lokasi pasar middle low ini.

Otomatis, Freddy pun bermain di segment pasar yang bukan saja terbatas kemampuan daya belinya tapi juga terbatas pengetahuannya tentang produk yang dia luncurkan. Terjadilah proses edukasi dan promosi yang lumayan panjang dan berat untuk memasuki pasar wilayah kemayoran. Ternyata Freddy dan rekannya berhasil. Terutama setelah melewati masa krisis tahun 2008.

"Sebenarnya krisis tahun 2008, adalah krisis tersendiri bagi Amerika Serikat, dan di negara Indonesia terutama banyak masyarakat kita tak merasakan dampaknya. Namun begitu peningkatan animo masyarakat terhadap produk yang kami pasarkan kian meningkat." ungkap Freddy lebih jauh, "Yah gak banyak lah pengaruhnya buat penjualan kami walau ada sedikit."

Keberhasilan Freddy dan rekannya membuka usaha warung makanan barat berupa steak dan burger serta menu makanan lainnya berkonsep kaki lima semakin terlihat apalagi setelah buka cabang di Cempaka Putih.
Tidak Lezat Rasanya, Kalau Tak Semurah di AHA Steak

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger