Tak Harus Keluar Uang Banyak, Setiap Orang Bisa Jadi Caleg

Friday, March 28, 2014

Nellyta Elvira, Caleg Demokrat Yang Biasa Naik Ojeg dan Angkot Saat Bersosialisasi


Tak banyak yang berani seperti caleg Partai Demokrat ini, perempuan berjilbab yang kini aktif menjalankan usaha klinik kecantikan dan kesehatan kulit, masih mau bersosialisasi bertemu para konstituennya dengan menumpang kendaraan umum dan juga ojeg agar bisa bertatap mauka langsung dengan mereka.

"Saya sampai terkejut ketika saya disambut dengan pelukan haru seorang ibu yang berkata, 'Jarang sekali ada caleg yang mau rela naik angkot bertemu kami!'


Dan ini yang bikin saya lebih senang bertemu mereka secara langsung setiap hari dengan kendaraan umum." beber Nellyta yang kini mempunyai anak perempuan yang berhasil menjadi dokter umum dan juga menikah dengan seorang dokter juga.


Caleg Demorkrat yang memutuskan untuk terjun ke dunia politik ini, awalnya adalah karena kekuatirannya yang terlalu sering minta bantuan dengan sejawatnya yang duduk di kursi dewan dan juga jabatan walikota. Beberapa permintaan dan keluahan warganya sempat ia perjuangkan hanya karena dia mempunyai akses kenalan dengan seorang sobatnya di DPRD Kota Bekasi, masalah penanganan kebutuhan warga. Demikian pula pada tahun berikutnya, karena aktifnya di kegiatan PKK bersama ibu-ibu dari keluarga kurang mampu tapi mereka tetap bersemangat dalam setiap program sosialisasi PKK, sehingga Nelly punya akses langsung dengan ibu Walikota Bekasi.

Saat inilah dia memperhatikan betapa para ibu yang aktif di kegiatan PKK ternyata tidak semuanya mempunyai penghasilan keluarga yang baik, maka dirinya mendapatkan ide sederhana dan terdorong untuk memberikan bantuan berupa pemberian honor kepada mereka yang aktif untuk menambah pendapatan keluarga para anggota penggerak kegiatan PKK.

"Ternyata banyak sekali kebutuhan warga tak bisa dibantu secara langsung yang mau tak mau saya harus meminta bantuan kolega di legislatif maupun eksekutif," ungkap perempuan yang kini punya 2 klinik di wilayah Harapan Jaya dan Bekasi Timur ini kepada kandidat-kandidat.com

"Kenapa nggak sekalian saja saya yang jadi anggota dewan, agar saya bisa membantu warga jauh lebih banyak dan tentunya karena mereka pulalah saya bisa mendapat dukungan untuk jadi wakil mereka di dewan." ujarnya kali ini menjelaskan kenapa dia harus jadi caleg.

Sekali lagi seorang koleganya di kegiatan PKK yang kebetulan juga tokoh masyarakat dan anggota dewan dari partai Demokrat, Bunda Ratu, menawarkan kepadanya kesempatan untuk menjadi anggota dewan di partai bintang mercy itu. Tanpa harus mengeluarkan uang yang besar, dan kesempatan untuk bisa berbuat lebih baik jika dia duduk di dewan, maka Nellyta berdiskusi dengan suaminya, Anton Sugianto, yang akhirnya mendukung penuh dirinya untuk jadi caleg di Partai Demokrat.

Sejak itulah dia rajin bersosialisasi meskipun harus naik angkot atau ojek, karena suami tak selalu bisa mengantarkannya untuk bertemu warga karena kesibukan pekerjaannya. Sungguh sebuah perjuangan wanita yang rela berkorban dan peduli kepada kepentingan warga di sekitarnya, setelah dia selesai memenuhi kebutuhan anak dan suaminya di rumah, dia tak mau berhenti beribadah sebagai perempuan dan anggota masyarakat tanpa harus mengurangi atau mengganggu kewajibannya sendiri kepada dirinya, keluarga dan lingkungan masyarakat di sekitarnya.
 
Apakah dia berhasil mendapatkan simpati dan dukungan konstituenya untuk bisa mengabdi lebih banyak dan lebih besar lagi? Kita tunggu hasilnya setelah 9 April 2014 nanti.
SidikRizalChaniago - webrizal.com

Biodata Caleg
Partai Nomor 7 DEMOKRAT
DAPIL 1 Nomor Urut 3

Nama Lengkap : NELLYTA ELVIRA
N.I.K.: 3275016009670000
tempat / Tgl lahir : PADANG / 20-09-1967
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : ISLAM
Status : KAWIN
Nama Suami : ANTON SUGIANTO
Jumlah Anak : 2

Alamat lengkap :    TAMAN JUANDA BLOK J1/15
RT.005 RW.014
KEL. BEKASI JAYA
Kec. BEKASI TIMUR
KOTA BEKASI
Prov. JAWA BARAT

Pendidikan Terakhir : D3
Pekerjaan : SPESIALIS PERAWATAN KULIT   

Kota Bekasi Hijau oleh Kampanye PPP

Saturday, March 22, 2014

 PARA CALEG PUAS BERKAMPANYE BERSAMA RAKYAT

Mengumpulkan massa untuk sebuah perhelatan besar bagi rakyat setiap lima tahun sekali, sungguh membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Sabtu, 21 Maret 2014 kemarin GOR Kota Bekasi seperti kembali ke suasana alami bernuansa semburat hijau di beberapa pojok dan bagian tengahnya.


Area Gedung Olah Raga Bekasi yang baru saja diresmikan oleh pemdakot, meski masih ada becek dan jalan tanah yang belum diselesaikan oleh u pengembang, semangat warga PPP tak surut hadiri panggung yang dihibur oleh pengurus DPW PPP, Bupati Bogor dari PPP, Rahmat Yasin, Pengurus DPC PPP Kota Bekasi dan tentunya caleg untuk DPR RI seperti Sigit Heryanto dan Hj. Aselina Endang Trihastuti, serta Damin Sada, sedangkan caleg PPP DPRD Provinsi Jawa Barat VI, hadir Alie Akbar dan lainnya.

Sedangkan untuk caleg DPRD Kota Bekasi yang hadir dari semua dapil seperti Sholihin caleg nomor 1 dari dapil 2, Lili Anggraei caleg nomor1, Agus Winanto caleg nomor 2, Ina Maryanah caleg nomor 3, Agus Bedjo caleg nomor 4 dari dapil 3 dan untuk dapil 4 ada Ust.Sanwani caleg nomor 3 dari dapil 4. Hadir pula Muhammad Said (Cemong) caleg nomor 1 sekaligus ketua DPC PPP Kota Bekasi, H.Bambang Supriyadi caleg nomor 2 untuk dapil Bekasi 5, dan banyak lagi caleg lainnya hadir memenuhi panggung setinggi 70 cm yang didirikan di sebelah barat pintu masuk GOR. Sebagai hiburan acara kampanye itu dibawakan oleh Derry, Ginanjar dan Eman dari Empat Sekawan.

Beberapa media televisi dan cetak pun hadir meliputnya, meskipun mereka hanya menunggu momen tepat untuk bisa mewawancarai para caleg, terutama dari DPR RI, seperti Sigit Haryanto dan Hj.Aselina Endang Trihastui. Sayang sosok caleg DPR RI lainnya tdak muncul di atas panggung adalah Damin Sada. Padahal iring-iringan mobil kampanyenya yang berhiaskan atribut kampanye tiga dimensinya tampak diparkir di luar area GOR.

Acara baru selesai, setelah Rahmat Yasin, Bupati Bogor yang juga pengurus DPW PPP Jawa Barat pulang dengan mobil mewahnya Mercedes Benz, bernomor polisi unik B 9 PPP.

Reportase : Sidik Rizal
Fotografi : Frananditya
Editor : ---?---





APK Diganggu Murfati Nyantai...

Wednesday, March 19, 2014

Pelanggaran Etika Kampanye Dilakukan Caleg PD


Caleg Murfati Lidianto termasuk salah satu caleg partai gerindra yang aktif lakukan sosialisasi dengan cara blusukan dan menyebar beberapa alat peraga kamanye (APK) berupa mini banner, spanduk dan beberapa baliho di titik-titik tertentu. Saking banyaknya alat peraga yang dipasangnya, pengawasannya memang jadi cukup sulit dilakukannya bersama tim relawan.


Pada beberapa lokasi, APK Murfati Lidianto, yang akrab dipanggil ibu Lidia atau ibu Murfati ini tampak dicurangi atau diperlakukan tidak sepantasnya. Mini banner yang dipasangnya ditempeli stiker oleh tim relawan caleg dari partai lain di dapil yang sama. Tentunya hal ini bisa membuat kesal siapapun, namun ketika dikonfirmasi via telepon, caleg wanita yang pasang jargon Siap Jadi Tameng Rakyat ini menjawab diplomatis, "...."

[Rincian Selanjutnya...]

Caleg Antar Jenazah Warga ke Peristirahatan Akhir

Monday, March 17, 2014

Agus Winanto Mengendarai Mobil Ambulance-nya Sendiri ke Pemakaman Warganya

Coba Anda sebutkan adakah seorang caleg yang memiliki kendaraan ambulance tapi masih menyempatkan waktunya menjadi sopir mobil ambulance gratis buat membantu warganya yang tertimpa musibah? Penulis berani bertaruh, pasti caleg yang seperti ini jarang ada, bahkan mungkin bisa jadi tak pernah ada, kecuali memberikan fasilitas mobil ambulance gratis buat warga yang tinggal di dapilnya.


Lalu bagaimana bisa terjadi seorang caleg terjun langsung mengantarkan mobil ambulancenya dan bertemu langsung dengan para pendukungnya yang tertimpa musibah?

Sedikitnya caleg partai berlambang Ka'bah ini memiliki 3 armada ambulance gratis yang disediakan buat warga yang tinggal di kecamatan Bekasi Selatan dan Jatiasih.

Meskipun tak jarang justru beberapa warga masyarakat yang jauh dari lingkungan sekitarnya menggunakan jasa ambulance gratis miliknya. Agus Winanto sadar betul, bahwa membantu meringankan beban warga masyarakatdi sekitarnya jauh lebih murah dan sangat efektif baginya untuk bisa bersosialisasi dan memperkenalkan diri sebaai orang yang peduli dengan lingkungannya.

"Kalau orang lain harus mengatur waktunya agar bisa bersosialisasi pada konstituennya dengan menerima proposal atau menunggu respon warga yang akan datang mengunjungi poskonya, saya berinisiatif merespon setiap warga yang datang dengan menyediakan kebutuhan berupa ambulance gratis bagi warga di sekitar saya," beber Agus Winanto kepada wartawan mediareportase.com

Bahkan saat semua ambulance dan mobil baknya dipakai para relawan untuk mengatar beberapa klien yang sedang sakit ke tujuan, kebetulan dirinya sedang berada di posko dimana saat itu cuaca sedang gerimis. ketika telepon berdering dan adanya permintaan warga untuk mengantarkan salah satu anggota keluarganya yang meninggal.

Agus Winanto pun segera meresponnya dengan membawa sendiri mobil ambulance, karena semua sopir relawannya sedang bertugas. Tanpa ragu Agus Winanto mengajak salah seorang relawan untuk membantu dan menemaninya menuju lokasi warga yang sedang ditimpa musibah.

"Ya kalau nggak ada sopir, masak kebutuhan warga tidak saya penuhi," jawab Agus saat ditanya kenapa dia mau merepotkan dirinya membantu warganya. "Dan lagi kebetulan saya tidak sedang ada kerjaan, biarlah warga tahu bahwa saya yang membantu mereka secara langsung!"

Tanggapan warga pun bagai gayung bersambut, malah ada seorang ustadz yang memberinya salam serta mendoakan keberkahan buat dirinya karena sangat berterima kasih atas yang telah dilakukan Agus Winanto sebagai caleg mau terjun langsung membantu warganya yang sedang mendapat musibah.

Kesibukan sang caleg yang berusia 51 tahun ini terbilang cukup padat, seolah Allah memberikan berkah atas semua harta yang dimilikinya sebagai manfaat menjawab doanya selama ini.

"Apa yang saya dapatkan sekarang ini adalah jawaban atas doa yang sering saya panjatkan kepada Allah subhana wa ta'ala," kilahnya atas pertanyaan betapa banyak armada mobil ambulance yang dimilikinya.

Wajar saja jika kini armada mobil ambulance nya tak pernah beristirahat beroperasi setiap minggunya. Tak sedikit anak buah dan relawannya menjadikannya sebagai candaan bahwa para relawan jadi sering berdoa biar bisa sering mengantarkan pasien atau jenazah menggunakan ambulance, karena mereka akan mendapat honor langsung dari kocek pak Agus Winato.

"Saya hanya minta mereka tidak melakukannya karena niat mereka yang salah, dan berdampak do'a mereka juga salah," Agus mencoba meluruskan permasalahan yang dialami anak buah dan relawannya. "Karena kan rasanya jadi lucu dan aneh, jika setiap relawan jadi rajin berdoa biar ambulancenya bisa beroperasi setiap hari. Ini kan sama saja berdoa agar ada warga Jatiasih dan Bekasi Selatan tertimpa musibah. Saya tak mau mereka seperti itu!" pungkasnya kepada mediareportase.com

Penulis : SidikRizal - wartawan mediareportase.com
Animasi : AbuAbdullah
Fotografi : Chairil - Relawan AW
Editor : DR
 




Visi & Misi Agus Winanto Caleg PPP

Sunday, March 16, 2014

JANGAN GOLPUT !!!
SALURKAN HAK PILIH ANDA
Jangan sampai salah pilih...!!
Tentukan pilihan anda pada calon anggota dewan
yang tegas & cerdas 






SLOGAN
----------- CERDAS BERSAMA RAKYAT------------

VISI

Menjadikan Lembaga Legislatif Daerah Kota Bekasi, kredibel dan dipercaya masyarakat agar perannya dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang handal untuk kesejahteraan rakyat dilandasi dengan mengedepankan cerdas berpikir, bersikap dan berperilaku menuju masyarakat yang aspiratif, maju dan makmur.

MISI
  1. Peningkatan pemerataan fasilitas dan akses pelayanan pendidikan dan kesehatan untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan sehat;
  2. Pengembangan ekonomi daerah yang berbasis industri, jasa, usaha mikro kecil dan menengah untuk meningkatkan daya beli dan kemakmuran masyarakat;
  3. Penciptaan iklim investasi dan usaha yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran;
  4. Mendorong Pemerintah Daerah mewujudkan pembangunan dan pengelolaan infrastruktur yang lebih baik dengan peran serta masyarakat demi kesejahteraan rakyat;
  5. Mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih, profesional, berwibawa, amanah, transparan dan bertanggung jawab;
  6. Pemberdayaan Aspirasi Warga, Menampung dan Memperjuangkan serta menyalurkan aspirasi dalam segala bidang kelembagaan;
  7. Peningkatan nilai-nilai agama dalam penyelenggaraan pemerintahan serta kehidupan bermasyarakat menuju masyarakat yang religius.

PenjabaranCerdas Bersama Rakyat
 
Dalam kedudukan, Fungsi dan Tugas Dewan
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengatur bahwa DPRD dan Kepala Daerah mempunyai kedudukan yang setara dan bersifat kemitraan. Dalam kedudukan kerja yang setaraf antara Eksekutif dan Legislatif

DPRD Kota Bekasi, merupakan Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

Sebagai representasi rakyat, DPRD Kota Bekasi mempunyai fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. 
  1. Bidang Legislasi, bersama Walikota menyusun Raperda menjadi Perda,
  2. Bidang Anggaran, bersama Walikota menyusun RAPBD menjadi APBD, dan
  3. Bidang Pengawasan Pelaksanaan Perda, APBD, Perundang-undangan dan Kebijakan Walikota.
Kaitan dengan tiga fungsi tersebut diatas dibutuhkan kemampuan personal seorang anggota dewan untuk bisa cerdas dalam setiap fungsi, 
  1. Bidang Legislasi, dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan personal dalam membuat Raperda untuk menjadi Perda, sehingga Perda yang dihasilkan dapat efektif dan berdaya guna dalam implementasinya di tengah-tengah masyarakat, sesuai dinamika zaman, untuk kepentingan rakyat.
  2. Bidang Anggaran, dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan personal dalam menyusun RAPBD menjadi APBD, sehingga APBD yang di susun bisa efektif, dan tepat sasaran sehingga dapat bermanfaat dan dinikmati oleh masyarakat luas.
  3. Bidang Pengawasan, dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan personal dalam mengawasi pelaksanaan Perda , APBD, Peraturan perundang-undangan serta berbagai Kebijakan Walikota , sehingga ruang dan celah penyimpangan dapat diminimalisir semaksimal mungkin dan pada gilirannya kepentingan rakyat di atas segalanya. 

Bantuan Air Bersih untuk Warga PGP


Ketika musim hujan datang, beberapa kota di Indonesia seperti mendapatkan ironi. Betapa tidak, dalam masa dimana seluruh daerah di republik ini sedang dalam musim penghujan seharusnya warga kota Bekasi berkelimpahan air dari datangnya hujan yang tiada henti setiap harinya.

Justru banjir air malah membuat sebagian warga masyarakat jadi kekurangan air, terutama air bersih layak minum. Ironi ini bisa jadi pelajaran berharga, betapa alam telah memberikan banyak kepada kita, tapi justru kita sendiri yang tidak menghargainya dan malah merusaknya.


Banjir yang hakikatnya adalah kesalahan kolektif seluruh lapisan masyarakat dan itu merupakan buah yang didapat dari kelalaian kita menghargai eksistensi alam dengan merusak keseimbangannya berupa pembangunan yang tak memperhatikan dampak lingkungan juga kelestarian alam itu sendiri.

Kesulitan air bersih di saat musim kemarau pastilah sebuah hal yang biasa terjadi, namun kesulitan air bersih di saat musim hujan pastilah ada kesalahan tata kelola lingkungan yang demikian buruknya. Bukankah hujan merupakan sebuah rahmat buat kebanyakan manusia, namun mengapa di sebagian kota Bekasi, hujan dan banjir malah membuat sebagian warga masyarakatnya kekurangan air bersih? Bukankab ini sebuah ironi yang terkadang kita anggap sangat pedih?

Untung saja masih ada sebagian tokoh yang peduli dengan kebutuhan sebagian warga kota Bekasi di saat musibah banjir ini terjadi. Meskipun sedikit yang bisa diberikan, namun hal ini bisa mengobati dan mengurangi penderitaan warga yang sejatinya adalah tanggung jawab bersama, dan lebih tepatnya adalah kewenangan pemerintah kota Bekasi.

Jika pemkot Bekasi tidak bertindak sigap dan tanggap dengan masalah kebutuhan warga akan air bersih justru di saat musim penghujan, maka ini merupakan sebuah kelalaian yang sulit untuk dimaklumi apalagi dimaafkan. Mengapa masalah kebutuhan pokok warga yang seharusnya bisa dipenuhi oleh instansi pemdakot terkait dalam hal ini PDAM kota Bekasi, Tirta Bhagasasi, tapi malah jadi pekerjaan sosial seorang caleg seperti Agus Winanto.

Apakah kita harus miris dengan kelalaian pejabat pemdakot Bekasi, atau merasa lega dengan kesigapan seorang caleg dari PPP, Agus Winanto yang sepertinya tak pernah berhenti berbuat bagi warga masyarakat di lingkungan sekitarnya?

Penulis : Sidik Rizal, Pemerhati Masalah Lingkungan
Desain grafis animasi : Franaditya
Editor : DR

Caleg Ini Kerahkan Relawan Bantu Kebersihan Lingkungan

Saturday, March 15, 2014

Kerja Bakti Relawan Agus Winanto
Pembersihan Lumpur Pasca Banjir di PGP / RW 09


Hari Minggu (15/3/2014) saat sebagian besar caleg peserta pemilu 2014 sedang mengikuti acara deklarasi kampanye damai di lapangan kantor KPUD Kota Bekasi, Agus Winanto malah mengerahkan sebagian relawannya untuk mengajak warga kerja bakti membersihkan lingkungan pasca banjir beberapa bulan terakhir ini.


Secara struktural manajemen, memang Agus Winanto memiliki semangat peduli lingkungan dan semangat berpolitik yang disesuaikan dengan momentum yang ada. Bagaimana mengatur dan mengakomodasi antara acara politik yang harus dia penuhi demi alasan kepentingan partai, dengan kewajiban sosial yang harus dia lakukan demi kepentingan warga masyarakat yang akan menjadi pendukungnya serta mengantarkannya menjadi wakil rakyat yang bisa duduk di kursi dewan.

Sebagai seorang warega masyarakat biasa, Agus Winanto menyediakan waktu khusus untuk lingkungan sekitarnya. Betapa tidak ketika dia sedang berada dalam mobil ambulance yang akan dia tumpangi menuju kantor DPC PPP di pusat kota, tapi baru di pertengahan jalan telepon genggamnya berdering, dan ternyata ada warga di walayahnya yang membutuhkan ambulance untuk membawa orang sakit. Tanpa ragu, Agus Winanto menyuruh sopirnya untuk berbalik arah pulang dan mendahulukan kebutuhan warganya yang lebih mendesak.

Sikap kepeduliannya inilah yang menjadi ukuran betapa seorang tokoh seharusnya mengorbankan kepentingannya demi kepentingan rakyat yang akan diwakili dan dipimpinnya. Satu kriteria wajib calon wakil rakyat dan pemimpin masa depan warga masyarakat di Kota Bekasi.

Sungguh terlalu berlebihan jika media menuliskan banyak hal positif tentang seorang tokoh masyarakat, tapi merekamnya dalam sebuah rentetan kegiatan sosial tanpa menyajikan bukti nyata, entah berupa foto dokumentasi atau narasi yang faktual.

Sebagai aktivis yang peduli lingkungan hidup sekaligus wartawan, penulis menganggap sosok Caleg PPP bernomor 2 ini mempunyai kelebihan berupa kesalehan sosial. Padahal kesalehan sosial tidak langsung memberikan dampak langsung bagi kepentingan politiknya pada Pemilu 2014.

Nilai positif yang ditularkan caleg PPP sekaligus orang tua asuh beberapa anak atim ini memberikan dampak positif berupa kesadaran warga sekitar, bahwa seorang caleg tidak harus melulu mendadak muncul menjelang masa pemilu saja dan memberikan segala macam hadiah yang memancing simpati publik sesaat. Agus Winanto, membuktikannya berupa aktivitas peduli sosial jauh sebelum dia mengikuti seleksi pencalegan.

Mulai dari mengasuh seikitnya 30-an anak yatim, memberangkatkan dhuafa pergi umroh, membangun dan memperbaiki tanggul bendungan di luar wilayahnya termasuk menyediakan beberapa mobil ambulance yang beroperasi bukan hanya di wilayah daerah pemilihannya saja.

Seorang wakil rakyat yang memiliki kriteria karakter calon pemimpin telah hadir, dan tersembunyikan selama beberapa tahun karena memang belum waktunya.Kini hadir dan mengejawantah dalam berbagai kegiatan nyata aksi sosial, meskipun sebagian masyarakat mencibirinya dengan alasan kampanye politik pemilu.

Kerja bakti yang dikerahkan oleh Agus Winanto sementara dirinya sendiri harus men gikuti kampanye politiknya adalah salah satu bentuk kepedulian multi dimensi yang tak banyak bisa dilakukan oleh tokoh caleg lain. Apakah Anda setuju, sosok Agus Winanto ini bisa disejajarkan dengan Joko Widodo, Gubernur DKI yang akan menjadi capres RI 2014 mendatang?

Penulis : SidikRizal, Pemerhati Sosial Politik
Desain Animasi : Frananditya
Penyunting : DR


 

Peduli Lingkungan, Caleg Ini Didik Warga dengan Aksi Sosial

Penyerahan Bak Sampah kepada Warga RW 10
Perum Pondok Gede Permai - Jatirasa


Seorang tokoh seharusnya bisa merencanakan sebuah program yang cermat dan cerdik untuk bisa menjawab segala kebutuhan dan kepentingan warga masyarakatnya tanpa diminta. Pemahaman akan kebutuhan publik merupakan satu bentuk empati yang wajib dimiliki seorang tokoh masyarakat, jika baginya dukungan masyarakat jadi hal penting buat sosialisasi yang dikerjakannya sepanjang masa kampanye pemilu.


Masalah niat memang hanya Allah yang tahu, tetapi sebagai makhluk sosial, kita harus berbuat sesuatu untuk lingkungan sebagai bentuk kesalehan sosial yang wajib dilakukan oleh setiap manusia yang mengaku dirinya beragama, bahkan di dalam Al-Qur'an sendiri menyatakan agar setiap orang beriman diperintahkan untuk berbuat amal shaleh kepada lingkungan sosial, dan sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka perbuat, demikian pula orang-orang beriman memperhatikan.




Kerja Bakti Kebersihan Lingkungan Warga PGP

Pembersihan Lumpur Pasca Banjir di Komplek TNI RW 09-10 Pondok Gede Permai


Banjir memang menyisakan banyak sekali kepedihan di antaranya lumpur yang kian hari mulai mengeras. Jika tidak segera dibersihkan, maka akan jadi masalah tersendiri yang bisa bencana baru bagi warga yang tinggal di komplek perumahan.




Ada satu adat positif yang dulu sudah menjadi aktivitas rutin warga di perkampungan, di masa pembangunan komplek perumahan tak sebanyak seperti sekarang ini. Kini budaya kepedulian sosial dalam bentuk aktivitas kerja bakti yang biasanya ada di perkampungan memang ada masuk di beberapa komplek perumahan, khususnya di kota Bekasi yang semakin hari semakin beranjak dewasa dan genit bak gadis remaja di usianya yang telah 17 tahun semenjak terpisah dengan Kabupaten Bekasi, pada 10 Maret 1997 lalu ini.

Pada kenyataannya, kebiasaan kerja bakti bagi warga yang tinggal di komplek perumahan tidak tumbuh sebanyak jumlah komplek perumahan yang dibangun para developer di wilayah kota pendukung metropolitan ini.



Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2014 KPU Kota Bekasi

Pelataran Kantor KPUD Kota Bekasi Berubah Menjadi Berwarna Warni Semburat Hijau?


Demokrasi yang damai adalah sebuah bentuk kedewasaan dari para pesertanya demi alasan hidupnya sebuah demokrasi yang bersih. Partai Persatuan Pembangunan sebagai partai politik yang ikut serta dalam pemilu 2014 ini, khususnya DPC PPP Kota Bekasi membuktikannya dengan menghadirkan beberapa caleg serta kader dan relawan yang sudah terjun langsung pada politik praktis selama beberapa bulan terakhir dari tahun 2013.


Deklarasi Kampanye Pemilu Damai yang dihadiri pula banyak tokoh parpol (partai politik) lainnya di pelataran gedung kantor KPUD Kota Bekasi, memang memberikan nuansa tersendiri bahwa jalannya kampanye akan kondusif dan tertib damai. Dalam deklarasi ini para peserta pemilu khususnya caleg dan pimpinan partai bersepakat untuk menjalankan kampanye terbuka yang sehat dan bersih serta tertib secara damai menghindari segala bentuk kecurangan yang bisa menimbulkan kericuhan.

Khusus untuk DPC Partai Persatuan Pembangunan yang diwakili oleh semua caleg dari dapil Bekasi 1 sampai dengan Bekasi VI, telah menghijaukan pelataran parkir gedung KPUD di antara sekian banyak kader partai lainnya menggenakan seragam warna-warni lainnya. Nuansa hijau yang terasa ini mungkin tidak dicermati oleh awak media, namun ini merupakan kesan khusus para warga PPP di lingkungan Kota Bekasi.

Apakah Anda setuju, bahwa kota Bekasi memang harus kembali berubah warna menjadi hijau subur?

Penulis : SidikRizal, Pengamat Sosial Politik Kota Bekasi
Desain Animasi : Frananditya
Editor : DR

Baliho Unik dari Para Caleg di Kota Bekasi.

Friday, March 14, 2014

Nuansa warna hijau di papan baliho caleg PPP, Agus Winanto bernomor urut 2 ini masuk kategori salah satu desain baliho yang menarik dan cantik. Ada beberapa desain unik dari beberapa caleg yang berhasil kami ambil di wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya.

Jika diperhatikan tagline yang menggunakan kalimat sederhana 3 kata, maka makna yang dalam bisa diambil dari pesan yang disampaikannya. Cerdas Bersama Rakyat.


Secara harfiah, kata Cerdas Bersama Rakyat adalah kalimat afirmasi sekaligus konfirmasi biasa yang dengan cerdik mengajak pembacanya untuk berpikir, bahwa sang caleg sebenarnya sedang mengajak para konstituen (termasuk target pembacanya) untuk menjadi cerdas secara bersama-sama.

Kekurangan dari beberapa para wakil rakyat yang dulu pernah berkampanye pada periode 2014 dan 2009 lalu sudah sewajarnya menjadi pelajaran berharga bagi rakyat bagaimana seharusnya mereka memeilih wakilnya. Tanpa bermaksud menggurui, pesan baliho milik caleg PPP, Agus Winanto ini hendak mengatakan, "Ayolah kita semakin cerdas memilih dan melihat siapa yang sebenarnya pantas untuk didukung dan dipilih menjadi calon wakil rakyat serta calon pemimpin mereka di masa mendatang!" Ya, sesederhana itu artinya, tapi begitu kuat tertanam dalam benak para pembacanya.

Akan tetapi jika saja caleg PPP ini tidak melakukan penetrasi (pemasukan) ke lingkungan warga masyarakat dengan sosilaisasi langsung maka akan jadi sia-sia saja komunikasi kampanye melalui baliho meskipun didesain dengan kecanggihan teori komunikasi apapun.

Kesesuaian komunikasi antara media kampanye dengan aksi nyata dan tindakan sang caleg di lapangan menjadi kunci suksesnya keberhasilan sebuah kampanye politik.

Berikutnya adalah bahasan tentang beberapa baliho yang dipajang di beberapa wilayah Kota Bekasi.

Jokowi: Saya Siap Jadi Capres dari PDI-P

Deklarasi Capres Seorang Gubernur DKI Penuh Kontroversi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan siap menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan. Dia mengaku sudah menerima mandat dari Megawati Soekarnoputri.

"Saya telah mendapatkan mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menjadi capres dari PDI Perjuangan," kata Jokowi saat melakukan blusukan di Rumah Pitung di Marunda, Jakarta Utara, Jumat (14/3/2014).


"Dengan mengucap bismillah, saya siap melaksanakan," kata Jokowi lagi, sekitar pukul 14.49 WIB.

Kemudian, Jokowi mencium bendera Merah Putih yang ada di belakangnya.
JAKARTA, KOMPAS.com — 

Mendengarkan deklarasi seorang gubernur ibukota negara menjadi calon presiden RI di Pemilu 2014 mendatang, maka hal ini menjawab banyak keraguan dan pertanyaan para politisi serta pengamat politik. Meski tak sedikit manuver politik yang dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri ini sebagai cara untuk mendongkrak elektabilitas kader PDIP yang menjadi calegnya, namun banyak pengamat yang mengakui ini sebagai langkah cerdik Mbak Megawati demi memenangkan partainya agar mendapatkan kemenangan yang mutlak di pemilu mendatang.

Sementara di lain pihak ada juga pihak pengamat politik dan masyarakat yang kecewa dengan pernyataan Jokowi untuk menjadi calon presiden, karena dia telah mengingkari sendiri pernyataannya yang tidak akan mencalonkan diri jadi presiden RI. Namun hal ini sudah dibantahnya dalam berbagai pernyataan dengan pihak media, bahwa dia tidak pernah mengingkari janjinya, karena pernyataannya yang dulu selengkapnya adalah, bahwa dia tidak pernah mau mencalonkan diri menjadi presiden RI tanpa seizin pimpinan partainya.

Ketelitian media mengabarkan pernyataan Jokowi tersebut memang sudah banyak dimengerti kalangan akademisi dan pengamat politik, namun sikap kuatir yang berlebihan dan manuver politik yang diambil lawan politik partai merah banteng bermoncong putih ini nampak jelas terlihat di tayangan televisi, terbaca di koran dan tabloid politik bahwa Jokowi bisa menjadi ancaman terbesar para capres partai besar lainnya.

Taruhlah, pernyataan Ruhut Sitompul, yang tidak jarang melecehkan Jokowi sebagai anak durhaka jika berani menyatakan diri untuk mencalonkan diri jadi presiden RI, sementara pimpinan partainya sendiri, Megawati SP belum mengeluarkan pernyataan apapun. Ini menunjukkan ketakutan yang luar biasa dari salah seorang juru bicara partai Demokrat.

Pemberitaan bernuansa politis memang harus disikapi dengan beragam cara, mulai dari cara paling bodoh hingga paling norak sekalipun. Maka wajar saja, pernyataan negatif seorang Ruhut Sitompul merupakan cara untuk mengalihkan ketakutan pandangan politik partainya menjadi sebuah ruang waktu peluang untuk lobi-lobi politik para kandidat calon presiden.

Apa yang menjadi kekuatiran sebagian politisi di level tinggi memang kini menjadi kenyataan, maka timbullah wacana baru yang mendadak populer dan dijadikan komoditi jual beli pengaruh politik para pemainnya. Di antaranya ada wacana bagaimana menjatuhkan atau mengalahkan Jokowi agar tidak menjadi calon presiden republik yang tengah belajar demokrasi ini.

Penulis : Sidik Rizal - Pengmata Sosial Politik Nasional
Ilustrasi : dari berbagai sumber
Editor : DR

Alat Peraga Kampanye Caleg PPP yang Atraktif dan Unik

Thursday, March 13, 2014

ALAT PERAGA KAMPANYE 3D
Coba perhatikan alat peraga kampanyenya yang lain dan jauh lebih atraktif  dibuat di atas mobil pick-up desain 3D (tiga dimensi) sebentuk ka'bah di depannya, kemudian maket tabung dengan logo Damin Sada bertopi Indian seperti kepala suku. Di tulisan saya yang lain, Damin Sada menjelaskan mengapa dia bertopi kepala suku Indian dalam logonya. Dia memposisikan dirinya sebagai putra asli Bekasi, alias anak Betawi yang tersingkirkan dari tanah kelahirannya seperti halnya suku Indoan di Amerika Serikat sana.


Mungkin dari sekian alat peraga kampanyenya yang lainnya seperti poster dominan hitam bergambar kepala suku Damin Sada, kemudian mini banner serupa dan baliho raksasa, maka yang berbentuk 3D termasuk yang paling banyak menyedot perhatian publik di Kota Bekasi.

Apakah dia berhasil? Mengingat pengalamannya berkampanye pada pemilu 2004 dan 2009 lalu, sepertinya Damin Sada bukanlah orang yang gampang menyerah. Asyiknya lagi, caleg ini termasuk paling kreatif dan lucu untuk dibahas gaya berkomunikasinya, bukan?

Kreatifitas anak Bekasi asli ini memang perlu diacungkan jempol. Bagaimana tidak, dari segudang kegiatan yang dia lakukan di dunia sosial politik, damin Sada memang cukup dikenal peduli dengan wilayah kota Bekasi dan justru akan terasa jadi sepi, jika tak ada satu aksi dari mantan kepala desa Srijaya, Tambun Utara, Bekasi ini.

Yang perlu diperhatikan dari cara berkampanye lelaki beranak 2 putra dan 2 putri ini adalah, kreativitas seni dan gaya "nyablak" atau komunikasi terbuka tanpa tedeng aling-aling. Jika bagi rang lain hal ini mungkin terasa tabu, tidak bagi Bamin Sada, bahkan dia merasa tak nyaman jika tidak mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak menguntungkan rakyat dan berpotensi merugikan warga masyarakat Bekasi dalam segala bentuknya.

Cara Damin Sada berkspresi mengkritisi pemerintah ini bukan tanpa masalah, tak jarang lelaki yang pernah main film sinetron Rahasia Illahi ini pernah pula dipanggil pihak kepolisian dan diinterogasi oleh belasan petugas mulai dari resintel hingga satuan lainnya di Polresta Metro Kota Bekasi. track record yang unik, sampai-sampai kanit serse intelnya menganggap Damin Sada sebagai warga yang paling sering bikin masalah konyol dan berbau isyu provokatif. Untungnya Damin Sada bisa dan berani menjelaskan mengapa dia melakukan komunikasi publik yang sering nyeleneh dan eksentrik itu.


Sidik Rizal : Pengamat Komunikasi Kampanye Total Pemilu

Korlap Kampanye Caleg Golkar Terganggu?

Sunday, March 9, 2014

 





HM Zaini mengetahui persis betapa penting manajemen pengelolaan perwakilan suara konstituennya di wilayah tempat tinggalnya, itulah sebabnya dia menunjuk beberapa perwakilan yang bisa dipercayanya untuk mengakomodir semua konstituen agar tidak terjadi tumpang tindih daftar pemilih tetap.

Baca selengkapnya »

Kehadiran Mobil Ambulance Masih Diperlukan Warga

Monday, March 3, 2014

Penyediaan Ambulance Gratis buat Warga Sungguh Sangat Berarti

Sekalipun nanti pemilu sudah berlalu, bukan berarti  fasilitas ambulans (ambulance) gratis juga ikut berlalu dan selesai.

Itulah sebabnya tokoh Jatiasih ini memantapkan diri akan tetap melanjutkan kegiatan sosial ini sebagai pengabdian rutinnya bagi masyarakat kota Bekasi.

"Bukan berarti nanti setelah kampanye saya akan berhenti memberikan fasilitas mobil ambulance gratis ini kepada warga masyarakat di wilayah saya maupun se kota Bekasi," papar Agus Winanto kepada wartawan media-reportase.com, Senin lalu 04/03/2014.

Niatnya untuk memberikan yang terbaik kepada warga masyarakat kota Bekasi memang baru bisa dimulai dari memberikan fasilitas ambulanse gratis, tapi jika diperhatikan lebih jauh kepedulian Agus Winanto kepada warga sekitarnya sudah melebihi dari tugas sosialisasi seorang caleg yang berkampanye demi memperoleh dukungan suara pada pemilu 9 April mendatang.

Apa yang dilakukan oleh Agus Winanto selama ini justru bisa dianggap sebagai kampanye dirinya menjadi calon walikota berikutnya untuk kota Bekasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang.

Menanggapi hal ini beberapa tokoh politisi seperti Ronny Hermawan, anggota dewan aktif dari partai Demokrat mengatakan via sms dan twitternya, bahwa apa yang dilakukan oleh Agus Winanto adalah hal-hal wajar yang bisa dilakukan siapapun yang mampu, "Siapapun boleh berbuat sesuatu demi warga masyarakat sekitarnya, dan jangan itu dijadikan alasan untuk kampanye dirinya menjadi walikota bukan?" pungkasnya.

Pastinya akan terlihat lucu sekali jika setiap orang yang mau berbuat baik dengan lingkungan sosialnya, lalu dituduh mempunyai niat politis atau mungkin saja ini hanya isyu yang biasa terjadi pada pekan-pekan terakhir yang kian panas menjelang pemilihan legislatif 9 April 2014.

Jadi sekarang bagaimana publik menyikapinya ketika ada seorang tokoh yang mempunyai kelebihan untuk berbagi dan melakukan aktivitas sosial seperti memberikan fasilitas ambulans gratis umum se kota Bekasi? Dan mengapakah masih ada yang mencibir kegiatan sosial tersebut sebagai sarana kampanye?

Penulis beranggapan sudah semestinya kita jangan menjadi bagian yang bersifat negatif dan kontraproduktif saat orang lain berbuat baik dengan lingkungan sosialnya. Justru yang kita lakukan adalah memberikan acungan jempol dan mendukungnya baik dalam wacana maupun tanggapan positif. Jika tidak bisa berbuat baik demi maslahat orang banyak, janganlah kita menghalanginya. Wallahu a'lam bi showab.

Sidik Rizal - media-reportase.com


Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger