Ambulance Gratis Kini Menjadi Trend Sosialisasi Yang dipelopori Agus Winanto

Tuesday, December 31, 2013

Banyak Caleg lainnya Meniru Tapi Tak Ada Yang Seaktif Agus Winanto dalam Memberikan Bantuan Ambulance Gratis


Pengecoran Jalan Benda I, Kelurahan Jatirasa

Pembangunan Infrastruktur oleh Pemkot Bekasi yang Tak Menyeluruh, Maka Warga Mendapatkan Bantuan Swadaya Pengecoran Jalan

f


Ketika warga tidak mendapatkan pelayanan publik berupa pembangunan infrastruktur di lingkungannya, warga masyarakat memang tidak perlu berpangku tangan ataupun kecewa apalagi harus bermuka kusut mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah daerah kota Bekasi. Pasalnya masih ada saja tokoh masyarakat yang peduli dan berbuat demi kepentingan banyak, tanpa memikirkan dirinya sendiri.

Disinilah hati nurani dan sifat kedermawanan dibutuhkan. Betapa banyak orang yang mampu dan memiliki kekuasaan atau mendapat kesempatan untuk menduduki jabatan penting baik di posisi eksekutif ataupun legislatif, terkadang tak bisa menjawab langsung kebutuhan warga yang sangat mendesak. Seolah waktu menjadi tembok besar bagi niat mereka membantu rakyat dengan situasi dan kondisi di lapangan.

Dari semua pihak yang seharusnya bisa berbuat banyak untuk kepentingan warga masyarakat khususnya di wilayah kelurahan Jatirasa, kecamatan Jatiasih akan dibuatnya pengerasan jalan umum maka tak banyak yang mau terjun langsung kecuali mereka saja yang peduli.

Warga di sekitar RT 03 / RW 02 Jalan Benda I, kelurahan Jatirasa kecamatan Jatiasih pantas bersyukur atas adanya pengecoran jalan yang sepenuhnya dibantu seorang tokoh yang tidak asing buat mereka. Hanya satu kebetulan saja sang tokoh, Agus Winanto menjadi calon legislatif PPP untuk DPRD Kota Bekasi. Wargapun berharap hal ini tidak semata dilakukan hanya karena sang tokoh hendak menjadi caleg ataupun berharap mendapat timbal balik berupa dukungan.

"Yang saya tahu, Pak Agus memang dengan sukarela membantu warga sekitar membangun pengecoran jalan, dan justru karena itulah saya menganggap dia peduli dan langsung berbuat bagi kepentingan kami sebagai anggota masyarakat yang tinggal di lingkungannya," ujar salah satu pengurus RW tentang tindakan dermawan Aguswi dalam mendanai keseluruhan pengecoran.

"Ditambah kepeduliannya dengan kesusahan orang lain, saya kira layak dia menjadi seorang wakil rakyat," imbuh lelaki yang kini terlihat jadi sering datang ke posko Aguswi di jalan Swatantra-Jatiasih itu dan menyediakan waktunya untuk membantu Aguswi untuk bisa membantu warga lainnya dalam beragam aktivitas sosial.

DikRizal - Wartawan webrizal.com


Kegiatan Pembersihan Saluran Air di RW 15, Kel. Kayuringin Jaya

Monday, December 30, 2013

Tahukah Anda, selama lebih dari 10 tahun, kawasan aliran sungai, kali dan drainase di kelurahan Kayuringin Jaya tak pernah dibersihkan?


Program pemerintah daerah Kota Bekasi berupa himbauan kerja bhakti di setiap RT dan RW yang ada di lingkungan kelurahan Kayuringin Jaya sepertinya tidak berjalan sebagaimana mestinya, entah mengapa tapi inilah yang menyebabkan menjadi alasan utama mengapa kawasan ini sering terjadi banjir yang cukup dalam setiap lima tahunnya. Hal yang menyedihkan, apalagi kelurahan Kayuringin Jaya termasuk kelurahan yang menjadi sentra penilaian program penghargaan Adhipura.


Lokasi kelurahan Kayuringin Jaya yang dekat dengan urat nadi Kota Bekasi, dan tepat di belakang terminal Kayuringin Jaya yang mempunyai jalur trayek ke Bandara Soekarno Hatta, juga dekat dengan jalan provinsi kelas 1 serta mempunyai Gedung Olah Raga Kota Bekasi, dan tak kalah ramainya beberapa adanya Mall juga ruko-ruko sentra niaga, sungguh warga setempat khususnya Kelurahan Kayuringin Jaya tidak mendapatkan banyak keuntungan dari pesatnya pembangunan yang ada tersebut pada demikian pula warga Bekasi Selatan.

Ketimpangan layanan publik ini antara fasilitas yang diberikan pemerintah daerah kota (pemdakot) kepada para pengusaha dan orang kaya tidak sebanding besarnya layanan publik kepada warga sekitar apalagi kepada warga miskin di kecamatan Bekasi Selatan.

Kita lihat saja pelayanan kebutuhan masyarakat akan lingkungan yang bersih dan sehat di wilayah ini. Pemdakot Bekasi sepertinya telah melakukan kesalahan fatal dengan gencarnya pembangunan mall dan komplek perkantoran dan ruko serta apartemen yang tidak mengindahkan area resapan air. Atau setidaknya pemdakot harus bisa menggantikan penggunakan areal resapan air untuk pembangunan gedung bertingkat seperti yang dimaksud dengan pembuatan biopori ataupun drainase yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan agar tidak terjadi banjir dan bencana lingkungan lainnya karena kelalaian pemdakot maupun pihak swasta menggalakkan pembangunan dengan konsep "kejar setoran".

Di tengah kekacauan kinerja pemdakot Bekasi yang sejatinya adalah hasil dari ambisi mengejar penghargaan Adhipura ini, warga Kota Bekasi bersyukur mendapatkan tidak sedikit tokoh publik yang peduli pada kebersihan dan kesehatan lingkungan. Salah satunya adalah Agus Winanto, seorang pengusaha yang juga kini menjadi caleg PPP nomor urut 2 untuk DPRD Kota Bekasi wilayah dapil III (Bekasi Selatan dan Jatiasih) ini bisa dijadikan contoh, betapa seorang calon wakil rakyat seharusnya berbuat. Bukan sekadar umbar janji dan pasang alat peraga kampanye memperkenalkan diri, namun tidak ada satupun tindakan yang membantu kepentingan publik.

Bagi Agus Winanto, berkampanye itu bukan sekadar memperkenalkan diri dengan segala macam atribut kampanye dan bantuan iklan di banyak media. "Warga lebih suka dengan tindakan nyata yang bisa langsung dirasakan mereka, daripada sekadar jargon dan janji-janji," ungkap lelaki yang kini membuka posko Agus Winanto PPP Bangkit di kawasan Jatirasa-Jatiasih ini.

Apa yang dilakukan oleh lelaki caleg berdarah Jawa Timur ini sangat diterima warga sekitar Kayuringin Jaya, yang memang berharap mereka para calon wakil anggota dewan tidak hanya bisa bersosialisasi dengan pertemuan-pertemuan yang hanya dari satu arah, dimana caleg bicara, warga mendengarkan. Ini satu bentuk feodalisme kampanye, ujar seorang warga Kayuringin Jaya yang bekerja di kawasan industri Cikarang.

Sekarang apakah masih ada caleg di wilayah Bekasi Selatan yang berbuat hal yang serupa seperti Agus Winanto, demi kepentingan warga sekitar akan kebersihan dan kesehatan lingkungan? Kita lihat dan cari tahu saja, siapa sajakah caleg dari wilayah kecamatan Bekasi Selatan yang telah berbuat buat lingkungan tempat tinggalnya.

Sidik Rizal - Pemerhati Lingkungan Kota Bekasi



Pembersihan Lumpur Sisa Banjir Lapangan Olahraga "Sinar Pondok Benda"

Sunday, December 29, 2013

 Kemang IFI Graha,  RW 07 Kel. Jatirasa


Kepedulian pada prasarana olahraga warga sekaligus peduli lingkungan sehat dan bersih adalah bukti bahwa bagaimana seharusnya seorang tokoh berbuat bagi warga masyarakat di lingkungannya.


Ketika pemerintah tidak mampu bertindak secara cepat mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi setiap tahunnya di wilayah Kota Bekasi, maka warga masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah seperti beberapa kelurahan di kecamatan Bekasi Timur, beberapa kelurahan di kecamatan Jatiasih, dan juga kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Barat dan sebagian besar komplek perumahan di Medan Satria, dan daerah lainnya yang merasakan pedihnya penderitaan saat hujan lebat datang.

Permasalahan juga tidak selesai saat banjir surut, tapi malah lebih parah lagi setelah banjir yang memporakporandakan banyak perumahan warga, sisa lumpur seolah menegaskan betapa ujian bencana banjir tidak bisa langsung diatasi.

Seperti halnya kawasan kecamatan Jatiasih, kelurahan Jatirasa yang memiliki prasarana olahraga berupa lapangan olahraga "Sinar" di Pondok Benda, Kemang IFI Graha, setelah banjir melanda, lapangan yang dekat dengan kali tersebut penuh dengan sisa lumpur banjir yang lumayan tebal dan dalam. Jika hal ini tidak segera dibersihkan, sudah dapat dipastikan sisa banjir akan mengering dan tentunya lebih sulit dibersihkan.

Beruntungnya warga sekitar mempunyai seorang tokoh masyarakat, Agus Winanto yang begitu peduli dengan ketersediaan prasarana lapangan olahraga. Agus Winanto sendiri melakukannya bukan karena dia ingin mencalonkan diri menjadi anggota dewan saja, tapi lelaki sudah melakukannya jauh sebelum dia bergabung menjadi caleg PPP untuk DPRD Kota Bekasi.

Yang perlu diketahui oleh masyarakat luas sosok Agus Winanto adalah orang yang telah lama terjun lama di dunia politik, khususnya sebelum bergabung dengan PPP, Aguswi demikian akrab disapa, sudah bergabung dengan partainya Megawati Soekarnoputri. Namun semua kiprahnya di partai berlambang banteng hitam moncong putih itu, bukan sekadar penyokong ataupun donatur, tapi lebih dari itu.

Belajar dari pengalamannya itulah, Agus Winanto mempunyai kebiasaan untuk selalu berbuat sesuatu buat warga sekitar lingkungannya. Kepeduliannya kepada orang lain inilah yang membuatnya gampang sekali mendapatkan dukungan dan teman baru.

Lalu apa kaitannya antara pengalaman sang caleg PPP ini di dunia politik dengan kepeduliannya kepada lingkungan pemukiman warga? Nah di sinilah pokoknya, bagaimana seorang caleg seharusnya berbuat.

Ketika melihat kesusahan yang dialami oleh orang lain apalagi yang dialami kebanyakan warga, maka peduli tidak tinggal menjadi sebuah kepedulian semata, tapi harus diikuti dengan tindakan nyata dengan melakukan sesuatu hal yang bisa meringankan dan membantu mengurangi penderitaan orang lain yang tertimpa musibah dan hal inilah yang dilakukan oleh Agus Winanto. Sudah sepatutnya dia mampu meraih simpati warga dan pendukungnya.

Masalah nanti warga masyarakat yang sudah tahu tindakan positif dan kesalehan sosial yang dilakukan  oleh Agus Winanto pada waktunya tidak mendukung dirinya menjadi wakil rakyat, itu bukan urusannya lagi. Baginya berbuat kebaikan sosial tidaklah harus dibayar dengan memilih atau mencoblos surat suara pada namanya. Baginya semua pilihan dan dukungan setiap para pemilih adalah urusan mereka, dan Aguswi sudah pasrah terhadap hal tersebut.

Sidik Rizal - kandidat-kandidat.com



Pertama Kali Sosialisasi, Sudah Disurati Panwaslu

Friday, December 27, 2013

Hj.Wiwiek Hilwiyah A, saat sosialisasi dengan warga sekitar rumah
Hj.Wiwiek Hilwiyah A.
Calon Anggota DPRD Kota Bekasi
Dapil 1 No.4 Partai Golkar
Kecamatan Bekasi Timur

Perjalanan karier politiknya memang baru kali ini bisa dilihat dengan pencalegan yang diikuti ibu dari empat anak perempuan dan nenek empat orang cucu ini. Namun jauh-jauh hari dia sudah aktif dalam organisasi sosial dan yang terakhir aktif di DPD Golkar yang menangani bidang kesehatan masyarakat.


Sebagai seorang ibu apalagi yang mempunyai 4 anak perempuan, tentunya bukan hal yang mudah, apalagi Hj. Wiwiek Hilwiyah yang akrab dipanggil bu Slamet ini selalu membimbing dan mengajarkan segala hal yang baik kepada anak-anaknya disamping memberikan contoh langsung.


Tak bisa dipungkiri, keberhasilan Hj.Wiwiek mendidik anaknya dengan mengedepankan gaya hidup sederhana meskipun segala kebutuhan mereka disediakan orangtua. Sebagai orangtua Hj.Wiwiek berprinsip totalitas mendidik dan membesarkan mereka, jadi tak ada hal lain yang lebih penting kecuali mempersiapkan mereka menjadi orang dewasa yang siap mandiri menghadapi kehidupan seperti hal dirinya.

"Itulah sebabnya dulu banyak sekali penawaran untuk terjun ke politik praktis semenjak tahun 2004 dan 2009, namun karena anak-anak perempuan saya belum selesai pendidikan dan belum menikah semua, saya kuatir hal itu akan mempengaruhi kebutuhan mereka terhadap saya sebagai seorang ibu," istri dari Slamet Pabudi Setiono ini.

Wanita lulusan Pendidikan Guru Agama ini menjelaskan, bahwa yang memintanya menjadi caleg adalah para politisi di tingkat elit, bahkan di tahun 2004 Hj.Wiwiek mengaku sudah didekati petinggi parpol untuk mau menjadi calon anggota dewan, dan tentu saja dia dengan berat hati menolaknya, termasuk ketika tawaran itu datang di tahun 2009 dari partai lainnya.

"Kini situasi dan kondisinya berbeda, dimana semua anak saya sudah selesai pendidikannya dan ke-empat putri saya sudah menikah semua, bahkan sudah memberikan saya 4 orang cucu yang lucu-lucu," ungkapnya memberikan alasan kenapa baru sekarang dia bisa mengikuti pencalegan Pemilu 2014.
Satu kebetulan sudah beberapa tahun terakhir dia aktif di partai Golkar dan diberi amanah untuk mengurusi bidang kesehatan masyarakat. Baginya inilah kesempatan terbaik untuk mengabdi kepada masyarakat di lingkungannya dimana dia tinggal.

Namun perjuangannya di kampanye politik yang baru dia alami ini, sudah memberikan pengalaman baru. Pada saat sedang melakukan sosialisasi dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga di sebuah RT di Kelurahan Aren Jaya, Kec. Bekasi Timur, dirinya dilaporkan oleh seseorang kepada panwascam.

Diding Ruswandi, fungsionaris & tim inti relawan Hj.Wiwiek hilwiyah Arief
Hj.Wiwiek dan mas Diding, seorang teman aktivis di DPD Golkar Kota Bekasi yang akhirnya menjadi anggota tim relawan utama yang memberikan bantuan segala hal berkaitan kampanye, sempat panik tak tahu harus berbuat apa. Namun karena kesabarannya sebagai seorang ibu dan pengalaman berorganisasi relawannya yang militan, maka Hj.Wiwiek tidak melakukan kesalahan blunder dalam menanggapinya.
Sempat ada kecurigaan dari dirinya, bagaimana mungkin panwascam bisa mengetahui kegiatan sosial yang dilakukannya itu dan menganggapnya sebagai pelanggaran kampanye yang dilakukan Hj.Wiwiek.

"Hal ini kok bisa bersamaan, sesaat saya menerima surat dari Panwascam, dan saya membuat status di BBM pribadi yang berisi bahwa ini adalah cobaan, banyak sekali orang yang mengomentarinya," ungkapnya tentang kecurigaannya bahwa ada kemungkinan pihak tertentu yang tidak suka dengan kegiatan sosial pelayanan kesehatan gratis yang diadakannya.

Namun begitu, tak peduli dengan pandangan miring dan perbuatan orang lain yang memojokkan dirinya, Hj.Wiwiek berusaha untuk memaafkan layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya. Ditambah pula dirinya kini akan lebih berhati-hati untuk melakukan aktivitas politiknya di masa mendatang, apalagi menjelang masa kampanye Pemilu mendatang.

Ketidaktahuannya sebagai alasan ketika mendapat surat peringatan dari Panwaslu Kecamatan Bekasi Timur, mendapat respon positif. Sesungguhnya hal ini bisa dibilang wajar, karena banyak sekali caleg-caleg lain melakukan hal yang serupa, namun mereka tidak mendapat perlakuan yang serupa. Ini menunjukkan Hj.Wiwiek mendapatkan perhatian khusus dari para lawan politiknya termasuk Panwaslu.
"Itu juga membuktikan, bahwa Hj.Wiwiek bukan caleg sembarangan, mengapa baru pertama kali melakukan kegiatan sosial politiknya, tapi membuat sebagian orang lain blingsatan dan melaporkannya kepada panwaslu," kata seseorang tetangganya yang tak mau namanya disebutkan.

Sepertinya dia harus mempunyai dukungan dari semua orang yang dekat dengan rumahnya, dan ini merupakan kunci suksesnya memenangkan pemilu, imbuh narasumber ini dengan menyebut bahwa suami Hj.Wiwiek adalah seorang ketua pengurus lingkungan yang bisa menjadi modal untuk mendapatkan dukungan penuh warganya dan harus berjuang bersama inkamben (incumbent), Partai Golkar, Drs. H.Rosihan Anwar, untuk memenangkan 2 kursi bagi Golkar di dapil Kecamatan Bekasi Timur, dan tentu ini bukanlah perkara mudah. Apalagi persaingan kali ini berhadapan dengan beberapa inkamben dari partai lainnya, seperti Anggota DPRD, dari PAN, Thamrin Usman, MSi yang kini jadi caleg dari partai Hanura. Dua caleg imkamben dari Partai Demokrat, Ronny Hermawan,SH. dan H. Abadi Ika Setiawan, SE. Belum lagi caleg inkamben PDIP, yakni H.Lilik Hariyoso, S.Sos. Ada juga inkamben tahun 2004 mantan anggota dewan dari Partai Demokrat namun 2009 tidak jadi karena konflik internal, H.Sukono Heru Setianto, SH. yang kini berangkat dari gerbong partai PKPI.

Tentu hal itu tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan karena berdasarkan pengalaman, para caleg dari pemilu ke pemilu lima tahunan, yang di lingkungan terkecil dan terdekat tidak mendapat dukungan, maka praktis tidak akan bisa memenangkan pemilu dengan mendapatkan dukungan suara terbanyak.

Hj.Wiwiek Hilwiyah Arief adalah wanita tegar lulusan sekolah guru agama yang mampu membesarkan ke empat anak puterinya hingga mandiri. Disamping itu sebagai seorang istri dan wanita yang ingin sekali bisa memberikan kontribusinya pada lingkungan di sekitarnya ini punya anggapan yang sangat prinsip dimana baginya politik hanyalah jalan menuju sebuah pengabdian. Apakah dia sanggup menjadi wakil rakyat buat DPRD Kota Bekasi di Pemilu 2014 mendatang? Kita lihat saja nanti kiprahnya.

Biodata
Caleg Golkar No.4 DPRD Kota Bekasi, Dapil 1 Kec. Bekasi Timur


Nama Lengkap :
HJ.WIWIEK HILWIYAH ARIEF

No. KTP :
3275014912580017

Tempat/Tgl Lahir:
JAKARTA 09/12/1958

Jenis kelamin: Perempuan

Agama: ISLAM

Status : KAWIN

Nama Suami : SLAMET PABUDI SETIONO

Jumlah Anak :    4 orang perempuan

Alamat :
PERMATA BEKASI 2 BLOK N-7
RT.05 RW.08 KEL DUREN JAYA
BEKASI TIMUR
KOTA BEKASI
JAWA BARAT

Pendidikan Terakhir :    PGA
Pekerjaan : IBU RUMAH TANGGA

Sosialisasi Agus Winanto Kel. Jakamulya

Sunday, December 15, 2013

Agus Winanto Sosialisasi di Jakamulya

Berita Umum

Wednesday, December 4, 2013



Profil Agus Winanto

Tuesday, December 3, 2013

Caleg DPRD II Kota Bekasi, PPP Nomor 2
Dapil Jatiasih, Bekasi Selatan


Saat bertemu dengannya, sang caleg sedang berkumpul dengan beberapa tim inti relawan yang selalu bekerja mendukungnya berkampanye di tengah masyarakat dalam setiap sosialisasi dalam beragam bentuk acara. Pada awalnya siapa yang menduga jika sang caleg yang kelihatan tampil cuek dan sederhana ini mungkin bisa dianggap berpenampilan angkuh.

Tapi ternyata tidak setelah saya mengenalnya lebih jauh. Sebagai wartawan intuisi dan insting saya terbiasa mengenal banyak tokoh bukan dari kesan pertama, namun dari bahasa tubuh dan komunikasi non verbal yang saya tangkapsaat pertama kali bertemu. Sosok Agus Winanto, adalah lelaki biasa yang kebetulan sekali berusaha mengubah lingkungannya menjadi lebih baik dengan segala hal baik yang dikenalnya.

Jika ingin mengenalnya lebih jauh, ikuti saja hasil penelusuran saya sebagai wartawan sekaligus konsultan kampanye online, agar Anda lebih mengetahui siapa kah calon wakil Anda untuk lima tahun ke depan ini. 

Biodata

Nama lengkap:
Agus Winanto

Tempat, tanggal lahir:
Surabaya, 13 Agustus 1963

Jenis Kelamin:
Laki-laki

Agama:
Islam

Kebangsaan:
Indonesia

Pekerjaan:
Wiraswasta

PendidikanTerakhir:
SMA

Alamat Rumah:
Kp. Pondok Benda
Rt 08/ Rw 03 No. 57
Kel. Jatirasa
Kec. Jatiasih,

Kota Bekasi
Status Perkawinan:
Menikah

Nama Istri:
Rasmaniawati

Jumlah anak: 3 (tiga) orang

Hasyim Muzadi: Hentikan Pekan Kondom Nasional

Monday, December 2, 2013

"Dari sistem pendidikannya, dari sisi budayanya. Bukan anak sudah terjerumus, kemudian sekalian dikasih kondom, saya tidak setuju dan hal itu harus dihentikan." 


 
PPP,OR,ID-JAKARTA. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi meminta Kementerian Kesehatan RI untuk menghentikan kegiatan Pekan Kondom Nasional yang diselenggarakan 1-7 Desember 2013.
 
"Pekan Kondom Nasional, saya minta dihentikan, kenapa? Dengan alasan apapun untuk memberikan edukasi tentang seks, tidak bisa dihindari kesan bahwa itu justifikasi terhadap 'free sex' (seks bebas, red.) itu," katanya, di Purwokerto, Selasa (3/11/2013).
 
Hasyim mengatakan hal itu kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan "Stabilitas Nasional Jelang 2014" yang diselenggarakan Komando Daerah Militer IV/Diponegoro di Auditorium Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Menurut dia, jika ingin menghentikan HIV/Aids dan sebagainya, semestinya dilakukan dari hulunya, tidak dari hilirnya.
 
"Dari sistem pendidikannya, dari sisi budayanya. Bukan anak sudah terjerumus, kemudian sekalian dikasih kondom, saya tidak setuju dan hal itu harus dihentikan," katanya.
 
Pekan Kondom Nasional digagas Kementerian Kesehatan dan diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN).
 
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan kegiatan tersebut bukan hal yang terlarang. "Lebih bahaya bagi-bagi rokok dari pada kondom," kata Menkes.
 
Acara tersebut ditentang keras oleh sejumlah organisasi masyarakat di Tanah Air. (SIARNUSA.com/hairi)

Berita Kandidat

Sunday, December 1, 2013



Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger