Berapakah Investasi Politik Pada Pasar Demokrasi Kita?

Saturday, August 23, 2014

Ini adalah kutipan tulisan dari seorang anggota dewan yang saya kenal dan saya tahu betul kapasitas sebagai anggota DPRD di Kota Bekasi. Dia adalah Thamrin Usman, anggota DPRD Kota Bekasi dari PAN (Partai Amanat Nasional) untuk dua periode mulai dari tahun 2004-2009, 2009-2014 dan kini periode 2014-2019 dari partai yang berbeda, yakni HANURA.

Kiprahnya di dunia politik saya kenal betul mempunyai catatan yang bersih, semenjak saya mengenalnya di tahun 1999 hingga kini, tak ada yang berubah dari kesederhanaan seorang tokoh masyarakat dan pernah menjadi wakil rakyat beberapa kali ini. Loyalitas kepada partainya sudah nampak dari awal-awal tahun membangun organisasi kepartaian di wilayah Kota Bekasi, meskipun di belakang hari dia mencoba untuk menghindari konflik internal partai dengan cara menyelamatkan konstituennya di wilayah daerah pemilihnya.
[Rincian Lanjut : Kompasiana.com]

Ronny Hermawan, SH Bicara ISIS di Jakarta

Wednesday, August 20, 2014

Sebagai tokoh masyarakat Ronny merasa insiden deklarasi ISIS dan konflik penyelenggaraan Pilpres di MK adalah bukan hal yang disengaja.

Lebih tepatnya, intelijen apalagi ketika Kota Bekasi baru saja kecolongan dengan adanya deklarasi ISIS di wilayah Pekayon, Kota Bekasi.

Ronny panggilan akrab anggota DPRD Kota Bekasi yang baru saja dilantik 11 Agustus 2014 untuk periode 2014-2019, merasa perlu menyikapinya apalagi dia akan menjadi pembicara bertemakan kebangsaan atas undangan dialog kebangsaan dari PAN di Jakarta Timur pada hari Senin tanggal 18 Agustus 2014.

"Apa yang Mas Sidik ketahui tentang ISIS?" tanya Ronny di NICHO Cafe tempat dimana ia biasa bertemu dengan banyak kolega dan klien pada hari Minggu, 17 Agustus 2014 lalu. Setelah mendengarkan pendapat saya pribadi tentang eksistensi ISIS yang bisa mengancam keutuhan bangsa Indonesia dan NKRI itu, lelaki berkacamata ini mulai mengeluarkan pendapatnya yang serupa.

Di sela interviu dengan Ronny Hermawan, SH. sang Ketua GEMABUDI ini, dia juga menyisipkan pesan dan harapan agar proses pengadilan pen yelenggaraan Pilpres di MK agar bisa segera diselesaikan, bahkan dia juga berharap agar Prabowo untuk lebih legowo dan tidak terlalu jauh memperpanjang permasalahan dengan pihak KPU.

Ronny yang cukup intens dekat dengan Yenny Wahid, sebagai salah satu anggota forum kebangsaan dan lintas agama yang dipelopoiri oleh Gus Dur itu, berharap agar permasalahan yang kini sedang diproses secara hukum di Mahkamah Konstitusi tidak berlarut-larut dan tidak pula dijadikan komoditi untuk membuat kisruh di tingkat akar rumput.

Sebagai putra daerah Bekasi yang berdarah Cina, rasa nasionalisme tokoh muda ini patut diberi penghargaan. Dalam dirinya, dia tidak membedakan perlakuannya dalam kehidupan sehari-hari dengan sifat sektarian apalagi yang berbau SARA. Bahkan di markas tempat ia biasa mengadakan pertemuan dengan banyak koleganya, dia memberikan kesamaan hak antar karyawan dan anak buahnya dalam segala hal, yang tentunya sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.

Ketika Ronny menanyakan perihal ISIS, maka sewajarnya pula dia beranggapan bahwa kasus terjadinya deklarasi ISIS di wilayah Kota Bekasi, adalah karena pihak intelijen memang kecolongan, jika tak mau dibilang sengaja membiarkan masalah ini pada saat bangsa Indonesia sedang berada pada kondisi kurang tepat yakni gejolak pilpres.

"Di tingkat bawah, permasalah pilpres sebenarnya tidak begitu heboh seperti halnya di tingkat elit politik," papar Ronny kepada globalbekasi.com. Yang menjadi masalah adalah keterlibatan pihak media yang terkadang begitu partisannya sehingga memberikan pemberitaan yang memojokkan atau malah tidak netral dan sering malah menimbulkan persepsi negatif.

"Itulah sebabnya, ketika tim pendukung Prabowo dan Hatta melakukan publikasi media dan juga langkah hukum menggugat KPU melalui MK membuat saya berubah pikiran. Tadinya saya simpati kepada Prabowo, tapi karena ulah timsesnya, saya jadi sedikit agak jengah," beber Ronny.

Ketidaksukaan Ronny kepada timses Prabowo memang tidak sebesar para pendukung Jokowi yang setia. Secara politis, anggota dewan dari Partai Demokrat ini berusaha mengikuti fatsun partainya yang tidak berpihak kepada siapapun capres yang akan menang.

Sayangnya pembicaraan tidak bisa berlanjut, karena masih banyak hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pilpres, KPU dan tentunya masalah ISIS yang jadi topik hangat pembicaraan di antara kami.

SidikRizal - webrizal.com - Pemerhati Politik dan Hukum

Beban Berat Amanah Yang Harus Dipikul Anggota Dewan

Tuesday, August 12, 2014

Drs. Thamrin Usman, MSi, anggota DPRD dari Partai Hanura, yangbaru saja dilantik pada hari Senin 11 Agustus lalu ini menyatakan bahwa amanah yang diterimanya semenjak terpilih dan dilantik menjadi aleg adalah sebuah beban besar amanah yang harus dipikulnya hingga 5 tahun ke depan.

Hal ini bukanlah pernyataan lisan semata, Thamrin Usman telah mebuktikannya selama beberapa periode menjadi anggota dewan di usianya yang tak lagi muda, dirinya tidaklah menggunakan kesempatan dengan memperkaya diri ataupun mengumpulkan harta untuk anak dan istrinya.
[Baca selengkapnya...]

Pelantikan Anggota DPRD Kota Bekasi Didemo

Monday, August 11, 2014

Bekasi, HanTer - Pelantikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi periode 2014 -2019 diwarnai aksi demo mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- Kota Bekasi.

Pantauan Harian Terbit, aksi yang sempat membuat jalan Chairul Anwar macet total ini membuat aparat keamanan harus bekerja ekstra. Pasalnya para mahasiswa sempat membakar miniatur tumpeng yang ditaruh didepan pagar kantor DPRD Kota Bekasi.

Dalam aksinya, para mahasiswa BEM menuntut agar para anggota DPRD kota yang baru dapat lebih bekerja dengan sungguh-sungguh dan mendengar aspirasi rakyat. Karena selama ini anggota DPRD sebelumnya tidak mau mendengar aspirasi rakyat, dan hanya bekerja untuk partainya saja.

Koordinator Lapangan Aksi demo, Yuki Malindra mengeskan, pihaknya akan selalu mengawal dan mengontrol pelaksanaan Perda dan kebijakan-kebijakan lainya, termasuk mengawal anggaran daerah dalam membangun kota Bekasi.

“Kami akan mengawal dan mengontrol kebijakan-kebijakan pro rakyat sehingga pembangunan di Kota Bekasi dapat berjalan dengan baik. Serta meminta anggota dewan bekerja dengan baik,” kata Yuki kepada awak media, Senin (11/8).

Lebih jauh Yuki meminta, agar kinierja anggota dewan yang terpilih dapat bekerja dengan lebih baik lagi dari anggota dewan sebelumnya. Karena selama ini, kinerja anggota dewan sebelumnya tidak maksimal dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Sementara itu, meski diwarnai aksi unjukrasa, namun pelantikan 50 anggota DPRD Kota Bekasi tetap dilakukan oleh Kepala Pengadilan Negeri bekasi berjalan dengan lancar.

Sedangkan komposisi anggota DPRD Kota Bekasi terpilih di antaranya PDI-P mendapat 12 kursi, Partai Golkar 8 kursi, PKS 7 kursi, Gerindra 6 kursi, Hanura 5 kursi, Demokrat 4 kursi, PAN 4 kursi, PPP 4 kursi. (Hendro)

Chat Box dengan Kami

Follow by Email

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. Global Bekasi - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger