PPP Sindir Parpol Gunakan Serangan Udara

Saturday, November 30, 2013

INILAH.COM, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengkritik beberapa parpol yang menggunakan jaringan bisinis televisinya untuk mempromosikan partai dan calon presidennya. 




Karena, langkah ini sangat tidak adil yang hanya menguntungkan kelompoknya lewat jaringan media tersebut.

"Tidak boleh politisasi televisi, karena bulan-bulan ini ada pemberitaan politik menempatkan Capres dan Cawapresnya masuk disana. Itu tidak boleh," ujar Sekjen PPP Romahurmuziy di Jakarta, Sabtu (30/11/2013).

Romi panggilan akrab Romahurmuziy mengakui, jika berkampanye melalui iklan televisi tidak melanggar. Namun, parpol-parpol yang memiliki jaringan bisnis media juga tidak boleh memanfaatkan itu sebagai sarana publikasi.

Seperti diketahui, ada beberapa partai politik yang petingginya memiliki bisnis jaringan media televisi. Beberapa parpol tersebut adalah Golkar, NasDem, dan Hanura.

Ketiga parpol ini memang menggunakan jaringan bisnis medianya, untuk mempromosikan partai dan Capresnya di 2014. Bahkan, durasi iklan parpol-parpol itu cukup intens di medianya masing-masing.[ris]

Agus Winanto Cela Pekan Kondomisasi Kemenkes

Friday, November 29, 2013

Sama Saja Legalisasi Praktek Perzinahan Kepada Masyarakat




Menanggapi sepak terjang Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu ini, Caleg PPP, nomor 2 untuk DPRD II Kota Bekasi dari dapil III, Kec.Jatiasih dan Bekasi Selatan mengkritisi dengan pedas sebagai perbuatan yang tidak bermoral dari seorang pejabat publik.

Pernyataan Agus Winanto ini terbilang masih sopan jika dibandingkan komentar masyarakat pada umumnya yang jauh lebih pedas, bahwa Nafsiah Mboi adalah Menteri Kesehatan yang cabul dan berfaham liberalisme, dengan mencanangkan pekan kondomisasi kepada kaum generasi muda. Secara tidak langsung dibalik program kampanye penggunaan kondom yang dibagikan gratis ini terselip pesan, "Silakan saja berzina, asal menggunakan kondom, sehingga Anda bisa terbebas oleh bahaya penyakit HIV/AIDS."

Kebijakan Kemenkes RI, Nafsiah Mboi ini sungguh membuat malu dan melukai bangsa Indonesia yang mayoritas mempunyai adat ketimuran serta masih memegang keagungan dari pernikahan yang mensucikan hubungan resmi suami istri sebagai sesuatu yang tidak bisa disamakan dengan hubuungan seksual di luar pernikahan.

Sebagai pejabat tinggi di kementerian kesehatan seharusnya Nafsiah Mboi memperhatikan aspek budaya dan moral ketimuran apalagi, mayoritas bangsa ini adalah umat beragama yang menjunjung tinggi institusi pernikahan. Jika seandainya program sepekan (7 hari) pembagian kondom diberikan secara gratis kepada kaum muda (dalam hal ini remaja usia sekolah dan para mahasiswa serta pekerja muda), seolah Nafsiah mengatakan, "Silakan saja kalian berhubungan seks secara bebas, sepanjang menggunakan kondom, dan kami bagikan secara gratis." Sungguh hal yang sangat menjijikkan dan memalukan harkat martabat bangsa Indonesia yang tidak memberikan ruang kepada kebebasan seksual atau perzinahan.

Menurut Undang-Undang sendiri, papar Agus Winanto, Kemenkes Nafsiah sudah melakukan kesalahan karena telah mengkampanyekan serta memberikan alat kontrasepsi kepada mereka yang belum menikah. Dengan kata lain, sekali lagi, Nafsiah melegalisasikan perzinahan buat kaum muda.

"Dan jika hal ini dikarenakan untuk mengkampanyekan menghindari penyakit serta menghentikan penyebaran penyakit HIV-AIDS, ini berarti suatu proses pembodohan!" tegas Aguswi kepada wartawan di poskonya di bilangan Jatirasa, Jl. Swatantra, Jatiasih.

"Belum terbukti bahwa kondom itu bisa mencegah penularan virus HIV, dikarenakan besarnya ukuran virus penyebab AIDS ini jauh lebih kecil dari pori-pori karet kondom yang beredar di pasaran maupun yang dibagikan gratis kep[ada publik," imbuh lelaki yang sangat membenci menonton film BF ini kepada media online kandidat-kandidat.com.

Menurut Aguswi sendiri, selaku kader partai yang berazaskan syariat agama Islam, tugas kemenkes sejatinya bukanlah bagaimana mengkampanyekan penggunaan kondom kepada publik meskipun dikhususkan kepada pelaku seks beresiko. Karena definisi pelaku seks beresiko ini dalam pemahaman barat, juga termasuk kaum remaja yang pada umumnya di negara barat sana sudah terbiasa dengan perilaku seks bebas.

Tugas Kemenkes RI seharusnya adalah memberikan penyuluhan kesehatan tentang bahayanya perilaku seks bebas di kalangan kaum muda dan para pelaku seks beresiko di tempatnya masing-masing oleh petugas kesehatan dari instansi terkait bekerjasama dengan instansi lainnya yang mengurusi masalah sosial dan hukum agama seperti Kementerian Agama serta Kementerian Sosial. Bukannya melakukan kebijakan sepihak tanpa melibatkan instansi lainnya, hanya demi proyek pembelian kondom dalam skala besar yang bernilai milyaran rupiah, namun sarat dengan pelecehan serta pembodohan masyarakat Indonesia yang masih menjunjung adat ketimuran.

Melihat latar belakang pendidikan Nafsiah Mboi, yang baru saja dilantik oleh SBY untuk menggantikan Menteri Kesehatan sebelumnya Endang Sri Rahayu Sedyaningsih, yang telah meninggal dunia. Nafsiah dilantik SBY pada hari Rabu (13/6/2012) di Istana Negara untuk periode 2012-2014, dengan nama asli Andi Nafsiah Mboi Walinono.

Nafsiah Mboi adalah dokter spesialis anak jebolan sejumlah perguruan tinggi di Amerika dan Eropa. Lahir di Sengkang, Sulsel, 14 Juli 1940. Ia adalah istri dari mantan Gubernur NTT Brigjen Purn Ben Mboi.

Nafsiah mengungkapkan akan kembali mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko.

"Seluruh jajaran kami siap untuk mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko,"katanya saat jumpa pers di Gedung Kemenkes, Kamis (14/6/2012) lalu.


Rampok Nasabah Bank, Caleg PPP Dipecat

Wednesday, November 27, 2013

MUSI RAWAS - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mura, angkat bicara soal tertangkapnya Indra Kusuma (46) dalam kasus perampokan di Tuban, Jatim, Rabu 27 November.



Partai berlambang Ka'bah itu langsung menggelar rapat pleno dan langsung memutuskan memecat Indra sebagai caleg PPP untuk daerah pemilihan IV wilayah Kecamatan Tugumulyo, STL Ulu Terawas dan Selangit.

"Ini merupakan tamparan bagi partai kita. Partai mengambil langkah awal dengan memutuskan memecat Indra Kusuma dari keanggotaan PPP. Dan kita tidak akan membelanya," ungkap Wakil Ketua DPW PPP Sumsel, Muhammad Thahir, Jumat (29/11/2013).

Thahir menjelaskan, Indra baru bergabung dengan PPP Kabupaten Mura saat menjelang pendaftaran caleg. "Baru bergabung menjelang pendaftaran. Ke depan, kita harapkan pimpinan cabang setiap tingkatan harus selektif," tegasnya.

Dia juga mengaku sudah ditelepon langsung oleh Ketua DPW PPP Jatim yang menanyakan perihal status Indra selaku caleg PPP di Kabupaten Mura. "Saya katakan memang benar dia caleg PPP dan anggota kita," ujarnya.

Atas kasus tersebut, dia mengimbau kepada para caleg PPP untuk bisa menjaga citra di masyarakat.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mura, Nailul Azmi membenarkan adanya caleg yang terdaftar dari PPP Kabupaten Mura bernama Indra Kusuma (37). Dia tercatat sebagai daftar calon tetap (DCT) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura tahun 2014 dapil IV yakni wilayah Kecamatan Tugumulyo, STL Ulu Terawas dan Selangit.

"Dia tercatat sebagai calon tetap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mura dalam pemilihan umum tahun 2014 untuk dapil wilayah Tugumulyo, Kabupaten Mura dengan nomor urut dua. Di mana penetapannya oleh KPU pada 21 Agustus 2013 lalu," ungkap Nail.

Pihaknya sejauh ini belum dapat memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait langkah apa yang akan diambil setelah ditangkapnya Indra dalam kasus aksi perampokan nasabah bank antarkota yang berhasil dibekuk Satreskrim Polres Tuban, Jawa Timur.

"Kita sudah menerima informasi itu, tapi untuk teknisnya, kita belum tahu seperti apa. Yang pasti KPU Mura akan menggelar rapat pleno, baru setelah itu mengajukan hasil pleno tersebut ke KPU Sumsel," ungkapnya.

Ditempat lain, Kapolres Mura, AKBP Chaidir mengatakan, pihaknya juga sudah menerima informasi terkait penangkapan Indra yang merupakan otak kawanan perampok di wilayah Tuban, Jatim. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Tuban guna melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

"Kita terbuka untuk memberikan data atau link terkait adanya dugaan aksi kejahatan yang dilakukan pelaku di wilayah Mura. Tapi kita masih akan melakukan kroscek riwayat data yang bersangkutan," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di rumah tersangka di Dusun II, Desa Triwikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura terlihat sepi dan tidak banyak aktivitas. Di rumah bercat hijau itu terdapat usaha galon, bilyard dan warnet yang sudah dijalankan keluarga Indra sejak lama. Bahkan warga dan tetangga sekitar sudah mengetahui tertangkapnya Indra dalam kasus perampokan di Tuban, Jatim.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengatakan sosok Indra sudah tidak asing lagi dikalangan warga sekitar. Apalagi dari informasi, Indra sudah lama bermain di dunia kejahatan.

Di lingkungan sekitar pemukiman ia dikenal sosok yang supel dan dikenal masyarakat. Terlebih sebelum menjadi caleg. Indra mengikuti pencalonan sebagai kades Desa Triwikaton belum lama ini, meskipun akhirnya tersangka kalah. "Dia kalah waktu nyalon kades tujuh bulan kemarin," kata dia.

Indra juga dikenal ramah dan sering bersosialisasi kepada warga sekitar tempatnya tinggal. Ayah dua putra itu juga sempat berucap di masyarakat untuk tobat terjun di dunia kriminalitas.

Seminggu sebelum Indra tertangkap, tersangka pernah mengatakan akan merampok ke Singapura karena butuh uang untuk modal nyaleg. Namun, teman-temannya sudah ada yang diringkus dan tewas ditembak, sehingga tersangka merampok di level pulau Jawa untuk modal nyaleg.

"Akhirnya tersangka berangkat untuk melancarkan aksinya di Pulau Jawa. Belum berhasil akhirnya ditangkap aparat kepolisian," pungkasnya.
Sumber: (Era Neizma Wedya/Sindo TV/sus)

Sosialisasi Agus Winanto di Jakamulya

Saturday, November 23, 2013

Sosialisasi Agus Winanto di Jakamulya

Jadwal Penggunaan Mobil Ambulance Gratis

Monday, November 11, 2013




I. Kegiatan Ambulance dan Rescue Gratis

A. Jenazah
  1. Warga RT 06 / RW 02, Jatirasa ( Tujuan - Blora JATENG)
  2.  Warga RW 10, Perum Pondok Gede Permai, Jatirasa ( Tujuan TPU Jatisari)
  3.  Warga RT 07 / RW 02, Jatirasa, (Tujuan TPU Jatisari) 
  4.  Warga RT 09 / RW 03, Jatirasa (Tujuan TPU Kapuk)
  5.  Warga RW 10 Jatiasih ( Tujuan TPU Jatisari)
  6. Warga Bojong Menteng RW 05, (Tujuan TPU Kapuk)
  7.  Warga Villa Nusa Indah Dusun V ( Tujuan TPU Bojong Kulur)
  8. Warga RW 09 Perum Pondok Gede Permai Jatirasa ( Tujuan TPU Kapuk )
  9.  Warga RW 05, Jatirasa (Tujuan Purbalingga - JATENG)
  10.  Warga RT 05 / RW 09, Perum Pondok Gede Pemai , Jatirasa (Tujuan TPU Jatisari)
  11.  Warga RW 05, Warung Buah Jatirasa ( Dari Rs ANNA)
  12.  Warga RW 10 Perum PGP, Jatirasa (Tujuan TPU Menteng Pulo Jkt sel)
  13.  Warga Kampung Legok Jatiluhur (Tujuan TPU Jatikramat)
  14.  Warga RT 08 / RW 03, Jatirasa (Tujuan Nanjuk - JATIM)
  15.  Warga Pondok Melati (Tujuan TPU Kp Setu - Jkt tim)
  16.  Warga RT 04 / RW 02, Jatirasa (Tujuan TPU Jatisari)
  17.  Warga Bantar Gebang (Tujuan Kp. Ceger Jakamulya)
  18.  Warga Kp. Pulo Sirih Kel. Jaka setia (Tujuan Makam Kel H. Jeran)
  19.  Warga Kemang IFI Graha ( Dari Rs. halim Jkt tim) 
  20.  Warga  Cikunir RW 02, Kel. Jakamulya (Tujuan Kota Serang Banten)
  21.  Warga Cikunir RT 03, RW 02, Kel. Jakamulya (Tujuan Purwokerto - JATENG)
Up date terakhir sampai tgl 12 November 2013 klik di sini : UPDATE Kegiatan


B. Pasien Sakit
  1. Warga RT 04 / RW 11 Jatirasa (Tujuan RSUD Bekasi)
  2.  Warga RT 08 / RW 03, Jatirasa (Tujuan Rs. ANNA-Bekasi)
  3.  Warga RW 16 , Jatiasih (Tujuan Rs. ANNA - Bekasi)
  4.  Warga RW 03, Jatirasa (Tujuan RSUD - Bekasi)
  5.  Warga RT 05 / RW 01, Jatirasa (Tujuan Rs. Jatisampurna)
  6.  Warga RW 06, Jatiasih (dari RSUD ke Jatiasih)
  7.  Warga Pondok Gede Korban Tabrak Lari (Tujuan Pondok Gede)
  8.  Warga RW 05, Jatirasa (Temput dari Rs. ANNA)
  9.  Warga Cikunir  (Tujuan Klinik Pekayon)
  10.  Warga Surya Mandala (Tujuan RSUD - Bekasi)
  11.  Warga RW 16 , Jatiasih (Tujuan Kp. Sawah)
  12.  Warga RW 02 , Jatirasa (Tujuan RSUD - Bekasi)
  13.  Warga RT 05 / RW 02, Jatirasa (Tujuan Rs. Rawa lumbu)
  14.  Warga Jatiwarna (Jemput dari RS. Jatirahayu)
  15.  Warga RT 08 / RW 03, Jatirasa (Tujuan RSUD - Bekasi)
  16.  Warga RT 09 / RW 03, Jatirasa (Tujuan Khitanan)
  17.  Warga Kemang IFI Graha ( Tujuan RS. Halim JKT)
  18.  Warga RW 02, Tujuan Babelan
  19.  Warga RT 05 / Rw 02, Tujuan RS. Awal Bross Global
  20.  Warga Marga Jaya RT 04 / RW 05 (Tujuan RSUD - Bekasi)
  21.  Warga RT 05 / RW 01, Jatirasa (Tujuan RSUD - Bekasi)
  22.  Warga RT 08 / RW 03, Jatirasa (Tujuan RSUD - Bekasi) 
  23.  Warga RW 02, Tujuan Babelan.
  24.  Warga Kp. Kebantenan, RT 03 / RW 04 Kel. Jatiasih (Dari RSUD ke Jatiasih)
Up date terakhir sampai tgl 11 November 2013


Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger