PPP tolak dana saksi pemilu Rp 660 miliar

Wednesday, January 29, 2014

 Dana saksi dalam pemilihan umum hingga kini terus menuai polemik. Dana saksi sebesar Rp 660 miliar itu merupakan uang negara dan hanya dijadikan bancakan partai-partai politik.

Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin dengan tegas menolak dana saksi pemilu yang menggunakan APBN itu diberikan kepada partai politik. Menurutnya, sudah menjadi tanggung jawab negara untuk mengamankan suara dalam proses pelaksanaan pemilu.

"Makanya negara harus bertanggung jawab terhadap pengamanan suara-suara ini sejak dari TPS lalu PPK dan kabupaten kota sampai tingkat provinsi hingga ke tingkat nasional," ujar Lukman kepada wartawan di Komplek Senayan, Jakarta, Senin (27/1).

Oleh karena itu, tegas dia, perlu ada saksi independen dan netral. "Sebaiknya dana saksi tidak diberikan ke parpol walau tiap parpol punya saksinya masing-masing. Tapi negara menyiapkan saksi yang berfungsi mengawal suara-suara itu," tegas Lukman.

Lukman menyatakan, seharusnya negaralah menyediakan saksi. Sehingga tidak perlu lagi ada uang APBN digelontorkan ke tiap partai politik.

"Saksi harus disediakan oleh negara, bukan parpol," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi mengucurkan dana RP 660 miliar untuk dana saksi pemilihan umum di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kebijakan yang menguntungkan partai politik ini disebut untuk meningkatkan kualitas demokrasi menjadi lebih adil buat semua pihak.

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, dana saksi ini nantinya akan dikucurkan langsung ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pemanfaatannya baik untuk pemilu legislatif maupun presiden.

"Supaya pemilunya lebih adil, lebih fair. Karena kita merasa kalau tidak ada saksinya yang mewakili partai, kita nanti dicurangin," ujarnya.
 Merdeka.com -

Silaturahmi bersama Masyarakat Jati Luhur

Friday, January 24, 2014

AGUS WINANTO SOSIALISASI DI JATILUHUR 
 Jika kita mendengar betapa sangat banyak caleg yang memanfaatkan momentum musim hujan dan bencana banjir yang terjadi beberapa bulan terakhir ini sebagai ajang untuk bersosialisasi dan memberikan bantuan dalam kampanye terselubung mereka, maka hal ini ditanggapi dingin oleh Agus Winanto.

Baginya kampanye dan sosialisasi itu sebenarnya diamanahkan oleh Undang-Undang , dan siapapun yang menjadi caleg merasa harus dan berkepentingan untuk bisa berinteraksi dengan konstituennya tanpa memandang kapan dan bagaimana situasi kondisi yang terjadi.

Karena kebetulan saja sekarang adalah musim penghujan dan banjir yang sering terjadi di Kota Bekasi serta daerah lainnya, maka banyak para caleg yang menjadikan hal ini sebagai ajang mencari dukungan kepada masyarakat warga sekitar daerah pemilihannya. Tentunya hal ini bukanlah hal yang tabu bagi siapapun untuk melakukan tindakan sosial apalagi jika ingin membantu meringankan penderitaan sesama yang sedang terkena musibah.

Apakah warga yang tinggal di Jatiluhur, sebagai satu kelurahan dimana Agus Winanto tinggal dan juga termasuk dalam daerah pemilihan sang caleg PPP bernomor urut 2, untuk DPRD Kota Bekasi.

"Tentu saja hal ini sah-sah saja, apalagi Agus Winanto juga bukan orang yang asing bagi warga Jatiluhur, jadi sosialisasi ini sebenarnya bertujuan untuk memberitahu bahwa tokoh yang sudah akrab bagi warga Jatiluhur akan berjuang memperebutkan suara dukungan untuk menjadi wakil rakyat, itu saja" ungkap seorang warga Jatiluhur.

Pada kenyataannya sosialisasi berlangsung lancar an dihadiri tak sedikit warga masyarakat yang memang sudah mengenal sosok lelaki bergaya santai dan humoris ini. Anda belum kenal Aus Winanto?

PPP hargai putusan MK yang tolak pemilu serentak


 


Jakarta (ANTARA News) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghargai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak pelaksanaan pemilu serentak.

"Putusan MK terhadap uji materi UU Pilpres yang menyatakan pemilu digelar serentak pada 2019 patut diapresiasi dalam konteks penyederhanaan hajatan demokrasi," kata Ketua DPP PPP bidang media dan komunikasi, Arwani Thomafi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, penundaan pemilu serentak itu harapannya agar pelaksanaan pemilu lebih murah, efektif dan efisien.

"Nilai positif lainnya, nantinya pemenang pilpres akan sejalan dengan pemenang pemilu, sehingga sistem presidensial akan lebih efektif," kata Arwani.

Selain itu, putusan MK itu juga berpengaruh pada rancang bangun koalisi.


"Bangunan koalisi sudah bisa dirancang sejak awal sehingga meminimalisasi adanya "penumpang" gelap. Sehingga, koalisi bersifat permanen dan tidak pasang surut," imbuh Sekretaris Fraksi PPP itu.

Hal terpenting lagi pasca putusan MK perlu adanya revisi terhadap UU Pilpres. Namun PPP menyayangkan keputusan ini baru dibaca sekarang ini padahal sudah lama diputuskan.

"Saya dengar ini sudah lama diputus, tapi baru dibacakan hari ini, tentu ini pertanyaan yang perlu dijelaskan. Jangan sampai muncul seolah-olah dicari waktu yang bisa membenarkan alasan sempitnya waktu implementasi dari pelaksanaan pemilu serentak ini. Jika waktu itu segera dibacakan saya kira masih cukup waktu untuk benar-benar dilaksanakan," kata Arwani.(*)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2014

Referensi :  m.antaranews.com

Kiai Sahal Tutup Usia, PPP: Indonesia Kehilangan Ulama Moderat

Thursday, January 23, 2014


Jakarta - Rais 'Aam PBNU, Kiai Haji Sahal Mahfudz, telah tutup usia. PPP menyatakan belasungkawanya dengan mengenang keutamaan Kyai Sahal.


"Kiai Sahal selama memimpin MUI dikenal sebagai ulama yang santun, berpengetahuan mendalam, moderat, namun tidak kehilangan ketegasan dalam soal penegakan akidah," kata Sekjen PPP Romahurmuziy dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (24/1/2014).

Indonesia telah kehilangan putra terbaiknya yang dikenal memiliki pengetahuan keislaman yang luas itu. Kiai Sahal sendiri adalah Ketua Umum MUI Pusat.

"Kiai Sahal sendiri pada November 2005 pernah menerima penghargaan dari PPP atas konsistensinya sebagai Ketua MUI Pusat, dalam perannya menjaga dan melestarikan kemurnian syariat Islam," ujar Romahurmuziy.

Kiai Sahal lahir di Pati, 17 Desember 1937. Sejak tahun 1963, KH Sahal memimpin Pondok Pesantren Maslakul Huda di Kajen Margoyoso, Pati, Jateng peninggalan ayahnya, KH Mahfudz Salam. Kyai Sahal tutup usia pada usia 76 tahun.

"Semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Selamat beristirahat di keabadian, Kiai," doanya.

Ranta, Aki Satpam Komplek Vila Nusa Indah, Yang Tinggal Di Kp. Pondok Benda (Jatirasa) Ini Berangkat Umroh

Friday, January 17, 2014

Ranta (2 dr kanan) & istri (paling kanan) berfoto dengan ibunda (2 dr kiri) dan AgusWinanto
Sesungguhnya manusia itu suka sekali berkeluh kesah, padahal berapa lama sebenarnya dia hidup di dunia jika dibandingkan dengan segala nikmat yang akan dia terima jika bersabar dan beriman dengan ketetapan Allah Subhana wa Ta'ala? Kehidupan di akhirat jauh lebih lama dan abadi, jika tidak mengetahui makna kesabaran, maka tak akan mengetahui makna tertinggi dari tugas manusia sebagai hamba Allah, yakni ikhlas.

Spanduk Relawan - AGUS WINANTO -

Sosialisasi di CEGER, Kel. JAKASETIA

Wednesday, January 15, 2014

SOSIALISASI BERSAMA MASYARAKAT CEGER Ketika warga masyarakat Ceger membutuhkan kehadiran seorang calon wakil rakyat yang mau menyediakan waktunya untuk berkunjung dan bersilaturahmi demi mendengarkan aspirasi mereka, tak banyak caleg yang mau datang, kecuali Agus Winanto, caleg PPP No. 2 DPRD Kota Bekasi dapil Bekasi Selatan dan Jatiasih.


Permasalahan juga tak berhenti sampai di situ, masih banyak sekali caleg yang menganggap tugas mereka dalam bersosialisasi adalah saat menjelang kampanye, setelah itu cukuplah seorang dewan memfokuskan diri untuk memperhatikan kepentingan umum seluruh warga di kota atau kabupaten tempatnya bertugas. Sungguh satu hal yang tidak mendahulukan kepentingan konstituen pendukung seperti halnya mereka dibutuhkan pada saat kampanye.

Agus Winanto sebagai anggota masyarakat warga sekitar, yang juga sangat akrab dengan warga dan dalam pengamatan banyak pihak memang cukup dikenal sebagai tokoh yang suka membantu siapapun apabila dibutuhkan, bahkan tak tanggung-tanggung tak jarang secara spontan Agus Winanto memberikan bantuan tanpa sebab dan alasan yang  relevan jika dikaitkan dengan kampanyenya selama ini.

Bagi Agus Winanto, membantu sesama kaum yang membutuhkan adalah satu hal yang sebenarnya bisa dilakukan siapapun tanpa terkecuali dan tak selalu harus dengan niat untuk berkampanye, atau dalam istilah syariat Islam, karena riya'.

Berbagi pada sesama, memang bukanlah hal yang mudah tapi tidaklah terlalu sulit, jika kita tahu rahasia dan caranya. Sama mudahnya seperti jika tersenyum, sebagai satu shodaqoh yang mudah dilakukan siapa saja kapanpun. Tapi sudahkan kita selalu tersenyum meskipun kepada orang yang tidak kita kenal, tapi sayangnya kita masih sangat susah sekali tersenyum ketika bertemu dengan orang yang kita tidak sukai, bukan?

Nah di sinilah tugas kita sebagai sesama manusia untuk menebarkan salam dan kasih sayang, mulai dari tersenyum kepada sesama warga. Itulah landasan pertama sosok Agus Winanto yang kerap berguyon dengan bahasa ringan di setiap sosialisasinya dengan warga sekitar, khususnya masyarakat yang tinggal di Ceger, Kelurahan Jakasetia.

AGUS WINANTO Sosialisasi di JATILUHUR

AGUS WINANTO SOSIALISASI DI JATILUHUR Jika kita mendengar betapa sangat banyak caleg yang memanfaatkan momentum musim hujan dan bencana banjir yang terjadi beberapa bulan terakhir ini sebagai ajang untuk bersosialisasi dan memberikan bantuan dalam kampanye terselubung mereka, maka hal ini ditanggapi dingin oleh Agus Winanto.

Baginya kampanye dan sosialisasi itu sebenarnya diamanahkan oleh Undang-Undang , dan siapapun yang menjadi caleg merasa harus dan berkepentingan untuk bisa berinteraksi dengan konstituennya tanpa memandang kapan dan bagaimana situasi kondisi yang terjadi.

Karena kebetulan saja sekarang adalah musim penghujan dan banjir yang sering terjadi di Kota Bekasi serta daerah lainnya, maka banyak para caleg yang menjadikan hal ini sebagai ajang mencari dukungan kepada masyarakat warga sekitar daerah pemilihannya. Tentunya hal ini bukanlah hal yang tabu bagi siapapun untuk melakukan tindakan sosial apalagi jika ingin membantu meringankan penderitaan sesama yang sedang terkena musibah.

Apakah warga yang tinggal di Jatiluhur, sebagai satu kelurahan dimana Agus Winanto tinggal dan juga termasuk dalam daerah pemilihan sang caleg PPP bernomor urut 2, untuk DPRD Kota Bekasi.

"Tentu saja hal ini sah-sah saja, apalagi Agus Winanto juga bukan orang yang asing bagi warga Jatiluhur, jadi sosialisasi ini sebenarnya bertujuan untuk memberitahu bahwa tokoh yang sudah akrab bagi warga Jatiluhur akan berjuang memperebutkan suara dukungan untuk menjadi wakil rakyat, itu saja" ungkap seorang warga Jatiluhur.

Pada kenyataannya sosialisasi berlangsung lancar an dihadiri tak sedikit warga masyarakat yang memang sudah mengenal sosok lelaki bergaya santai dan humoris ini. Anda belum kenal Aus Winanto?

AGUS WINANTO Bersama Warga JATIASIH

AGUS WINANTO BERSAMA WARGA JATIASIH Keakraban seorang kepada lingkungan masyarakatnya menunjukkan betapa pentingnya kebutuhan sosial dalam berinteraksisehingga kadang menjadi ukuran kondang atau tidaknya seseorang, khususnya bagi mereka yang ingin menjadi calon legislatif.

Salah satu tolak ukur popularitas dan elektabilitas seorang caleg adalah kemampuannya berinteraksi dengan lingkungan sosial tanpa dibatasi oleh atribut apapun baik ketika dia sedang berkampanye, maupun nanti setelah dia menjabat menjadi wakil rakyat.

karena tidak jarang terjadi, para calon wakil rakyat ini hanya bisa akrab saat periode kampanye dan sosialisasi ke lingkungan sedang berlangsung, sementara setelah mereka mendapatkan banyak dukungan suara, jangankan bisa berinteraksi dan membuka diri untuk menjadi corong aspirasi, bahkan seolah para wakil rakyat ini tak kenal dan terlalu sibuk untuk bisa bertemu dengan para konstituennya. Tentunya Anda sudah mengenal betul situasi seperti ini bukan?

Agus Winanto tak mau hal itu terjadi pada dirinya dan para warga masyarakat pendukungnya, itulah sebabnya, saat ini dia sudah mempersiapkan poskonya sebagai salah satu tempat pusat beragam kegiatan dimana dari situ Agus Winanto bisa meng-aplikasikan beberapa rencana program yang akan diterapkannya jika terpilih menjadi wakil rakyat.

Di antaranya adalah membuat posko sebagai rumah terbuka para konstituennya untuk bisa menyalurkan hak aspirasi mereka tanpa melalui protokoler yang menyulitkan. Di samping itu, karena dirinya tinggal di wilayah Jatiasih maka setelah kampanye lewat di saat pemilu nanti, Agus Winanto meminta para realawannya yang bekerja dengan semangat pejuang agar bisa memanfaatkan posko sebagai pusat kegiatan yang lebih produktif dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat lingkungannya.

Jadi kini warga masyakarat Jatiasih tak perlu kuatir, jika mereka mempunyai ide yang kreatif dan bisa bermanfaat bagi banyak warga masyarakat khususnya untuk Kota Bekasi, diberi izin untuk mengajukan proposal kepada Agus Winanto, dimana dia menyanggupi untuk memberi bantuan, sepanjang yang dia mampu.

Masih adakah dari Anda yang ingin mencoba mengajukan proposal untuk wilayah Jatiasih atau bekasi Selatan? Silakan hubungi posko Agus Winanto atau Relawannya, RAWIT.

Silaturahmi Bersama Warga JAKAMULYA

SILATURAHMI BERSAMA MASYARAKAT JAKAMULYA Silaturrahmi adalahsatu rahasia dan ilmu bagaimana seseorang bisa panjang umur dan awet muda. Tak salah bila siapapun yang mau mendapatkan berkahnya berinteraksi sosial dengan menyambung tali silaturahim maka dia akan banyak mendapat keuntungan. Hal ini diakui oleh Agus Winanto. Sebagai seorang caleg, dia merasa perlu untuk memperbanyak silaturahim dengan siapapun terutama para warga yang akan menjadi konstituennya saat pemilu nanti.

Warga Jakamulya mengetahui bahwa Agus Winanto bukan pada kali ini saja melakukan silaturahim bersama warga sekitar. Namun karena momentumnya yang pas dengan masa sosialisasi kampanye dan pengenalan diri para caleg, Agus Winanto sering beranggapan bahwa hal ini jadi wajib jika ingin mendapatkan dukungan penuh warga konstituennya.


Tatap Muka dengan Tokoh Masyarakat JATIRASA

TATAP MUKA BERSAMA TOKOH MASYARAKAT Pertemuan dengan warga masyarakat sekitar saat para caleg bersosialisasi memperkenalkan diri yang akan terjun di ajang pemilihan calon legislatif menjadi tidak utuh dan kuat jika tidak diikuti dengan tatap muka dan dialog bersama para tokoh masyarakat, sehingga terjadi komunikasi timbal balik yang sederajat.

Itulah yang menjadi alasan utama mengapa Agus Winanto menyediakan waktu khusus untuk bisa berdialog dan tatap muka dengan beberapa tokoh masyarakat di wilayah Jatirasa, dengan demikian jalinan silaturahim yang telah dibangunnya bersama warga masyarakat menjadi kokoh dan legitimated (resmi) setelah pertemuannya dengan beberapa tokoh masyarakat.

Agus Winanto sendiri juga menganggap komunikasinya selama ini yang dibangunnya tidak bersifat dari atas ke bawah (top down) seperti kebanyakan para caleg yang sering melakukan sosialisasi dengan konsep berpidato atau hanya memberi sambutan tanpa bisa berinteraksi timbal balik.

Padahal sebaiknya seorang calon wakil rakyat harus mampu membangun komunikasi dengan cara bottom up (dari bawah ke atas) dimana lebih sering mendengarkan kepentingan warga yang akan menjadi konstituennya.

Karena hanya dengan komunikasi aktif dari bawah ke atas lah, warga yang akan jadi pemilihnya merasa kepentingannya sebagai anggota masyarakat didengar dan diperhatikan. Apakah ada caleg yang berbuat seperti itu, tentu saja banyak.

Agus Winanto termasuk yang bisa melakukan hal seperti itu, karena hanya dengan banyak mendengarkan sajalah, maka caleg bisa mendapatkan simpati termasuk dukungan dan suara.

Sosialisasi dengan Warga JATIRASA

Tak lengkap rasanya jika seseorang tidak menyentuh akar rumput dalam berkampanye, terutama buat mereka yang mencalonkan dirinya menjadi calon anggota dewan atau wakil rakyat. Bisa saja seorang caleg punya banyak hubungan dengan kalangan elit tokoh masyarakat, namun miskin komunikasi dengan kebanyakan warga lapisan terendah, maka dapat dipastikan, sang caleg tak akan dapat menyentuh massa dalam jumlah besar.


Agus Winanto menyadari hal tersebut sebagai salah satu senjata pamungkasnya dalam memperoleh dukungan, yakni selalu berinteraksi dan jika mampu blusukan langsung ke tengah masyarakat kecil dan meyakinkan mereka bahwa mereka adalah sama pentingnya dengan dirinya yang akan menjadi wakil mereka di parlemen. Tak ada keistimewaan baik dalam status maupun dalam hubungan timbal balik antara warga masyarakat yang disebut rakyat dengan para wakil rakyat.

Ketika Agus Winanto berinteraksi dengan warga Jatirasa, tak kurang dirinya selalu menyampaikan betapa hubungan saling membutuhkan antara rakyat dan wakil rakyat adalah saling menguntungkan atau mutulisme simbiosa. Jangan seperti hubungan parasitisme, dimana rakyat memanfaatkan wakil rakyat sebagai ATM berjalan yang bisa dimintai duit kapanpun, atau sebaliknya, para caleg dan wakil rakyat membutuhkan suara dukungan rakyat hanya ketika pemilu saja, setelah lewat masa kampanye dan berhasil menjadi anggota dewan, sang wakil rakyat hilang dari muka bumi dan sulit untuk ditemui.

Agus Winanto berharap dia akan memberikan apa yang dibutuhkan oleh setiap warga masyarakat dalam bentuk dukungan pembuatan peraturan daerah yang berpihak kepada publik atau dikenal dengan sebutan fungsi legislatif seorang wakil rakyat.

Lelaki beranak 3 ini juga menambahkan, bahwa dia akan memberikan bantuan khususnya kepada warga Jatirasa dan umumnya kepada setiap warga di Kota Bekasi, dalam bentuk menentukan anggaran biaya belanja publik dari pendapatan asli daerah. Tanggung jawabnya sebagai fungsi penganggaran atau budgeting saat dia menjadi wakil rakyat akan dilakukan dengan mendahulukan kepentingan publik, khususnya para warga sekitar baik yang mendukungnya maupun tidak.

Sungguh satu janji yang berat buat seorang caleg seperti Agus Winanto, jika dia melanggar janjinya sendiri, dia menyadari bahwa yang rugi adalah dirinya sendiri, dimana warga masyarakat tidak akan memilihnya kembali pada pemilu yang akan datang, bukan? SOSAIALISASI DENGAN WARGA JATIRASA

PPP Usulkan Gus Dur Pahlawan Nasional

Tuesday, January 14, 2014


[JAKARTA] Setelah menganugerahi mantan Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Bapak Demokrasi Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan mengusulkan kepada pemerintah agar Gus Dur, sapaan Abdurrahman Wahid, mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional.


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Suryadharma Ali, menyatakan perjuangan demokrasi, pluralisme, Hak Asasi Manusia yang dilakukan Gus Dur selama hidup penuh dengan keikhlasan tanpa mencari gelar atau pujian.

Namun, sebagai bangsa yang paham atas jasa orang yang telah mendarmabaktikan seluruh pemikiran, dan jiwa raganya, sudah sepantasnya Gus Dur mendapat gelar Pahlawan Nasional.

"Untuk itu, kami tidak berhenti menganugerahi sebagai Bapak Demokrasi, tapi juga akan usulkan kepada pemerintah agar Gus Dur mendapat gelar Pahlawan Nasional," kata Suryadharma Ali atau yang akrab disapa SDA saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul keempat Gus Dur di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (14/1) malam.

SDA menyatakan pihaknya tak meragukan pemikiran Gus Dur tentang demokrasi.

Menurutnya, kebebasan berpikir, berkumpul, dan menyampaikan pendapat yang saat ini dirasakan bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran dan perjuangan Gus Dur.

"Kita dapat sampaikan pemikiran secara bebas, dapat berkumpul secara bebas, tidak lain karena ada peran Gus Dur yang memperjuangkan kebebasan," jelasnya.

Sebagai bentuk penganugerahan Gus Dur menjadi Bapak Demokrasi, SDA menyerahkan lukisan karikatur Gus Dur lengkap dengan kalimat khasnya 'gitu aja kok repot' kepada Sinta Nuriyah, istri almarhum Gus Dur yang hadir bersama sang anak Inayah Wahid.

Sinta mengungkapkan, ucapan khas 'gitu aja kok repot' yang selalu dilontarkan Gus Dur merupakan ungkapan keikhlasan dari sang suami atas apa yang dilakukan dan dipikirkannya.

Gus Dur, kata Sinta, tidak pernah menjadikan sesuatu sebagai beban, karena apa yang dilakukannya ikhlas semata untuk Allah.

"Kalimat itu bentuk keikhlasan dari orang yang mengucapkan," katanya.

Sinta mengungkapkan, Gus Dur berulangkali menyampaikan mengenai keikhlasan yang harus menjadi fondasi utama dalam setiap perbuatan.

Menurutnya, apapun yang dilakukan, meskipun dianggap sukses dalam pandangan manusia akan menjadi sia-sia tanpa keikhlasan ini.  "Sikap ikhlas ini jadi gerak perbuatan dan pemikiran Gus Dur," jelasnya.

Sinta berharap, sebagai partai politik, PPP dapat menjalankan sikap ikhlas yang diajarkan Gus Dur terutama dalam menghadapi berbagai permainan dan trik-trik politik.

Selain itu, Sinta juga berharap PPP dapat menjadi pelopor dalam menegakkan keikhlasan berpolitik, dan menjadi pelopor dalam menegakkan demokrasi, pluralisme, humanisme, HAM, dan lainnya yang bersumber dari para ulama dan pemikir Islam.

"Atas nama keluarga, kami sampaikan ucapan terima kasih atas diselenggarakannya Haul Gus Dur. Semoga spirit perjuangan bisa tetap terjaga," tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sinta menyematkan kopiah dan sorban berwarna hijau kepada Suryadharma Ali.

Referensi : http://www.suarapembaruan.com

Jelang Pemilu, Keluarga Gus Dur Berikan Sinyal Merapat ke PPP

Djan Faridz mencium tangan isteri Alm Gus Dur, Ibu Shinta Nuriyah disaksikan para petinggi PPP
Djan Faridz mencium tangan isteri Alm Gus Dur, Ibu Shinta Nuriyah disaksikan para petinggi PPP (sumber: Str)


Jakarta - Mendekati gelaran Pemilu yang tinggal beberapa bulan lagi, keluarga almarhum mantan presiden Abdurrahman Wahid memberikan sinyal mendukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sinyal ini terasa saat keluarga Gus Dur memberikan izin kepada PPP untuk menggelar Haul dan memasang atribut Gus Dur sapaan Abdurrahman Wahid. Tak hanya itu, istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, bersama anaknya Inayah Wahid juga menyempatkan menghadiri Haul keempat Gus Dur di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (14/1) malam.


Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali menyebutkan terlalu dini untuk menyatakan keluarga Gus Dur memberikan dukungan penuh pada PPP dalam pemilu mendatang. Namun, kehadiran Sinta Wahid bersama anaknya Inayah Wahid dan Gusdurian menunjukkan semakin hangatnya hubungan partai berlambang Kabah itu dengan keluarga Gus Dur.

"Masih terlalu awal menilai apakah keluarga Gus Dur memberikan dukungan secara praktis bagi PPP, tapi kehadiran Gusdurian dan Sinta Nuriyah menunjukan semakin hangatnya PPP dengan keluarga dan Gusdurian," kata Suryadharma atau yang akrab disapa SDA.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan sepak terjang selama ini terutama dalam demokrasi, pluralisme, dan Hak Asasi Manusia, pada acara Haul Gus Dur itu, PPP menganugerahkan presiden keempat
Indonesia itu sebagai Bapak Demokrasi. Bahkan, PPP juga akan mengusulkan dan memperjuangkan agar Gus Dur dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

SDA menilai Gus Dur sebagai sosok pemikir, agamawan, negarawan sekaligus politisi yang banyak berperan dalam demokrasi dan pluralisme di Indonesia. Peran dan pemikiran Gus Dur ini telah melintasi batas kelompok, partai, agama, dan bahkan melintasi batas pemikiran tokoh lain.

"Gus Dur di atas itu semua. PPP peringati haul Gus Dur sebagai bentuk hormat kepada Gus Dur. Apalagi pemikiran mengenai pluralisme, demokrasi, keagamaan yang dinamis dan humanis," kata Suryadharma.

Dikatakan, bangsa Indonesia merindukan sosok dan pemikiran Gus Dur.
Menurutnya, pemikiran Gus Dur mengenai demokrasi, toleransi dan pluralisme masih memiliki relevansi dengan kondisi Indonesia saat ini. Apalagi, menjelang pemilihan umum pada April mendatang.

"Pemikiran Gus Dur soal demokrasi masih aktual apalagi menjelang pesta demokrasi. Diharapkan dengan peringatan ini, bangsa Indonesia diingatkan betapa penting pluralisme itu. Indonesia terdiri dari kepulauan dengan suku, adat istiadat termasuk agama yang beragam," jelasnya.

Suryadharma melanjutkan, pemikiran Gus Dur tentang demokrasi terealisasi sepenuhnya. Demokrasi sebagai alat untuk membawa negeri dan rakyat Indonesia ke arah yang lebih baik, sejahtera, makmur, dan berkeadilan masih dirasa kurang memuaskan. Untuk itu, Pemilu 2014 diharapkan menjadi momentum untuk mewujudkan demokrasi yang lebih sehat seperti yang dicita-citakan Gus Dur.

"Menggelorakan demokrasi yang sehat menjadi sesuatu yang harus dan wajib," tegasnya.

Sebagai partai Islam dengan tagline 'Rumah Besar Umat Islam', SDA mengajak keluarga Gus Dur, dan Gusdurian, dan seluruh ormas serta kelompok Islam termasuk Nahdhatul Ulama, dan Muhammadiyah untuk bergabung dengan PPP. Suryadharma berharap PPP dapat menjadi instrumen untuk mengimplementasikan pemikiran, dan tindakan Gus Dur.

"Kapan lagi kita mewujudkan cita-cita Gus Dur untuk menjadikan Indonesia bangsa yang pluralis, majemuk, berbeda suku, budaya, cara psandang dan berpikir. Jadikan PPP sebagai instrumennya. Kapan lagi kita wujudkan demokrasi yang hakiki," papar SDA.

"Bukan lagi hingar bingar, keras suaranya tapi sepi substansinya. Implementasikan ajaran dan pemikiran yang baik dari Gus Dur ini. Mudah-mudahan PPP bisa menjadi salah satu instrumen yang dapat mengimplementasikan pikiran-pikiran Gus Dur yang masih relevan dengan kondisi saat ini dan masa mendatang."

Sebagai bentuk penganugerahan Gus Dur menjadi Bapak Demokrasi, SDA menyerahkan lukisan karikatur Gus Dur lengkap dengan kalimat khasnya 'gitu aja kok repot' kepada Sinta Wahid. Sementara, mewakili keluarga, Sinta Wahid menyematkan kopiah dan sorban berwarna hijau kepada Suryadharma Ali.

Dalam kesempatan itu, Sinta Wahid tidak membantah kedekatannya dengan PPP. Dia berharap, PPP dapat menjalankan sikap ikhlas yang diajarkan Gus Dur terutama dalam menghadapi berbagai permainan dan trik-trik politik.

Selain itu, Sinta juga berharap PPP dapat menjadi pelopor dalam menegakkan keikhlasan berpolitik, dan menjadi pelopor dalam menegakkan demokrasi, pluralisme, humanisme, HAM, dan lainnya yang bersumber dari para ulama dan pemikir Islam.

"PPP bisa menjadi pelopor dalam mengegakkan demokrasi, pluralisme, humanis, HAM dan lainnya yang bersumber dari para ulama dan pemikir islam," harapnya.

Lebih lanjut Sinta menyatakan, kehadirannya dalam acara PPP tidak serta merta wujud dukungan kepada PPP. Ditegaskan, keluarga Gus Dur tidak memilih salah satu partai, namun, mendukung seluruh partai di Indonesia, kecuali Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar.

"Keluarganya tidak kemana-mana, tetapi ada dimana-mana. Ada di PPP, Demokrat, Nasdem, Gerindra, pokoknya dimana-mana. Kami mendukung semua yang ada di Indonesia kecuali satu tadi," katanya.

Begitu pula dengan kaum Nahdhiyin, Sinta mempersilakan jika anggota Nahdhatul Ulama mendukung salah satu partai.

"Itu hak nahdliyin sebagai warga negara," jelasnya.
Referensi : http://www.beritasatu.com/

PPP Ajak Keluarga Gus Dur Dukung Pemenangan Pemilu 2014

"Rasanya sombong kalau tidak mengajak keluarga Gus Dur."


VIVAnews - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali, Selasa 14 Januari 2014, menyatakan partai Islam perlu bersatu kembali dan mengonsolidasikan diri di tahun politik ini.


Salah satu langkah awal, PPP mengajak keluarga mendiang Presiden Abdurahman Wahid atau sering disapa Gus Dur untuk bergabung.

"Saya meski malu-malu, tapi rasanya sombong kalau tidak mengajak keluarga Gus Dur dan Gus Durian (sebutan pengagum Gus Dur) untuk bergabung dan mewujudkan cita-cita bersama. Dengan instrumen bersama, cita-cita itu akan tercapai," ujar Suryadharma dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Gus Dur di kantor DPP PPP, Jakarta.

Ia menjelaskan, keluarga besar Gus Dur tidak bisa terlepas dengan sejarah pendirian PPP. Keluarga Gus Dur berperan dalam memasukkan konsep lambang Ka'bah untuk PPP sejak awal dan digunakan hingga sekarang.

Oleh karena itu, menurut Marzuki, PPP merupakan rumah besar bagi organisasi massa berbasis Islam.

"Ka'bah adalah rumah bersama. Begitu juga dengan PPP. Saya mengajak Permusi, Muhammadiyah dan seluruh ormas Islam pulang ke PPP. Jadikakan PPP sebagai instrumen untuk mewujudkan Indonesia yang adil, demokratis dan agamis," kata Suryadharma.

Menanggapi ajakan itu, istri mendiang Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, mengakui keluarga Gus Dur mempunyai ikatan sejarah dengan PPP. Namun, ia mengingatkan agar para kader PPP bisa ikhlas menjalankan semua tugasnya di tahun 2014 ini.

"Sebagai parpol PPP akan masuk dalam permainan dan trik-trik politik di tahun politik. PPP harus bisa menerapkan keikhlasan berpolitik di tahun ini," ujar Sinta.

Meski diakui PPP merupakan partai pertama yang secara terbuka melaksanakan haul Gus Dur, Sinta tidak menjanjikan terlalu banyak apakah keluarga Gus Dur dan Gus Durian bergabung dan mendukung PPP.

"Kami tidak ke mana-mana. Tapi kami ada di mana-mana. Mari kita jalankan politik dengan ikhlas. Gitu aja kok repot," kata Sinta. (umi)

Ambulance Gratis untuk Warga di PGP Kel. Jatirasa

Monday, January 13, 2014

AGUS WINANTO PEDULI by Slidely Slideshow

Pembersihan Lumpur RW 09 PGP Kel. Jatirasa

Pembersihan lumpur RW 09 - PGP lanjutan by Slidely Slideshow

Perbaikan Pintu Air RW 15 di Kel. Kayuringin Jaya

PERBAIKAN PINTU AIR (AW) by Slidely Slideshow

Penyerahan Hadiah Pertandingan Bola RW 03 - Persipon Cup 03

Kepedulian Agus Winanto kepada kebutuhan kompetisi olahraga tidak saja dalam bentuk memberikan bantuan berupa hadiah dalam acara pertandingan tarkam, tapi juga menularkan semangat dan virus mengolahragakan masyarakat serta memasyarakatkan olahraga.

Jika warga Bekasi secara keseluruhan butuh akan sarana hiburan berupa tontonan kompetisi olahraga, maka sudah sepantasnya pemerintah kota Bekasi kembali menghidupkan suasana sportifitas sebagai salah satu cara membangun karakter warga Bekasi, dan Agus Winanto mengetahui hal itu.

Sidik Rizal - pengamat sosial budaya Bekasi

Persiapan Penanganan Banjir

INDAHNYA BERBAGI...!!!

MARI KITA BERBAGI... !!! by Slidely Slideshow

Sosialisasi Agus Winanto di Jatirasa

Wednesday, January 8, 2014

AGUS WINANTO SOSIALISASI DI JATIRASA by Slidely Slideshow

Agus Winanto Bersama Warga Jatirasa

AGUS WINANTO BERSAMA WARGA JATIRASA by Slidely Slideshow

Agus Winanto pada Pentas Musik di Kel.Jatisari

AGUS WINANTO BERPARTISIPASI DALAM AJANG CRONIES MUSIC EVENT "PERBEDAAN BUKAN PERTENTANGAN" by Slidely Slideshow

Agus Winanto dalam komunitas musik Indie
 
Manusia pada hakikatnya dibekali berbagai macam bakat dan potensi. Ke depannya, tiap insan dituntut untuk mampu mengembangkan potensi yang telah diberikan tersebut. Begitu juga dengan pemuda – pemudi Kota Bekasi, khususnya di wilayah Kec. Jatiasih - Bekasi Selatan. Yang memahami bahwa potensi tidak hanya datang dari bidang akademis, namun juga non-akademis. Hal inilah yang menjadi dasar bagi pemuda - pemudi  karang taruna RW 06 kel. Jatisari untuk menyelenggarakan suatu event/kegiatan pertunjukan seni yang bertema “ perbedaan bukan pertentangan

Event/kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu sarana bagi pemuda – pemudi dalam mengekspresikan nilai – nilai seni yang ada dalam diri mereka. Di sisi lain acara ini bertujuan untuk menghibur secara positif berbagai pihak , khususnya pemuda – pemudi kota Bekasi, khususnya kec. Jatiasih - Bekasi Selatan.

Ajang CRONIES MUSIK EVENT yang berlangsung pada tanggal 29 Desember 2013 dengan berbagai kegiatan yang termasuk didalamnya pemberitahuan tentang bahaya pemakaian narkoba yang saat ini banyak merenggut pemuda – pemudi di INDONESIA. Kami percaya bahwa pentas seni bukan hanya sebatas sarana hiburan, tetapi lebih dari itu adalah sarana pembelajaran.

Tujuan yang ingin dicapai dari pertunjukan seni ini adalah:

1.     Meningkatkan kreativitas para siswa dalam bidang seni
2.     Menumbuhkan rasa percaya diri dan sportifitas dalam berkompetisi
3.     Memberikan hiburan yang bermanfaat dan berdampak positif
4.     Sebagai ajang unjuk diri bagi para pemuda – pemudi
5.     Memperluas dan mengembangkan ikatan persaudaraan
"
      "imbuh Agus winanto dalam sambutannya , bahwa ajang seperti ini merupakan sebagai alat ukur bagi para muda-mudi dalam latihan indoor sehari-hari selain ajang kreatifitas yang positif.

Dewan Harus Cerdas, Tegas dan Peduli

Sunday, January 5, 2014

Caleg PPP Kota Bekasi, Agus Winanto


JATIASIH, Seorang warga negara yang mengemban tugas sebagai wakil rakyat, dituntut mempunyai kemampuan personal yang cerdas, dalam menjalan fungsinya sebagai anggota dewan. Demikian dikatakan Agus Winanto, kader PPP yang berniat mencalonkan anggota legislatif di DPRD Kota Bekasi.

"Cerdas artinya, kemampuan personal seorang anggota dewan dalam setiap fungsinya, yakni legislasi, pengawasan dan penganggaran," tutur caleg no.2 dapil 3 (Bekasi Selatan, Jatiasih) ini.

Kepada Bekasi Ekspres News, Agus menjabarkan, pada Bidang Legislasi, dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan personal dalam membuat Raperda untuk menjadi Perda, sehingga Perda yang dihasilkan dapat efektif dan berdaya guna dalam implementasinya di tengah-tengah masyarakat, sesuai dinamika zaman, untuk kepentingan rakyat.


"Kemudian pada fungsi bidang Anggaran, dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan personal dalam menyusun RAPBD menjadi APBD, sehingga APBD yang di susun bisa efektif, dan tepat sasaran, sehingga dapat bermanfaat dan dinikmati oleh masyarakat luas," paparnya.

Sedangkan fungsi anggota dewan pada bidang Pengawasan, dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan personal dalam mengawasi pelaksanaan Perda , APBD, Peraturan perundang-undangan serta berbagai Kebijakan Walikota, sehingga ruang dan celah penyimpangan dapat diminimalisir semaksimal mungkin dan pada gilirannya kepentingan rakyat di atas segalanya.

"Sudah saatnya masyarakat memilih caleg yang tegas, cerdas, berani dan peduli. Maka itulah saya menggunakan slogan cerdas bersama rakyat," bebernya.

Agus pun menerapkan tiga sikap yang menurut dia mutlak diperlukan untuk menjadi seorang anggota dewan. "Tiga sikap itu, selain cerdas, juga tegas, dan peduli," tandasnya.
Dijelaskannya, dalam fungsinya sebagai wakil rakyat, secara personal harus inovatif, yang artinya selalu mempunyai ide-ide dan terobosan dalam upaya menjalankan program pemerintah, yang bermuaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat.

"Anggota dewan juga harus tegas, agar memiliki integritas dalam mengatasi persoalan-persoalan untuk kepentingan rakyat," jelasnya.

Satu sikap yang selama ini ia terapkan dalam hidupnya, lanjut Agus, yaitu menghargai kesulitan orang lain.

Salah satu tim sukses Agus Winanto, turut menambahkan,  sikap peduli tersebut sudah dibuktikan Agus selama ini.

"Sikap peduli itu dilakukan Agus dengan sudah banyak berbuat untuk warga, tidak hanya dapil 3, tapi wilayah lain juga," tutur salah satu tim suksesnya kepada Bekasi Ekspres News, kemarin.
Ia menerangkan, hal itu dilakukan antara lain memfasilitasi warga yang memerlukan mobil ambulance gratis, baik dalam kota maupun ke luar kota.

"Tim pak Agus sudah melakukan ini sejak September 2013 lalu, dan sudah ratusan warga yang menggunakan fasilitas mobil ambulan ini secara gratis," jelasnya.

Kepedulian lainnya, dijelaskan, wilayah Jatiasih, tepatnya Pondok Gede Permai yang menjadi langganan banjir, pada banjir besar 2013 lalu, tim Agus pun tak tinggal diam.

"Tidak hanya memberikan bantuan logistik, tapi kami pun terjun langsung membantu warga membersihkan lumpur-lumpur rumah warga korban banjir selama beberapa bulan," terangnya.

‘Dijelaskan juga, Tidak hanya di bidang sosial kemasyarakatan saja, di bidang pendidikan tuturnya, banyak anak-anak yang putus sekolah di wilayah lingkungan Agus tinggal yang tidak bisa masuk sekolah Negeri juga dibiayai masuk sekolah swasta sampai biaya uang saku mereka, jumlahnya mencapai puluhan orang. Agus winanto berpendapat “Pendidikan bukan modal hidup, namun pendidikan harus tetap hidup”.

Intinya, Tim Agus Winanto menambahkan, sikap cerdas dan peduli yang diperlukan seorang wakil rakyat, sudah diwujudkan Agus Winanto.

"Kami pun melihat warga Jatiasih pun mengakui, sosok Agus Winanto layak mewakili mereka di dewan," pungkasnya.

Sumber : Hen - Bekasi Ekspres News

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger