Ambulance Gratis Kini Menjadi Trend Sosialisasi Yang dipelopori Agus Winanto

Tuesday, December 31, 2013

Banyak Caleg lainnya Meniru Tapi Tak Ada Yang Seaktif Agus Winanto dalam Memberikan Bantuan Ambulance Gratis


Pengecoran Jalan Benda I, Kelurahan Jatirasa

Pembangunan Infrastruktur oleh Pemkot Bekasi yang Tak Menyeluruh, Maka Warga Mendapatkan Bantuan Swadaya Pengecoran Jalan

f


Ketika warga tidak mendapatkan pelayanan publik berupa pembangunan infrastruktur di lingkungannya, warga masyarakat memang tidak perlu berpangku tangan ataupun kecewa apalagi harus bermuka kusut mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah daerah kota Bekasi. Pasalnya masih ada saja tokoh masyarakat yang peduli dan berbuat demi kepentingan banyak, tanpa memikirkan dirinya sendiri.

Disinilah hati nurani dan sifat kedermawanan dibutuhkan. Betapa banyak orang yang mampu dan memiliki kekuasaan atau mendapat kesempatan untuk menduduki jabatan penting baik di posisi eksekutif ataupun legislatif, terkadang tak bisa menjawab langsung kebutuhan warga yang sangat mendesak. Seolah waktu menjadi tembok besar bagi niat mereka membantu rakyat dengan situasi dan kondisi di lapangan.

Dari semua pihak yang seharusnya bisa berbuat banyak untuk kepentingan warga masyarakat khususnya di wilayah kelurahan Jatirasa, kecamatan Jatiasih akan dibuatnya pengerasan jalan umum maka tak banyak yang mau terjun langsung kecuali mereka saja yang peduli.

Warga di sekitar RT 03 / RW 02 Jalan Benda I, kelurahan Jatirasa kecamatan Jatiasih pantas bersyukur atas adanya pengecoran jalan yang sepenuhnya dibantu seorang tokoh yang tidak asing buat mereka. Hanya satu kebetulan saja sang tokoh, Agus Winanto menjadi calon legislatif PPP untuk DPRD Kota Bekasi. Wargapun berharap hal ini tidak semata dilakukan hanya karena sang tokoh hendak menjadi caleg ataupun berharap mendapat timbal balik berupa dukungan.

"Yang saya tahu, Pak Agus memang dengan sukarela membantu warga sekitar membangun pengecoran jalan, dan justru karena itulah saya menganggap dia peduli dan langsung berbuat bagi kepentingan kami sebagai anggota masyarakat yang tinggal di lingkungannya," ujar salah satu pengurus RW tentang tindakan dermawan Aguswi dalam mendanai keseluruhan pengecoran.

"Ditambah kepeduliannya dengan kesusahan orang lain, saya kira layak dia menjadi seorang wakil rakyat," imbuh lelaki yang kini terlihat jadi sering datang ke posko Aguswi di jalan Swatantra-Jatiasih itu dan menyediakan waktunya untuk membantu Aguswi untuk bisa membantu warga lainnya dalam beragam aktivitas sosial.

DikRizal - Wartawan webrizal.com


Kegiatan Pembersihan Saluran Air di RW 15, Kel. Kayuringin Jaya

Monday, December 30, 2013

Tahukah Anda, selama lebih dari 10 tahun, kawasan aliran sungai, kali dan drainase di kelurahan Kayuringin Jaya tak pernah dibersihkan?


Program pemerintah daerah Kota Bekasi berupa himbauan kerja bhakti di setiap RT dan RW yang ada di lingkungan kelurahan Kayuringin Jaya sepertinya tidak berjalan sebagaimana mestinya, entah mengapa tapi inilah yang menyebabkan menjadi alasan utama mengapa kawasan ini sering terjadi banjir yang cukup dalam setiap lima tahunnya. Hal yang menyedihkan, apalagi kelurahan Kayuringin Jaya termasuk kelurahan yang menjadi sentra penilaian program penghargaan Adhipura.


Lokasi kelurahan Kayuringin Jaya yang dekat dengan urat nadi Kota Bekasi, dan tepat di belakang terminal Kayuringin Jaya yang mempunyai jalur trayek ke Bandara Soekarno Hatta, juga dekat dengan jalan provinsi kelas 1 serta mempunyai Gedung Olah Raga Kota Bekasi, dan tak kalah ramainya beberapa adanya Mall juga ruko-ruko sentra niaga, sungguh warga setempat khususnya Kelurahan Kayuringin Jaya tidak mendapatkan banyak keuntungan dari pesatnya pembangunan yang ada tersebut pada demikian pula warga Bekasi Selatan.

Ketimpangan layanan publik ini antara fasilitas yang diberikan pemerintah daerah kota (pemdakot) kepada para pengusaha dan orang kaya tidak sebanding besarnya layanan publik kepada warga sekitar apalagi kepada warga miskin di kecamatan Bekasi Selatan.

Kita lihat saja pelayanan kebutuhan masyarakat akan lingkungan yang bersih dan sehat di wilayah ini. Pemdakot Bekasi sepertinya telah melakukan kesalahan fatal dengan gencarnya pembangunan mall dan komplek perkantoran dan ruko serta apartemen yang tidak mengindahkan area resapan air. Atau setidaknya pemdakot harus bisa menggantikan penggunakan areal resapan air untuk pembangunan gedung bertingkat seperti yang dimaksud dengan pembuatan biopori ataupun drainase yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan agar tidak terjadi banjir dan bencana lingkungan lainnya karena kelalaian pemdakot maupun pihak swasta menggalakkan pembangunan dengan konsep "kejar setoran".

Di tengah kekacauan kinerja pemdakot Bekasi yang sejatinya adalah hasil dari ambisi mengejar penghargaan Adhipura ini, warga Kota Bekasi bersyukur mendapatkan tidak sedikit tokoh publik yang peduli pada kebersihan dan kesehatan lingkungan. Salah satunya adalah Agus Winanto, seorang pengusaha yang juga kini menjadi caleg PPP nomor urut 2 untuk DPRD Kota Bekasi wilayah dapil III (Bekasi Selatan dan Jatiasih) ini bisa dijadikan contoh, betapa seorang calon wakil rakyat seharusnya berbuat. Bukan sekadar umbar janji dan pasang alat peraga kampanye memperkenalkan diri, namun tidak ada satupun tindakan yang membantu kepentingan publik.

Bagi Agus Winanto, berkampanye itu bukan sekadar memperkenalkan diri dengan segala macam atribut kampanye dan bantuan iklan di banyak media. "Warga lebih suka dengan tindakan nyata yang bisa langsung dirasakan mereka, daripada sekadar jargon dan janji-janji," ungkap lelaki yang kini membuka posko Agus Winanto PPP Bangkit di kawasan Jatirasa-Jatiasih ini.

Apa yang dilakukan oleh lelaki caleg berdarah Jawa Timur ini sangat diterima warga sekitar Kayuringin Jaya, yang memang berharap mereka para calon wakil anggota dewan tidak hanya bisa bersosialisasi dengan pertemuan-pertemuan yang hanya dari satu arah, dimana caleg bicara, warga mendengarkan. Ini satu bentuk feodalisme kampanye, ujar seorang warga Kayuringin Jaya yang bekerja di kawasan industri Cikarang.

Sekarang apakah masih ada caleg di wilayah Bekasi Selatan yang berbuat hal yang serupa seperti Agus Winanto, demi kepentingan warga sekitar akan kebersihan dan kesehatan lingkungan? Kita lihat dan cari tahu saja, siapa sajakah caleg dari wilayah kecamatan Bekasi Selatan yang telah berbuat buat lingkungan tempat tinggalnya.

Sidik Rizal - Pemerhati Lingkungan Kota Bekasi



Pembersihan Lumpur Sisa Banjir Lapangan Olahraga "Sinar Pondok Benda"

Sunday, December 29, 2013

 Kemang IFI Graha,  RW 07 Kel. Jatirasa


Kepedulian pada prasarana olahraga warga sekaligus peduli lingkungan sehat dan bersih adalah bukti bahwa bagaimana seharusnya seorang tokoh berbuat bagi warga masyarakat di lingkungannya.


Ketika pemerintah tidak mampu bertindak secara cepat mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi setiap tahunnya di wilayah Kota Bekasi, maka warga masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah seperti beberapa kelurahan di kecamatan Bekasi Timur, beberapa kelurahan di kecamatan Jatiasih, dan juga kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Barat dan sebagian besar komplek perumahan di Medan Satria, dan daerah lainnya yang merasakan pedihnya penderitaan saat hujan lebat datang.

Permasalahan juga tidak selesai saat banjir surut, tapi malah lebih parah lagi setelah banjir yang memporakporandakan banyak perumahan warga, sisa lumpur seolah menegaskan betapa ujian bencana banjir tidak bisa langsung diatasi.

Seperti halnya kawasan kecamatan Jatiasih, kelurahan Jatirasa yang memiliki prasarana olahraga berupa lapangan olahraga "Sinar" di Pondok Benda, Kemang IFI Graha, setelah banjir melanda, lapangan yang dekat dengan kali tersebut penuh dengan sisa lumpur banjir yang lumayan tebal dan dalam. Jika hal ini tidak segera dibersihkan, sudah dapat dipastikan sisa banjir akan mengering dan tentunya lebih sulit dibersihkan.

Beruntungnya warga sekitar mempunyai seorang tokoh masyarakat, Agus Winanto yang begitu peduli dengan ketersediaan prasarana lapangan olahraga. Agus Winanto sendiri melakukannya bukan karena dia ingin mencalonkan diri menjadi anggota dewan saja, tapi lelaki sudah melakukannya jauh sebelum dia bergabung menjadi caleg PPP untuk DPRD Kota Bekasi.

Yang perlu diketahui oleh masyarakat luas sosok Agus Winanto adalah orang yang telah lama terjun lama di dunia politik, khususnya sebelum bergabung dengan PPP, Aguswi demikian akrab disapa, sudah bergabung dengan partainya Megawati Soekarnoputri. Namun semua kiprahnya di partai berlambang banteng hitam moncong putih itu, bukan sekadar penyokong ataupun donatur, tapi lebih dari itu.

Belajar dari pengalamannya itulah, Agus Winanto mempunyai kebiasaan untuk selalu berbuat sesuatu buat warga sekitar lingkungannya. Kepeduliannya kepada orang lain inilah yang membuatnya gampang sekali mendapatkan dukungan dan teman baru.

Lalu apa kaitannya antara pengalaman sang caleg PPP ini di dunia politik dengan kepeduliannya kepada lingkungan pemukiman warga? Nah di sinilah pokoknya, bagaimana seorang caleg seharusnya berbuat.

Ketika melihat kesusahan yang dialami oleh orang lain apalagi yang dialami kebanyakan warga, maka peduli tidak tinggal menjadi sebuah kepedulian semata, tapi harus diikuti dengan tindakan nyata dengan melakukan sesuatu hal yang bisa meringankan dan membantu mengurangi penderitaan orang lain yang tertimpa musibah dan hal inilah yang dilakukan oleh Agus Winanto. Sudah sepatutnya dia mampu meraih simpati warga dan pendukungnya.

Masalah nanti warga masyarakat yang sudah tahu tindakan positif dan kesalehan sosial yang dilakukan  oleh Agus Winanto pada waktunya tidak mendukung dirinya menjadi wakil rakyat, itu bukan urusannya lagi. Baginya berbuat kebaikan sosial tidaklah harus dibayar dengan memilih atau mencoblos surat suara pada namanya. Baginya semua pilihan dan dukungan setiap para pemilih adalah urusan mereka, dan Aguswi sudah pasrah terhadap hal tersebut.

Sidik Rizal - kandidat-kandidat.com



Pertama Kali Sosialisasi, Sudah Disurati Panwaslu

Friday, December 27, 2013

Hj.Wiwiek Hilwiyah A, saat sosialisasi dengan warga sekitar rumah
Hj.Wiwiek Hilwiyah A.
Calon Anggota DPRD Kota Bekasi
Dapil 1 No.4 Partai Golkar
Kecamatan Bekasi Timur

Perjalanan karier politiknya memang baru kali ini bisa dilihat dengan pencalegan yang diikuti ibu dari empat anak perempuan dan nenek empat orang cucu ini. Namun jauh-jauh hari dia sudah aktif dalam organisasi sosial dan yang terakhir aktif di DPD Golkar yang menangani bidang kesehatan masyarakat.


Sebagai seorang ibu apalagi yang mempunyai 4 anak perempuan, tentunya bukan hal yang mudah, apalagi Hj. Wiwiek Hilwiyah yang akrab dipanggil bu Slamet ini selalu membimbing dan mengajarkan segala hal yang baik kepada anak-anaknya disamping memberikan contoh langsung.


Tak bisa dipungkiri, keberhasilan Hj.Wiwiek mendidik anaknya dengan mengedepankan gaya hidup sederhana meskipun segala kebutuhan mereka disediakan orangtua. Sebagai orangtua Hj.Wiwiek berprinsip totalitas mendidik dan membesarkan mereka, jadi tak ada hal lain yang lebih penting kecuali mempersiapkan mereka menjadi orang dewasa yang siap mandiri menghadapi kehidupan seperti hal dirinya.

"Itulah sebabnya dulu banyak sekali penawaran untuk terjun ke politik praktis semenjak tahun 2004 dan 2009, namun karena anak-anak perempuan saya belum selesai pendidikan dan belum menikah semua, saya kuatir hal itu akan mempengaruhi kebutuhan mereka terhadap saya sebagai seorang ibu," istri dari Slamet Pabudi Setiono ini.

Wanita lulusan Pendidikan Guru Agama ini menjelaskan, bahwa yang memintanya menjadi caleg adalah para politisi di tingkat elit, bahkan di tahun 2004 Hj.Wiwiek mengaku sudah didekati petinggi parpol untuk mau menjadi calon anggota dewan, dan tentu saja dia dengan berat hati menolaknya, termasuk ketika tawaran itu datang di tahun 2009 dari partai lainnya.

"Kini situasi dan kondisinya berbeda, dimana semua anak saya sudah selesai pendidikannya dan ke-empat putri saya sudah menikah semua, bahkan sudah memberikan saya 4 orang cucu yang lucu-lucu," ungkapnya memberikan alasan kenapa baru sekarang dia bisa mengikuti pencalegan Pemilu 2014.
Satu kebetulan sudah beberapa tahun terakhir dia aktif di partai Golkar dan diberi amanah untuk mengurusi bidang kesehatan masyarakat. Baginya inilah kesempatan terbaik untuk mengabdi kepada masyarakat di lingkungannya dimana dia tinggal.

Namun perjuangannya di kampanye politik yang baru dia alami ini, sudah memberikan pengalaman baru. Pada saat sedang melakukan sosialisasi dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga di sebuah RT di Kelurahan Aren Jaya, Kec. Bekasi Timur, dirinya dilaporkan oleh seseorang kepada panwascam.

Diding Ruswandi, fungsionaris & tim inti relawan Hj.Wiwiek hilwiyah Arief
Hj.Wiwiek dan mas Diding, seorang teman aktivis di DPD Golkar Kota Bekasi yang akhirnya menjadi anggota tim relawan utama yang memberikan bantuan segala hal berkaitan kampanye, sempat panik tak tahu harus berbuat apa. Namun karena kesabarannya sebagai seorang ibu dan pengalaman berorganisasi relawannya yang militan, maka Hj.Wiwiek tidak melakukan kesalahan blunder dalam menanggapinya.
Sempat ada kecurigaan dari dirinya, bagaimana mungkin panwascam bisa mengetahui kegiatan sosial yang dilakukannya itu dan menganggapnya sebagai pelanggaran kampanye yang dilakukan Hj.Wiwiek.

"Hal ini kok bisa bersamaan, sesaat saya menerima surat dari Panwascam, dan saya membuat status di BBM pribadi yang berisi bahwa ini adalah cobaan, banyak sekali orang yang mengomentarinya," ungkapnya tentang kecurigaannya bahwa ada kemungkinan pihak tertentu yang tidak suka dengan kegiatan sosial pelayanan kesehatan gratis yang diadakannya.

Namun begitu, tak peduli dengan pandangan miring dan perbuatan orang lain yang memojokkan dirinya, Hj.Wiwiek berusaha untuk memaafkan layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya. Ditambah pula dirinya kini akan lebih berhati-hati untuk melakukan aktivitas politiknya di masa mendatang, apalagi menjelang masa kampanye Pemilu mendatang.

Ketidaktahuannya sebagai alasan ketika mendapat surat peringatan dari Panwaslu Kecamatan Bekasi Timur, mendapat respon positif. Sesungguhnya hal ini bisa dibilang wajar, karena banyak sekali caleg-caleg lain melakukan hal yang serupa, namun mereka tidak mendapat perlakuan yang serupa. Ini menunjukkan Hj.Wiwiek mendapatkan perhatian khusus dari para lawan politiknya termasuk Panwaslu.
"Itu juga membuktikan, bahwa Hj.Wiwiek bukan caleg sembarangan, mengapa baru pertama kali melakukan kegiatan sosial politiknya, tapi membuat sebagian orang lain blingsatan dan melaporkannya kepada panwaslu," kata seseorang tetangganya yang tak mau namanya disebutkan.

Sepertinya dia harus mempunyai dukungan dari semua orang yang dekat dengan rumahnya, dan ini merupakan kunci suksesnya memenangkan pemilu, imbuh narasumber ini dengan menyebut bahwa suami Hj.Wiwiek adalah seorang ketua pengurus lingkungan yang bisa menjadi modal untuk mendapatkan dukungan penuh warganya dan harus berjuang bersama inkamben (incumbent), Partai Golkar, Drs. H.Rosihan Anwar, untuk memenangkan 2 kursi bagi Golkar di dapil Kecamatan Bekasi Timur, dan tentu ini bukanlah perkara mudah. Apalagi persaingan kali ini berhadapan dengan beberapa inkamben dari partai lainnya, seperti Anggota DPRD, dari PAN, Thamrin Usman, MSi yang kini jadi caleg dari partai Hanura. Dua caleg imkamben dari Partai Demokrat, Ronny Hermawan,SH. dan H. Abadi Ika Setiawan, SE. Belum lagi caleg inkamben PDIP, yakni H.Lilik Hariyoso, S.Sos. Ada juga inkamben tahun 2004 mantan anggota dewan dari Partai Demokrat namun 2009 tidak jadi karena konflik internal, H.Sukono Heru Setianto, SH. yang kini berangkat dari gerbong partai PKPI.

Tentu hal itu tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan karena berdasarkan pengalaman, para caleg dari pemilu ke pemilu lima tahunan, yang di lingkungan terkecil dan terdekat tidak mendapat dukungan, maka praktis tidak akan bisa memenangkan pemilu dengan mendapatkan dukungan suara terbanyak.

Hj.Wiwiek Hilwiyah Arief adalah wanita tegar lulusan sekolah guru agama yang mampu membesarkan ke empat anak puterinya hingga mandiri. Disamping itu sebagai seorang istri dan wanita yang ingin sekali bisa memberikan kontribusinya pada lingkungan di sekitarnya ini punya anggapan yang sangat prinsip dimana baginya politik hanyalah jalan menuju sebuah pengabdian. Apakah dia sanggup menjadi wakil rakyat buat DPRD Kota Bekasi di Pemilu 2014 mendatang? Kita lihat saja nanti kiprahnya.

Biodata
Caleg Golkar No.4 DPRD Kota Bekasi, Dapil 1 Kec. Bekasi Timur


Nama Lengkap :
HJ.WIWIEK HILWIYAH ARIEF

No. KTP :
3275014912580017

Tempat/Tgl Lahir:
JAKARTA 09/12/1958

Jenis kelamin: Perempuan

Agama: ISLAM

Status : KAWIN

Nama Suami : SLAMET PABUDI SETIONO

Jumlah Anak :    4 orang perempuan

Alamat :
PERMATA BEKASI 2 BLOK N-7
RT.05 RW.08 KEL DUREN JAYA
BEKASI TIMUR
KOTA BEKASI
JAWA BARAT

Pendidikan Terakhir :    PGA
Pekerjaan : IBU RUMAH TANGGA

Sosialisasi Agus Winanto Kel. Jakamulya

Sunday, December 15, 2013

Agus Winanto Sosialisasi di Jakamulya

Berita Umum

Wednesday, December 4, 2013



Profil Agus Winanto

Tuesday, December 3, 2013

Caleg DPRD II Kota Bekasi, PPP Nomor 2
Dapil Jatiasih, Bekasi Selatan


Saat bertemu dengannya, sang caleg sedang berkumpul dengan beberapa tim inti relawan yang selalu bekerja mendukungnya berkampanye di tengah masyarakat dalam setiap sosialisasi dalam beragam bentuk acara. Pada awalnya siapa yang menduga jika sang caleg yang kelihatan tampil cuek dan sederhana ini mungkin bisa dianggap berpenampilan angkuh.

Tapi ternyata tidak setelah saya mengenalnya lebih jauh. Sebagai wartawan intuisi dan insting saya terbiasa mengenal banyak tokoh bukan dari kesan pertama, namun dari bahasa tubuh dan komunikasi non verbal yang saya tangkapsaat pertama kali bertemu. Sosok Agus Winanto, adalah lelaki biasa yang kebetulan sekali berusaha mengubah lingkungannya menjadi lebih baik dengan segala hal baik yang dikenalnya.

Jika ingin mengenalnya lebih jauh, ikuti saja hasil penelusuran saya sebagai wartawan sekaligus konsultan kampanye online, agar Anda lebih mengetahui siapa kah calon wakil Anda untuk lima tahun ke depan ini. 

Biodata

Nama lengkap:
Agus Winanto

Tempat, tanggal lahir:
Surabaya, 13 Agustus 1963

Jenis Kelamin:
Laki-laki

Agama:
Islam

Kebangsaan:
Indonesia

Pekerjaan:
Wiraswasta

PendidikanTerakhir:
SMA

Alamat Rumah:
Kp. Pondok Benda
Rt 08/ Rw 03 No. 57
Kel. Jatirasa
Kec. Jatiasih,

Kota Bekasi
Status Perkawinan:
Menikah

Nama Istri:
Rasmaniawati

Jumlah anak: 3 (tiga) orang

Hasyim Muzadi: Hentikan Pekan Kondom Nasional

Monday, December 2, 2013

"Dari sistem pendidikannya, dari sisi budayanya. Bukan anak sudah terjerumus, kemudian sekalian dikasih kondom, saya tidak setuju dan hal itu harus dihentikan." 


 
PPP,OR,ID-JAKARTA. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi meminta Kementerian Kesehatan RI untuk menghentikan kegiatan Pekan Kondom Nasional yang diselenggarakan 1-7 Desember 2013.
 
"Pekan Kondom Nasional, saya minta dihentikan, kenapa? Dengan alasan apapun untuk memberikan edukasi tentang seks, tidak bisa dihindari kesan bahwa itu justifikasi terhadap 'free sex' (seks bebas, red.) itu," katanya, di Purwokerto, Selasa (3/11/2013).
 
Hasyim mengatakan hal itu kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan "Stabilitas Nasional Jelang 2014" yang diselenggarakan Komando Daerah Militer IV/Diponegoro di Auditorium Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Menurut dia, jika ingin menghentikan HIV/Aids dan sebagainya, semestinya dilakukan dari hulunya, tidak dari hilirnya.
 
"Dari sistem pendidikannya, dari sisi budayanya. Bukan anak sudah terjerumus, kemudian sekalian dikasih kondom, saya tidak setuju dan hal itu harus dihentikan," katanya.
 
Pekan Kondom Nasional digagas Kementerian Kesehatan dan diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN).
 
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan kegiatan tersebut bukan hal yang terlarang. "Lebih bahaya bagi-bagi rokok dari pada kondom," kata Menkes.
 
Acara tersebut ditentang keras oleh sejumlah organisasi masyarakat di Tanah Air. (SIARNUSA.com/hairi)

Berita Kandidat

Sunday, December 1, 2013



PPP Sindir Parpol Gunakan Serangan Udara

Saturday, November 30, 2013

INILAH.COM, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengkritik beberapa parpol yang menggunakan jaringan bisinis televisinya untuk mempromosikan partai dan calon presidennya. 




Karena, langkah ini sangat tidak adil yang hanya menguntungkan kelompoknya lewat jaringan media tersebut.

"Tidak boleh politisasi televisi, karena bulan-bulan ini ada pemberitaan politik menempatkan Capres dan Cawapresnya masuk disana. Itu tidak boleh," ujar Sekjen PPP Romahurmuziy di Jakarta, Sabtu (30/11/2013).

Romi panggilan akrab Romahurmuziy mengakui, jika berkampanye melalui iklan televisi tidak melanggar. Namun, parpol-parpol yang memiliki jaringan bisnis media juga tidak boleh memanfaatkan itu sebagai sarana publikasi.

Seperti diketahui, ada beberapa partai politik yang petingginya memiliki bisnis jaringan media televisi. Beberapa parpol tersebut adalah Golkar, NasDem, dan Hanura.

Ketiga parpol ini memang menggunakan jaringan bisnis medianya, untuk mempromosikan partai dan Capresnya di 2014. Bahkan, durasi iklan parpol-parpol itu cukup intens di medianya masing-masing.[ris]

Agus Winanto Cela Pekan Kondomisasi Kemenkes

Friday, November 29, 2013

Sama Saja Legalisasi Praktek Perzinahan Kepada Masyarakat




Menanggapi sepak terjang Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu ini, Caleg PPP, nomor 2 untuk DPRD II Kota Bekasi dari dapil III, Kec.Jatiasih dan Bekasi Selatan mengkritisi dengan pedas sebagai perbuatan yang tidak bermoral dari seorang pejabat publik.

Pernyataan Agus Winanto ini terbilang masih sopan jika dibandingkan komentar masyarakat pada umumnya yang jauh lebih pedas, bahwa Nafsiah Mboi adalah Menteri Kesehatan yang cabul dan berfaham liberalisme, dengan mencanangkan pekan kondomisasi kepada kaum generasi muda. Secara tidak langsung dibalik program kampanye penggunaan kondom yang dibagikan gratis ini terselip pesan, "Silakan saja berzina, asal menggunakan kondom, sehingga Anda bisa terbebas oleh bahaya penyakit HIV/AIDS."

Kebijakan Kemenkes RI, Nafsiah Mboi ini sungguh membuat malu dan melukai bangsa Indonesia yang mayoritas mempunyai adat ketimuran serta masih memegang keagungan dari pernikahan yang mensucikan hubungan resmi suami istri sebagai sesuatu yang tidak bisa disamakan dengan hubuungan seksual di luar pernikahan.

Sebagai pejabat tinggi di kementerian kesehatan seharusnya Nafsiah Mboi memperhatikan aspek budaya dan moral ketimuran apalagi, mayoritas bangsa ini adalah umat beragama yang menjunjung tinggi institusi pernikahan. Jika seandainya program sepekan (7 hari) pembagian kondom diberikan secara gratis kepada kaum muda (dalam hal ini remaja usia sekolah dan para mahasiswa serta pekerja muda), seolah Nafsiah mengatakan, "Silakan saja kalian berhubungan seks secara bebas, sepanjang menggunakan kondom, dan kami bagikan secara gratis." Sungguh hal yang sangat menjijikkan dan memalukan harkat martabat bangsa Indonesia yang tidak memberikan ruang kepada kebebasan seksual atau perzinahan.

Menurut Undang-Undang sendiri, papar Agus Winanto, Kemenkes Nafsiah sudah melakukan kesalahan karena telah mengkampanyekan serta memberikan alat kontrasepsi kepada mereka yang belum menikah. Dengan kata lain, sekali lagi, Nafsiah melegalisasikan perzinahan buat kaum muda.

"Dan jika hal ini dikarenakan untuk mengkampanyekan menghindari penyakit serta menghentikan penyebaran penyakit HIV-AIDS, ini berarti suatu proses pembodohan!" tegas Aguswi kepada wartawan di poskonya di bilangan Jatirasa, Jl. Swatantra, Jatiasih.

"Belum terbukti bahwa kondom itu bisa mencegah penularan virus HIV, dikarenakan besarnya ukuran virus penyebab AIDS ini jauh lebih kecil dari pori-pori karet kondom yang beredar di pasaran maupun yang dibagikan gratis kep[ada publik," imbuh lelaki yang sangat membenci menonton film BF ini kepada media online kandidat-kandidat.com.

Menurut Aguswi sendiri, selaku kader partai yang berazaskan syariat agama Islam, tugas kemenkes sejatinya bukanlah bagaimana mengkampanyekan penggunaan kondom kepada publik meskipun dikhususkan kepada pelaku seks beresiko. Karena definisi pelaku seks beresiko ini dalam pemahaman barat, juga termasuk kaum remaja yang pada umumnya di negara barat sana sudah terbiasa dengan perilaku seks bebas.

Tugas Kemenkes RI seharusnya adalah memberikan penyuluhan kesehatan tentang bahayanya perilaku seks bebas di kalangan kaum muda dan para pelaku seks beresiko di tempatnya masing-masing oleh petugas kesehatan dari instansi terkait bekerjasama dengan instansi lainnya yang mengurusi masalah sosial dan hukum agama seperti Kementerian Agama serta Kementerian Sosial. Bukannya melakukan kebijakan sepihak tanpa melibatkan instansi lainnya, hanya demi proyek pembelian kondom dalam skala besar yang bernilai milyaran rupiah, namun sarat dengan pelecehan serta pembodohan masyarakat Indonesia yang masih menjunjung adat ketimuran.

Melihat latar belakang pendidikan Nafsiah Mboi, yang baru saja dilantik oleh SBY untuk menggantikan Menteri Kesehatan sebelumnya Endang Sri Rahayu Sedyaningsih, yang telah meninggal dunia. Nafsiah dilantik SBY pada hari Rabu (13/6/2012) di Istana Negara untuk periode 2012-2014, dengan nama asli Andi Nafsiah Mboi Walinono.

Nafsiah Mboi adalah dokter spesialis anak jebolan sejumlah perguruan tinggi di Amerika dan Eropa. Lahir di Sengkang, Sulsel, 14 Juli 1940. Ia adalah istri dari mantan Gubernur NTT Brigjen Purn Ben Mboi.

Nafsiah mengungkapkan akan kembali mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko.

"Seluruh jajaran kami siap untuk mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko,"katanya saat jumpa pers di Gedung Kemenkes, Kamis (14/6/2012) lalu.


Rampok Nasabah Bank, Caleg PPP Dipecat

Wednesday, November 27, 2013

MUSI RAWAS - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mura, angkat bicara soal tertangkapnya Indra Kusuma (46) dalam kasus perampokan di Tuban, Jatim, Rabu 27 November.



Partai berlambang Ka'bah itu langsung menggelar rapat pleno dan langsung memutuskan memecat Indra sebagai caleg PPP untuk daerah pemilihan IV wilayah Kecamatan Tugumulyo, STL Ulu Terawas dan Selangit.

"Ini merupakan tamparan bagi partai kita. Partai mengambil langkah awal dengan memutuskan memecat Indra Kusuma dari keanggotaan PPP. Dan kita tidak akan membelanya," ungkap Wakil Ketua DPW PPP Sumsel, Muhammad Thahir, Jumat (29/11/2013).

Thahir menjelaskan, Indra baru bergabung dengan PPP Kabupaten Mura saat menjelang pendaftaran caleg. "Baru bergabung menjelang pendaftaran. Ke depan, kita harapkan pimpinan cabang setiap tingkatan harus selektif," tegasnya.

Dia juga mengaku sudah ditelepon langsung oleh Ketua DPW PPP Jatim yang menanyakan perihal status Indra selaku caleg PPP di Kabupaten Mura. "Saya katakan memang benar dia caleg PPP dan anggota kita," ujarnya.

Atas kasus tersebut, dia mengimbau kepada para caleg PPP untuk bisa menjaga citra di masyarakat.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mura, Nailul Azmi membenarkan adanya caleg yang terdaftar dari PPP Kabupaten Mura bernama Indra Kusuma (37). Dia tercatat sebagai daftar calon tetap (DCT) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura tahun 2014 dapil IV yakni wilayah Kecamatan Tugumulyo, STL Ulu Terawas dan Selangit.

"Dia tercatat sebagai calon tetap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mura dalam pemilihan umum tahun 2014 untuk dapil wilayah Tugumulyo, Kabupaten Mura dengan nomor urut dua. Di mana penetapannya oleh KPU pada 21 Agustus 2013 lalu," ungkap Nail.

Pihaknya sejauh ini belum dapat memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait langkah apa yang akan diambil setelah ditangkapnya Indra dalam kasus aksi perampokan nasabah bank antarkota yang berhasil dibekuk Satreskrim Polres Tuban, Jawa Timur.

"Kita sudah menerima informasi itu, tapi untuk teknisnya, kita belum tahu seperti apa. Yang pasti KPU Mura akan menggelar rapat pleno, baru setelah itu mengajukan hasil pleno tersebut ke KPU Sumsel," ungkapnya.

Ditempat lain, Kapolres Mura, AKBP Chaidir mengatakan, pihaknya juga sudah menerima informasi terkait penangkapan Indra yang merupakan otak kawanan perampok di wilayah Tuban, Jatim. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Tuban guna melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

"Kita terbuka untuk memberikan data atau link terkait adanya dugaan aksi kejahatan yang dilakukan pelaku di wilayah Mura. Tapi kita masih akan melakukan kroscek riwayat data yang bersangkutan," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di rumah tersangka di Dusun II, Desa Triwikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura terlihat sepi dan tidak banyak aktivitas. Di rumah bercat hijau itu terdapat usaha galon, bilyard dan warnet yang sudah dijalankan keluarga Indra sejak lama. Bahkan warga dan tetangga sekitar sudah mengetahui tertangkapnya Indra dalam kasus perampokan di Tuban, Jatim.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengatakan sosok Indra sudah tidak asing lagi dikalangan warga sekitar. Apalagi dari informasi, Indra sudah lama bermain di dunia kejahatan.

Di lingkungan sekitar pemukiman ia dikenal sosok yang supel dan dikenal masyarakat. Terlebih sebelum menjadi caleg. Indra mengikuti pencalonan sebagai kades Desa Triwikaton belum lama ini, meskipun akhirnya tersangka kalah. "Dia kalah waktu nyalon kades tujuh bulan kemarin," kata dia.

Indra juga dikenal ramah dan sering bersosialisasi kepada warga sekitar tempatnya tinggal. Ayah dua putra itu juga sempat berucap di masyarakat untuk tobat terjun di dunia kriminalitas.

Seminggu sebelum Indra tertangkap, tersangka pernah mengatakan akan merampok ke Singapura karena butuh uang untuk modal nyaleg. Namun, teman-temannya sudah ada yang diringkus dan tewas ditembak, sehingga tersangka merampok di level pulau Jawa untuk modal nyaleg.

"Akhirnya tersangka berangkat untuk melancarkan aksinya di Pulau Jawa. Belum berhasil akhirnya ditangkap aparat kepolisian," pungkasnya.
Sumber: (Era Neizma Wedya/Sindo TV/sus)

Sosialisasi Agus Winanto di Jakamulya

Saturday, November 23, 2013

Sosialisasi Agus Winanto di Jakamulya

Jadwal Penggunaan Mobil Ambulance Gratis

Monday, November 11, 2013




I. Kegiatan Ambulance dan Rescue Gratis

A. Jenazah
  1. Warga RT 06 / RW 02, Jatirasa ( Tujuan - Blora JATENG)
  2.  Warga RW 10, Perum Pondok Gede Permai, Jatirasa ( Tujuan TPU Jatisari)
  3.  Warga RT 07 / RW 02, Jatirasa, (Tujuan TPU Jatisari) 
  4.  Warga RT 09 / RW 03, Jatirasa (Tujuan TPU Kapuk)
  5.  Warga RW 10 Jatiasih ( Tujuan TPU Jatisari)
  6. Warga Bojong Menteng RW 05, (Tujuan TPU Kapuk)
  7.  Warga Villa Nusa Indah Dusun V ( Tujuan TPU Bojong Kulur)
  8. Warga RW 09 Perum Pondok Gede Permai Jatirasa ( Tujuan TPU Kapuk )
  9.  Warga RW 05, Jatirasa (Tujuan Purbalingga - JATENG)
  10.  Warga RT 05 / RW 09, Perum Pondok Gede Pemai , Jatirasa (Tujuan TPU Jatisari)
  11.  Warga RW 05, Warung Buah Jatirasa ( Dari Rs ANNA)
  12.  Warga RW 10 Perum PGP, Jatirasa (Tujuan TPU Menteng Pulo Jkt sel)
  13.  Warga Kampung Legok Jatiluhur (Tujuan TPU Jatikramat)
  14.  Warga RT 08 / RW 03, Jatirasa (Tujuan Nanjuk - JATIM)
  15.  Warga Pondok Melati (Tujuan TPU Kp Setu - Jkt tim)
  16.  Warga RT 04 / RW 02, Jatirasa (Tujuan TPU Jatisari)
  17.  Warga Bantar Gebang (Tujuan Kp. Ceger Jakamulya)
  18.  Warga Kp. Pulo Sirih Kel. Jaka setia (Tujuan Makam Kel H. Jeran)
  19.  Warga Kemang IFI Graha ( Dari Rs. halim Jkt tim) 
  20.  Warga  Cikunir RW 02, Kel. Jakamulya (Tujuan Kota Serang Banten)
  21.  Warga Cikunir RT 03, RW 02, Kel. Jakamulya (Tujuan Purwokerto - JATENG)
Up date terakhir sampai tgl 12 November 2013 klik di sini : UPDATE Kegiatan


B. Pasien Sakit
  1. Warga RT 04 / RW 11 Jatirasa (Tujuan RSUD Bekasi)
  2.  Warga RT 08 / RW 03, Jatirasa (Tujuan Rs. ANNA-Bekasi)
  3.  Warga RW 16 , Jatiasih (Tujuan Rs. ANNA - Bekasi)
  4.  Warga RW 03, Jatirasa (Tujuan RSUD - Bekasi)
  5.  Warga RT 05 / RW 01, Jatirasa (Tujuan Rs. Jatisampurna)
  6.  Warga RW 06, Jatiasih (dari RSUD ke Jatiasih)
  7.  Warga Pondok Gede Korban Tabrak Lari (Tujuan Pondok Gede)
  8.  Warga RW 05, Jatirasa (Temput dari Rs. ANNA)
  9.  Warga Cikunir  (Tujuan Klinik Pekayon)
  10.  Warga Surya Mandala (Tujuan RSUD - Bekasi)
  11.  Warga RW 16 , Jatiasih (Tujuan Kp. Sawah)
  12.  Warga RW 02 , Jatirasa (Tujuan RSUD - Bekasi)
  13.  Warga RT 05 / RW 02, Jatirasa (Tujuan Rs. Rawa lumbu)
  14.  Warga Jatiwarna (Jemput dari RS. Jatirahayu)
  15.  Warga RT 08 / RW 03, Jatirasa (Tujuan RSUD - Bekasi)
  16.  Warga RT 09 / RW 03, Jatirasa (Tujuan Khitanan)
  17.  Warga Kemang IFI Graha ( Tujuan RS. Halim JKT)
  18.  Warga RW 02, Tujuan Babelan
  19.  Warga RT 05 / Rw 02, Tujuan RS. Awal Bross Global
  20.  Warga Marga Jaya RT 04 / RW 05 (Tujuan RSUD - Bekasi)
  21.  Warga RT 05 / RW 01, Jatirasa (Tujuan RSUD - Bekasi)
  22.  Warga RT 08 / RW 03, Jatirasa (Tujuan RSUD - Bekasi) 
  23.  Warga RW 02, Tujuan Babelan.
  24.  Warga Kp. Kebantenan, RT 03 / RW 04 Kel. Jatiasih (Dari RSUD ke Jatiasih)
Up date terakhir sampai tgl 11 November 2013


Berita Pileg

Sunday, October 27, 2013




Interaktif

Kontak : Agus Winanto - Caleg PPP No.2 DPRD Kota Bekasi, Dapil 3 : Bekasi Selatan - Jatiasih



Dukung Pembatasan Alat Peraga Kampanye

Tuesday, October 1, 2013

Halimatun Sakdiah Caleg DPRD Kota Bekasi
Nomor Urut 3 dapil Bekasi Selatan dan Jati Asih

Setuju dengan peraturan KPU NO. 15 Tahun 2013 tentang perubahan pertama atas peraturan KPU No. 1 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan kampanye yang membatasi alat peraga kampanye.

Pemilu legislatif yang akan diselengagarakan 9 april 2014, namun partai politik dan seluruh caleg sudah dapat berkampanye asalkan jangan dalam pengarahan masa, hal ini memberikan peluang untuk caleg dalam menggunakan berbagai macam alat peraga kampanye seperti spenduk, baliho, stiker dan lain sebagainya.
Baca selengkapnya »

Ayuni Mirlina, Caleg yang Tidak Saya Kenal

Thursday, September 26, 2013

Apakah Ayuni Mirlina Kutu Loncat Parpol?
Hasil Penelitian Khusus Melalui Internet dan Wawancara Dari Beberapa Sumber

Ayuni Mirlina saat mendaftarkan diri jadi calon walikota melalui Partai Demokrat
Ayuni Mirlina saat jadi balon walikota di PD
Ketika penulis melihat salah satu baliho caleg wanita "berwajah cantik" ini (setidaknya yang terpampang di poster dan baliho kampanyenya) terpampang di satu pertigaan pintu masuk komplek perumahan Jaka Permai, saya jadi ingat wajah itu lagi beberapa tahun silam pada pemilu tahun-tahun sebelumnya dan juga pilkada.

Nah caleg yang seperti ini yang harus saya cari tahu seperti apa "sih" sebenarnya pribadi yang telah gagal berkali-kali ikut pileg di dua pemilu sebelumnya tahun 2004 dan 2009 dari PAN dan kemudian gagal lagi bertarung di pilkada 2012 lalu sebagai calon walikota dari partai Demokrat.

Ada dua kata saja untuk menggambarkan seperti apa perempuan yang juga menjadi ketua organisasi komunitas dansa ini. Pertama, "ngotot" atau yang kedua "pejuang". Setidaknya sementara waktu ini saya menyebutnya "Pejuang Ngotot". Seperti ngototnya saya ingin bisa bertemu dan mewawancarainya, yang ternyata susah sekali.



Ayuni Mirlina, saat menjadi caleg dari PDIP, kini dengan gelar hajjah
Ayuni Mirlina dengan seragam birunya yang dulu
Penulis memang tak mengenal perempuan ini, tapi ketika ada kesempatan untuk datang ke rumahnya dan pada kali ke-4 dan mudah-mudahan ini bukan tanda kenapa ia kini berada di partai bernomor 4. Hah? Bercanda!

Sungguh betapa sulitnya saya meyakinkan dirinya bahwa saya bukan wartawan yang mau menjatuhkannya, malah saya ingin memperjelas isyu yang beredar di antara kawan dan lawan politiknya.

Apakah dia tidak tahu istilahnya konfirmasi, dan jika dia menghindar terus dari wartawan seperti saya, malah justru menghadirkan ketidakjelasan niatnya sebagai caleg, atau bahkan bisa menimbulkan kecurigaan bahwa benar adanya sangkaan dari banyak orang terhadap dirinya yang dianggap kutu loncat politik yang penuh ambisi. Sayang sekali dia sepertinya tidak mengerti hal itu. Menghindari wartawan justru memperkeruh pencitraan dirinya. 

Setelah beberapa kali hanya bertemu dan bertelepon ria dengan asisten rumah tangga alias pembantunya yang masih gadis itu di kediamannya.

Tidak perduli berapa kali dia gagal dalam pemilu mau puluhan kali atau ratusan kali (jelas itu tidak mungkin) dia gagal dalam pilkada, bagi saya sosok wanita berjilbab ini perlu untuk ditelusuri dan diketahui lebih jauh apa sebenarnya yang menjadi motivasinya terjun ke dunia politik. Boleh jadi ini bagian dari penelitian khusus (litsus) dari sosok Hj. Ayuni Mirlina.

Ayuni Mirlina saat jadi calon walikota dan wakil dari PAN, tanpa gelar sama sekali
Ayuni Mirlina saat jadi balon walikota Bekasi dari PAN
Hal ini wajar bagi saya sebagai seorang pewarta blogger atau jurnalis warga (citizen journalist), yang penasaran mengapa wanita berpenampilan manis ini sudah loncat-loncat beberapa kendaraan politiknya. Mulai dari PAN, kemudian pindah ke Demokrat untuk pilkadanya dan terakhir melalui PDI Perjuangan bersandingan (kampanye tandem) dengan Sumiyati Mochtar Mohamad, istri mantan walikota Bekasi yang mendapat nomor urut 1 dari dapil Kota Bekasi dan Kota Depok.

Ayuni Mirlina memang mendapat nomor 3 dari dapil Bekasi Barat dan Medan Satria untuk DPRD Kota Bekasi. Namun statusnya bukan sebagai anggota struktur partai dan mendapatkan nomor kecil inilah yang menunjukkan betapa hebatnya lobi-lobi yang dilakukannya ke dalam struktur partai. Politisi memang identik dengan pelobi yang mumpuni.

Meskipun begitu dari informasi yang berhasil dikumpulkan, kemungkinannya dia mendapat nomor 3 adalah agar kuota perempuan dalam pemilu bisa terpenuhi. Tapi jika dilihat urutan daftar calon tetap, dimana urutan pertama diduduki oleh H. Sudirman, incumbent anggota DPRD Kota Bekasi yang juga anggota dalam struktural DPC, kemudian nomor urut 2 diselipkan tokoh yang dekat dengan ring 1, keluarga Megawati Soekarnoputri, Erwin dan barulah posisi nomor 3 diberikan kepada Ayuni Mirlina. Dan di sana ada caleg perempuan lainnya seperti Sahidah dan Dwi Sulistyowati dengan nomor urut masing-masing nomor 6 dan 9.

Ayuni Mirlina saat jadi balon walikota dgn PKS & PAN
Pada dapil V, yakni Bekasi Barat dan Medan Satria, memang ada 2 orang yang duduk di kursi DPRD Kota Bekasi, pertama H. Sudirman, SH. nomor 1 dan yang berikutnya nomor 5, yakni H.R. Budhy Prihanto. Namun Haji Budhy demikian panggilan akrab caleg nomor 5 ini, sejatinya adalah Penggantian Antar Waktu (PAW) dari anggota dewan Yance Sunur yang sudah menjadi Wakil Bupati di satu kabupaten di Indonesia Bagian Tengah sana.


Sebagian orang beranggapan bahwa PAW bukanlah "incumbent" namun tak sedikit pula para pengamat politik Kota Bekasi menganggap PAW juga bisa disebut sebagai incumbent, yang punya pengaruh dalam perolehan suara partai.

Kembali mengomentari kelihayan seorang Ayuni Mirlina dalam melobi para kader PDIP, nampak dari kehadiran dirinya di pembekalan para caleg saat workshop di Kota Cirebon, dia datang dengan beberapa kader PDIP dari ranting dan anak cabang Bekasi Barat dengan lebih dari satu mobil.

Sedangkan caleg lainnya seperti H.Budhy justru sebagai incumbent malah datang sendirian dengan satu mobil saja.

Melihat kenyataan tersebut di lapangan, ternyata kedigdayaannya di bidang lobi melobi juga harus diimbangi dengan kelihayannya menepis berita miring yang akan diarahkan kepada wanita yang bersuamikan H.Ir.Kusnanto, MM. ini, saat sedang bertemu dengan publik baik itu di kalangan akar rumput maupun di kalangan elit petinggi, birokrat maupun pendukung pencalonan dirinya sebagai anggota dewan. Hal ini dikenal dengan istilah kemampuan berdiplomasi.

Kegagalan yang tak pernah menyurutkan ambisinya berpolitik
Apakah seorang Ayuni Mirlina mempunyai kemampuan berdiplomasi yang unggul? Jawabannya adalah bagaimana dia menanggapi pernyataan yang pertama kali saya angkat sebagai judul tulisan ini, yakni siapakah Ayuni Mirlina yang tidak saya kenal ini?

Pertama setelah saya bertemu dengan diri wanita beranak dua ini ketika di kediamannya di bilangan Jaka Permai, tepat sesaat setelah seorang rekanan wartawan atau entah apa, berbincang sebentar.

Saya pun mendapat giliran untuk bisa berbincang dengan Ayuni Mirlina sehingga saya mendapat kesempatan untuk buat janji dan ketemuan di lain waktu serta sempat bertukar nomor telepon HP dan sempat bertukaran pin BB yang sayangnya tidak juga dijadikan kontaknya.

Lumayan buat saya karena alasannya yang sibuk dengan berbagai urusan mulai dari keluarga hingga kemudian hari kepergiannya dengan beberapa pengurus partai ke Cirebon untuk pembekalan kampanye oleh Ketua Umum PDI Perjuangan langsung dengan Megawati SP.

Simbolisasi gambar apakah caleg Ayuni Mirlina yang namanya akan turun?
Hj. Ayuni Mirlina, SE.MM. semakin turunkah namanya di mata rakyat?
Komunikasi yang tidak penuh meskipun terbilang saya aktif secara intens menghubungi lebih dulu menunjukkan semangat saya yang lebih besar untuk bisa mewawancarainya bahkan jauh lebih besar daripada ambisi perempuan ini jadi caleg. Ah masak iya?

Sehingga saya punya anggapan seolah wanita yang dulu dikenal ayu ini memang tak membutuhkan wartawan khususnya untuk media online dalam pembentukan opini publik serta seolah dirinya tidak sadar betaoa kemampuan media online mewartakan hal negatif maupun positif dalam pencitraan dirinya untuk kampanye 2014 mendatang.

Jika benar ini yang menjadi dasarnya sehingga sulit terasa bagi saya untuk bisa mengatur waktu mewawancarainya agar misi saya "bahwa publik harus mengetahui siapa sebenarnya caleg pilihan mereka" untuk sosok Ayuni Mirlina, sebagai salah satu cara tercepat via internet meneliti si calon wakil rakyat. Karena jika saya tidak berhasil mewawancarainya, pencitraan negatif yang sudah saya tangkap dari pencalegan Ayuni Mirlina bisa jadi semakin berkembang besar dan tentunya tidak produktif bagi kampanye dirinya.

Mengapa tidak produktif? Karena sepanjang pengamatan saya ketika mencari informasi dari internet, yang ada adalah data atau informasi kegiatan dirinya selama ini dari satu partai ke partai lain. Hal ini tentunya bisa mengundang pengertian miring dan negatif dalam caranya lompat dari satu kendaraan partai ke partai lain.

Bagaimana tidak, dulu dia pernah berkampanye sebagai calon legislatif dari PAN di awal tahun pertengahan tahun 2008 untuk pemilu tahun 2009, kemudian beberapa tahun kemudian juga dari internet, saya mendapatkan informasi tentang pencalonan dirinya menjadi calon walikota dari partai Demokrat di pilkada tahun 2012 Kota Bekasi. Bagi saya pribadi, hal yang wajar jika dulu pencalegan dari partai biru PAN kemudian ikut pilkada juga di partai biru juga, yakni Partai Demokrat. Tapi hal itu akan berkesan lucu, jika kita komentari dari biru ke biru, sekarang langsung ke merah, bukan?

Sepertinya Ayuni Mirlina harus menjelaskan ini kalau tak mau dibilang ngotot dan ambisius untuk memiliki kekuasaan politik. Dan terakhir di tahun 2013 ini, beberapa balihonya jelas terpasang di banyak tempat yang menunjukkan dia siap menjadi calon wakil rakyat untuk DPRD Kota Bekasi, namun dengan kendaraan PDI Perjuangan, dan bernomor kecil. Itu satu keuntungan tak nampak.
Memang betul, nomor kecil bukanlah nomor jadi untuk partai berlambangkan banteng moncong putih ini, tapi semua orang dan praktisi politik serta para pengamat politik tahu, betapa nomor kecil biasanya diposisikan untuk anggota struktural partai atau mereka yang sanggup melobi struktural dan mendapatkan posisi istimewa tersebut.

Dan apakah nama Ayuni Mirlina akan naik, jika dia bergerak mundur seperti mobil kadernya ini?
Ayuni Mirlina akan bergerak naik, jika dia mau berjalan mundur
Hal inilah yang sangat sarat dengan fitnah besar yang kelak akan ditanggungnya sendiri jika dia tidak melakukan apa yang disebut dengan istilah konfirmasi dan penegasan pembentukan opini masyarakat yang bakal berkembang negatif bila dia tak segera melakukan pernyataan publik.

Kekuatan pernyataannya melalui pihak media pers dalam hal ini wartawan yang mempunyai jaringan serta kekuatan besar mencitrakan siapa dirinya yang sesungguhnya menjadi satu keniscayaan kebutuhan bagi dirinya jika dia mau memenangkan pertarungan di kampanye mendatang.

Memang bukanlah hal yang mudah untuk memuaskan segala pihak, akan tetapi adalah hal yang sangat sederhana dan jauh lebih murah serta efektif, jika dia bisa menyuarakan kepentingan kepada orang yang bisa berbuat banyak dengan pencitraan dirinya.

Apakah orang lebih percaya kepada dirinya, jika dia melakukan pernyataan narsis (pernyataan egonya dalam baliho, poster maupun stiker) bahwa dia mempunyai modal yang pas untuk bisa dipilih konstituennya sebagai wakil rakyat?

Saya katakan narsis, karena baliho yang di dalamnya tak ada pernyataan orang ketiga sebagai testimoni, maka semua orang tahu jika baliho itu dibuat olkeh dirinya sendiri, dan tentunya semua pernyataan baik positif lebih menunjukkan egonya sebagai caleg. Apapun itu, terlepas si caleg ini mengerti atau ahli komunikasi masa atau tidak. Namun untuk seorang yang sudah mengenyam pendidikan strata S2, seharusnya mengerti tentang strategi kampanye dengan alat peraga media luar ruang, bagaimana etika dan gaya komunikasi massa yang bisa mengundang kepercayaan orang sedetik setelah membacanya.

Apakah Ayuni Mirlina tidak mengetahui hal itu? Tentu tidak, harusnya ada pihak ketiga, yang bisa dikatakan sebagai testimoni, terlepas benar atau tidak, yang penting pihak ketiga ini mampu menyuarakan bagaimana kualitas seorang Ayuni Mirlina. Dan hal ini jauh lebih mudah disampaikan dan terkadang bisa lebih efektif bila dilakukan oleh pihak ketiga, seperti media massa, meskipun yang berskala kecil seperti blogger ataupun media cetak abal-abal (kalau tak mau dibilang koran kecil dan ecek-ecek) yang kini mulai menjamur di banyak kota seperti Kota Bekasi hingga media online seperti http://kandidat-kandidat.com yang jaringannya masuk ke seluruh media televisi nasional maupun lokal hingga internasional.

Bukankah jaringan media online sebagai salah satu media publikasi dan informasi yang paling pertama dijadikan referensi awal para awak media elektronik untuk mencari sumber informasi tentang pemilu 2014 baik itu untuk penelitian khusus atau sekadar data awal tentang para kandidat caleg yang mau dijadikan sumber pemberitaan? Apapun medianya, wartawan yang mempunyai kekuatan menuliskan segala sesuatu langsung ke tengah publik bisa jadi sesuatu yang membahayakan jika tidak ditanggapi dengan bijak dan positif.

Nah, bagaimana respon seorang Ayuni Mirlina dalam menyikapi pemberitaan tentang dirinya yang pandai melompat-lompat seperti bajing dari satu partai ke partai lain demi politik yang sedang dirintisnya? Kita tunggu jawaban dan responnya pada penulisan berikutnya, apakah dia termasuk politisi yang "ngotot" atau politisi yang benar-benar "pejuang".

SidikRizal, pengamat politik dan jurnalis warga yang aktif menulis serta mencari tahu siapakah caleg pilihan publik. http://kandidat-kandidat.com

Biodata
Caleg Nomor 3 PDI Perjuangan
DPRD Kota Bekasi Dapil 5
Bekasi Barat - Medan Satria

Nama Lengkap : Hj.AYUNI MIRLINA, SE.MM
No. KTP : 3275026910640006
Tempat Lahir : JAKARTA
Tanggal Lahir : 29-10-1964
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : ISLAM
Status : KAWIN
Nama Suami : H.IR.KUSNANTO, MM
Jumlah Anak : 2 orang
Alamat Rumah :
PERSADA KEMALA BLOK B KAV.8-9
RT.005 RW.013 Kel. JAKASAMPURNA
Kec. BEKASI BARAT
Kota BEKASI
Prov. JAWA BARAT
Pendidikan Terakhir : S2
Pekerjaan : KARYAWAN SWASTA  
Telp.: 0856xxxxxx 

Bersihkan Sisa Lumpur Banjir untuk Warga, Sediakan Mobil PickUp

Wednesday, September 18, 2013

Agus Winanto Pinjamkan mobil PickUp Untuk Angkut Sampah Lumpur Pasca Banjir, Perum Pondok Gede Permai





Daerah Jatiasih khususnya yang terkena banjir, menyisakan banyak lumpur di areal umum seperti jalan perkampungan dan lapangan bola (futsal) maupun beberapa tempat ibadah. Hal ini disikapi dengan sigap oleh Agus Winanto yang peduli betapa sisa lumpur ini jika dibiarkan berlama-lama akan memberi dampak buruk bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Namun tak banyak yang bisa diperbuat oleh warga di lingkungan yang tertimpa bencana banjir ini. Prihatin dengan kondisi ini, bang Aguswi, sapaan akrab lelaki paruh baya ini, langsung mengerahkan tim kerja relawannya dengan warga sekitar banjir untuk membersihkan lingkungan terutama area fasilitas sosial hingga tak berlumpur lagi. Untuk itu Aguswi merogoh dari koceknya sendiri dan menyediakan beberapa mobil pickup untuk mengangkat karung-karung lumpur yang akan dibuang ke lain tempat.

"Harapan saya meskipun harus merogoh dari kantong saya sendiri, warga bisa merasa kembali nyaman dengan lingkungan yang bersih setelah banjir beberapa hari yang lalu. Biar Allah yang membalas kebaikan beberapa rekan dan anggota dari relawan saya disamping mereka hanya mendapatkan sekadar honor lelah," ujarnya tanpa bermaksud sombong.

Selenggarakan Pertandingan Olahraga Warga

Wednesday, August 21, 2013

Beri Hadiah Demi Tingkatkan Semangat Sportivitas Warga


Aktivitas warga Kampung Pondok Benda dalam keseharian memang sudah cukup banyak, namun kegiatan yang bersifat hiburan akan olahraga sudah menjadi kebutuhan bagi warga masyarakat di perkampungan pada umumnya. Tak jarang sedikitnya pertandingan olahraga menjadikan hiburan tontonan pertandingan menjadi satu hal yang sangat dinantikan.

Agus Winanto, caleg dari PPP bernomor urut 2 dari daerah pemilihan Kota Bekasi III, Kecamatan Bekasi Selatan dan Kecamatan Jatiasih memperhatikan kebutuhan warga masyarakat ini sebagai satu cara untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi setiap warga dan keluarganya dengan mengadakan beragam pertandingan olahraga dengan memberikan fasilitas serta hadiah yang cukup.


Kepekaan ayah 3 orang anak ini bukan hanya sekadar peduli pada masalah kebutuhan akan kesehatan dan kesejahteraan fisik semata, namun kebutuhan akan hiburan dan tontonan yang menggugah semangat sportifitas serta berolahraga juga mendapat tempat tersendiri bagi Agus Winanto yang kerap dipanggil Aguswi ini.


Ambulance Gratis Bantu Warga Yang Terkena Musibah

Monday, July 15, 2013

Kendaraan Ambulance Jadi Kebutuhan Yang Sulit dan Jarang Didapat Warga




Jika Jokowi, sebagai Gubernur DKI Jakarta selalu lakukan blusukan di tengah pemukiman warga DKI Jakarta, maka lain lagi yang dilakukan oleh Aguswi, alias Agus Winanto, caleg PPP Nomor 2 dari dapil Kota Bekasi III ini dalam bersosialisasi ke tengah masyarakatnya. Dia memberikan bantuan yang tak terpikirkan oleh para tokoh dan caleg di wilayahnya kecuali saat warga terkena musibah. Entah itu musibah sakit berat yang harus menggunakan kendaraan khusus untuk bisa dibawa langsung ke rumah sakit terdekat atau rujukan, atau saat warga mendapat musibah kematian, dimana mobil ambulan menjadi sangat penting untuk mengantarkan jenazah ke tujuan.

Hal ini bukan baru-baru kali ini saja dilakukan oleh Aguswi, karena dia hendak maju menjadi calon legislatif di DPRD II Kota Bekasi. Aguswi yang juga pengusaha dan kontraktor beberapa proyek di Jakarta dan beberapa kota lain ini mengatakan, baginya rezeki yang dia peroleh selama ini memang ada jatah atau hak orang lain yang membutuhkan.

Tak heran lelaki yang tinggal di Kampung Pondok Benda ini, dulunya adalah tokoh dan aktif di partai merah, namun justru pengalamannya berpolitik mulai dari tahun 2004 dia menjadi caleg dari PDIP untuk DPRD PROVINSI JABAR IV, lalu kemudian istirahat berpolitik di saat pemilu 2009, baru di tahun 2013 dan menjelang pemilu 2014 inilah, kini Agus Winanto menggunakan gerbong politik partai hijau, PPP.

Lelaki yang beristrikan Rasmaniawati ini menambahkan, "Saya hanya berprinsip, saat kita membantu orang lain dengan milik kita, maka pasti ada saja pertolongan dan bantuan dari Allah dari tempat-tempat yang tak terduga." jawabnya ketika ditanya dari mana dia membiayai biaya operasional pengadaan ambulan gratis buat warga selama setahun terakhir ini.

Jika melihat papan daftar pelayanan di posko caleg PPP Agus Winanto, tampak bahwa para pengguna pelayanan ambulan gratis ini bukan hanya warga sekitar Kampung Pondok Benda dan kelurahan Jatirasa saja. Bahkan ada beberapa keluarga yang tertimpa musibah meninggalnya keluarga yang harus dikirimkan ke luar kota di Jawa Timur juga Jawa Tengah. Juga ada beberapa daftar warga masyarakat yang tinggal di wilayah Vila Nusa Indah, padahal mereka sudah masuk wilayah Kabupaten Bogor, bukan wilayah Kota Bekasi lagi, notabene mereka bukan konstituen.

"Bagi saya setiap bantuan yang bisa diberikan tidak dikhususkan hanya untuk warga Kelurahan Jatirasa atau Kecamatan Jatiasih saja. Darimanapun mereka selama mereka membutuhkan bantuan kendaraan ambulan secara gratis, maka saya akan perintahkan tim relawan saya untuk membantu mereka." papar lelaki arek Suroboyo ini

OpenHouse s/d Jam 23.00 WIB di Posko Aguswi

Sunday, June 23, 2013

Kapanpun Bisa Hubungi Caleg PPP ini di POSKO Jatiasih


Jika Anda ingin mengenal lebih jauh dengan caleg, maka Anda harus datang ke rumahnya setelah mengetahui alamatnya bukan? Namun apakah sang caleg menyediakan waktunya secara penuh siang dan malam? Tentunya tidak semua bukan?


Di wilayah Jatiasih, mungkin hanya caleg PPP ini saja yang punya posko dan membuka pintu secara penuh buat siapa saja yang membutuhkan bantuan dan ingin sekadar bertemu dengan calon wakil mereka yang akan duduk di kursi dewan perwakilan rakyat di Kota Bekasi.

Caleg PPP Nomor 2 ini adalah Agus Winanto, seorang laki-laki yang sudah punya pengalaman banyak di dunia politik mulai dari bawah hingga kini kembali bermain di partai hijau demi menjadi wakil rakyat di Kota bekasi, khususnya dari daerah pemilihan Bekasi Selatan dan Jatiasih.

Baginya, masih banyak caleg lain dari parpol manapun yang belum juga membuka diri dan bahkan cenderung tidak mudah bersosialisasi di tengah warga masyarakatnya sendiri. Padahal jika mau jujur, yang patut dan berhak mengenal sang calon wakil rakyat seharusnya adalah warga sekitar di lingkungannya sendiri.

Bagaimana bisa seorang wakil rakyat tidak membuka diri dengan warga sekitarnya, padahal yang paling cepat untuk memberi dukungan karena sudah mengenal sang caleg adalah tetangga terdekat. jadi bila warga sekitarnya tidak mendapat kemudahan akses untuk bertemu dengan sang caleg, maka itu adalah satu kekurangan.

Itulah sebabnya mengapa Agus Winanto mempunyai posko Agus Winanto dengan logo PPP Bangkit di samping dinding kantor sekretariat poskonya. Agus Winanto sendiri berharap, dengan adanya posko, maka kegiatan sosial yang biasa dilakukannya kepada masyarakat di lingkungannya bisa terfokus dan berjalan secara profesional, di samping memberikan lapangan pekerjaan bagi para relawan yang turut membantunya mengkampanyekan dirinya menjadi calon anggota dewan DPRD Kota Bekasi.

Secara prinsip, posko bisa menggantikan rumahnya yang sering didatangi warga sekitarnya, menjadi tempat pertemuan bagi setiap warga masyarakat yang mempunyai kepentingan dan urusan yang bisa dibantunya baik secara langsung maupun tidak, dimana Agus Winanto sudah mempersiapkan setidaknya beberapa hal yang bisa dimanfaatkan menjadi sarana publik yang gratis pakai.

Satu hal yang bisa dicontoh, dan Agus Winanto sudah melakukannya sebagai pioner, khususnya untuk wilayah Jatiasih, dan salah satu tim relawannya juga berharap hal ini bisa diterapkan di daerah lainnya yakni kecamatan Bekasi Selatan dan sekitarnya.

Delapan Fungsi Tim Sukses

Tuesday, May 7, 2013

Ini dia fungsi intelijen yang harus dilakukan oleh setiap anggota tim relawan kampanye 



1. Dapat bergerak dan digerakkan oleh caleg
2. Membangun citra
3. Membentuk Opini
4. Menghalau Fitnah
5. Mengajak Memilih
6. Tunjukkan Loyalitas
7. Melakukan Sentuhan Dari Berbagai Arah
8. Menjalankan Fungsi Spionase Intelijen

Perempuan Dihimbau berhati-Hati Pilih Caleg Perempuan

Wednesday, April 24, 2013

Pilih Karena Kualitas Bukan Karena Merasa Sesama Perempuan,





Mengenali caleg (calon legislatif) baik itu seorang tokoh wanita maupun laki-laki sebenarnya bukan masalah yang besar dan susah jika mau lebih hati-hati. Namun ketika yang dijadikan alasan adalah "yang penting" perempuan, karena kebanyakan sebagian perempuan beranggapan bahwa caleg perempuan jauh lebih mengerti kebutuhan mereka kaum ibu dan perempuan daripada caleg pria, tentunya hal itu adalah kesalahan yang fatalistik.

Sebab jenis kelamin (gender) bukan sebab utama yang menjamin kebutuhan kaum tertentu bisa terwakilkan oleh sang calon wakil rakyat. Di partai yang berbasiskan ummat Islam ini, memang mempunyai beberapa caleg dari kalangan perempuan, dan hal itu bukan semata untuk memenuhi quota keterwakilan perempuan semata, namun sebagai bukti bahwa perempuan memang bisa menunjuk calonnya dari kalangan perempuan sendiri.

Agus Winanto, caleg PPP No.2 yang bersosialisasi dengan ibu-ibu majelis ta'lim di wilayah jatiasihKebijakan nasional dari DPP Partai Persatuan Pembangunan ini memang menjadi satu peluang bagi para wanita di tingkat daerah baik itu kabupaten/walikota dan provinsi untuk mendudukkan calon wakil perempuannya di DPRD. Meskipun begitu, ternyata setiap daerah, khususnya di kota Bekasi, memilih calon perempuan apalagi yang bisa duduk di DPRD menjadi satu hal yang harus hati-hati sekali dilakukan bagi ummat Islam dan para pemilih yang ada di daerah penyangga Ibukota Jakarta ini. Karena jika berbicara calon wakil rakyat dari kalangan perempuan, tidak semuanya mempunyai kualitas dan kapasitas sebagai seorang yang layak dan baik untuk duduk di kursi Dewan.

Terlebih lagi banyaknya para anggota Dewan perempuan yang terlibat kasus korupsi
"Sangat mungkin ada antipati. Kita harus akui ada anggota legistatif perempuan yang terlibat kasus korupsi," Menurut Sekretaris Jenderal KPI Dian Kartika Sari,  peluang antipati masyarakat terhadap caleg perempuan tidak tertutup kemungkinan terjadi..saat merilis hasil Pemetaan dan Kajian Cepat Keterwakilan Perempuan DPR, di Jakarta, Selengkapnya sila klik http://www.beritasatu.com/

Akun Facebook Agus Winanto

Saturday, January 5, 2013

Twitter Resmi Agus Winanto


Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger